Sinopsis King is Not Easy Episode 7

Sinopsis King is Not Easy Episode 7


Ni Chang berusaha merayu Raja, tapi Da Xi malah mengkritiknya lalu memberi berbagai saran sambil menyerocos panjang lebar dengan kecepatan super, sampai Ji Man dan Ni Chang bosan sendiri mendengarnya.

Saat akhirnya dia selesai bicara, dia malah mendapati Ni Chang sudah tidur nyenyak di lantai dan Ji Man terkantuk-kantuk. Da Xi langsung menggebrak meja dan menyuruh Ji Man membangunkan Ni Chang.


Da Xi mengakhiri pertemuan hari ini sampai di sini, apa Ni Chang ingat semua yang dia katakan tadi? Ni Chang mengiyakannya saja, dia akan kembali untuk memikirkannya, menjadi wanita itu sangat sulit.

"Tapi, Baginda. Kenapa Baginda ahli dalam hal itu?"

Ji Man tak bisa menahan dengus gelinya mendengar pertanyaan. Da Xi beralasan ambigu kalau dia tahu bagaimana berada di dua tempat sekaligus. Pergilah!


Mereka kecapekan begitu Ni Chang pergi. Ji Man heran, Ni Chang itu kan egois dan bodoh, kenapa juga Da Xi menghabiskan waktu bersamanya?

"Agar hidupku jadi lebih mudah. Tubuhku yang akan menderita jika dia tidak dibenarkan. Kau tunggu saja. Setelah aku melatihnya, kau akan mencintainya."

"Aku ragu. Aku tidak akan mungkin bertemu denganmu dulu jika bukan karena dia. Aku tidak akan mungkin berubah dari Raja menjadi pelayan istana yang diinjak-injak semua orang. Bahkan melihatnya saja aku sudah kesal dan kau malah menyuruhnya datang."

"Apa kau tidak bisa menutup matamu saja?"

"Kau sekarang suka mencampuri urusan Raja, yah? Ingatlah siapa kau yang sebenarnya."


"Baiklah. Maafkan aku, yah. Puas?" Bujuk Da Xi sambil memijiti Ji Man.

"Walaupun kau tidak memiliki banyak keberuntungan sebagai wanita, tapi dari mana kau punya kepercayaan diri untuk mengajari orang lain?"

"Itulah yang namanya kepercayaan diri. Rasanya enak, kan (pijatannya)?"


Ji Man mengiyakannya. Tapi tiba-tiba dia merasa ada yang aneh. Saat dia mengecek ke bawah, dia malah mendapati calananya ada darah dan perutnya mendadak sakit. Ji Man langsung panik, apa dia mau mati?

Da Xi geli melihatnya. Tidak usah terlalu dramatis, memang sudah waktunya bulanan. Da Xi lalu keluar untuk mengambilkan beberapa perlengkapan untuknya.


Dia lalu membantu Ji Man ke kamarnya dan memberinya sesuatu dan menyuruh Ji Man untuk meminta pelayan lainnya mengajarinya cara memakai benda itu.

Tepat saat itu juga, Ni Chang kembali mencari Raja tapi malah mendapati Raja sedang ketawa bahagia bersama Da Xi. Ni Chang langsung cemburu, mengira Da Xi sedang menggoda Raja lagi.

"Tidak bisa dibiarkan. Aku perlu mencari cara untuk menyingkirkannya," pikir Ni Chang.


Setelah Da Xi pergi, Ji Man menggerutu kesal sambil menahan sakitnya, takut mati kalau dia harus pendarahan tiap bulan.

"Perutku sakit, punggungku sakit, kepalaku sakit. Kapan ini akan berakhir? Sebagai pria, ini sungguh memalukan!"

Seorang pelayan datang tak lama kemudian, dia diutus Raja untuk mengurus Da Xi dan membawakan sup jahe untuknya. Dia mengingatkan pesan Raja agar Da Xi tidak sampai sakit. Dia merasa Da Xi sangat beruntung karena Raja baik padanya, mungkin sebentar lagi Da Xi akan dipromosikan.

"Dia tidak sehebat itu. Dia cuma ingin aku menjaga tubuhnya."

"Hah? Kau bilang apa?"

"Sampaikan ucapan terima kasihku pada Yang Mulia."


Ji Man baru tidur sebentar saat seorang pelayan lain datang membangunkannya. Dia mengaku pelayan dari ruang memorial dan mengklaim kalau Raja memanggil Ji Man ke ruang memorial sekarang juga.

Ji Man menggerutui Da Xi dengan kesal. Tadi dia disuruh istirahat, sekarang malah menyuruhnya bergegas ke ruang memorial.


Tapi setibanya dia di sana, Da Xi tidak ada dan cuma ada Ni Chang yang langsung menyuruh para pengawal untuk memegangi Ji Man, dia lalu mengeluarkan pisau dan mengancam akan merusak wajahnya Ji Man.

"Berani sekali kau! Bagaimana kalau aku melaporkanmu pada Raja?"

"Silahkan. Kau pikir kau bisa keluar dari sini hidup-hidup?"

Ji Man langsung ganti strategi, mengklaim kalau Ni Chang sudah salah paham padanya. Dia bahkan tidak menyukai pria. Pfft! Dia mengklaim kalau Raja mengetahui hal itu dan makanya Raja menunjuknya jadi pelayan pribadinya.

Raja hanya takut kalau Ni Chang akan sedih. Semua interaksinya dengan Raja selama ini adalah rencananya Raja untuk melihat seberapa besar cinta Ni Chang pada Raja.

Mempercayainya begitu saja, Ni Chang langsung menyuruh pengawal melepaskan Ji Man dan antusias bertanya apa lagi yang dikatakan Raja?

Ji Man perlahan mundur sambil berkata, "Raja bilang kau bodoh, tolol dan egois dan mengajarimu itu sia-sia saja."


Kesal, Ni Chang langsung maju membabi buta dengan mengacungkan pisaunya. Ji Man santai menghindarinya dan menjegal kakinya sampai Ni Chang tersungkur ke lantai, untung mukanya nggak kena pisau.

Ni Chang mau menyerangnya lagi tapi langsung mundur saat Ji Man pasang kuda-kuda dan ujung-ujungnya memanggil para pengawal lagi.


Bertekad mau membereskan Da Xi, Ni Chang membawa Da Xi ke hadapan Raja dan menuduh Da Xi bicara kasar padanya dan memukulnya juga. Karenanya, dia meminta Raja memihaknya kali ini.

"Da Xi, aku kan menyuruhmu istirahat. Kenapa kau tidak istirahat?"

"Saya juga ingin istirahat. Jika saja tidak ada seseorang yang pura-pura jadi Raja dan memanggil saya, kenapa juga saya pergi ke ruang memorial? Saya belum gila."

Ni Chang beralasan kalau dia cuma ingin menanyai Da Xi tentang apa-apa saja kesukaan Raja, tapi Da Xi malah bersikap kasar dan bahkan memukulnya.


"Itu karena anda ingin merusak wajah saya. Jika saya tidak berpikir cepat... wajah ini, mungkin akan hilang."

Da Xi kaget mendengarnya. "Ni Chang, kau mau merusak wajahnya? Padahal dalam hatiku, kupikir kau selalu baik dan berbudi! Aku sungguh sangat kecewa padamu. Keluar! Aku tidak mau melihatmu lagi!"

Ni Chang langsung panik berusaha membela diri, tapi Da Xi tak mau mendengar alasan apapun dan memerintahkan Shen Jia untuk mengusir Ni Chang. Setelah mereka pergi, Da Xi langsung mengecek wajahnya. Dia baik-baik saja, kan?

"Yah, wajahmu baik-baik saja."


Baguslah. Da Xi tidak menyangka kalau Ni Chang ternyata seperti itu orangnya. Ji Man tidak usah khawatir, dia akan menyuruh orang untuk mengawasi Ni Chang. Ji Man sinis, lupakan saja, Da Xi sama sekali tidak bisa diandalkan.

"Lagipula, aku sudah memilih seseorang." Aku Ji Man.

"Siapa?" Da Xi penasaran.

"Tidak akan kuberitahu."

"Dasar pelit."


Di luar istana, Shao Yong baru saja keluar dari sebuah kedai bersama seorang mak comblang sambil mengeluh. Karena semua gadis pilihan mak comblang, sama sekali tidak disukai ibunya.

Mak Comblang meyakinkannya untuk tidak cemas, dia pasti akan menemukan seseorang yang cocok untuk Shao Yong. Tak lama setelah Mak Comblang pergi, muncul seorang wanita yang mengendarai seekor kuda sambil jejeritan panik karena dia kesulitan mengendalikan kudanya.

Melihat kesulitan wanita itu, Shao Yong sigap melompat padanya dan mencoba menghentikan kuda itu. Tapi apa yang dilakukannya malah membuat si kuda semakin panik dan akhirnya malah menjatuhkan si wanita dari punggungnya.


Untunglah, Shao Yong cekatan menangkap wanita itu. Sepertinya wanita itu terpesona pada Shao Yong dan langsung blak-blakan tanya ini-itu tentang Shao Yong. Berapa umurnya dan apakah dia sudah menikah?

"Aku baru berumur 20 tahun dan belum menikah."

Senang, wanita itu tiba-tiba menyatakan, "Bagus. Kalau begitu kuputuskan kau saja."

Shao Yong jelas bingung maksudnya. beberapa pelayan tiba-tiba muncul menyusul wanita itu dan mereka memanggilny 'Puteri'. Ternyata dia adalah saudaranya Ji Man, Puteri Wu Shuang.

Dia mengaku bahwa beberapa waktu yang lalu, ada seseorang yang bilang padanya kalau dia akan bertemu seseorang yang ditakdirkan untuknya. Sepertinya dia benar.

"Karena usiamu tepat dan belum menikah, bagaimana kalau aku menikah denganmu?"

Shao Yong bersikeras mengikuti tradisi bahwa penikahan harus diputuskan oleh orang tua dan mak comblang. Lagipula, Ibunya adalah orang yang suka pilih-pilih. Tapi apa Wu Shuang bersedia bicara dengan ibunya dulu?


Wu Shuang langsung setuju. Mereka pun pergi ke rumahnya Shao Yong bahkan sebelum mereka saling memperkenalkan diri.

Ibunya Shao Yong langsung suka, apalagi dia seorang puteri. Tapi Wu Shuang langsung nyinyir melihat rumah Shao Yong, rumah ini terlalu kecil, bagaimana bisa dia hidup di sini nantinya?

"Dan kau... siapa kau?"

"Perkenalkan, saya Shao Yong."

"Baiklah, Shao Yong. Kuberi kau waktu satu minggu untuk merenovasi rumah ini dan membuatnya lebih besar."

Shao Yong langsung protes karena 7 hari itu terlalu singkat. Tapi protesnya malah dapat pelototan tajam dari Wu Shuang. Ibu menyetujui permintaannya dengan mudah.


Maka para pekerja pun segera dikerahkan untuk merenovasi rumah dan dipaksa kerja siang malam untuk memenuhi targetnya Wu Shuang.

Tapi kemudian, seorang tetangga muncul untuk memprotes mereka yang terlalu berisik. Wu Shuang melihat itu dan langsung menampar si tetangga dan melabraknya.


Semakin hari, Wu Shuang semakin menunjukkan sifat manja dan egoisnya. Saat Shao Yong ingin memperkenalkannya pada teman-temannya di sebuah kedai, Wu Shuang langsung protes mengeluhkan tempat sempit dan berisik itu.

Apalagi saat teman-temannya Shao Yong berkata bahwa mereka tak bisa mendapatkan ruang privat karena keterbatasan tempat. Wu Shuang langsung ngambek dan pergi sampai membuat Shao Yong tak enak pada teman-temannya.


Saat Shao Yong mengajaknya kencan naik perahu, dia langsung protes mengeluhkan perahu kecil yang disewa Shao Yong padahal ada perahu yang lebih besar dan bagus di kejauhan.

Shao Yong dengan sabar menjelaskan kalau perahu itu sudah disewa orang lain, tapi itu malah membuat Wu Shuang semakin kesal. Dia tidak mau menaiki perahu kecil, dia bisa malu kalau teman-temannya sampai tahu.


Tiba-tiba mereka bertemu dua orang kenalan Wu Shuang. Mereka langsung penasaran dengan Shao Yong, siapa dia? Shao Yong hendak memperkenalkan dirinya, tapi Wu Shuang tiba-tiba menyela dan mengklaim kalau Shao Yong adalah calon suaminya, anak dari saudara jauhnya. Jelas dia malu dengan latar belakang Shao Yong.

Tak tahan lagi, Shao Yong mengoreksi saat itu juga. Terang-terangan memperkenalkan dirinya dan jabatannya. Menyadari posisinya terlalu rendah disandingkan dengan Wu Shuang, Shao Yong pun menarik diri darinya dan pergi.


Mereka bertemu kembali saat Shao Yong kembali ke istana. Tapi Shao Yong langsung terang-terangan ingin mengakhiri hubungan mereka dan rencana pernikahan mereka.

Wu Shuang kesal tidak terima dan mengancam akan melaporkann Shao Yong ke Raja dengan tuduhan mempermainkannya. Tapi Shao Yong tak peduli, silahkan saja.


Baru dibicarakan, Raja datang saat itu dan langsung kegirangan melihat Shao Yong sudah kembali. Wu Shuang langsung mengaduh ke Raja dan meminta Raja membunuh Shao Yong.

Tapi yang tak disangkanya, Raja malah mengkritik sikapnya yang terlalu manja dan sombong. Raja malah yakin kalau Wu Shuang lah yang mempermainkan Shao Yong.

"Kenapa kau memihaknya? Aku ini keluargamu!"

"Aku... aku hanya bersikap obyektif." Kata Raja sambil cegar-cengir.


Kesal, Wu Shuang pun pergi dari sana. Tapi senyum Da Xi menghilang saat dia ingat kalau Shao Yong sudah menikah. Bagaimana istrinya? Kenapa Shao Yong tidka menghabiskan waktu lebih lama dengan istrinya.

Tapi begitu Shao Yong berkata kalau dia belum menikah, Da Xi langsung senang sambil memegang tangan Shao Yong.

Tak nyaman, Shao Yong cepat-cepat menarik tangannya dan terang-terangan menegaskan kalau dia tidak menyukai pria. 

Dia memohon agar Raja melepaskannya. Jika tidak, lebih baik dia mati saja. Cemas, Da Xi mengklaim kalau dia sebenarnya cuma mengagumi Shao Yong saja kok. Dia pikir kalau setelah menikah, Shao Yong tidak akan balik ke istana.

"Jangan khawatir. Aku tidak akan membuatmu kesulitan lagi," janji Da Xi setengah hati.


Saat kembali ke kamarnya, Da Xi langsung melompat-lompat kegirangan. Dia memberitahu Ji Man kalau Shao Yong batal menikah dan meminta Ji Man untuk membantunya mendapatkan Shao Yong.

"Aku sangat menyukainya. Aku masuk ke istana hanya demi dia. Tapi sekarang aku terperangkap dalam tubuh pria dan dia terus menghindariku. Tapi kau bisa. Kumohon bantu aku, yah?"

"Kau ingin aku menggodai pengawal? Kau sudah gila apa?"

"Memangnya kenapa kalau dia pengawal? Aku kan pelayan istana. Bantu aku, kumohon? Kumohon?"

Ji Man tetap bersikeras menolak. Sama-sama kesal, mereka pun saling acuh dan berlalu ke dua arah yang berbeda.


Tapi keesokan harinya, Da Xi mulai mengganggui Ji Man. Membuntutinya ke mana-mana, pura-pura baik membantunya melakukan pekerjaannya, bicara dengan sangat manis, bahkan membuatkannya 4 mangkok kue.

Tentunya, semua itu dilakukannya untuk menyuap Ji Man agar Ji Man membantunya mendapatkan Shao Yong. Tapi Ji Man tetap dingin menolaknya.

"Kenapa? Aku sudah melakukan banyak hal untukmu? Apa lagi yang kau inginkan dariku?"

"Tidak ada alasan. Aku hanya tidak mau membantumu."

"Kalau kau tidak mau membantu, maka berhentilah makan."

Ji Man santai meletakkan kuenya kembali. Tapi dia tidak bisa mengeluarkan yang sudah terlanjur di makan nih, apa Da Xi mau menunggu di luar WC?

 

Kesal, Da Xi langsung memanggil Shen Jia dan memerintahkan Shen Jia untuk menghabiskan semua makanan ini. Shen Jia shock, tapi terpaksalah dia membawa pergi dua mangkok.

"Dasar manusia dingin. Tidak punya perasaan. Jangan sampai kau memakannya. Kau akan sakit kalau memakannya!" Kutuk Da Xi.


Dalam flashback, sebenarnya Ji Man menolak membantu Da Xi mengejar pria lain karena dia sebenarnya sudah mulai menyukai Da Xi.

Saat Da Xi berbalik pergi waktu itu, tak sengaja sebuah patung kecil terjatuh dari bajunya, patungnya Da Xi.

Bersambung ke episode 8

0 komentar

Post a Comment