Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 8 - 1

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 8 - 1

Hari ini adalah hari pertama Xiao Qi bekerja. Leng sedang meeting saat dia datang. Tapi Asisten Han sengaja tidak memperkenalkan Xiao Qi pada yang lain karena bagaimanapun, dia masuk ke kantor ini berkat koneksinya dengan Leng. Xiao Qi sih tidak masalah, toh dia di sini tidak akan lama kok.


Dia berusaha memulai kerjanya dengan membaca sebuah dokumen yang sudah dia siapkan di atas meja... tepat saat Leng baru selesai meeting dan berjalan keluar dengan gagahnya bersama dua klien pria yang kontan saja membuat Xiao Qi terpesona dan langsung dadah-dadah pada mereka dengan senyum lebar.


Leng langsung membelakangi Xiao Qi dan baru saat itulah Xiao Qi sadar. Xiao Qi buru-buru ke toilet untuk menenangkan dirinya. Apa yang harus dia lakukan? Kalau dia terus dikelilingi hormon pria, bisa-bisa dia akan memakan mereka. Gimana nih? Tapi kemudian pandangannya jatuh ke tisu yang sedang dipegangnya dan seketika itulah dia punya ide bagus.


Dan tak lama kemudian, Xiao Qi pun kembali dengan kedua lubang hidungnya disumpal pakai tisu. Wkwkwk! Leng melihatnya dan langsung memerintahkan Xiao Qi masuk ke ruangannya, dan jelas saja dia bingung melihat Xiao Qi menyumpal hidungnya. Ada apa dengan hidungnya?

Uhuk-uhuk! Xiao Qi pura-pura lagi flu, makanya dia menutup hidungnya biar tidak menulari orang lain. Leng berpikir kalau Xiao Qi pasti sangat kelelahan makanya dia jadi sakit begini. Dia akan suruh Asisten Han mengantar Xiao Qi ke rumah sakit. Eh, jangan! Tidak usah! Xiao Qi meyakinkan kalau dia tidak apa-apa kok.

"Baiklah. Kau sudah bekerja keras selama beberapa hari kemarin."

"Tidak masalah kok, aku bisa mengerjakan lebih banyak lagi. Misalnya... aku tertarik untuk bekerja di departemen penelitian."

"Kau? Penelitian?"

"Aku ingin jadi ilmuwan sejak aku masih kecil. Jadi, bisakah kau memberiku pekerjaan yang berhubungan dengan penelitian?"

"Baiklah, nanti akan kuberitahu Asisten Han."

"Sungguh? Itu bagus sekali. Kalau begitu, aku mau balik kerja dulu."

"Tunggu! Ini hari pertamamu bekerja. Aku ingin mengajakmu makan."


Xiao Qi setuju. Tapi Leng malah mengajakanya makan berdua di restoran mewah. Xiao Qi jadi khawatir, katanya mereka mau merahasiakan hubungan mereka? Apa Leng tidak takut orang-orang melihat mereka seperti ini?

Leng santai, Xiao Qi kan pegawainya, wajar kan seorang bos mengajak pegawainya makan? Memangna apa yang akan dikatakan orang tentang itu? Oke, kalau begitu, Xiao Qi akan menikmati makanannya.


Tapi dia bahkan tidak tahu bagaimana cara mengiris steak-nya dengan benar dan jadilah dia asal menggigit daging itu sampai sudut bibirnya belepotan saos. Melihat itu, Leng akhirnya memberikan steak-nya yang sudah dia potong-potong ke Xiao Qi... lalu mendekat untuk mengelap sudut bibir Xiao Qi. dan pada akhirnya membuat mereka jadi terpesona menatap mata satu sama lain.


Usai makan, mereka malah tak sengaja bertemu dengan Jiang Xue. Xiao Qi buru-buru menjauh dari Leng dan menjelaskan kalau sekarang dia bekerja jadi sekretarisnya Leng, dan mereka kemari cuma untuk makan malam kok.

Jiang Xue jelas heran, bukankah sebelumnya dia cuma seorang pelayan restoran, dan sekarang dia jadi sekretaris? Xiao Qi meyakinkan Jiang Xue untuk tidak salah paham dengannya, dia cuma bekerja pada Leng kok.

Tapi Leng tampak jelas tak senang mendengar Xiao Qi menjelaskan dirinya seperti itu dan buru-buru pamit pada Jiang Xue. Tapi Jiang Xue tiba-tiba mengklaim kalau dia tidak bawa mobil, jadi maukah Leng memberinya tumpangan?

"Boleh!" Sahut Xiao Qi tiba-tiba sambil ngasih kode ke Leng.


Leng akhirnya menuruti Xiao Qi dan jadilah mereka bertiga pulang bersama. Jiang Xue penasaran, katanya Leng sedang mengurus urusan pribadi. Apa dia sedang ada masalah?

"Untuk apa kau menanyakan itu?"

Jiang Xue mengaku kalau dia pernah beberapa kali ingin bertemu Leng untuk membicarakan pamerannya Lie, tapi asistennya Leng bilang kalau dia sedang tidak masuk kantor. Makanya Jiang Xue khawatir. Sungguh tak disangka mereka malah bertemu sekarang.

Xiao Qi berusaha mendekat, tampak jelas dia sangat tertarik mendengar obrolan mereka. Melihat itu, Leng sengaja menggoda Xiao Qi dengan mengerem mendadak.

"Memangnya ada masalah apa dengan pamerannya?"


"Kenapa? Memangnya aku tidak boleh menemuimu biarpun tidak ada masalah? Jangan lupa, aku sudah disetujui oleh ayah dan ibumu."

Wah! Xiao Qi tercengang. Leng jadi tak enak pada Xiao Qi dan buru-buru menegaskan bahwa waktu itu Jiang Xue cuma datang sebagai tamu ke rumahnya, dan ayahnya tidak pernah bilang begitu.

Kecewa, Jiang Xue buru-buru mengklaim kalau dia cuma bercanda kok. Kenapa Leng menganggapnya serius banget. Melihat Xiao Qi begitu tertarik mendengarkan obrolan mereka, Leng lagi-lagi sengaja putar arah mendadak sehingga membuat Xiao Qi kelimpungan.

Leng lalu tanya apakah Jiang Xue ada waktu malam ini, ada yang mau dia bicarakan. Jiang Xue langsung setuju dengan senang hati. Leng pun mengantarkan Xiao Qi pulang lebih dulu dan langsung pergi begitu saja tanpa mempedulikan pamitannya Xiao Qi.

Xiao Qi sampai kesal dibuatnya. Kalau Leng menyukai Jiang Xue sebesar itu, terus buat apa Leng memintanya untuk jadi pacar palsunya? Dasar cowok jahat!


Jiang Xue ternyata tinggal di apartemen yang tidak terlalu mewah sampai membuat Leng heran, dia sungguh tinggal di sini?

"Kenapa? Memangnya orang-orang seperti kita cuma boleh tinggal di mansion?"

Biarpun gedungnya tua, tapi lingkungannya bagus dan yang penting dia jauh dari pengawasan orang tuanya. Bukankah itu bagus?

"Benar. Seharusnya aku tidak meremehkanmu dulu."

"Sama. Ini pertama kalinya aku melihatmu... sangat lincah."

Dia memperhatikan kalau Leng lebih seperti dirinya di hadapan pegawai wanitanya tadi dibandingkan saat Leng bersamanya. Leng mengklaim kalau dia hanya belum terbiasa dengan kepribadiannya Xiao Qi.

"Lalu apa yang ingin kau bicarakan?"


Tentang kencan buta mereka, Leng berharap Jiang Xue mau melepaskannya. Dia menegaskan kalau dia tidak akan jatuh cinta pada Jiang Xue, jadi dia harap Jiang Xue tidak perlu membuang-buang waktunya. Maaf.

Jiang Xue patah hati mendengarnya. Kenapa begitu tiba-tiba? Apa terjadi sesuatu dengan keluarganya Leng? Atau keluarganya Leng tidak menyukainya? leng menyangkal, ini tentang dirinya sendiri. Dia tidak akan jatuh cinta pada Jiang Xue.

Jiang Xue tidak terima. "Di antara kau dan aku bukan cuma masalah cinta tapi juga bisnis."

Tapi Leng tak peduli dan langsung pergi. Leng lalu mencoba menghubungi XIao Qi, tapi malah menemukan ponselnya Xiao Qi ketinggalan di mobilnya. Leng langsung berhenti tepat di depan apotek yang membuatnya ingat kalau Xiao Qi hari ini katanya flu.


Leng akhirnya kembali ke restoran untuk mengembalikan ponselnya Xiao Qi sambil bawa obat flu satu kantong penuh. Pfft! Mengamati kamarnya Xiao Qi, Leng menduga kalau Xiao Qi flu pasti karena dia membiarkan jendelanya tetap terbuka sepanjang malam.

"Bukankah kau mengantarkan Jiang Xue pulang. Apa tidak terjadi sesuatu di antara kalian berdua?"

"Kau itu pacarku, kenapa malah menanyakan wanita lain?"

"Karena kita bukan kekasih betulan, sedangkan kalian berdua betulan. Jangan khawatir, aku hanya melakukan tugasku dan tidak akan menganggu hubunganmu dengan orang lain."

"Urus dirimu sendiri dulu. Ambil air."


Xiao Qi langsung menurut, mengira air itu untuk Leng padahal yang leng maksud buat minum obat. Leng bawa banyak obat flu soalnya dia tidak tahu mana yang ampuh. Coba satu dulu.

Leng langsung saja memasukkan obat itu ke dalam mulut Xiao Qi. Lucunya, alih-alih menelannya dengan air, Xiao Qi malah menyerahkan air itu ke Leng dan mengunyah obatnya kayak permen.

Leng sampai heran, nggak pahit apa? Seharusnya itu diminum dengan air. Saat itulah Xiao Qi baru paham. Tapi, hubungan mereka kan palsu, kenapa Leng memperlakukannya sebaik ini?

Bersambung ke part 2

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam