Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 8 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 8 - 3

Xiao Qi mau keluar lagi untuk mengambil bend itu, tapi Leng mendadak muncul saat itu juga yang sontak membuat Xiao Qi jadi gugup lagi. Leng benar-benar menyesal, tidak seharusnya dia mencurigai Xiao Qi.


"Aku juga. Tidak seharusnya aku... lari ataupun melihat batu safir di departemen penelitian itu. Maafkan aku."

"Tidak apa-apa. Pamerannya hampir dimulai, ayo keluar."

Xiao Qi sontak berusaha mencegahnya dengan gaya sok manja... sambil berusaha mengulurkan tangannya ke dalam saku jasnya Leng. Tapi Leng hampir saja memergoki tangannya, Xiao Qi pun buru-buru mengalihkan tangannya untuk meraba dan meremas-remas d~~a Leng. Pfft!

"Kayaknya punyamu lebih besar daripada punyaku. Aku pengen lihat sekali lagi."

 

Jelas saja Leng langsung panik berusaha melepaskan diri dari Xiao Qi, tapi Xiao Qi malah tambah ganas dan jadilah mereka bergulat seru hingga Xiao Qi terjatuh berlutut tepat saat ada seorang pegawai masuk dan jelas salah paham melihat posisi mereka yang sangat aneh itu. Maaf, mengganggu. Silahkan dilanjutkan!


Leng sontak mendorong Xiao Qi dengan kesal. Belum menyerah juga, Xiao Qi terus saja menggelandotinya dan tiba-tiba menyatakan kalau dia merasa panas lalu berusaha memaksa Leng untuk melepaskan jasnya biar dia tidak kepanasan.

Tepat saat itu juga, Asisten Han menelepon Leng tapi malah mendengar percakapan mereka yang terdengar sangat-sangat-sangat menjurus. Wkwkwk! Mengira dia sedang mengganggu kegiatan mereka, Asisten Han buru-buru mengakhiri teleponnya.


Kesal, Leng langsung mendorong Xiao Qi ke tembok dan mengancam. "Aku bisa melakukan sesuatu padamu!"

"Kau mau melakukan apa?"

Leng langsung mendekat hendak menci~mnya yang kontan membuat Xiao Qi jadi gugup... lalu menutup mata menanti ci~mannya. Tapi tidak, Leng ternyata cuma menggodanya lalu menarik diri.


Tapi sisa bau-bau hormonnya membuat Xiao Qi jadi bersin-bersin. Mengira Xiao Qi masih flu, Leng akhirnya memberikan jasnya untuk Xiao Qi lalu keluar duluan. Xiao Qi senang, akhirnya dia mendapatkan kembali benda itu dengan mudah. Tapi... sebaiknya dia tidak membawa ini di tasnya. Maka Xiao Qi pun memutuskan untuk menyembunyikannya di bawah pot.


Di rumah, Ibu Tiri sedang bersiap pergi ke pamerannya Lie. Tapi Tuan Fang tiba-tiba melempar sebuah dokumen dengan marah. Ternyata sejak kejadian waktu itu, Tuan Fang mulai melakukan penyelidikan dan mendapati Ibu Tiri-lah yang mengirim surat tentang Leng itu.

Tuan Fang tidak terima Ibu Tiri mengorek kehidupan Leng tanpa sepengetahuannya.
Ibu Tiri berusaha berkilah, tapi tentu saja Tuan Fang tak percaya dan terus menuntut kejujuran Ibu Tiri.

Tak bisa mengelak lagi, Ibu Tiri berbohong kalau dia tidak berniat begitu, dia cuma mencemaskan Leng. Tapi Tuan Fang sama sekali tak terpedaya, Ibu Tiri melakukan ini demi Lie kan?

Baiklah. Mulai sekarang, Lie hanya perlu melakukan seni dan pameran saja. "Dia tidak akan bisa melakukan apapun dengan baik dengan seorang Ibu sepertimu!" Kesal Tuan Fang lalu pergi. Ibu Tiri sontak panik menelepon Manajer Kang.


Lie menolak memulai acaranya karena kedua orang tuanya belum datang. Jiang Xue tidak mengerti kenapa. Lie mengaku bahwa sejak kecil, kakaknya lah yang selalu mendapatkan segala kemuliaan, sedangkan dia hanya bisa merepotkan keluarganya. Dia tidak pernah melakukan hal yang benar.

"Sekarang aku di sini, mereka harus melihatnya."

"Baiklah. Kau bosnya hari ini, jadi terserah kau saja. Tapi tentang kakakmu, ada apa antara dia dan sekretarisnya itu?"

"Aku tidak tahu. Apa dia tidak bilang padamu?"

"Iya. Kami akan jadi teman."

Lie hampir saja senang, mengira Jiang Xue menyerah akan kakaknya. Tapi ternyata tidak, Jiang Xue tidak mau menyerah semudah itu, dia yakin suatu hari Leng pasti akan jatuh cinta padanya lagi.


Tepat setelah Jiang Xue pergi, Manajer Kang terburu-buru datang mengabarkan kalau ibunya Lie sakit dan dia membutuhkan kehadiran Lie sekarang. Cemas, Lie bergegas pulang tanpa menyadari senyum licik Manajer Kang.

Dia memang sengaja menyingkirkan Lie dari galeri itu agar dia bisa melaksanakan rencana selanjutnya... yaitu menghancurkan pameran seni ini biar Lie tidak bisa lagi melakukan seni.


Xiao Qi baru kembali ke pameran itu dan melihat Leng sedang ngobrol dengan seorang tamu. Xiao Qi galau, sebentar lagi dia akan kembali ke planet kampung halamannya. Ini terakhir kalinya menghadiri pestanya manusia, haruskah dia mengucap selamat tinggal pada Leng sebelum pergi?

"Aku jadi agak sedih harus pergi dari sini." Pikir Xiao Qi.


Tapi hidung tajamnya tiba-tiba mengendus sesuatu yang tidak beres, sepertinya ada bau-bau seperti yang ada di dapur. Leng tidak mengerti apa maksudnya, dia sama sekali tidak mengendus bau apapun. Tapi seketika itu pula tiba-tiba alarm darurat berbunyi.

Asap tiba-tiba mengepul tebal dari dalam. Semua tamu sontak berlarian keluar. Leng pun langsung menarik Xiao Qi untuk keluar, tapi Xiao Qi panik sendiri mencari Lie dan langsung lari ke dalam.

Leng panik ingin mengejarnya, Jiang Xue berusaha menghentikannya dan meyakinkan kalau Lie sudah pergi. Tapi Leng tak peduli saking cemasnya dan langsung lari mengejar Xiao Qi.


Xiao Qi berusaha bertahan dan mencari Lie ke sebuah ruangan, tapi lama-lama dia jadi semakin terkepung oleh api dan asap di sekitarnya. Parahnya lagi, dia hampir saja tertimpa kayu yang terbakar sehingga membuatnya terjatuh dan tangannya tergores.

Xiao Qi tak kuat lagi dan akhirnya pingsan. Untung saja Leng cepat datang, dia langsung membopong Xiao Qi keluar tanpa menyadari setetes darahnya Xiao Qi mengalir lalu mengeras jadi batu safir. (Hmm... batu safir itu cuma darahnya Xiao Qi kan? Berarti bukan alat komunikasinya dong?)


Begitu aman di luar, Leng berusaha embangunkan Xiao Qi, tapi Xiao Qi tetap tak sadarkan diri. Leng langsung saja melakukan CPR yang jelas saja membuat Jiang Xue jadi sedih. Xiao Qi akhirnya membuka mata tak lama, Leng pun akhirnya bisa bernaps lega.

Bersambung ke episode 9

1 komentar: