Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 9 - 2

 Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 9 - 2


Khun Lek terang-terangan menginterogasi Phaulkon terkait kebenaran dari isu yang didengarnya dari Luang Sorasuk itu, bahwa kedua farang anak buahnya Phaulkon itu membeli barang dagangan dari istana, terutama emas dan permata yang jadi incaran banyak orang, atas persetujuan Phaulkon.

Phaulkon membenarkannya, tapi dia mengklaim kalau kedua anak buahnya itu sudah mengikuti prosedur.

"Lalu apa kau tahu kalau mereka membeli semua itu bukan untuk perusahaan Inggris, melainkan untuk dijual secara diam-diam?"

Gara-gara itu, perushaaan dagang Inggris mengalami kerugian besar, Khun Lek cemas kalau-kalau mereka akan menuntut Paduka Raja. Tapi Phaulkon dengan ahlinya pura-pura kaget dan tak tahu menahu tentang masalah itu.

Khun Lek mempercayainya begitu saja dan mengaku kalau ia sudah bilang ke Luang Sorasuk bahwa Phaulkon pasti tidak terlibat. Ia sangat percaya kalau Phaulkon adalah orang yang jujur.

Jadi pelakunya pasti cuma kedua farang Inggris itu yang melakukan korupsi terhadap perusahaan mereka sendiri. Khun Lek cemas kalau-kalau masalah ini akan tersebar luas.

Karena itulah, ia memperingatkan Phaulkon untuk menemukan cara untuk mencegah masalah ini. Phaulkon diam saja, dia tampak perang batin. Di satu sisi dia tampak merasa bersalah mendengar kepercayaan Khun Lek, tapi di sisi lain dia tetap ambisius.

 

Saat Phaulkon keluar tak lama kemudian, dia melihat beberapa tamu lainnya datang dengan membawa berbagai macam harta benda untuk Khun Lek yang kontan membuat Phaulkon tampak kesal.


Kade terburu-buru menemui Ayah untuk melanjutkan percakapan mereka tentang Phaulkon yang sempat tertunda. Kade penasaran, apakah Phaulkon itu jujur pada Khun Lek atau tidak?

"Pertanyaanmu aneh sekali. Kenapa kau pikir Constantine itu tidak jujur pada Ork Ya Kosa Thun? 10 tahun lebih dia bekerja pada Thun dan Thun Ork Ya sangat mempercayainya dan mendukungnya sampai dia menjadi penasihat Raja. Raja juga sangat menyukainya."


Jawaban Ayah itu membuat Kade jadi tambah bingung, "Jadi dia orang baik atau tidak?"

"Siapa?" Tanya Por Date yang mendadak muncul.

"Siapa?" Kade pura-pura bodoh.

"Jangan bersikap seolah kau tidak tahu."

"Pura-pura tidak tahu? Tidak, tidak sama sekali. Aku tidak pura-pura tidak tahu."

Tapi tentu saja Por Date tidak percaya. Dia setuju dengan ayahnya, pertanyaan Kade itu sangat aneh. Kenapa Kade bertanya begitu? Katakan! Apa yang Kade ketahui tentang Phaulkon? Orang macam apa dia?


Tapi Kade tetep keukeuh dengan kebohongannya, dia tidak tahu apa-apa. Alasannya tanya seperti itu justru karena dia tidak tahu, makanya dia bertanya-tanya apakah Phaulkon itu orang baik atau tidak.

"Dan kenapa kau tertarik menanyakan segala hal tentang si farang itu?"

"Aku kan pernah punya masalah dengannya. Sikapnya buruk dan dia menindas Ayahnya Mae Maria. Tapi paman bilang kalau dia orang baik. Raja Narai juga bilang kalau dia orang baik. Jadi itu artinya dia punya sisi baik."

Alasannya masuk akal. Por Date akhirnya mulai mempercayainya. Kade memang benar, setiap orang memang punya sisi baik dan buruk. Itu hal yang biasa. Tapi yang paling penting adalah apakah sisi buruknya berbahaya bagi orang lain atau tidak.

"Dan kapan kita akan mengetahuinya?" Tanya Kade.

"Orang yang baik atau jahat, tidak akan bisa ditutupi terlalu lama, Mae Karakade."


Por Date langsung mendekati Kade. Tapi tiba-tiba saja Kade mendengar ada suara tangisan entah dari mana. Tapi saat dia menanyakannya ke Por Date, Por Date malah berkata kalau dia tidak mendengar apapun. (Wiih, berarti tangisan gaib dong)

Kade langsung sadar kalau itu suara tangisan Karakade dan buru-buru mundur menjauhi Por Date. Begitu tangisan gaib itu tak lagi terdengar, Kade mengalihkan topik kembali tentang Phaulkon. Katanya, Khun Lek sudah menganggap Phaulkon seperti anak sendiri?

Por Date membenarkan. Khun Lek memang pernah bicara begitu, karena Phaulkon memiliki segala hal yang Khun Lek inginkan dari seorang anak. Phaulkon bahkan sanggup melakukan apapun permintaan Raja.


Dalam rapat di istana keesokan harinya, Raja Narai mengumumkan bahwa ia ingin membahas masalah pembangunan Benteng Prakan.

Phaulkon yang ditugaskan menyurvei lokasi, menyarankan agar Raja membangun benteng itu. Dia bahkan sudah menggambar contoh blueprint-nya.

Raja melihat blueprint itu sekilas dan langsung suka. Beliau bahkan berjanji akan menaikkan posisi Phaulkon kalau dia berhasil menyelesaikan pembangunan benteng ini.

Phaulkon sontak mengucap terima kasih. Tapi bagaimanapun, para pekerja yang akan mereka pekerjakan untuk membangun benteng, harus tetap mendapat penghasilan untuk hidup. Lalu dari mana dia bisa meminta dana untuk itu?

Raja menunjuk Khun Lek. Departemen keuangan yang dikepalai oleh Khun Lek kan pasti punya banyak uang. Karena itulah, Raja memerintahkan Khun Lek untuk menyerahkan sejumlah dana pada istana untuk membangun benteng itu.



Begitu mereka keluar dari istana, Khun Lek langsung mengkonfrontasi Phaulkon atas tindakannya tadi. Bukankah dia sudah bilang kalau dia tidak menyetujui pembangunan benteng itu? Phaulkon santai beralasan kalau itu adalah titah Raja.

Khun Lek tahu kalau itu titah Raja. Tapi tetap saja Raja membuat keputusan itu berdasarkan saran dari Phaulkon. Demi apa Phaulkon malah bilang kalau tempat itu cocok untuk dibangun benteng?

Phaulkon beralasan kalau mereka tidak akan bisa menentang Raja. Beliau kan selalu ingin membangun sesuatu. Bahkan selama 3-4 tahun ini, Raja selalu memberi perintah untuk membangun lebih banyak istana dan lebih banyak jalan. Jadi sudah waktunya untuk membangun benteng.

"Kita tidak begitu mengetahui Benteng Prakan. Kau tahu mengapa? Karena rasanya seperti terpenjara."

Phaulkon tak setuju dengan hal itu. Khun Lek mulai kesal mendengar bantahannya. Mereka tak punya cukup budak untuk membangun benteng itu. Kebanyakan orang bekerja sebagai 'phrai luang'. Pekerjaan semacam itu terlalu melelahkan bagi mereka, ditambah lagi, mereka masih harus mencari nafkah.


"Tapi mereka tetap harus melakukannya."

"Aku mengasihani mereka."

"Saya rasa anda harus memohon langsung pada Paduka Raja." Dingin Phaulkon lalu pergi dengan angkuhnya.

Tapi Khun Lek dengan cepat menghentikannya dan menyatakan kalau ia akan memohon langsung pada Raja. Phaulkon sebaiknya memperingatkan kedua farang Inggris itu untuk menghentikan korupsi terhadap perusahaan mereka sendiri.

"Inggris tidak bodoh. Ini masalah besar dan melibatkan banyak orang. Masalah ini tidak akan bisa disembunyikan. Di mana ada api, di situ ada asap. Begitu api itu berkobar, siapa yang bisa menghentikannya?"

Masalah ini juga akan melibatkan Phaulkon, karena dialah yang menjual barang pada kedua farang itu sekaligus kepada pihak Inggris. Tindakannya itu terlalu berbahaya. Phaulkon bisa dituduh membantu dan bersekongkol dengan para farang itu. Phaulkon diam saja, tapi tampak jelas dia emosi mendengar ancaman Khun Lek.


Phaulkon lalu menceritakan masalah ini pada rekannya. Richard heran, bagaimana bisa orang-orang itu mengetahuinya? Siapa yang memberi mereka informasi?

"Namanya Ork Luang Sorasuk. Dan ayahnya adalah Ork Phra Phetracha."

"Phra Phetracha? Apa dia benar-benar punya kekuasaan dan otoritas sebesar itu?"

"Dia mengontrol Pasukan Gajah Kerajaan. Ibunya adalah ibu susuan Khun Luang. Dan adiknya adalah salah satu dari istrinya Khun Luang, dan dia adalah selir favorit. Dia tidak menyukaiku."


Luang Sorasuk sendiri tengah latihan bela diri dengan para pasukan gajahnya. Dia tampak begitu ganas walaupun cuma latihan dan sukses mengalahkan lawan-lawannya dengan mudah.

Usai latihan, dia duduk bersama ayahnya - Phra Phetracha, yang tampaknya sedang berpikir serius. Luang Sorasuk penasaran apa yang ayahnya pikirkan.

"Ork Luang Phaulkon. Entah apakah mungkin bisa membencinya lebih daripada sekarang." Geram Phra Phetracha.

Luang Sorasuk lebih tertarik dengan fakta lainnya tentang Phaulkon, bagaimana bisa si Phaulkon itu mendapatkan istri secantik itu. Istrinya itu campuran India dan Jepang dan sangat cantik.

"Si farang itu tidak bisa dipercaya. Aku takut dia akan membujuk Raja... untuk pindah ke agamanya."

Luang Sorasuk tak yakin. Raja kan pintar, dia yakin Raja tidak akan pindah ke agamanya Phaulkon. Phra Phetracha penasaran, bagaimana reaksi Khun Lek saat Luang Sorasuk memberitahu Khun Lek tentang si farang itu dan korupsi yang dilakukannya?

"Aku pernah memberitahunya, tapi Khun Lek cuma mendengarkan."

"Dia tidak mengatakan apapun?"

"Dia berkata..."

Bersambung ke part 3

0 komentar

Post a Comment