Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 1 - 2

Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 1 - 2

Kedua pangeran sontak saling sindir-sindiran secara halus begitu bertemu di istana. Li Xun pura-pura lega putri Xiyue selamat. Jika tidak, Li Qian akan batal menikah.


"Terima kasih atas kepedulianmu, Kakanda. Kurasa hanya Kakanda yang bisa menemukan identitas pembunuhnya dengan sangat cepat." Balas Li Qian.


Kaisar datang saat itu. Li Qian hendak memohon agar Kaisar menyelidiki insiden penyerangan itu. Tapi Kaisar dengan cepat menyela sambil nyinyir karena ia yakin insiden semalam justru menguntungkan bagi Li Qian, bukan?

Li Qian mengakuinya, dia memang tidak ingin menikah. Kaisar mengingatkan bahwa keputusan kerajaan atas perjodohan mereka tidak bisa diubah, kecuali Li Qian berniat melawan perintah kerajaan.

"Saya tidak berani."

Kaisar kesal padanya. Tapi karena insiden ini dilakukan oleh para pemberontak, lebih baik tidak usah disebarluaskan. Yang harus mereka lakukan adalah menyenangkan rombongan kerajaan Xiyue.

Pernikahan ini adalah untuk menjadikan kerajaan Xiyue sebagai penghalang antara Kerajaan Beixuan dan Kerajaan Nanlu. Jika mereka tidak berhati-hati, ini bisa menjadi kontrapoduktif dan takkan ada lagi kedamaian di selatan.

Karena itulah sekarang ini yang paling penting adalah menjaga keselamatan putri dari Kerajaan Xiyue. Tidak boleh ada insiden seperti itu lagi.


Li Qian mendadak usul, karena Li Xun sudah berjasa melacak siapa pembunuh itu dan dia sendiri sibuk mempersiapkan pernikahannya, maka demi menjaga keselamatan sang putri, Li Qian usul agar Li Xun bertanggung jawab menjaga keselamatan putri.

Raja setuju. Jika sekali lagi insiden seperti ini menimpa sang putri, maka Raja akan menyalahkan Li Xun. Keluar dari sana, Li Xun sontak menyindir Li Qian, hebat juga dia sampai berhasil memberikan tugas sepenting ini padanya.


"Tolong lindungilah putri dari Xiyue, Kakanda. Jangan sampai terjadi kecelakaan lagi. Aku pergi dulu." Santai Li Qian.

"Sekarang karena kau akan menikah, kenapa kau tidak meminta Ayahanda untuk menghapus perjanjian pernikahanmu dengan Hui Xin?!"

"Ayahanda lah yang memerintahkan pernikahan ini, jadi aku tak punya pilihan selain menuruti perintah kerajaan. Lebih baik Kakanda lah yang berusaha membujuk Hui Xin dan biarkan dia memohon sendiri pada Ayahanda untuk menghapus kontrak pernikahan itu. Bagaimana?"

Li Xun tak percaya mendengarnya, Li Qian kejam sekali. Li Qian santai, dia memang kejam, tapi bukankah Li Xun penyayang, jadi semua bisa senang.


Pada saat yang bersamaan, rombongan kerajaan Xiyue tiba di gerbang istana. Yang jadi masalah, Putri Aimaila belum kembali juga. Tan Li - Pelayan yang menyamar menggantikannya, galau luar biasa.

Parahnya lagi Kaierbi memaksanya untuk segera keluar sehingganya terpaksa Tan Li harus menampakkan dirinya. Jelas saja Kaierbi kaget. Sekarang mereka sama-sama bingung harus bagaimana.

Paranya lagi, si kasim kerajaan Beixuan mulai heran dengan situasi ini dan langsung mendekat ke tandu putri. Untung saja Aimaila datang saat itu juga dengan memakai cadar dan buru-buru mengklaim kalau putri sedang pusing dan dia diperintahkan untuk mencari obat, tapi sayangnya dia tidak menemukan obat untuk putri. Kaierbi sampai gregetan sama dia. Untung saja si kasim tidak curiga apa-apa.


Begitu mereka masuk istana, Kaierbi kesala memerintahkan kedua wanita itu untuk segera bertukar baju nanti. Dari percakapan mereka, ternyata nama Aimaila sekarang diganti Li Ming Yue yang merupakan nama anugerah dari Kaisar Beixuan untuk pernikahan mereka. Aimaila tidak suka, tapi terpaksa dia menerimanya.

"Kalau kau dan Tan Li tidak cepat-cepat bertukar kembali dan ketahuan orang lain, kau dan Tan Li akan dianggap melakukan kejahatan berbohong pada Kaisar."


Dan tepat Kaierbi mengucap kata-kata itu, tak sengaja Putri Kang Le lewat dan mendengarnya. Dia sontak menuntut penjelasan akan maksud mereka. Canggung, Kaierbi buru-buru pamit ke kediaman peristirahatan mereka, tapi Kang Le menolak melepaskan masalah ini begitu saja.

Heran dia, kenapa Putri Ming Yue masih pakai cadar? Tan Li cuma bisa diam tak tahu harus bagaimana, Ming Yue dengan cepat beralasan bahwa ini adalah adat di kerajaan mereka.

Tapi Kang Le penasaran banget ingin melihat wajah si putri. Lagipula sebentar lagi Ming Yue akan jadi kakak iparnya, jadi tidak masalah dong dia melihat wajahnya sebentar saja.

Kang Le mendekat, tapi Kaierbi dan Ming Yue sontak pasang badan melindungi Tan Li. Kang Le jadi tambah heran. Kenapa? Apa Ming Yue sangat jelek?... Atau karena ada sesuatu yang aneh?

Semua orang tegang mendengarnya. Tapi untunglah tiba-tiba terdengar suara dayang yang mencari-cari Ming Yue, terpaksalah akhirnya Ming Yue bergegas pergi melarikan diri, tapi dia janji akan mendatangi mereka lagi nanti. Ming Yue cs akhirnya bisa lega.


Tak lama kemudian, Ming Yue sudah ganti memakai baju pengantinnya dan berusaha mencari Tan Li ke mana-mana tapi tetap saja tak menemukannya, di mana Tan Li. Akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke gazebo terdekat tanpa menyadari Pangeran Li Qian juga ada di sana, di balik tirai di belakangnya.

Ming Yue yang tidak melihatnya, santai saja meletakkan kakinya di meja untuk membenarkan posisi sepatunya lalu membenarkan bajunya, bahkan merogoh ke dalam bajunya untuk membenarkan letak dalemannya.

Li Qian sampai tercengang melihat pemandangan itu, sungguh tak disangka kalau orang-orang dari kerajaan Xiyue ternyata sangat tidak sopan.

Ming Yue santai saja memakai sabuknya sambil balik badan... dan saat itulah dia baru menyadari keberadaan Li Qian dan langsung heboh menuduh Li Qian mengintipnya.


Li Qian cuma menatapnya tajam sebelum kemudian pergi tanpa mengucap sepatah kata. Ming Yue tidak terima ditinggal begitu saja tanpa penjelasan dan langsung menghadang langkah Li Qian.

"Ini bukan kerajaan Xiyue, jangan main-main di sini." Tegur Li Qian.

"Kenapa kau meremehkan Xiyue?" Ming Yue tidak terima.

Tiba-tiba penampulan Li Qian menarik perhatiannya. Bukan... bukan karena dia tampan, tapi karena dia cowok tanpa janggut dan suka bikin perkara. Orang bilang bahwa cowok semacam itu adalah... kasim. (Wkwkwk!)

Li Qian tersinggung. Tapi alih-alih menjelaskan siapa dirinya, dia malah diam saja dengan muka kesal dan membiarkan Ming Yue salah paham.


Berniat mau balas dendam, Ming Yue langsung mengayunkan jarinya di hadapan mata Li Qian dan berusaha menggunakan kemampuan hipnotisnya untuk menghipnotis Li Qian. "Saat aku mendorongmu, kau kan jatuh... dan jadi pohon. Kau hanya bisa menangis dan menangis tanpa bisa melakukan apapun. Kau akan tetap di sini selamanya."


Errr... tapi kayaknya tidak berhasil deh. Malah saat dia berusaha mendorong Li Qian, Li Qian santai saja menghindarinya, tapi dalam prosesnya malah membuat Ming Yue kehilangan keseimbangan. Refleks dia menarik Li Qian sehingga membuat Li Qian terjatuh menimpanya.

Suasana sangat romantis dengan bunga-bunga sakura berguguran di sekitar mereka. Cepat-cepat menguasai diri, Ming Yue sontak mendorongnya... lalu menggigit tangan Li Qian keras-keras. Pfft!


Untung saja Tan Li datang saat itu dan buru-buru membawa nonanya pergi sambil mengingatkannya untuk tidak buat onar karena sebentar lagi acara jamuan makan malamnya akan dimulai.

Kesal, Li Qian mau mengejarnya... tapi kakinya tiba-tiba tidak bisa digerakkan sama sekali seolah membatu. OMG! Hipnotisnya Ming Yue ternyata benar-benar berhasil.

Tak lama kemudian, Pengawalnya Li Qian malah menemukan Li Qian membeku di tempat dengan berlinang air mata. Pfft! Jelas saja si pengawal dari cemas, ada apa dengannya? Kenapa dia menangis? Saat itulah Li Qian baru tersadar. Buru-buru menghapus air matanya, Li Qian beralasan kalau dia cuma kelilipan.


Ming Yue masuk ke aula dan sontak terkagum-kagum dengan berbagai kemewahan tempat itu. Kang Le muncul lagi saat itu dan langsung bisa mengenali mereka  biarpun mereka tadi pakai cadar. Jadi ini yang mereka maksud kejahatan berbohong pada Kaisar, mereka bertukar identitas?

Ming Yue sontak menyangkal dengan panik dan ketakutan. Kang Leng mengerti, Ming Yue ingin dia merahasiakannya kan? Itu mungkin saja. Ming Yue senang, katakan saja apa yang Kang Le inginkan.

"Aku ingin kau memberitahuku tentang semua makanan lezat, hal-hal yang menyenangkan, dan segala rahasia terpendam yang tidak bisa diberitahukan pada siapapun. Aku ingin kau menjadi teman baikku." Ujar Kang Le. (Aww, so sweet)

Tentu saja Ming Yue langsung setuju tanpa ragu, tapi masa cuma sesederhana itu saja? Kang Le tersinggung, menjadi temannya tidak sederhana! Panik, Ming Yue buru-buru menyetujuinya. Kalau begitu, mereka akan jadi saudari mulai sekarang.


Tapi tiba-tiba Ming Yue baru sadar kalau mereka sedang dilihat dari kejauhan oleh Hui Xin yang menatapnya dengan cemburu. Buru-buru menguasai diri, Hui Xin cepat-cepat berlalu pergi bersama Li Xun. Ming Yue jadi penasaran, siapa wanita yang menatapnya barusan itu?

"Dia nona muda dari kediaman Qiao, dia juga datang untuk jamuan makan malam. Dia teman masa kecil kakak ke-9 (Li Qian). Wajar kalau dia datang untuk melihatmu."

"Berarti kakak kesembilanmu pasti tidak menyukaiku."

"Masalah kakak ke-9 menyukaimu atau tidak... kau tanya saja sendiri padanya. Kakak ke-9, kau akhirnya datang." Sapa Kang Le pada Li Qian yang baru saja tiba. "Ini kakak ipar ke-9, calon istrimu."

 

Ming Yue tercengang melihatnya. Hmm... apakah Ming Yue mengenali Li Qian sebagai pendekar bercadar putih waktu itu? Atau cuma mengenalinya sebagai pria yang mengintipnya di gazebo tadi? Li Qian sampai tegang ditatap seintens itu. Tapi sepertinya hanya Kaierbi yang mengenali Li Qian sebagai pendekar malam itu.

"Bagaimana bisa kau?" Heran Ming Yue.

"Apa kalian berdua saling mengenal?" Tanya Kang Le.

"Tidak!" Kompak Li Qian dan Ming Yue sambil berpaling membelakangi satu sama lain dengan kesal.

Bersambung ke episode 2

2 komentar: