Sinopsis About is Love Episode 14 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 14 - 1

Wei Qing dan Zhou Shi buru-buru menjauh dengan canggung dan malu. Asisten An berusaha menahan senyum gelinya saat dia memuji 'aktingnya' Zhou Shi, dia pasti akan berhasil besok.


Wei Qing gugup menyetujuinya, pokoknya Zhou Shi lakukan saja seperti yang dia praktekkan barusan, dia pasti akan sukses.

"Sungguh? Terima kasih."

"Sama-sama. Bukankah kita teman?"



Keesokan harinya, Zhou Shi akhirnya selesai menulis kaligrafinya. Zhang Shuai melihatnya sekilas dan langsung tahu kalau itu adalah kutipan sebuah puisi.

Wah, Zhou Shi kagum. Zhang Shuai memang yang paling pintar di jurusan mereka. Tapi Zhang Shuai penasaran, kenapa Zhou Shi menulis yang bagian ini? Bukankah baris pertama puisi itu jauh lebih terkenal?

"Soalnya ini yang paling pendek." (Gubrak!)

"Cuma karena itu?"

"Eh, kakak. Apa kau tahu kalau hanya untuk menulis bagian ini saja, aku butuh waktu 3 hari 3 malam? Tanganku capek. Lihatlah, aku bahkan hampir tidak bisa memegang sumpit."

Zhang Shuai melihat Zhou Shi menulis kaligrafi lain. Kalau yang itu apa? Oh, Zhou Shi menulis itu cuma pas lagi bad mood aja kemarin. Tapi hasilnya bagus juga. Dia mau memberikannya pada seseorang yang nyebelin. (Pasti Wei Qing deh)


Fei Fei bersiap keluar rumah dengan dandanan cantik, tapi hanya mendapati Ning Fei sendirian di rumah. Ke mana yang lain? Oh yah, hari ini kan ultahnya Ming Cheng. Terus di mana Qiu Jing?

"Sekarang bulan purnama. Dia pergi untuk melihat bulan."

"Romantis sekali. Berarti kau sendirian di rumah. Kau mau pergi ke mana?"

"Aku? Aku akan pergi bertemu dengan direktur brand ternama bareng Direktur He. Sekarang bulan purnama, entah apa yang akan terjadi nanti."

Ning Fei mendadak cemburu dan ngambek menutup tirai tempat tidurnya. Tapi Fei Fei malah mengira kalau Ning Fei ngambek cuma karena dia tidak mau menemani Ning Fei di rumah. Dasar anak kecil.

Tapi begitu Fei Fei keluar rumah, Ning Fei kontan memperhatikannya dari jendela dengan cemas, cemas akan kedekatan Fei Fei dan He Wei.


Wei Qing menjemput Zhou Shi yang sudah berdandan culun dengan membawa kedua kaligrafi yang dia bungkus di kotak yang bentuknya sama. Wei Qing bahkan setulus hati memberikan semangat untuk Zhou Shi.

Sesuai dugaan, Zhou Shi menghadiahkan kaligrafi yang satunya untuk Wei Qing. Tapi Wei Qing buka aja di rumah, yah.


Tidak ada makanan layak makan di kulkas, terpaksa Ning Fei harus keluar ke mini market untuk beli makanan. Saat dia keluar, perhatiannya teralih pada seekor kucing liar.

Tapi si kucing malah pergi dan Ning Fei santai saja mengikutinya tapi ujung-ujungnya malah tersesat dan dia tidak tahu di mana dia berada sekarang.


Sementara itu, He Wei membawa Fei Fei ke sebuah pesta kalangan kelas atas. Mereka bahkan foto selfie berdua.

Memergoki Fei Fei sedang mesam-mesem melihat foto selfie mereka, He Wei langsung melancarkan rayuan gombalnya, dia bahkan mengundang Fei Fei ke rumahnya setelah pesta ini usai nanti.

Tapi belum sempat Fei Fei menjawab, ponselnya tiba-tiba berbunyi dari Ning Fei. Aish! Fei Fei buru-buru menjauh dan menjawab teleponnya dengan kesal, cepat katakan ada apa!


Ning Fei mengaku kalau dia tersesat, dia tidak tahu di mana dia berada sekarang. Fei Fei kesal banget mendengarnya, Ning Fei kirim aja lokasinya sekarang. Nanti dia akan mencari Ning Fei begitu dia sudah selesai dengan urusannya di sini. Ning Fei tunggu saja di sana dan jangan ke mana-mana.

Ning Fei mengiyakannya dengan patuh dan langsung menutup teleponnya begitu saja padahal Fei Fei masih belum selesai ngomong dan berniat menyuruhnya untuk mencari mini market terdekat biar dia tidak masuk angin.


He Wei penasaran ada masalah apa. Fei Fei menyangkal, ini cuma... kucing punya temannya hilang, terus dia dimintai bantuan untuk mencari kucing itu. Cuma kucing liar sih, temperamennya sangat buruk dan tidak patuh dan sekarang dia malah kabur.

"Baguslah kalau begitu. Biarkan saja dia di luar biar dia tahu kalau berada di rumah itu yang terbaik. Dengan begitu, dia tidak akan kabur-kabur lagi nanti. Apa kau sudah memutuskan tentang usulanku?"

Fei Fei setuju, maka He Wei pun mengajaknya pergi sekarang.

 

Semua anggota klub astronomi sudah berkumpul di ruang karaoke untuk merayakan pesta ultahnya Ming Cheng. Zhou Shi baru datang tak lama kemudian dengan dandanan culunnya, tapi Ming Cheng malah sibuk main hompimpa sama Ran Yu sampai tidak memperhatikan kedatangannya, ditambah lagi dengan keributan orang-orang yang sedang karaokean.

Zhou Shi sampai harus teriak pakai mic untuk menarik perhatiannya dan otomatis menarik perhatian semua orang juga. Tapi alih-alih menyukai penampilannya, Ming Cheng malah heran, kenapa Zhou Shi berpakaian seperti ini? Dia pakai kacamata lagi, tapi kacamatanya tidak ada lensanya, aneh banget.

Qiu Jing juga keheranan melihat penampilannya. Malu, Zhou Shi buru-buru duduk bersama Qiu Jing dan melepaskan wignya. Ming Cheng pun melanjutkan hompimpanya sama Ran Yu.


Wei Qing baru tiba di rumah dan langsung membuka kotak kaligrafi pemberian Zhou Shi. Tapi saat dia membukanya, dia malah mendapati tulisan: Untuk Kak Li Ming Cheng. (Waduh, keliru) Wei Qing pun bergegas pergi.


Acara inti pun dimulai, semua orang menyanyikan lagu ultah untuk Ming Cheng. Tapi belum sempat Zhou Shi mengatakan sesuatu, Ran Yu bergerak cepat memberikan kadonya untuk Ming Cheng. Kadonya cukup mewah, sebuah kamera keluaran terbaru yang kontan membuat Zhou Shi jadi ciut.

Qiu Jing males banget melihat semua orang mengelu-elukan Ran Yu dan buru-buru mengumumkan kalau Zhou Shi juga menyiapkan hadiah untuk Ming Cheng.

"Aku tidak punya sesuatu untuk diberikan untukmu, jadi aku menulis sebuah prosa." Ujar Zhou Shi sambil memberikan gulungan kaligrafinya.

Ming Cheng sudah antusias saja ingin segera membacanya. Tapi saat dia membukanya, semua orang malah ngakak karena di kaligrafi itu malah tertulis kutukan: DITAKDIRKAN SENDIRIAN SELAMANYA. (Wkwkwk!)

"Ucapan selamatmu sungguh unik."

"Zhou Shi benar-benar pintar bercanda. Pak ketua kita akan terberkati dengan kata-kata ini."

"Li Ming Cheng, adikmu memperlakukanmu dengan baik."

Terang saja komentar itu malah membuat Zhou Shi kepedean, sama sekali belum menyadari kesalahannya. Qiu Jing curiga dengan reaksi geli Ran Yu dan langsung ikutan melihat kaligrafi itu dan kontan kaget.

"Bagaimana? Bagus, kan?  Aku berusaha keras loh." Ujar Zhou Shi dengan pedenya.

Qiu Jing menyuruhnya melihatnya sendiri saja dan saat itulah Zhou Shi akhirnya menyadari kesalahannya.

Fei Fei berusaha nge-chat teman-temannya, meminta mereka untuk menjemput Ning Fei, tapi tidak ada yang menjawab.

He Wei muncul dan langsung sok romantis memberikan jaketnya untuk Fei Fei. Malam ini sangat dingin, sebaiknya mereka bergegas ke rumahnya.

Tapi setelah Fei Fei masuk ke dalam mobilnya, tiba-tiba dia melihat seekor kucing liar yang kontan membuatnya keluar dari mobil lagi karena cemas memikirkan Ning Fei... dan akhirnya dia dia memutuskan untak menolak ajakan He Wei lalu buru-buru pergi. He Wei jelas kesal, tidak terima di PHP-in sama Fei Fei yang dia kira mantan kekasihnya Wei Qing.


Zhou Shi mengajak Ming Cheng keluar untuk menjelaskan tentang kaligrafinya tadi, dia salah ambil hadiah. Tapi Ming Cheng sama sekali tidak mempermasalahkannya.

Lagian apa yang Zhou Shi tulis itu memang ada benarnya. Orang-orang seperti Ming Cheng yang tidak membuka diri terhadap cinta, memang ditakdirkan untuk sendirian.

"Bukan begitu, aku sungguh-sungguh menyiapkan hadiah untukmu. Aku bahkan menulisnya cukup lama."

"Tidak apa-apa, aku tahu. Aku menerima niat baikmu. Terima kasih. Jangan merasa bersalah. Ayo masuk lagi."


Tiba-tiba Ran Yu muncul dan langsung menarik Ming Cheng kembali ke dalam untuk duet bersamanya, sementara Zhou Shi hanya bisa melihat mereka dengan merana. Pria yang pintar dan gadis yang cantik, mereka pasangan yang serasi.

"Bisa tidak kau jangan putus asa? Apa kau mau menyerah semudah itu? Sama cewek kayak dia lagi." Nyinyir Qiu Jing.

"Kalau tidak, bagaimana kalau aku membiarkanmu memilikinya?"

Qiu Jing nggak mau. Lagian kan Zhou Shi yang memperlakukan Ming Cheng paling baik. Zhou Shi rasa, biarpun dia selalu memperlakukan Ming Cheng dengan baik, tetap saja percuma. Ming Cheng bukan miliknya. Stres, Zhou Shi akhirnya melampiaskannya dengan minum-minum sampai bergelas-gelas.

Bersambung ke part 2

4 komentar: