Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 1 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien 1 - 3

Xiao Qi berteleportasi ke sebuah hotel. Dia santai saja mau masuk mengantarkan pesanannya ke sebuah kamar yang dijaga ketat oleh dua orang bodyguard. Tapi tentu saja kedua bodyguard itu menghalanginya masuk.


Xiao Qi ngotot kalau dia harus mengantarkan pesanan ini langsung pada si pelanggan karena itulah pesan dari bosnya. Tapi para bodyguard juga ngotot melarangnya masuk.

Keributan mereka membuat orang yang tinggal di dalam kamar itu terganggu. Dia langsung keluaar saat itu juga... dan sontak membuat Xiao Qi terpesona oleh ketampanannya. Dia masih ingat Lei adalah penyanyi semalam, Fang Lie.

Entah dia memang cowok gentleman atau apa, dia langsung mengomeli kedua bodyguard itu karena berlaku kasar pada cewek lalu menarik Xiao Qi masuk dengan alasan untuk mengecek dia terluka atau tidak.


Tapi begitu aman di dalam, jelas Lie membawanya masuk karena ada maksud lain. Tiba-tiba dia mengajak Xiao Qi kenalan, menyatakan mereka sekarang adalah teman, lalu menyuruhnya mencopot pakaiannya.

"Seperti yang kau lihat, aku terkurung di sini. Dan hanya kau satu-satunya yang bisa membantuku melarikan diri. Biarkan aku memakai pakaianmu agar aku bisa keluar."

"Tapi kenapa mereka mengurungmu? Apa kau penjahat?"

"Tentu saja bukan! Seorang pebisnis jahat mengurungku di sini dan memaksaku melukis. Dia pikir seni itu tidak ada bedanya dengan air yang mengalir dari keran. Cuma perlu diputar dan seni akan mengalir keluar. Seni itu ledakan emosi! Inspirasi yang menggetarkan jiwa!"

"Bagaimana bisa kau tetap tampan biarpun kau sedang marah? Katakan saja, bagaimana aku bisa membantumu?"

"Gampang saja. Aku akan mengenakan pakaianmu dan keluar dari pintu, dan kau pura-pura jadi aku dan tinggal di sini. Jangan khawatir, si pebisnis itu hanya akan bersikap keras padaku. Kau tidak akan dilibatkan."


Xiao Qi setuju dan begitulah bagaimana akhirnya Lie berhasil keluar. Dia tiba di lobi bertepatan dengan Leng yang baru datang. Lei cepat-cepat menunduk pura-pura benerin sepatu, dan untung saja Leng tidak menyadarinya sama sekali.

Leng santai saja masuk sambil mengingatkan Lie bahwa pamerannya akan dimulai bulan depan. Awalnya dia tidak menyadarinya, tapi gara-gara Xiao Qi terus berusaha menutupi wajahnya, lama-lama Fang jadi curiga juga.


Dia langung saja membuka topinya dan membuka penyamaran Xiao Qi. Leng benar-benar tidak ingat padanya, tapi dia merasa seperti pernah melihatnya. Apa mereka pernah bertemu sebelumnya?

"Jangan dekat-dekat! Aku tidak kenal cowok jahat sepertimu! Mengurung seorang seniman tuh ilegal!"

"Di mana Fang Lie?"

"Tidak akan kukasih tahu. Jangan dekat-dekat! Kalau kau mendekat, aku akan menakutimu pakai kekuatanku."


Dia langsung lari dan berniat menembus pintu dan DUK! Membentur tangan Leng yang melindungi jidatnya dari benturan kayu. Aneh, kok bisa gagal? Dia mencoba lagi... dan lagi-lagi... Leng dengan manisnya melindungi jidatnya dan membuatnya tidak bisa menembus pintu.

"Jangan melakukan hal bodoh. Aku tidak akan mempersulitmu. Katakan saja ke mana Fang Lie pergi."


Si asisten dan kedua bodyguard mendadak masuk dan membuat perhatian Leng teralih. Xiao Qi sontak memanfaatkan saat itu untuk membanting patung terdekat lalu kaburrrr! Para Bodyguard ingin mengejarnya, tapi Leng melarang... karena saat itu juga, dia melihat ada informasi nama restoran tempat Xiao Qi bekerja. Temukan wanita itu agar mereka bisa menemukan Lie.


Xiao Qi kembali ke restoran sambil mengaku ke Nyonya Chai kalau dia kehilangan seragamnya... tepat saat dia melihat seragam itu sudah terlipat rapi di meja. Hah? Bagaimana bisa seragam ini balik?

"Seorang pria tampan baru saja datang mengantarkannya."

"Dia di sini? Dia benar-benar kembali untukku?" Xiao Qi senang.

Pria itu juga meninggalkan sebuah kartu nama untuk Xiao Qi dan pesan bahwa dia akan menunggu Xiao Qi di lantai atas sebuah restoran nanti malam. Nyonya Chai heran, ini hari pertama Xiao Qi bekerja, bagaimana bisa dia sudah berhubungan dengan seorang pelanggan?

Tapi tidak masalah. Justru itu yang Nyonya Cha butuhkan, seorang pegawai yang bisa cepat akrab dengan pelanggan. Xiao Qi senang, terus sekarang dia harus nganterin pesanan berapa lagi nih? Dia akan berusaha menyelesaikan semuanya secepat mungkin. Nyonya Chai tak percaya mendengarnya, dia masih bisa mengantarkan pesanan lagi?

"Tentu saja! Aku penuh energi sekarang!"

Nyonya Chai senang-senang saja punya pegawai penuh semangat seperti itu.


Xiao Qi baru kembali malam harinya. Tapi saat dia memanggil-manggil Nyoany Chai, yang menjawab malah Leng yang sudah menunggunya sedari tadi.

"Aku sudah membooking tempat ini, kau hanya perlu melayaniku seorang."


Xiao Qi sontak panik ingin melarikan diri, tapi Nyonya Chai mendadak sudah ada di depan pintu menghadangnya dan langsung memerintahkan Xiao Qi untuk melayani klien besar mereka itu. Saar Xiao Qi berusaha berkilah, Nyonya Chai mendadak mengomel lebay menuduh Xiao Qi egois tidak mau kerja lembur demi kebaikan restoran ini dan demi kebaikan dirinya.

Mungkin takut Nyonya Chai nangis lagi, Xiao Qi langsung saja menyatakan kalau dia akan lembur, dia bisa kok lembur, tidak masalah. "Lembur membuatku bahagia~~~ Aku cinta lembur~~~ Yeah!"


Berusaha menahan emosinya, Xiao Qi pun mulai melayani Leng dan menyodorkan buku menu padanya. Tapi Leng menolak, sajikan saja makanan yang sama dengan yang dia bawa ke hotel tadi.

Xiao Qi langsung saja memanggil staf dapur. Tapi... loh? Di mana staf dapurnya? Leng santai memberitahu kalau mereka semua sudah dipulangkan. Jadi Xiao Qi masak sendiri saja, masak juga untuk dirinya sendiri. Nanti kalau Xiao Qi sudah kenyang, bawa dia menemui Lie.

Xiao Qi dengan sopan memberitahu Leng kalau dia hanya bisa mengantarkan pesanan. Dia tidak bisa masak. Kalau itu masalah bagi Leng, dia boleh cari restoran lain.

Tapi Leng malah teriak memanggil Nyonya Chai. Panik, Ziao Qi terpaksa menurutinya dan langsung pergi ke dapur sambil ngedumel kesal.

 

Masalahnya, dia bahkan tidak tahu apa itu kompor dan asal saja menyalakannya lalu memasukkan segala macam bumbu dan minyak ke dalam wajan, dan BOOM! Api mendadak membesar.

Leng jadi ikutan panik dan langsung menyuruh Xiao Qi mengambil tabung pemadam kebakaran. Tapi Xiao Qi bahkan tidak tahu apa itu tabung pemadam kebakaran.

Leng terpaksa melepaskan kemejanya lalu menggunakannya untuk memadamkan api. Tapi dia tidak sadar kalau perbuatannya itu malah membuat si alien cantik jadi terpana menatap tubuh kekarnya yang menggoda.


Saking terpesonanya, dia langsung saja meraba d~~anya dan menghirup aroma hormonnya... seketika itu pula dia mulai benar-benar memperhatikan wajah Leng dan langsung ingat kalau Leng adalah pria yang dia selamatkan malam itu.

"Jadi kaulah orang yang kucari-cari."

"Kau bilang apa?" Leng santai saja mendekat, tapi itu malah membuat Xiao Qi jadi panik.

"Jangan dekat-dekat, hormonmu terlalu agresif, aku serasa mau membeku."

Dia mau menghindar, tapi Leng sigap menghalangi langkahnya dan DUK! Wajah Xiao Qi pun mendarat di d~~a bidang Leng.

Bersambung ke episode 2

4 komentar: