Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 15 - 2

Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 15 - 2

Pulang kerja, Mo Mo langsung celingukan mencari-cari keberadaan Wei Yi. Tapi dia tidak tampak di mana-mana. Mo Mo kecewa.


Tapi setibanya di halte bis, dia malah melihat Wei Yi sedang duduk menunggunya. Mo Mo kontan sumringah, sedang apa Wei Yi di sini?

"Menjemputmu."

Mo Mo senang. Bisnya akhirnya datang tak lama kemudian. Orang-orang langsung rebutan untuk masuk hingga tak sengaja Mo Mo terdorong menubruk Wei Yi.

Wei Yi tiba-tiba dengan manisnya mengulurkan tangan ke Mo Mo. Mo Mo pun langsung mengulurkan tangan untuk meraihnya... saat tiba-tiba saja Wei Yi malah mengayunkan tangannya dan cuma menyuruhnya naik duluan. (Pfft!)


Mereka benar-benar masih canggung pada satu sama lain. Parahnya lagi, saat mereka mau duduk, tiba-tiba saja ada sepasang kekasih yang nyerobot duluan lalu duduk berpangkuan mesra yang jelas saja membuat Mo Mo dan Wei Yi jadi canggung.

Mo Mo buru-buru duduk dan Wei Yi berdiri. Tapi tepat di sampingnya, ada sepasang kekasih lain yang malah berpelukan mesra dan pastinya membuat mereka jadi tambah canggung.


Mo Mo buru-buru mengalihkan perhatian dengan membuka jendela dan itu kontan membuat Wei Yi semakin terpesona melihat Mo Mo tampak begitu cantik diterpa angin... saat tiba-tiba saja pak supir membentak Mo Mo untuk menutup pintunya.

Tapi Mo Mo kesulitan menutup kembali jendelanya. Maka Wei Yi pun mencondongkan dirinya untuk membantu Mo Mo menutupnya.


Setibanya di rumah, mereka saling lirik-lirikan malu-malu sambil mengganti sepatu mereka dengan sandal rumah. Tapi tiba-tiba Mo Mo menghadangnya sambil berusaha menahan senyum geli dan berkata. "Kau pakai sandal yang salah."

Pfft! Malunya. Parahnya lagi, Wei Yi kesulitan melepasnya karena sandalnya Mo Mo kekecilan. Mo Mo mau membantu melepaskannya, tapi Wei Yi menolak dan bergegas masuk kamar untuk melepaskan sandal itu.

Saat dia keluar tak lama kemudian, dia langsung berjongkok di hadapan Mo Mo dan membantu dan dengan manisnya menyodorkan sandalnya Mo Mo sambil minta maaf.


Sekarang dia bingung harus bagaimana dan langsung menelepon Fu Pei untuk minta petunjuk. Dia dan Mo Mo sudah bersama sekarang, makanya dia mau tanya apa yang harus dilakukannya untuk makan malam bersama pertama mereka.

Fu Pei yang lagi sakit hati sama Shan Shan, langsung sinis mendengar pertanyaan Wei Yi. Jika Wei Yi tanya sebelum ini, dia mungkin akan menyarankan Wei Yi untuk mengadakan candle-light dinner, potong steak, dan saling menyuapi satu sama lain.

Tapi sekarang, Fu Pei sudah tahu seperti apa cewek yang sebenarnya. Semakin kita peduli padanya, semakin dia akan meragukan cinta kita. Tapi Wei Yi sudah puas mendapat jawaban yang diinginkannya dan langsung menutup teleponnya begitu saja dan mengacuhkan curhatan Fu Pei.


Wei Yi pun langsung mengajak Mo Mo makan steak. Tapi Mo Mo malas, dia mau mandi, lagian besok dia harus bangun pagi-pagi karena ada syuting. Jadi mending mereka makan malam di rumah saja. Yah udah, akhirnya Wei Yi memutuskan pesan Gofood aja.

Saat Mo Mo keluar kamar tak lama kemudian, dia malah mendapati rumah gelap gulita. Loh, pemadaman listrik? Tapi kok lampu kamar mandi masih nyala? Mo Mo santai saja menekan saklar... dan baru saat itulah dia sadar kalau Wei Yi mau nyalain lilin. Wkwkwk! Gagal deh rencana Wei Yi.

"Oh, maaf. Lanjutkan! Lanjutkan!" Mo Mo kontan mematikan semua lampu lagi.


Mereka jadi canggung karenanya. Mo Mo berniat mau menyalakan lampu lagi saja. Tapi tepat saat itu juga, Wei Yi sudah mulai menyalakan lilin-lilinnya yang dibentuk heart. Mo Mo kontan bahagia melihat itu.

Mereka mendadak terdiam canggung lagi. Untung saja pesanan makanan mereka akhirnya datang saat itu juga. Sesuai rencana, Wei Yi pesan steak. Niatnya mau makan elegan ala-ala resto gitu. Tapi nyatanya, tidak ada satupun di antara mereka yang berhasil memotong dagingnya.

Mo Mo akhirnya nyerah deh. Sepertinya mereka kurang cocok dengan cara makan model begini. Dan jadilah mereka makan steak itu pakai sumpit.


Usai makan, mereka duduk di depan TV dengan jarak agak berjauhan sambil saling lirik-lirikan malu-malu. Tapi saat film sudah dimulai, Mo Mo langsung fokus nonton.

Wei Yi diam-diam mengulurkan tangannya, berniat mau menggenggam tangan Mo Mo. Dia hampir saja berhasil, tapi Mo Mo mendadak menarik tangannya gara-gara ketakutan melihat filmnya. Pfft! Wei Yi kecewa.


Dia mau mematikan lampu saja. Tapi Mo Mo tiba-tiba mencegahnya dengan cara menggenggam tangannya. Dan saat itulah, Wei Yi akhirnya punya kesempatan menggenggam erat tangan Mo Mo. (Hehe, mereka cute banget)

Mo Mo bahagia. Tapi tiba-tiba Wei Yi tanya apakah Mo Mo mau minum bir. Pertanyaan itu kontan membuat Mo Mo teringat kejadian malam itu. Mo Mo jadi curiga, Wei Yi mau ngapain?

Wei Yi tersenyum geli menyadari apa yang Mo Mo maksud. "Ada sesuatu yang bisa kita lakukan tanpa bir."


Wei Yi langsung mendekat untuk menci~mnya... tepat saat ponselnya Mo Mo mendadak bunyi dan Wei Yi sontak mundur. Pfft!


Shan Shan yang mnelepon dan langsung curhat tentang pertengkarannya dengan Fu Pei. Mo Mo langsung keluar ke balkon. Tapi alih-alih bersimpati, Mo Mo malah senang. Baguslah Shan Shan tidak mendaftarkan Fu Pei, Fu Pei memang pantas mendapatkannya.

Tapi Shan Shan merasa kalau dia sepertinya tidak menghormati Fu Pei. Fu Pei merasa kalau dia tidak memercayai Fu Pei sejak awal. Mo Mo meyakinkan kalau Fu Pei memang tidak perlu dihormati dan tidak pantas dipercayai.

Shan Shan tidak terima. "Apa kau menjelekkan pacarku?"

"Lalu... apa kau mau menjelekkan pacarku?"

"Sejak kapan kalian bersama?" Shan Shan kaget.

"Kemarin."

"Astaga. Berarti selain Niu Niu, kita semua punya pacar sekarang. Ah, tidak. Aku mungkin akan jadi single ;agi sebentar lagi."

"Jangan berpikir berlebihan. Fu Pei pasti akan datang padamu setelah beberapa hari."


Sementara kedua gadis itu ngobrol ngalor-ngidul, Wei Yi sibuk sendiri membrowsing tentang 'apa yang harus kulakukan saat pacarku sibuk teleponan?' (Wkwkwk! Antara lucu tapi manis juga dia membrowsing gituan)

Melihat Mo Mo kedinginan, Wei Yi akhirnya menyuruh Mo Mo masuk, sementara dia sendiri masuk kamar biar tidak mengganggu mereka.


Keesokan harinya saat Wei Yi bangun tidur, Mo Mo sudah pergi kerja. Dia ingin nge-chat tapi bingung harus ngomong apa... dan akhirnya dia cuma tanya: Apa yang sedang kau lakukan?


Mo Mo sendiri sedang berusaha menahan dinginnya udara sambil menunggu kedatangan si artis saat ponselnya berbunyi. Sayangnya, dia bahkan tidak sempat melihatnya karena tepat saat itu juga, Lin Zhi Cun akhirnya datang.

Mo Mo langsung memperkenalkan dirinya dengan ramah, tapi managernya Zhi Cun malah dengan sombongnya menolak perkenalan diri Mo Mo, sedangkan Zhi Chun diam-diam memperhatikan Mo Mo dari atas ke bawah dari balik kacamata hitamnya.

Kesal, tapi Mo Mo tetap bersikap ramah pada mereka. Mo Mo awalnya tidak menyadarinya karena Zhio Cun tampaknya fokus memandang ke depan. Tapi saat dia berdiri di samping Zhi Cun, saat itulah dia menyadari keanehan tatapan Zhi Cun pada dirinya dari balik kacamata hitamnya.

Si manager berusaha beramah tamah pada si sutradara, tapi Zhi Cun malah menyapanya dengan gaya angkuh. Si manager sampai harus mengomelinya gara-gara sikapnya itu.


Mo Mo lalu mengantarkan Zhi Cun ke ruang ganti... lalu mendadak melamun menatap kaca seolah dia sedang memperhatikan Zhi Cun padahal pikirannya sedang melamunkan Wei Yi, dia kangen Wei Yi.


Sementara itu di rumah, Wei Yi sedang gundah menatap chat-nya yang tak kunjung dibalas. Tepat saat itu juga, si Lingkaran mendadak lewat. Entah apa yang dia pikirkan, tapi Wei Yi mendadak mendapat ide bagus lalu mulai mengoperasi si Lingkaran.


Zhi Cun langsung kepedean mengira Mo Mo sedang memperhatikannya. "Aku tampan yah?"

Mo Mo kontan tersadar begitu mendengar pertanyaan itu. Zhi Cun bilang apa? Zhi Cun tanya sekali lagi dengan kepedean tingkat dewa, apakah Mo Mo belum pernah melihat cowok seganteng dirinya?

"Aku mendapatkan seseorang yang jauh lebih tampan darimu." Gumam Mo Mo.

Zhi Cun langsung bisa menduga kalau Mo Mo pasti pegawai magang yah? Soalnya dia bahkan tidak tahu cara menjilat.

"Maaf sudah merepotkanmu." Sinis Mo Mo sambil tersenyum manis.


Tiba-tiba si manager datang dan langsung mengusir semua orang kecuali Zhi Cun. Mo Mo tetap berada di dekat mereka dan mendengar si manager ngomel-ngomel memarahi Zhi Cun yang bersikap angkuh pada sutradara padahal dia belum jadi seorang super star.

Parahnya lagi, si manager mendadak berubah menjelek-jelekkan Mo Mo secara tak langsung. Dia mengingatkan Zhi Cun bahwa perusahaan iklan mengirimkan pegawai magang kemari karena Zhi Cun bukan seorang super star. Mo Mo jelas kesal mendengarnya.

Epilog:


Mungkin saking gabut-nya nungguin balasan chat dari Mo Mo yang tak kunjung datang, Wei Yi mengubah Lingkaran agar bisa diperintah melalui suara. Dia bahkan bisa menjawab pertanyaan Wei Yi sekarang.

"Gu Wei Yi itu siapa?" Tanya Wei Yi.

"Tuan."

"Si Tu Mo siapa?"

"Nyonya." Jawab Lingkaran. Wei Yi puas mendengar jawabannya.

Bersambung ke episode 16

1 komentar: