Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 6 - 3

 Sinopsis Bupphae Saniwaat Episode 6 - 3


Ketiga wanita itu sontak panik mendengar suara Por Date. Yam berusaha meyakinkan tidak ada apa-apa, tapi Por Date tidak percaya dan menuntut mereka untuk membuka pintu sekarang juga.

Pin heran saat kemudian tak kedengaran suara apapun lagi. Dia berusaha mendekatkan kupingnya ke pintu. Kade yang panik, berusaha mencegah Pin mendekat saat Yam sedang sibuk membuka sarungnya... dan jadilah dia tak sengaja menjenggal kaki Pin hingga Pin terjatuh tepat ke pintu, membuat pintu itu terbuka dan sarungnya Kade terlepas. Wkwkwk!

Untung saja pandangan Por Date terhalang penyekat ruangan dan Kade buru-buru memakai sarungnya kembali. Por Date benar-benar cemas, ada apa dengannya?

"Aku baik-baik saja. Tidak ada apa-apa." Ketus Kade.

Tidak percaya, Por Date langsung menuntut kedua pelayan keluar lalu mengancam akan mencambuk mereka karena bikin keributan. Tidak terima, Kade langsung maju menyelamatkan kedua pelayannya dengan mengusir Por Date keluar dari sini.

"Ini kamarku. Aku ada urusan dengan mereka berdua. Kau tidak terlibat! Keluar!" Dia langsung mendorong Por Date menjauh dari pintu lalu menutup pintunya lagi.


Por Date tentu saja tidak mau pergi. Dia terus berdiri di sana dan mendengarkan ocehan para wanita di dalam tentang 'nunggang kuda'.

Selama beberapa saat kemudian, Por Date masih sabar menunggu di luar. Kade akhirnya keluar tak lama kemudian lalu berjalan mendekati Por Date. Tapi dia tidak sadar kalau dia jalannya aneh banget. 

Por Date heran melihat cara jalannya, ada apa dengannya? Kade bingung, dia tidak kenapa-kenapa kok. Lalu... kenapa Kade jalannya kayak begitu?

"Jalan kayak apa?" Bingung Kade sambil terus mendekat yang jelas saja membuat Por Date semakin heran. Dan baru saat Por Date mempelototi kakinya, Kade akhirnya sadar cara jalannya yang aneh dan langsung panik.


"Apa kau terluka? Kenapa kau tidak bisa jalan dengan benar?"

Kade speechless tak tahu harus menjawab apa sambil terus melirik ke belakang, berharap kedua pelayannya segera datang untuk menyelamatkannya. Tapi kedua pelayan sendiri masih sibuk merapikan barang-barangnya Kade.

Cemas karena tak mendapat jawaban, Por Date langsung mendekat, berniat ingin mengecek Kade, siapa tahu dia terluka. Tapi Kade refleks melompat mundur dan melarangnya mendekat.

"Aku tidak terluka. Aku ingin kembali ke kamarku."

Pin dan Yam akhirnya sadar kalau nona mereka tidak ada di kamar dan langsung panik. Mereka bergegas keluar dan membantu memapah Kade kembali ke dalam kamar lalu mengunci pintu.


"Duh! Ini benar-benar karmanya wanita cantik!" Gerutu Kade pada dirinya sendiri.

Kedua pelayan langsung mengomelinya karena tidak seharusnya dia keluar kamar saat sedang datang bulan. Dia hanya boleh tinggal di kamar. Kade tidak mengerti kenapa?

"Nona, anda tidak boleh membiarkan siapapun melihat anda berjalan seperti ini, jao ka." Omel Yam.

Pin setuju. Kalau darahnya sampai tembus saat dia berada di luar kan bisa malu. Kade kecewa, jadi dia tidak boleh melakukan apapun selama datang bulan? Dan tidak ada seorang pun yang akan melihat wajahnya selama beberapa hari?

Duo pelayan mengiyakan semuanya. Cukup bilang kalau dia sedang 'menunggang kuda', maka semua orang pasti akan mengerti. Yang penting, dia tidak boleh bilang kalau dia sedang datang bulan. Kade merasa lucu dengan sebutan itu. 'Menunggang kuda' artinya datang bulan. Terus kalau dia menunggang kuda beneran, apa namanya?

"Kalau begitu, sekarang ini aku adalah Manee Rattana."

"Siapa, jao ka?" Bingung kedua pelayan.

"Itu yang ada di 'Kaew Na Mah' (judul sebuah lakorn), kalian tidak pernah lihat?" Kade asyik aja menirukan gaya berkuda tanpa menyadari Por Date sebenarnya masih berada di luar dan ikut tertawa mendengar candaannya.


Keesokan harinya, Pin berniat mau mencucikan bajunya Kade. Tapi Kade langsung menarik bajunya kembali dan menegaskan kalau dia akan mencucinya sendiri.

Dia lalu menyuruh mereka untuk mengambilkannya sebuah baskom, alat yang mereka gunakan untuk mencuci baju itu loh. Tapi duo pelayan tahunya alat itu namanya 'Krue'.

Setibanya di sungai, duo pelayan memberinya sebuah bak kayu yang mereka sebut sebagai 'Krue' itu. Kade langsung bergerak cepat mencuci baju itu sendiri sampai membuat kedua pelayan keheranan dengan sikapnya.

Mereka sungguh tidak mengerti ada apa dengan Kade? Kenapa sekarang dia mencuci bajunya sendiri padahal dia tidak pernah mencuci baju sendiri sejak dia kecil?

"Kalian berdua. Aku tidak akan membiarkan kalian mencuci baju ini. Ini baju kotorku, bagaimana bisa aku membiarkan orang lain mencucikannya untukku?"

Pin ngotot ingin mencucikannya di sungai dan berusaha merebut bak itu, tapi Kade tegas melarangnya. Mereka tidak boleh mencuci ini di sungai karena itu akan mengotori air sungai.


Tanpa mereka sadari, Por Date sebenarnya sedang melihat mereka dari dalam rumah dengan keheranan, mungkin heran melihat Kade mencuci baju sendiri. 

Ayah mendadak muncul di sana dan penasaran dengan apa yang Por Date lihat. Por Date awalnya berusaha menghindari pertanyaan itu dengan mengalihkan topik, tapi Ayah terus menuntutnya untuk menjawab pertanyaannya. Terpaksalah Por Date mengakui kalau dia sedang melihat Kade.

"Aku tidak tahu apa yang sedang dilakukannya di sungai. Dia tampak aneh."

"Apa yang kau khawatirkan?"

"Tidak ada."

"Ayah akan mencarikan hari baik untuk pertunanganmu, Por Date." Ujar Ayah lalu pergi, dan itu kontan membuat Por Date menyunggingkan seulas senyum tipis.


Di sungai, Yam memberitahu Kade bahwa barusan saat dia melihat Janward datang menemui Por Date. Kade senang mendengar Janward datang dan langsung semangat untuk cepat-cepat menyelesaikan cuciannya.

Begitu selesai, dia menyuruh kedua pelayan untuk membuang airnya. Mereka berniat mau membuangnya ke sungai, tapi Kade langsung protes melarangnya. Air sungai itu digunakan untuk mandi dan minum air, jadi mereka tidak boleh membuang air kotor ini di sungai. Siram aja ke pepohonan.

Selesai menjemur semua bajunya, Kade semangat mau masuk untuk menemui Janward. Tapi Pin langsung melarangnya dan menegaskan kalau dia harus istirahat di kamar. Dia tidak boleh keluar menemui Janward.


Kade tak peduli, dia mau menemui Janward sebentar saja kok. Dia bahkan langsung lari sekarang juga tanpa mempedulikan protesnya Pin lagi.

Janward datang membawakan semangkok jajanan buatan ibunya sendiri. Tapi belum sempat Por Date mencicipinya, tiba-tiba mereka mendengar suara Kade di luar, sedang memanggil Reung yang baru datang.

Kade senang banget bertemu dengannya, rasanya seperti kencan. Dia bertemu Reung dan Por Date bertemu Janward.

"Mae Janward ada di sini?"

"Iya, dia ada di dalam."

"Dan kenapa kau ingin bertemu denganku?"

"Aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku ingin dengar kabarmu. Khun P' tidak pernah memberitahuku tentang apapun."

"Begitu? Kau ingin tahu tentang apa?"

"Tentang pekerjaanmu."

"Oh, aku belum punya istri loh."

Mereka santai saja berjalan masuk sambil bercanda tawa, bahkan ngakak keras-keras sampai suara mereka terdengar sampai ke dalam rumah.


Por Date memberitahu Janward bahwa yang datang itu Reung, dia memang meminta Reung untuk datang kemari untuk membicarakan urusan pekerjaan.

"Apa Khun P' ingin aku pergi, jao ka?"

"Untuk apa? Kau sudah berbaik hati mengunjungiku kemari. Kau boleh tinggal dan bersosialisasi sebentar."

Kade dan Reung keasyikan ngobrol sambil bercanda tawa layaknya teman akrab sampai membuat Por Date cemburu dan cepat-cepat menyela mereka dengan menyuruh Reung untuk masuk sekarang juga.

Kade langsung ikutan duduk di sana, tak peduli biarpun Por Date sedang mempelototinya. Reung langsung menyapa Janward dan topik obrolan mereka langsung mengarah ke masalah pekerjaan kedua pria itu. Cuma Kade yang tidak ikut bicara, tapi dia memperhatikan semua pembicaraan mereka.

Janward nyerocos panjang lebar membahas tentang saat Por Date dan Reung datang ke rumahnya tengah malam untuk berkonsultasi dengan ayahnya dan Khun Ban. Reung mengaku kalau pembicaraan mereka waktu itu belum selesai, Ork Ya Phra Visut (Khun Ban) juga akan datang hari ini.

"Sebentar lagi, kita akan mendengar lebih banyak detilnya dari paman. Ngomong-ngomong, mereka yang tidak tahu apa-apa, pasti akan tersesat." Sindir Por Date sambil melirik Kade.

Kade mau protes, tapi Por Date bahkan tidak memberinya kesempatan untuk bicara dan memberitahu bahwa Ork Ya Visut akan datang sebentar lagi. Kade antusias minta izin untuk menyapanya, tapi Por Date melarang. Itu bukan urusan Kade.

"Tidak apa-apa kok. Aku rela melakukannya, aku bisa melakukannya. Sungguh tidak apa-apa, gampang banget!" Cerocos Kade yang sontak mendapat tatapan bingung dari Janward.

"Mae Ying Janward. Kau tidak mengerti, yah? Bahasa Songkrae memang seperti ini." Alasan Kade.

Tapi Por Date menegaskan bahwa sudah ada pelayan yang menyambut kedatangan Khun Ban di depan, jadi Kade tidak perlu ikut. Kade langsung manyun sambil melempar tatapan sebal ke Por Date.

Bersambung ke part 4

1 komentar: