Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 11 - 1

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 11 - 1

Niatnya melakukan pijat aromaterapi untuk Leng, tapi Xiao Qi malah keenakan sendiri meraba-raba d~~a Leng sampai Leng harus menegurnya untuk menjauhkan tangannya. Baru sadar, Xiao Qi sontak memukul tangan nakalnya itu.



Leng curiga, Xiao Qi pasti lagi ada maunya. Dia mau minta libur atau minta gaji lebih cepat? Xiao Qi menyangkal, dia cuma ingin bersikap baik pada Leng. Apa tidak boleh?

"Kemarin kau sangat dingin padaku, sekarang kau sangat baik padaku. Aku tidak bisa disenangkan dengan mudah seperti Fang Lie."


Sesuai saran Dokter Zhang untuk memuji Leng, Xiao Qi langsung sok manis beralasan bahwa dia melakukan ini biar punya kesempatan bersama Leng. Karena Leng sangat sempurna, macho, dan sangat spesial dalam hati Xiao Qi.

Leng menatapnya ragu. "Sungguh? Kau tidak membohongiku, kan?"

Tapi Leng tak percaya. Dia tahu apa yang Xiao Qi pikirkan. Trik semacam ini biasanya dilakukan demi menyelamatkan dirinya sendiri. Xiao Qi kecewa, jadi Leng sudah tahu.

"Kau mencoba menyenangkanku hanya supaya aku menyetujui pengunduran dirimu, kan?"

Xiao Qi hendak menyangkal, tapi Leng bahkan tak memberinya kesempatan bicara dan terus saja nyerocos dengan keyakinannya. Ini memang cara yang bagus, tapi sebaiknya Xiao Qi menyerah saja.

"Dasar jahat!" Desis Xiao Qi.


Keesokan harinya, Xiao Qi datang pagi-pagi ke rumahnya Leng untuk mengajaknya pergi ke kantor dengan cara lari bareng. Soalnya dia baca kalau rajin olahraga bagus untuk menurunkan serotonin yang bisa membuat Leng lebih relax.

"Kau tidak patah hati rupanya."

"Tentu saja! Aku akan menekuni apa yang kutekuni sampai akhir."

"Baiklah. Kau sendiri yang minta. Tergantung kemampuanmu kau bisa mengikutiku atau tidak." Ujar Leng lalu lari duluan.


Dan kemampuan larinya memang benar-benar hebat. Saat Xiao Qi sudah kecapekan di tengah jalan, Leng malah tak tampak lelah sedikitpun. Menyadari dirinya takkan mungkin bisa mengejar Leng tanpa kekuatan supernya, Xiao Qi berniat mau pakai kekuatan supernya saja.

Tapi bahkan sebelum dia sempat melakukan apapun, Leng mendadak menangkap tangannya. Xiao Qi lagi ngapain? Xiao Qi buru-buru mengubah pose tangannya dengan canggung, kenapa Leng kembali.

"Ada lampu lalu lintas di depan, berikan tanganmu."

"Kenapa?"

"Siapa yang tidak takut apapun selain menyeberang jalan?"


Leng dengan manisnya menggandeng tangan Xiao Qi dan membawanya menyeberang jalan, tapi sambil beralasan kalau dia melakukannya hanya karena dia takut Xiao Qi kecelakaan, perusahaan bakalan harus bertanggung jawab kalau itu terjadi, jadi Xiao Qi jangan salah paham.

Tapi, apa Xiao Qi benar-benar ingin pergi? Kenapa dia melakukan segala cara untuk mengundurkan diri dan menghindarinya? Xiao Qi menyangkal, dia melakukan ini bukan untuk mengundurkan diri kok.


"Tentang batu safirnya, aku sudah memaafkanmu. Karena kau begitu menginginkannya, kau pasti punya alasan tersendiri. Jadi, anggap saja itu tidak pernah terjadi."

"Baiklah."

"Lalu apa kau masih bersikeras ingin mengundurkan diri?"

"Sebenarnya aku sudah menemukan alasan untuk tetap tinggal. Bahkan sekalipun kau tidak mengatakan itu, aku tetap berniat untuk tetap tinggal. Lagipula, aku tidak punya tempat tujuan. Dan juga, aku tetap tinggal demi satu hal."

"Apa?"

"Membantu seseorang. Bagi dia, aku sangat penting. Ayo ke kantor." Xiao Qi langsung lari duluan. Tapi Leng tidak tampak senang dengan alasannya Xiao Qi tadi.


Tapi mereka tidak sadar kalau Jiang Xue dan Allen sedang mengawasi mereka tak jauh dari sana. Allen sengaja menunjukkan itu pada Jiang Xue agar Jiang Xue tidak meremehkan Xiao Qi, buktinya Leng membuang kasus batu safir itu begitu saja demi Xiao Qi.

Kalau Leng tidak mau melepaskan Xiao Qi, maka mereka harus membuat Xiao Qi melepaskan dirinya sendiri. Jiang Xue langsung menyuruh Allen untuk menyebarkan video pencurian yang dilakukan Xiao Qi itu.

Allen ingin membahas masalah hubungan Xiao Qi dan batu safir itu lagi, tapi Jiang Xue sama sekali tidak melihat pentingnya masalah itu dan tegas menyuruh Allen untuk tidak menyebut masalah batu safir itu lagi. Yang penting baginya hanyalah menyingkirkan Xiao Qi dari sisi Leng agar dia bisa dekat dengan Leng.

 

Allen lalu meng-upload video itu di portal intranet perusahaan. Terang sja video itu viral dengan cepat di kalangan para pegawai.

Lie juga mendapat notifikasi itu, tapi saat itu dia malah sibuk nge-game dan bukannya kerja. Xiao Qi yang juga belum mengetahui masalah ini, datang untuk menyerahkan dokumen pada Lie.


Lie penasaran apa kakaknya mengatakan sesuatu? Apa Leng menyalahkannya? Sejak dia masuk perusahaan, Leng tidak pernah menemuinya. Leng pasti menyalahkannya karena berhenti melukis.

Xiao Qi rasa Leng tidak akan begitu. Biarpun Leng itu   , licik, punya segudang ide buruk, dan selalu berpikir untuk memerangkap Xiao Qi. Tapi Xiao Qi yakin kalau Leng tidak akan menyalahkan Lie, Leng tidak sekejam itu kok.

Lie heran mendengarnya, Xiao Qi tidak membenci Leng karena kejadian kapan hari itu? Kenapa sekarang Xiao Qi mulai mengucap segala hal baik tentang Leng? Canggung, Xiao Qi beralasan kalau ini cuma karena dia orang yang dermawan. Dia selalu memikirkan berbagai metode untuk Leng, tapi sulit banget.

Oh, Lie mengerti. Xiao Qi pasti tidak bisa melepaskan Leng. Memang sih, kakaknya itu cuma dingin wajahnya doang, tapi sebenarnya hatinya hangat. Biarpun kelihatannya Leng marah, tapi dalam hatinya sebenarnya dia sangat bahagia. Kalau Leng benar-benar marah pada Xiao Qi, Leng pasti akan menyingkirkan Xiao Qi sejak awal.


"Sungguh?"

"Sungguh! Kau satu-satunya mantannya yang tetap bertahan sampai sekarang. Kurasa kau harus lebih sering berkomunikasi dengan kakakku. Teman harus saling mengenal satu sama lain."

Berkomunikasi dengan Leng? Nggak deh. Xiao Qi rasa itu terlalu sulit. Lie menasehatinya untuk berusaha membuka hati Leng. Misalnya, membawa Leng ke tempat-tempat yang bagus untuk membuatnya relax.

Ide bagus. Xiao Qi tahu harus membawa Leng ke mana. Tempat yang bukan hanya bisa membuat Leng relax, tapi juga bisa membuatnya senang. Lie jadi ingin ikutan juga, tapi Xiao Qi sudah melesat pergi duluan saking antusiasnya. Lie kecewa.

Tapi saat itulah Lie akhirnya ada waktu untuk melihat foto-foto di galeri waktu itu yang kontan membuatnya cemas.


Tempat yang Xiao Qi klaim bisa membuat Leng merasa relax itu ternyata sebuah diskotik. Xiao Qi antusias banget, apalagi model pria yang akan tampil nanti ganteng bin macho. Xiao Qi suka! Leng yang tidak suka. Dia mau pergi saja.

"Eh, jangan! Susah loh menemukan ini, dan aku juga sudah memesan kursi paling depan. Jangan pergi."

"Aku tidak akan mengulangnya."

"Huft! Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Kau balik sendiri saja, aku mau masuk."


Oh, tidak! Leng sontak mencengkeram Xiao Qi. Dia tidak akan membiarkan Xiao Qi masuk ke sana sendirian, ngerti nggak?! Baiklah, baiklah. Xiao Qi ngalah deh, dia akan kembali bersama Leng.

Tapi begitu Leng melepaskan tangannya, Xiao Qi sontak melesat masuk sebelum Leng sempat mencegahnya. Terpaksa Leng harus masuk menyusul Xiao Qi.


Tapi dia benar-benar tidak suka dengan semua ini. Maka kemudian tanpa sepengetahuan Xiao Qi, dia menyuruh seorang pelayan untuk memberikan kartu namanya pada bosnya dan menyuruh mereka untuk membatalkan penampilan para model pria itu nanti. Dia akan bertanggung jawab atas segalanya.

Xiao Qi meyakinkan Leng untuk santai saja, tempat ini gelap, jadi takkan ada orang yang akan mengenali Leng. Mereka bisa santai menikmati diri mereka sebagai pasangan biasa, menikmati alkohol dan para model-model ganteng.

"Kau pikir pasangan biasa akan menonton acara semacam ini?" Kesal Leng.

Bersambung ke part 2

3 komentar: