Sinopsis Lucky's First Love Episode 1 - 1

Sinopsis Lucky's First Love Episode 1 - 1

Xia Ke memulai aktivitas paginya dengan berolahraga, minum kopi, lalu berangkat kerja. Dalam perjalanan, dia ditelepon sekretarisnya yang melaporkan berbagai schedule-nya seharian nanti. Termasuk jadwal bertemu dengan seorang klien di arena balap kuda.


Si sekretaris penasaran, apa Direktur Xia mau membawa 'dia' nanti? Tentu saja, jawab Xia Ke. Hmm, siapakah yang dimaksud dengan 'dia'? Tapi di tengah jalan, tiba-tiba mobilnya bersenggolan dengan mobil lain.


Di tempat lain, Xing Yun sedang sarapan sambil baca komik saat tiba-tiba teleponnya berbunyi dari Direktur Xia. Ah! Ternyata dia karyawannya Xia Ke dan begitu dia mengklaim kalau dia berada di dekat kantor, dia langsung diminta untuk segera datang ke TKP sekarang.

Kayaknya ini bukan kali pertama Xing Yun menangani perkara semacam ini buat bosnya itu. Xia Ke menolak keluar dari mobil sampai saat Xing Yun datang dan santai saja menyerahkan urusan ini sepenuhnya pada Xing Yun. Dan biarpun sebal, tapi Xing Yun tetap pasang senyum manis pada bosnya itu.

Si penabrak yang cantik itu langsung memanfaatkan kesempatan untuk mencoba menggoda Xia Ke dengan alasan minta pertanggungjawaban Xia Ke, bagaimana kalau mereka membicarakannya sambil minum kopi?


Tapi Xia Ke cuek bebek dan langsung pergi. Wanita itu berusaha mengejarnya. Xing Yun buru-buru bertindak menghentikan wanita itu dan meyakinkan wanita itu untuk membicarakan kasus ini dengannya saja.

Si wanita itu kesal, ngapain juga dia harus bicara dengan Xing Yun... atau begini saja, Xing Yun kasih aja nomor hapenya Xia Ke biar dia bicara sendiri pada Xia Ke nanti.

Tapi menurut Xing Yun, jelas wanita itulah yang salah dalam tabrakan ini, jadi dialah yang harus bertanggungjawab dan ganti rugi, dan jumlahnya sama sekali tidak sedikit.

Itu pun cuma biaya perbaikan mobil, belum ditambah kerugian waktu yang harus ditanggung bosnya karena mobilnya sedang butuh perbaikan. Jika dia tidak mau tanggung jawab, maka mereka akan melaporkan perkara ini ke polisi.

"Menurutku, dia tidak mungkin peduli dengan urusan ini. Kurasa dengan mentraktirnya kopi saja sudah cukup."

Xing Yun tertawa sinis mendengarnya. Wanita itu heran, apa Xia Ke itu pria yang membosankan? Bingo! Xing Yun membenarkannya dengan senang hati.

 

Selesai mengurusi masalah itu, Xing Yun terburu-buru masuk ke perusahaan dan mendapati bosnya masih berada di lift. Kenapa dia belum naik sedari tadi? (Mungkin nungguin kamu, Xing Yun?)

Dia melapor kalau dia sudah selesai menangani urusan mobil tadi dan Xia Ke cuma menjawabnya dengan anggukan kepala. Bahkan sepanjang perjalanan naik lift, si bos cuma diam seribu bahasa sampai membuat Xing Yun jadi canggung.
Xing Yun dengan takut-takut mencoba menyarankan agar masalah mobil, sebaiknya ditangani oleh departemen administrasi saja atau pegawai pria lain, soalnya mereka yang lebih paham tentang mobil daripada dia.

"Tapi kau yang paling dekat (dengan lokasi)." Santai Xia Ke.

"Anda benar," ucap Xing Yun berusaha bersabar.

Xing Yun bercerita bahwa arti nama Xing Yun adalah beruntung. "Aku berumur 24 tahun. Yang di sebelahku ini adalah bosku, Xia Ke. Direktur perusahaan game mobile terkenal - TIG. Dia punya banyak kelebihan. Misalnya, memiliki penglihatan yang baik dalam menilai orang lain."


Pertama kali Xing Yun bertemu dengan Xia Ke adalah saat dia sedang berusaha mencari pekerjaan dulu. Waktu itu, tak sengaja CV-nya terjatuh dan berhamburan di lantai.

Xia Ke lah orang yang membantunya memungut CV-nya, dan begitu membaca nama Xing Yun yang artinya 'beruntung', seketika itu pula Xia Ke merekrutnya.


Xin Yun bercerita kalau Xia Ke juga sangat ramah dan sering mengundang karyawannya untuk mengunjungi rumahnya. Errr... sebenarnya diundang ke rumah artinya, Xing Yun dikurung di ruang belajar dan dipaksa menyelesaikan draft-nya. Dia bahkan dilarang keluar sebelum selesai.

"Dia peduli pada karyawannya, perhatian, dan mengayomi."

Suatu hari, dia memesankan makanan yang sangat banyak untuk Xing Yun. Hmm, kelihatannya memang bos yang baik dan dermawan, tapi semua makanan yang dipesannya rasa pedas semua.

"Dia memiliki temperamen yang baik dan tidak pernah marah." (Err... benarkah?)


Salah seorang pegawai menyerahkan revisi karakter game terbaru. Tapi begitu membaca sekilas, Xia Ke langsung melempar laporan itu dengan kejam, kerjain ulang!

"Baiklah. Untuk bagian yang itu, kutarik kembali ucapanku."

Baru dua tahun perusahaan mereka berjalan, tapi mereka telah berhasil memproduksi game helas cuma berjudul 'Percintaan Tak Terbatas', dan menjadi sebuah perusahaan game mobile paling menjanjikan di industri ini.

"Xia Ke adalah seorang bos jenius yang belum pernah muncul lagi dalam seratus tahun belakangan. Kurasa kami telah memiliki posisi yang cukup ideal. memiliki kemajuan karir yang pesat selayaknya menumpangi kapal pesiar ekspres. Kualifikasi apa lagi yang kita inginkan dari seorang bos seperti dia?"


Siang itu saat mereka sedang nyantai, tiba-tiba sebuah laporan dilempar dengan kejamnya dari dalam ruangan bos dan si pegawai terburu-buru ngibrit dengan ketakutan.

Dari percakapan rekan-rekannya Xing Yun, ternyata belakangan ini Bos tidak terlalu puas dengan rencana pengembangan transkrip. Sepertinya tidak ada seorangpun yang punya ide bagus untuk iu.

Malah sekarang semua karyawan diminta untuk memberikan masukan. Siapapun yang punya ide bagus, maka dialah yang akan bertanggung jawab untuk proyek tersebut. Bahkan bibi-bibi cleaning service juga diminta ngasih ide.

Hmm, Xing Yun jadi tertarik. Sekretarisnya Xia Ke ingat, Xing Yun kan memang selalu tertarik dengan perencanaan pembuatan game. Kalau dia bisa terpilih menjaidi penanggung jawab proyek ini, maka gajinya bisa naik berkali-kali lipat.

Tapi masalahnya, Xing Yun tak yakin. Dia kan cuma tukang gambar amatiran. Di perusahaan ini ada banyak orang yang lebih hebat.

"Tapi kau adalah karyawan pertama TIG yang telah mendampingi bos dalam perjalanan suksesnya." Ujar pegawai yang satunya berusaha menyemangati Xing Yun.
 

Saat Xia Ke pergi menemui klien-nya di lapangan berkuda, ternyata 'dia' yang dia maksud adalah Xing Yun. Sepertinya Xia Ke memang selalu membawa Xing Yun ke manapun dia pergi.

Sementara dia berkuda, para gadis di pinggir lapangan sedang heboh menggaguminya bak sekumpulan fans mengagumi idolanya. Cuma Xing Yun seorang yang ngedumel sinis. Tapi saat Xia Ke selesai berkuda, dia buru-buru pasang senyum manis, menjilatnya, dan menawarkan dua jenis minuman untuknya.


Si klien to the point tanya kapan mereka akan menandatangani kontrak penjualan game-nya? Tapi Xia Ke mendadak nyerocos panjang-lebar menyebutkan berbagai kekurangan game-nya si klien. Karena itulah dia menuntut penurunan harga 15 persen. Canggung dan kecewa, si klien bermulut manis memuji kecerdasan Xia Ke.

Xia Ke dengan narsisnya sumbar tentang kehebatannya dalam menilai sesuatu. Contohnya kuda yang dia pilih itu. Kuda itu memang tidak kekar, tapi dia tahu kalau kuda itu pantang menyerah dan pasti akan bisa membantunya memenangkan pertandingan.

Mendengar itu, si klien langsung menantang Xia Ke untuk bertanding dua putaran dengannya. Siapapun yang kalah, harus menuruti kemauan yang menang. Deal! Kedua pria itu pun mulai bertanding memacu kuda mereka.

Dan ternyata ucapan Xia Ke bukan sekedar sumbar, penilaiannya benar-benar jitu. Biarpun kudanya bukan kuda yang kekar, tapi dengan cepat dia mengungguli si klien dan akhirnya menang.


Si klien mengakui kekalahannya, ini gara-gara kudanya dalam kondisi tidak baik. Besok dia akan meminta seseorang untuk membawakan kontraknya pada Xia Ke. Dia lalu buru-buru pamit dengan alasan ada urusan lain.


Dalam perjalanan ke parkiran, Xing Yun mencoba membahas tentang proyek perencanaan pengembangan transkrip itu. Dengan terburu-buru dia mencoba mengeluarkan laporan buatannya dari dalam tas.

Tapi saking fokusnya, dia sampai tidak lihat jalan padahal ada mobil yang melaju ke arahnya. Untung saja Xia Ke sigap menariknya... dalam dekapannya dan membuat suasana jadi tampak romantis.

Xing Yun terpana dan membatin. "Apa harus pakai pose seperti di drama-drama untuk menyelamatkanku dari tabrakan?"


Menguasai diri, Xing Yun buru-buru melepaskan diri dari dekapannya dengan malu. Geli melihat reaksinya, Xia Ke mendadak berakting bak male lead dalam drama romance. Dia menarik Xing Yun mendekat dan berkata.

"Kau adalah keberuntungan kecil yang spesial untukku. Tentu saja aku akan melindungimu dengan segala cara."


Musik romantis pun mulai berkumandang. Dia lalu mengulurkan jari seolah hendak menyibak rambutnya Xing Yun... lalu menyodok dahi Xing Yun. Pfft!

"Apa kau pernah pacaran?"

"Hah? Kenapa anda tanya kalau sudah tahu jawabannya?"

"Tidak memahami diri sendiri."


Xing Yun tidak mengerti, dia pernah pacaran atau nggak, apa hubungannya dengan pekerjaannya? Dia sangat tertarik dengan game ini. Dia rela menggunakan semua waktunya untuk fokus dalam game ini.

Tapi yang tak disngkanya, Xia Ke tiba-tiba menuntut sebuah syarat. "Jika kau ingin membuat transkrip sebuah game. Pertama, kau harus mendapatkan seorang pria yang mau berkencan denganmu dulu."


Keesokan harinya, Xia Ke memergoki rekannya Xing Yun yang sedang melakukan absen untuk Xing Yun. Ke mana Xing Yun? Si pegawai mencoba beralasan kalau Xing Yun sedang tidak enak badan.

Tapi Xia Ke jelas tak percaya dan langsung mengancam akan memotong bonus akhir tahunnya. Ketakutan, si pegawai akhirnya nyerocos kalau Xing Yun pergi untuk kencan buta dengan seorang pria muda ganteng pegawai bank.

Senyum Xia Ke menghilang seketika, tampak jelas dia tidak senang sama sekali. Hmm, sepertinya dia suka sama Xing Yun.

Bersambung ke part 2

1 komentar: