Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 1 - 1

Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 1 - 1

Kerajaan Xiyue dan Kerajaan Beixuan memutuskan untuk mempererat hubungan dipomatis mereka dengan cara menjodohkan Pangeran Li Qian dari Kerajaan Beixuan dengan Putri Aimaila dari Kerajaan Xiyue.


Malam itu, rombongan Putri Aimaila baru tiba di Kota Xing'an dengan diantarkan oleh sang kakak - Pangeran Kedua Kaierbi. Namun mereka tidak sadar bahwa sang calon pengantin yang berada dalam tandu sebenarnya bukan sang putri melainkan pelayan pribadinya yang menyamar.


Putri Aimaila sendiri malah sedang asyik keliling kota sendirian untuk melihat-lihat kehidupan malam kota itu dan mencicipi berbagai kuliner khas Kerajaan Beixuan.

Dia mencoba tanya-tanya pada seorang pria tentang jenis-jenis hiburan dari kerajaannya yang mungkin ada di kota ini, tapi pria itu malah sangat ketus padanya.


Tapi tiba-tiba rombongan Pangeran Kaierbi dikepung oleh sekumpulan ninja. Perang pun pecah seketika. Pangeran Kaierbi dan para pengawal berusaha melawan para ninja itu, sementara para penduduk langsung berhamburan dengan panik.

Keributan itu akhirnya sampai di telinga Putri Aimaila. Jelas saja dia langsung kesal mengambil belatinya dan bergegas lari kembali ke rombongannya, siapa yang sudah berani macam-macam sama kakaknya?!
 

Para ninja dengan mudah mengalahkan para pengawal. Tiba-tiba seorang dari mereka langsung menarget tandu sang putri, Kaierbi sontak panik, apalagi dia sendiri tak bisa apa-apa gara-gara tangannya dicengekeram erat oleh lawannya.

Untung saja tiba-tiba muncul seorang pendekar bercadar putih yang membantu menyelamatkan mereka dan sukses mengalahkan para ninja itu dengan hanya sekali tebas.

Dia mengira sudah selesai, tiba-tiba ada ninja lain yang melepaskan anak panah padanya. Si pendekar sukses menangkis panah pertama, tapi kemudian si ninja menembak anak panah kedua yang jelas-jelas ditujukan pada si pendekar. Untung saja meleset, tapi tak sengaja panah itu mengenai aksesoris bajunya sehingga benda itu terjatuh ke tanah.


Si pendekar pun sontak lari mengejar si ninja. Aimaila baru datang saat itu dan melihat si pendekar putih lari, dia mendadak salah paham mengira si pendekar itulah pembunuhnya.

Maka dia langsung lari mengejar si pendekar tanpa menyadari kalau si pendekar justru sedang mengejar si pembunuh. Bahkan saat kedua pria itu lari melintasi genteng rumah warga, Aimaila nekat saja ikutan lari mengikuti jejak mereka.

Tapi pada akhirnya dia kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh ke tanah. Untung saja si pendekar melihat itu dan langsung sigap membentangkan selembar kain terdekat untuk menangkap tubuh Aimaila.


Lega Aimaila baik-baik saja, dia langsung lari lagi mengejar si pembunuh dan berhasil menangkapnya dengan cepat. Dia berusaha menginterogasi siapa dalang yang ingin membunuh sang putri. Tapi si pembunuh langsung bunuh diri dengan cara menggigit lidahnya sendiri.

Pengawal si pendekar muncul saat itu dan melapor bahwa para pembunuh itu adalah para prajurit yang memberontak. Si pendekar pun memerintahkan si pengawal untuk membuat tim khusus untuk mengawal rombongan Kerajaan Xiyue secara diam-diam, siapa tahu akan ada sekelompok pembunuh lagi. Dia juga langsung melemparkan pedangnya pada si pengawal, bersihkan, sudah kotor.


Seluruh kota sudah sepi saat Aimaila akhirnya menemukan jasad si pembunuh. Tapi dia pantang menyerah dan terus berusaha mencari keberadaan si pendekar... hingga akhirnya dia melihat si pendekar lewat.

Dia berusaha menanyai identitas si pendekar, tapi tentu saja dia tidak mendapat jawaban. Si pendekar bergerak melepaskan cadarnya... tepat saat ada sebuah kereta kuda lewat di hadapan Aimaila dan si pendekar mendadak menghilang bagai hantu.


Di istana, beberapa pejabat berkumpul di depan kediaman Pangeran Li Xun. Dari percakapan mereka, jelas mereka lah pelaku percobaan pembunuhan putri Aimaila.

Fakta kalau Kaisar memilih Li Qian untuk menikah dengan putri Kerajaan Xiyue jelas menunjukkan bahwa Kaisar memberikan kekuasaan Kerajaan Xiyue pada Li Qian.

Menteri Qiao berusaha membujuk Li Xun untuk menyelesaikan rencana mereka malam ini, tapi Li Xun sontak menghunus pedang pada mereka dengan marah.

"Setelah membunuh Putri Xiyue, apa kalian ingin membunuh saudara-saudaraku atau ayahandaku?"

Menteri Qiao ketakutan. "Kami tidak berani."


Pengawal datang saat itu, membawakan anak panah yang tadi mengenai aksesoris bajunya si pendekar. Li Xun bisa mencium aroma ambergris, dari situlah dia sadar si pendekar penyelamat insiden ini adalah Pangeran Li Qian.

"Urus dengan baik, jangan sampai ada bukti tertinggal." Perintah Li Xun.

Jangan khawatir, Pengawal melapor bahwa dia sudah mengirim orang untuk menyiarkan kabar bahwa insiden tadi hanyalah penyerangan dari para pemberontak yang ingin menghancurkan hubungan kedua kerajaan.

Tapi ada yang aneh, karena panah kedua jelas-jelas ditujukan pada Li Qian. Semua orang sontak berpaling ke Menteri Qiao. Li Xun dengan dinginnya memperingatkan Menteri Qiao bahwa walaupun insiden malam ini adalah rencana mereka, tapi jangan pernah lagi membuat keputusannya sendiri.


Setelah para menteri pergi, Li Xun menyerahkan sebuah kotak berisi perhiasan rambut wanita pada pengawalnya dan menyuruh pengawal untuk memberikan kotak itu pada putrinya Menteri Qiao - Qiao Hui Xin. Jelas dia menyukai Hui Zin, dia bahkan memiliki lukisan Hui Xin.

"Dia akan masuk istana besok malam, aku tidak akan membiarkannya lebih rendah dari siapapun." Ucap Li Xun.
 

Sayangnya Hui Xin tidak memiliki perasaan yang sama terhadapnya dan menolak semua hadiah pemberian Li Xun... karena ternyata dia lebih mencintai Li Qian.

Dari percakapan mereka, sepertinya di antara Li Qian dan Hui Xin pernah ada perjanjian pernikahan dan karena perjanjian itu masih belum disingkirkan, makanya Hui Xin ngotot untuk setia pada Li Qian.

Ayahnya berusaha membujuknya untuk menerima kenyataan bahwa Li Qian akan menikah dengan orang lain, tapi Hui Xin tak peduli dan bersikeras bahwa pernikahan itu hanya pernikahan diplomatis untuk mempererat hubungan kedua negara. Dia mengerti itu... dan tidak keberatan sedikitpun biarpun nantinya dia hanya bisa menjadi selir.

Menteri Qiao benar-benar gregetan mendengarnya, perasaan Li Xun sangat tulus pada Hui Xin. Terlebih lagi, Li Xun adalah pangeran tertua yang artinya dia punya kesempatan besar untuk mewarisi tahta. Hui Xin juga tahu itu, jadi sudah seharusnya Hui Xin menikah dengan Li Xun.

Tapi Hui Xin ngotot mau memenuhi harapan mendiang ibunya, yaitu menikah dengan Li Qian dan hidup damai. Tak bisa lagi membujuknya, Menteri Qiao akhirnya pergi.


Keesokan harinya, pelayan pribadinya Li Qian membantu tuannya berpakaian sebagus mungkin. Tapi Li Qian tampak jelas tidak senang. Yah, si pelayan tahu kalau Li Qian sebenarnya tidak ingin menikah. Tapi menurutnya, Li Qian sangat tampan dan pasti akan membuat putri dari Xiyue jatuh cinta padanya. Li Qian jadi semakin gelisah mendengarnya.

Hmm, kayaknya Li Qian ini phobia kuman. Alih-alih menyuruh si pelayan mencuci bajunya, dia malah menyuruh si pelayan untuk membakar baju yang dia pakai semalam. Si pelayan berusaha protes karena mereka sudah membakar terlalu banyak baju, tapi Li Qian sontak melempar tatapan garang padanya. Terpaksalah si pelayan harus menurutinya.


Pengawalnya datang tak lama kemudian dan melapor bahwa Kaisar memanggil Li Xun untuk meminta laporan tentang percobaan pembunuhan semalam.

"Sudah kuduga. Kekuatan Xiyue tidak bisa diremehkan. Walaupun aku tidak peduli, tapi seseorang peduli!"

Si pengawal mengerti maksudnya, Li Qian menduga kalau Li Xuan yang mengirim para pembunuh itu. Tapi rencananya gagal, makanya Li Xun berusaha bersikap baik di hadapan Kaisar. Li Qian rasa situasinya tidak sesederhana itu. Sudah waktunya, mereka harus pergi ke istana sekarang.

Bersambung ke paart 2

3 komentar: