Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 9 - 2

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 9 - 2

Leng pulang dan mendapati Xiao Qi lagi lesu... lalu mengeluh tentang tak bisa pulang, sepertinya dia harus tinggal di sini selama-lamanya. Leng tidak mengerti apa maksudnya, apa Xiao Qi berniat mau tinggal di rumah ini seterusnya?


"Kau tidak mengerti. Sekarang ini, aku sudah tidak punya tujuan hidup lagi. Rumahku... aku tidak akan bisa kembali ke sana lagi. Hiks! Apa yang harus kulakukan?"

Leng bingung, kalau Xiao Qi mau pulang, dia akan mengantarkan Xiao Qi pulang sekarang. Nggak mau! Xiao Qi hampir hancur sekarang. Kalau Leng mengantarkannya pulang, dia tidak akan punya semangat untuk bekerja.

"Lebih baik aku tinggal di sini, ada banyak makanan dan minuman di sini, rumah ini juga gede. Aku akan menggantungkan hidupku padamu!"

Leng langsung canggung melepaskan diri. Jangan lupa, mereka cuma kekasih palsu. Jadi tidak pantas kalau Xiao Qi tinggal di sini. Xiao Qi meyakinkannya untuk tidak khawatir. Bahkan sekalipun dia ingin melakukan sesuatau pada Leng, tapi dia tidak punya energi untuk melakukan itu.

"Sekarang ini, biarkan aku berbaring dengan putus asa dan diam-diam. Oke? Oke!"


Leng dengan gaya sok jaimnya mengklaim kalau dia jadi enggan membiarkan Xiao Qi tinggal di sini. Tapi kemudian dia menelepon Asisten Han dan mengklaim kalau Xiao Qi sakit cukup serius, jadi dia tidak akan balik ke kantor, kirimkan semua dokumennya ke rumah saja.

Usai menelepon, Leng berbalik... dan kaget mendapati Xiao Qi mendadak muncul di hadapannya kayak hantu dengan membungkus dirinya di dalam selimut. Ngapain dia?

"Aku lapar. Kasih aku makanan."

"Bukankah kau barusan makan?"

"Kau tidak mengerti. Setiap kali pikiranku sedang kacau, sistem pencernaanku jadi semakin menguat. Tak peduli seberapa banyak yang kumakan, aku akan lapar lagi. Aku lapar, kasih aku makanan."


Kalau begitu, Leng mau pesan delivery saja. Tapi Xiao Qi benar-benar kelaparan dan tidak tahan lagi, dia langsung saja mengeluarkan isi kulkas dan menggigiti wortel mentah kayak kelinci.

Leng sampai tercengang dibuatnya. "Tunggu sebentar, akan kubuatkan sesuatu untukmu."


Leng langsung melepaskan jasnya lalu berjalan ke dapur dan membuatkan telor ceplok untuk Xiao Qi. Xiao Qi benar-benar nggak sabaran dan langsung saja memakan telur itu dengan sangata lahap.

Leng mendadak narsis. "Bagaimana bisa kau membuat seorang pria tampan nan sempurna ini menggorengkan telur untukmu. Apa kau merasa sangat puas. Tapi jangan harap aku akan baik padamu di masa depan nanti."

Xiao Qi dengan cepat menghabiskan telur itu sampai tidak sadar kalau sudut bibirnya belepotan kuning telur... lalu dengan santainya dia menyodorkan piringnya ke Leng minta tambah. Pfft! Dan Leng dengan senang hati menurutinya.


Malam harinya, Xiao Qi baru selesi mandi dengan hanya mengenakan kemejanya Leng lalu santai saja duduk di samping Leng dengan memperlihatkan kaki mulusnya yang hampir saja membuat pertahanan Leng runtuh. Wkwkwk!

"Aku ini misophobia. Jangan pakai bajuku, cepat ganti!"

"Baiklah, aku ganti sekarang."

Xiao Qi santai saja membuka kancingnya tepat di hadapan Leng yang jelas saja membuat Leng panik menghentikannya. Bagaimana bisa Xiao Qi mau ganti baju di hadapannya? Ganti di kamar sana!

Xiao Qi masa bodo, apa bedanya di sini atau di sana. Panik, Leng buru-buru angkat kaki mau kembali ke kamarnya. Lain kali jangan berkeliaran di hadapannya lagi.

"Kenapa? Aku kan nggak berisik."

"Karena image-mu mempengaruhiku." Ujar Leng lalu bergegas masuk kamar dan menenangkan dirinya.


Leng akhirnya bisa konsen kembali ke pekerjaannya. Tapi setelah dia selesai, tiba-tiba saja dia merasa suasana di sekitarnya aneh dan menyeramkan. Parahnya lagi, sekilas ada bayangan putih berkelebat di dekatnya. Dengan hati-hati dia melangkah ke jendela untuk mengecek keadaan.


Tapi sepertinya tidak ada apa-apa. Leng pun berbalik... dan hampir saja jantungan melihat Xiao Qi mendadak muncul di hadapannya kayak hantu. Ngapain dia di sini?

"Aku tidak bisa tidur. Aku ingin kau minum bersamaku."

"Apa aku kelihatan seperti tipe orang yang akan minum bersama orang lain?" Protes Leng.


Tapi akhirnya dia mau juga menemani Xiao Qi duduk di tepi kolam, Xiao Qi mau ngomong apa? Xiao Qi mengaku kalau belakangan ini sepertinya takut pada api, bahkan sering kali dia membayangkan sesuatu.

Dia membayangkan di masa depan nanti ilmu pengetahuan dan teknologi manusia bumi ini akan sangat maju lalu semua orang bisa terbang di angkasa dengan bebas.

Di planet asalnya, Xiao Qi sebenarnya makhluk rendahan yang tidak punya kemampuan, posisi, ataupun uang. Tapi saat dia tiba di planet lain, tiba-tiba saja dia jadi alien yang punya kekuatan super.

"Lalu?"

"Lalu aku jatuh cinta dengan planet ini. (Bumi) sangat besar dan ada banyak makanan enak, tempat-tempat yang indah, dan banyak hal lain yang tidak dimiliki planet kami. Dan yang paling penting, orang-orang di sini sangat baik padaku. Mereka membantuku, membuatku merasa hangat, dan menyelamatkanku. Mereka membuatku mengerti arti kehangatan."

"Kau pasti tidak ingin kembali, kan?"

Entahlah. Awalnya Xiao Qi ingin tinggal di sini. Tapi saat dia tahu kalau aku pasti akan diabaikan dan tidak akan pernah bisa kembali, dia benar-benar merasa ketakutan. Takut kalau dia akan selalu jadi berbeda di planet asing ini dan kesepian.



"Siapa bilang kita semua sama? Bahkan sekalipun kita terlahir di planet yang sama, kota yang sama, bahkan keluarga yang sama, tapi kita semua berbeda."

Beberapa orang mungkin terlihat baik dan pintar, tapi sebenarnya banyak hal yang belum pernah mereka lakukan atau melakukan sesuatu yang bisa mempermalukan dirinya sendiri. Beberapa orang terlihat bahagia, tapi sebenarnya mereka kesepian.

"Dan beberapa orang tampak seperti memiliki segalanya, tapi mereka tidak bisa mendapatkan apapun atau mengingat apapun. Bahkan sekalipun kau spesial, kau hanyalah salah satu dari banyak tipe yang berbeda. Setiap orang hidup dalam kesepian dan ketakutan. Jadi yang perlu kau lakukan hanyalah menganggap dirimu sebagai seseorang yang sedikit berbeda."

"Benar juga. Seseorang yang sedikit berbeda. Bersulang!"


Mengalihkan topik ke bintang-bintang, Xiao Qi nyerocos panjang lebar memberitahu Leng tentang segala macam bintang-bintang yang bersinar di angkasa itu. Dia ingin sekali pergi ke sana tapi tidak pernah bisa.


Keesokan paginya, Xiao Qi sudah menyiapkan sarapan saat Leng keluar dari kamarnya. Karena Xiao Qi merasa sudah hampir pulih dan tidak ingin bergantung terus pada Leng, jadi dia mau balik ke restoran.

Mulai sekarang, Xiao Qi bertekad mau bekerja keras dan hidup di sini dengan sederhana. Dia bahkan berniat mau balik kerja hari ini juga. Leng meyakinkannya untuk tidak cemas. Masalah batu safir itu, Leng menyesal sudah salah paham pada Xiao Qi dan berjanji akan menemukan pelakunya dalam waktu beberapa hari nanti.

Waduh! Xiao Qi jadi tegang mendengarnya. Jadi Leng masih menginvestigasi kasus batu safir itu? Tentu saja, kasus itu menyangkut kerugian perusahaan, jadi dia sangat serius menanganinya.

"Lalu kalau kau menemukan pencurinya, apa yang akan kau lakukan pada orang itu?"

"Tergantung. Kalau kami bisa mendapatkan batu safirnya kembali, aku tidak akan menginvestigasi pelakunya."


Xiao Qi tambah tegang mendengarnya. "Lalu bagaimana kalau batu safirnya hancur?"

"Berarti itu sabotase dan aku harus melaporkannya ke polisi."

OMG! Xiao Qi galau... dan mendadak pura-pura pusing. Sepertinya dia butuh istirahat lebih banyak lagi. Leng pergi dulu saja. Dia bergegas masuk kemar kembali dan berniat mau melarikan diri sebelum dipolisikan.

Bersambung ke part 3

1 komentar: