Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 6 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 6 - 3

Tanpa menyadari si supir yang sedang menguping, mereka santai saja ngobrol di dekatnya. Lie tanya bantuan apa yang Xiao Qi inginkan darinya. Xiao Qi mengaku kalau dia ingin masuk ke departemen penelitian perusahaannya.


"Buat apa kau mau masuk ke sana?"

"Jangan kasih tahu siapa-siapa yah. Aku mencari sesuatu."

"Mencari apa?"

"Sesuatu yang sangat penting. Tapi aku tidak bisa memberitahumu."

Oke deh, Lie ngerti. Jangan khawatir. Muka cakepnya ini bisa membuatnya pergi ke manapun di perushaan keluarganya. Ayo pergi!


Tapi sesampainya di sana, pegawai di sana malah melarang Lie masuk karena dia tidak punya akses. Pfft! Xiao Qi sontak menatapnya penuh tanda tanya. Malu, Lie ngotot berusaha menggunakan ketampanannya dan statusnya untuk memaksa si pegawai agar membiarkan mereka masuk.

Tapi si pegawai keukeuh melarangnya lalu pergi meninggalkan mereka. Ah, sudahlah. Xiao Qi nyerah aja deh. Tapi Lie tidak mau menyerah semudah itu dan mumpung pintu belum menutup sempurna, Lie langsung menyeret Xiao Qi masuk.


Xiao Qi cemas, takut ketahuan. Lie santai meyakinkan Xiao Qi untuk mencari barangnya saja, dia akan membantu mengawasi situasi.

"Kau bahkan tidak tahu apa yang kucari. Apa kau tidak takut aku akan mencuri sesuatu dari perusahaanmu?"

"Ada banyak produk di perusahaanku. Tidak akan ada seorangpun yang tahu jika ada sesuatu yang hilang. Ambil saja apapun yang kau mau, aku masih mampu kok."

"Makasih yah. Jika aku menemukannya, aku... aku bahkan tak punya apapun untuk membalas kebaikanmu. Mungkin aku hanya akan mengambilnya lalu pergi. Tapi kau teman yang sangat baik. Aku akan merindukanmu setelah aku pergi."


Tapi begitu memasuki ruangan itu, Xiao Qi seketika merasa agak pusing. Dia mendekati sebuah kotak kaca. Tapi aneh, dia tidak melihat keberadaan benda itu. Dia yakin seharusnya benda itu ada di kotak kaca ini.


Dia santai saja mencoba membuka kotak kaca itu, tapi tiba-tiba saja alarm keamanana berbunyi nyaring. Gawat! Lie langsung panik berusaha menyeret Xiao Qi keluar... sebelum kemudian dia berhenti karena bingung sendiri. Ngapain juga mereka melarikan diri kayak maling hampir ketangkep?

Xiao Qi mencoba memakai kekuatannya. Tapi anehnya, kekuatannya sama sekali tak berfungsi seolah ada suatu medan energi di tempat itu yang membuat kekuatan supernya tak berfungsi.


Akhirnya kedua orang itu pun disidang dan diomeli di kantornya Leng. Untung saja dia mendapat informasi tepat waktu. Jika tidak, maka mereka pasti akan digelandang ke kantor polisi.

Xiao Qi berniat mengakui kesalahannya, tapi Lie mendadak menyatakan dirinyalah yang bersalah. Dialah yang membawa Xiao Qi masuk ke sana. Dia beralasan kalau dia cuma ingin melukis tentang teknologi, makanya dia mengajak Xiao Qi ke sana buat cari inspirasi.

"Kau masuk ke departemen penelitian untuk cari inspirasi? Dengan membawa orang bodoh ini? Perusahaan adalah tempata orang mencari nafkah untuk keluarga mereka dan bukannya taman bermain kalian! Gara-gara masalah ini, apa kalian tahu berapa banyak orang yang kena tegur dan berapa banyak uang perusahaan yang harus dihabiskan untuk mengecek TKP?!"

"Maaf."

"Aku juga minta maaf. Eh, tapi apa ada sesuatu yang aneh di dalam departemen penelitianmu?"

"Tidak ada yang aneh di perusahaan ini kecuali kalian berdua."


Sudahlah, Leng akan menyuruh yang lain untuk merahasiakan masalah ini. Mereka juga jangan bilang-bilang pada siapapun. Jika tidak, para tetua akan menganggap Lie tidak berguna lagi. Kalau ada yang tanya-tanya, Lie bilang saja kalau dia masuk ke sana atas perintah Leng.

Senang, Lie berterima kasih lalu berniat menyeret Xiao Qi keluar bersamanya. Tapi Leng dengan cepat menghentikannya dan menyuruh Xiao Qi tetap tinggal, ada masalah pribadi yang mau dia bahas dengan Xiao Qi. Baiklah, Lie pun pergi sendiri.
 

Tanpa mereka ketahui, si supir tengah melaporkan masalah ini pada Ibu Tiri. Alih-alih mencurigai apa alasan Lie masuk ke sana, Ibu Tiri malah kesal tidak terima putranya ditangkap sama Leng hanya karena tidak punya akses untuk masuk ke mana pun dia mau.

Dia bahkan langsung menelepon Manajer Kang sambil marah-marah mengutuki Leng. Teringat saat Leng mendadak sakit kepala waktu itu, Ibu Tiri semakin yakin ada yang aneh dengan Leng. Karena itulah, mereka harus menyelidikinya. Mereka harus mencari tahu apa masalahnya Leng.


Xiao Qi tegang menghadapi Leng seorang diri. Dia bahkan tidak berani duduk di sofa yang sama dengan Leng. Tapi Leng memaksanya duduk, terpaksa Xiao Qi duduk di bagian ujung sofa.

"Waktu itu, aku memberitahumu tentang perasaanku. Apa kau sudah membuat keputusan?"

"Ehem... aku... tidak tahu."

"Aku mengerti."

"Apa yang kau mengerti?"

"Hari ini, kau lebih memilih mengambil resiko bersama Fang Lie daripada meminta bantuanku. Itu berarti, orang yang sesungguhnya kau cintai di dalam hatimu adalah Fang Lie. Benar, kan?"

"Ini tidak ada hubungannya dengan Fang Lie kok. Ini cuma karena... karena... aku sebenarnya tidak semestinya berada di sini."

Leng kaget. "Kau mau pergi?"


"Kurasa begitu. Aku tidak ingin menyakitimu. Dan juga, bukankah kau sering jatuh cinta? Kau orang yang penuh cinta kasih. Kau tidak perlu jatuh cinta padaku seorang."

"Maksudmu, alasanmu menolakku bukan karena Fang Lie? Begitu?"

"Hah?"

"Baiklah. Aku mengerti."

"Apa lagi yang kau mengerti?" Xiao Qi tambah bingung dengan arah pembicaraan ini.

"Dokter Zhang memang benar. Pelan-pelan saja. Akan kubiarkan kau merasakan ketulusanku! Kau boleh pergi sekarang."

Tapi saat Xiao Qi hendak beranjak pergi, Leng mendadak berubah pikiran dan menyuruh Xiao Qi untuk tetap berada di perusahaan ini saja biar Xiao Qi bisa merasakan ketulusannya. Xiao Qi benar-benar bingung dibuatnya.


Malam harinya, Asisten Han sudah menyiapkan drama-drama romance, novel-novel romance... yang rata-rata ceritanya tentang cinta antara cewek biasa dengan presdir sebuah perusahaan.

Tak lupa dia juga menyiapkan rekomendasi berbagai hadiah-hadiah mewah yang pastinya bakalan disukai cewek. Tapi dia penasaran. Leng menyiapkan semua ini, apakah demi...

"Tuan Han, apa kau pernah menjalin sebuah hubungan?"

"Tentu saja! Yah... walaupun, jika dibandingkan dengan anda, saya rasa itu tidak bisa disebut sebagai hubungan."


Leng mendadak sok ahli menguliahi Asisten Han bahwa wanita itu adalah makhluk yang harus didekati secara pelan-pelan. Biarpun orang seperti dirinya ini sangat tampan, kaya raya, dan hampir sempurna. Tapi tetap saja dia harus mengejarnya dengan pelan-pelan.

Asisten Han sontak menatapnya dengan sinis. Tapi saat Leng mulai menunjukkan muka protes, Asisten Han buru-buru menjilatnya dan memujinya setinggi langit. Puas, Leng langsung mengusirnya.


Leng lalu membaca salah satu novel romance yang ceritanya dan dialognya super duper gombal, dan Leng langsung mencoba meniru adegan cheesy itu pakai guling seolah guling itu adalah Xiao Qi.

"Eh, cewek. Cepat atau lambat kau pasti akan jadi milikku."

Tapi ujung-ujungnya dia jadi merinding sendiri dengan dialog semacam itu. Akhirnya dia berinisiatif mengganti dialognya dengan nada dan kalimat yang lebih lembut.


"Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali bertemu denganmu di cafe. Kau pasti akan menjadi milikku, cepat atau lambat."

Saking menghayatinya, dia hampir saja mengec~p gulingnya... sebelum kemudian dia sadar dan langsung membuang guling itu.


Keesokan harinya, Xiao Qi masih terus berusaha merasakan sinyal alat komunikasinya. Tapi aneh. Kenapa sekarang dia tidak bisa merasakannya lagi? Apa seseorang mengambilnya?

Tapi akhirnya dia harus menyudahi kegiatannya dengan cepat karena Nyonya Chao memanggilnya. Dia baru saja melayani beberapa pelanggan saat tiba-tiba saja Leng muncul dengan bawa buket bunga, menatapnya lekat, lalu mulai berjalan mendekatinya.

Bersambung ke episode 7

1 komentar: