Sinopsis The Sand Princess Epiode 6 - 1

Sinopsis The Sand Princess Epiode 6 - 1

Ji tiba-tiba nekat menci~m paksa Kot... hingga Kot tersentak bangun dengan kaget. Astaga! Ji bahkan menghantuinya dalam mimpi.


Kot langsung menghubungi Maew. Tapi Maew malah tambah menggodanya, Kot jadi kayak female lead di drama-drama Korea. Nyantai ajalah.

"Bagaimana bisa? Teman yang selalu memperlakukanku bagai budak, mendadak bilang kalau dia menyukaiku. Aku tidak bisa tidur! Aku merinding!"

Maew kira Kot bakalan senang. Tapi Maew nggak kaget sih, dari dulu selalu ada tanda-tanda kalau Ji diam-diam mencintai Kot. Tapi kenapa Ji baru menyadarinya sekarang? Segalanya pasti akan jadi semakin mudah andai saja Ji menyadari perasaannya saat Kot masih menyukainya dulu.

"Mungkin, dia sebenarnya tidak benar-benar menyukaiku. Dia mungkin cuma takut kehilangan aku, seperti anak kecil dengan mainannya."

"Tapi bagaimana kalau Ji benar-benar menyukaimu? Apa yang akan kau lakukan?"

"Nggak tahu! Kenapa segalanya jadi rumit begini?"

"Ji pasti tidak akan berhenti sampai di sini."

"Percakapan ini sama sekali tidak bisa membantuku untuk tidur!"


Keesokan harinya, Kot bertekad menghindari Ji, tapi ponselnya malah terus berbunyi tiada henti dari Ji yang terus ngotot menuntut Kot untuk bicara dengannya. Kot sampai kesal sendiri dibuatnya dan langsung mematikan ponselnya.


Ki baru keluar dari kamar tak lama kemudian dan sontak keduanya kaget melihat keadaan satu sama lain yang sama-sama bermata panda. Ada apa dengan Kot? Tidak bisa tidur karena menghindari kreditornya?

"Lebih tepatnya menghindari musuhku."

"Maksudmu Ji?"

"Apa kau mau makan bubur? Aku memasaknya untukmu."

"Betapa menyenangkannya, aku dapat istri sekaligus pembantu dari pernikahan ini."

"Aku kan dibayar mahal."


Apa Kot tidak akan pergi menemui bibinya hari ini? Seharusnya sih, tapi Kot tidak mau pergi. Jadi, bisakah Ki menjemput Moji? Dia tidak mau bertemu Ji, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan kalau bertemu Ji.

"Kenapa? Apa kau tidak senang dia menyukaimu?"

"Aku sekarang menyukaimu. Aku tidak bisa menyukainya kembali."

Ki tercengang mendengarnya. Tapi Kot bercanda doang kok, apa Ki tidak akan masalah kalau dia mendadak berkata seperti itu? Kot kelihatannya shock banget. Dia cuma sedang membayangkan sebuah skenario kok.

Ki gregetan mendengarnya. "Baiklah, akan kupanggil Ji sekarang juga."

 

"Eh, jangan!" Kot sontak panik menarik Ji... hingga tak sengaja bibir mereka bertemu. Hehe. Ki buru-buru menjauh dengan canggung, maaf. Malu, Kot sekali lagi meminta Ki untuk menjemput Moji lalu bergegas kabur ke kamarnya.


Ji sudah gelisah menunggu Kot, tapi yang datang malah cuma KI. Ke mana Kot? Kenapa dia tidak datang?

"Dia mual."

"Mual? Apa dia baik-baik saja?"

"Dia mual melihat mukamu. Menjauhlah dari dia untuk sementara waktu."


Ki membawa beberapa hadiah dari Kot sambil beralasan pada Bibi kalau Kot sedang tidak enak badan, makanya dia menyuruh Kot untuk istirahat.

"Terima kasih. Tapi sebenarnya yang kuinginkan adalah keponakan satu lagi biar Moji punya teman bermain (Pfft!). Apa Kot baik-baik saja?"

"Iya. Dia cuma butuh istirahat."

"Kau pasti terlalu bersemangat. Moji pasti akan segera punya adik kan?" (Wkwkwk!)

"Tidak, Bi. Membesarkan satu anak saja capek."

Dia datang untuk menjemput Moji, ibunya sudah kangen soalnya. Baiklah, tapi Ki jangan lupa untuk mengajak Kot dan Moji jalan-jalan sesekali. Belikan Kot baju-baju yang bagus, jangan kerja terus. Ki harus mengurus keluarganya dengan baik, tambahkan romansa ke dalam kehidupan pernikahannya.


Memikirkan nasehat Bibi itu, Ki langsung menelepon Kot dan menyuruh Kot untuk turun ke lobi. Dia meyakinkan Kot untuk tidak cemas karena Ji sedang ada di rumah sekarang.

Tapi Kot tetap cemas dan akhirnya turun ke lobi dengan penyamaran heboh sambil melompat-lompat bersembunyi di balik tiang-tiang.

Ki mendadak muncul mengagetkannya. Heran dia, apa Kot setakut ini sama Ji? Dia kan tidak melakukan sesuatu hal yang salah, jadi kenapa juga dia bersembunyi?

Lagian apa Kot pikir kalau dia bisa menyembunyikan diri dari Ji dengan memakai penyamaran kayak gini? Dia saja bisa langsung mengenali Kot begitu dia masuk. Sudahlah, ayo pergi.


Ki lalu membawa Kot dan Moji makan siang bersama di restoran. Ki mulai semakin akrab dengan Moji sekarang. Tapi dia penasaran, mau sampai kapan Kot berniat menghindari Ji?

"Entahlah. Sampai aku siap menghadapinya."

Ki agak heran, Kot dan Ji punya anak bersama tapi tidak saling mencintai? Kot mencintai Ji. Ji menghamili Kot, tapi tidak mau bertanggung jawab. Tapi sekarang Ji baru sadar kalau dia mencintai Kot? Rasanya tidak masuk akal.

"Hubungan kami rumit. Yang pasti sekarang kami cuma teman."


Bom rasa reaksi Kot itu wajar, Ji tiba-tiba menyatakan cinta semudah itu, Kot pasti sangat terkejut. Kalau dia jadi Kot juga dia pasti akan kaget. Ji tidak mengerti kenapa, memangnya mengejutkan banget yah kalau dia cinta sama Kot?

"Iyalah. Tidak seharusnya kau mendadak begitu."

"Aku mabuk."

"Sudah berapa kali minum-minum menghancurkan hidupmu?"

"Yang pertama waktu aku menghamili seorang gadis, kedua waktu aku tidur dengan Aff, dan yang ketiga adalah semalam."

"Dan setiap kali kau membuat masalah, siapa yang kau seret dalam kekacauanmu?"

"Kot... dan P'Ki."

"Betul. Kalau aku benar-benar mencintainya, jangan buat dia mengalami lebih masalah lagi."

"Kau yang menyuruhku untuk menyadari perasaanku terhadapnya."


Jika Ji benar-benar mencintai seseorang, maka seharusnya dia tahu bahwa cinta itu adalah memberikan kebahagiaan untuk orang yang kita cintai dan bukannya membuat masalah bagi orang itu.

"Jadi maksudmu aku harus kayak pemeran utama kedua seperti di drama-drama dan tetap jadi teman baiknya, gitu?"

Betul. Ji tunggu saja Kot bertengkar dengan pemeran utama prianya, baru Ji bisa bertindak. Ji kesal, kenapa bukan dia yang jadi pemeran utama prianya, dia kan lebih ganteng daripada Ki.

"Kau sungguh tidak tahu? Pokoknya yang harus kau lakukan sekarang adalah mengakhiri hubunganmu dengan Aff dulu."

"Kau benar. Aku harus mengurus itu dulu."


Aff kesal saat mendapat laporan dari mata-matanya tentang Ki dan Kot yang berbulan madu. Tepat saat itu juga, dia ditelepon agensinya yang mengabarkan bahwa mereka punya proyek baru untuk Aff, yaitu jadi MC sebuah acara eality show baru.

Tugasnya Aff cuma melakukan interview dan menunjukkan kehidupan orang yang diwawancarainya. Aff awalnya berniat menolak, tapi mendadak dia punya ide dan langsung setuju... dengan sebuah syarat, dia ingin bintang tamu pertamanya adalah Ki.

Sebelumnya kan Ki digosipkan terlibat cinta segitiga dengannya, jadi acara itu bakalan jadi gosip heboh di seluruh negeri. Si manajer agak ragu, apa Ki bakalan mau. Jangan khawatir, Aff sendiri yang akan menangani masalah itu.


Dia kemudian mengajak Ki ketemuan untuk mendiskusikan masalah ini. Jelas saja Ki ragu, lagian kan dia bukan selebritis, buat apa wawancara dan melihat kehidupan sehari-harinya.

Aff meyakinkan kalau yang mereka inginkan bukanlah selebritis melainkan pebisnis yang sukses dan sudah berkeluarga. Mereka ingin tahu bagaimana Ki mengurus keluarganya. Dia meyakinkan kalau dia sudah mengusulkan Ki ke klien mereka dan mereka sangat setuju.

"Begitu? Kalau aku setuju, lalu apa yang harus kukatakan dalam acara itu?"

"Bisakah kau memberitahuku sedikit tentang Kot? Seperti hobinya atau makanan favoritnya."

Ki jelas bingung harus ngomong apa, dia tidak tahu apa-apa tentang Kot. Dan akhirnya dia asal saja bilang kalau Kot suka ayam dan salad dar err...

"Kau tidak tahu apa-apa tentang istrimu? Aneh sekali."

Ki menyangkal, tentu saja dia tahu, hanya saja... dia merasa kurang nyaman untuk mengumbar informasi pribadi. Aff jadi tambah curiga, kenapa? Apa Ki menyembunyikan sesuatu darinya? Ki menyangkal, dia cuma orang yang sangat tertutup, Aff tahu sendirilah dia gimana.

Aff pura-pura sedih. "Apa karena kau tidak nyaman bersamaku? Apa kau tidak mau bekerja sama denganku?"

"Kau berpikir berlebihan. Bukan begitu."


Kot jelas kaget dan cemas saat Ki memberitahukan masalah ini padanya. Mereka tidak saling mengenal satu sama lain, jadi mereka pasti akan ketahuan kalau mereka keluarga palsu.

Ki santai, yang perlu mereka lakukan adalah bersiap-siap dengan saling mengenal satu sama lain dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama. Kot tulis saja segala sesuatu tentang dirinya dan Ki juga akan melakukan hal yang sama, nanti mereka saling bertukar informasi itu untuk saling dipelajari dan sama-sama menghapal segala sesuatu yang satu sama lain suka atau tidak suka.

"Setiap sehari selalu saja ada masalah. Apa aku akan dapat bayaran ekstra?" (Pfft!)

"Yang bener aja!"

Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments