Sinopsis Leh Nangfah Episode 2 - 2

Sinopsis Leh Nangfah Episode 2 - 2


Beauty jumpalitan galau di kasurnya. (Itu burungnya kok pinter yah bisa jumpalitan dan nabrak-nabrakin dirinya, hehe) Bahkan hari ini saja dia sudah jijik dengan keadaan dirinya yang sekarang dan dia masih harus bertahan selama 3 bulan?


Tiba-tiba perutnya keroncongan. Tapi bahkan ingin minum dari teko pun dia tidak bisa. Jadilah Beauty jejeritan gaje mengutuki Dewi dan mengatainya monster serangga.

Lalita benar-benar tak tega melihat Beauty seperti itu, ingin sekali rasanya dia bisa mengambil semua lukanya Beauty.

"Jika dia ingin mempelajari sesuatu. Dia harus menghadapi banyak rintangan. Kuharap kau akan bersabar dan jangan melanggar aturan. Jika tidak..."

"Dia akan berubah jadi burung selamanya?"

Betul. Tapi Lalita tak perlu khawatir. Jika saatnya tiba dan dia berhenti keras kepala atau terlalu egois, maka dia pasti akan sadar. Tapi justru kedua sifat Beauty itu yang paling dikhawatirkan Lalita.

 

Saat seorang pelayan mematikan lampu seluruh rumah, dia malah mendapati lampu kamarnya Beauty masih menyala. Jangan-jangan Beauty sudah pulang. Tapi saat dia masuk, dia tak melihat siapa-siapa. Yah sudah, dia matikan lagi lampunya.

Beauty sebel banget. Dia tidak suka gelap. Tapi kalau dia nyalakan lagi, bisa-bisa kepala dan paruhnya bakalan terluka. Terpaksalah dia menjedot-jedot mukanya lagi ke saklar hingga lampunya menyala kembali sebelum kemudian mencari posisi enak untuk tidur.


Keesokan harinya, Orn curhat galau ke Tee. Dia benar-benar tidak bisa tidur semalam. Dia mencoba menelepon Beauty, tapi staf-nya bilang kalau Beauty tidak pulang. Dia pasti sangat malu dan melarikan diri. Dia tak tahu harus bagaimana. Dia ingin meminta maaf pada Beauty

Tee santai menyuruhnya untuk tenang, dia yakin Beauty tidak sesensitif itu. Ibunya Tee menyarankan Tee untuk membawa Orn menemui Beauty saja kalau begitu.

Orn langsung semangat memohon-mohon pada Tee untuk membawanya ke Beauty. Jika tidak, dia pasti akan merasa bersalah seumur hidupnya. Tee setuju dengan senyum manis tapi diam-diam melempar tatapan manyun ke ibunya.


Beauty mimpi buruk dikejar-kejar dan mendapati dirinya jadi burung. Dia sontak terbangun sambil menjerit ketakutan.

Dengan takut-takut dia melihat bayangannya di cermin dan langsung lega melihat dirinya dalam bentuk manusia. Syukurlah! Yang kemarin pasti cuma mimpi buruk. Mimpi buruk jadi burung.

Tapi saat dia memperhatikan t**uhnya lebih cermat, dia malah mendapati bekas lebam-lebam di beberapa bagian t**buhnya. Aneh, kalau yang semalam cuma mimpi, lalu dari mana semua lebam ini?


"Tidak mungkin! Apa yang harus kulakukan?!"

Beauty langsung guling-guling galau di kasurnya, saat itu pula dia melihat jimat kristal pemberian Dewi kemarin. Jimat kristal yang sontak mengingatkan Beauty akan ucapan Dewi kemarin.

Bahwa jika kristal itu menghitam, maka itu artinya kejahatan. Jika berubah warna jadi emas, maka itu artinya kebaikan. Setiap kali Beauty melakukan kebaikan, perlahan kristal itu akan berubah warna jadi emas. Begitu pula sebaliknya. Jika Beauty melakukan kejahatan, maka kristal itu perlahan akan menghitam.

"Jika kristal itu berubah sepenuhnya jadi hitam, maka kau akan jadi burung selamanya."

Bersikeras menolak mempercayai kejadian kemarin, Beauty langsung melempar kristal itu dan seketika itu pula ujung kristalnya berubah jadi hitam.


Beauty jadi galau memikirkan kutukan 3 bulannya itu. Kalau dia tidak bisa mematahkan kutukan itu dalam waktu 3 bulan, dia akan selamanya jadi burung?

Suara Dewi tiba-tiba terdengar membenarkan pertanyaannya dan mengingatkan Beauty bahwa setiap kali matahari terbenam, dia akan menjadi burung. Dan setiap kali matahari terbit, dia akan kembali jadi manusia.

Beauty tambah panik mendengarnya, apalagi sekarang sudah jam 10 siang, apa yang harus dia lakukan? Bagaimana caranya melakukan ketiga misi yang diberikan Dewi semalam? Ayo, berpikirlah Lallalit!

 

Ah, Beauty punya ide bagus. Dia bisa menyelesaikan ketiga misi itu sekaligus hanya dengan melakukan satu kali kebaikan.


Para pegawainya Beauty lagi asyik menggosipkan artikel berita tentang Beauty. Mengira Beauty sedang tidak ada, mereka santai saja mengolok-olok Beauty, bahkan mengharapkan Beauty menghilang sampai berbulan-bulan atau kalau perlu biar dia diculik sekalian.

Tak sadar mereka kalau Beauty sedang mendengarkan semua ejekan mereka. "Kalianlah yang seharusnya menghilang! Keluar dari rumahku, sekarang!"

Kaget, para pegawainya sontak berubah sikap dan mengklaim kalau mereka cuma bercanda saja tadi. Tapi tak ada ampun sedikitpun untuk mereka, pokoknya mereka semua DIPECAT!


Tapi sebelum dipecat, mereka tetap harus mengerjakan beberapa tugas untuknya sebagai ganti gaji mereka bulan kemarin. Sekretarisnya dia suruh untuk mengundang semua temannya ke pestanya hari ini dan yang lain dia suruh mengumpulkan semua baju yang tak pernah dipakainya.

"Aku akan mendonasikan semuanya." Kata Beauty.


Semua orang jelas kaget mendengar Beauty mendadak mau beramal. Dia terus saja mengulang-ulang tentang mau beramal pada jimat kristalnya, mungkin berharap kristalnya berubah jadi emas, tapi tak ada perubahan apapun pada kristalnya.


Paman Korn cuma bisa mendsah saat mendapati Pat sedang ketawa ngakak, menertawai artikel tentang Beauty. Tapi tiba-tiba, semua anak buahnya Beauty berlarian mendatanginya dan meminta Korn untuk membantu mereka karena Beauty memecat mereka semua.

Sekretaris mengklaim kalau mereka tak melakukan apapun dan cuma cemas menunggu Beauty pulang. Tapi begitu Beauty turun dari tangga siang tadi, dia malah langsung memecat mereka semua. Bahkan sebelum mereka dipecat, mereka masih diperintah untuk mengurus pesta untuknya.


"Pesta apa?"

"Pesta di rumah biasa untuk anak-anak semacam itu. Kenapa juga ayah musti tanya? Biarkan saja dia melakukan apapun yang dia inginkan. Lagian ayah kan suka membiarkannya melakukan apapun yang dia suka."

"Pat!"

Pat sontak kesal mendengarnya. "Selalu saja Beauty. Anak Ayah sendiri tak pernah Ayah pandang. Apa ayah bahkan pernah bicara manis padaku?" Kesal Pat lalu naik ke kamarnya.


Para staf-nya Beauty langsung ribut lagi. Korn menyuruh mereka untuk melakukan perintah Beauty saja, dia akan bicara pada Beauty tentang masalah ini.

Korn langsung menelepon Beauty saat itu juga dan mencemaskan Beauty yang katanya tidak pulang semalam. Beauty berbohong kalau semalam dia cuma bertemu teman lama.

"Lain kali, seharusnya kau memberitahu mereka ke mana kau pergi. Aku khawatir. Dan kenapa kau memecat mereka?"

"Apa mereka mengadu pada Paman?"

"Mereka orang yang kupekerjakan untuk mengurusmu, wajar kan kalau mereka melapor padaku? Memangnya ada masalah besar apa sampai kau memecat mereka?"

Itu karena Beauty tidak suka dengan orang-orang yang bicara manis di depannya, tapi bicara buruk di belakangnya. Makanya dia pecat saja mereka. Korn meminta Beauty untuk tenang dulu dan berjanji untuk menemui Beauty nanti setelah dia selesai pesta dengan teman-temannya.


Orn masih galau tentang Beauty. Apa dia perlu mengirim buket bunga untuk Beauty? Tee sampai heran, kenapa Orn begitu peduli dengan perasaan Beauty?

"Karena aku yang membuatnya jatuh dari panggung waktu itu. Aku juga merasa tidak enak karena membuat orang yang kusukai merasa buruk."

"Kenapa kau sangat menyukainya?"

"Itu... karena... P'Beauty selalu jadi idolaku. P'Beauty itu cantik dan cakap, dan dia juga mendapatkan gelar sarjana fashion design dari Inggris. Dia juga seorang CEO biarpun dia masih muda. Aku ingin jadi seperti dia suatu hari nanti."


"Nong Orn, dia tidak secakap dan sebaik yang kau pikir. Dia CEO, tapi cuma nama. Dia bahkan tak pernah sekalipun menampakkan muka di perusahaan. Setiap hari, yang dilakukan Beauty cuma bersosialisasi dan menggosip."

Orn heran, kenapa Tee bicara seperti itu tentang Beauty seolah Tee sangat dekat dengan Beauty. Apa Tee dekat dengan Beauty?

Tee nyinyir, dia tidak mau dekat dengan orang semacam itu. Mereka cuma saling mengenal sebagai co-CEO di perusahaan, itu saja.

"Selalu meremehkan orang lain. Selalu memprovokasi orang lain. Tak pernah peduli dengan perasaan orang lain. Cih!"

Orn semakin heran mendengarnya. Apa Beauty benar-benar melakukan semua itu pada Tee? Tee berbohong menyangkalnya. Tapi kemudian dia teringat hinaan Beauty semasa kecil dan kontan keceplosan. "Aku bukan si gendut culun!"

"Kau bilang apa?"

"Tidak ada. Aku cuma mau bilang bahwa orang seperti Beauty, tidak akan pernah melakukan kebaikan bagi orang lain."


Teman-temannya Beauty pada heran karena Beauty tiba-tiba mengadakan pesta, di siang hari lagi. Apa ada masalah?

"Itu... tidak ada masalah. Aku cuma ingin mengadakan amal."

Dia lalu membunyikan lonceng dan seketika itu pula, para pelayan bermunculan dengan membawa banyak sekali baju-bajunya Beauty yang mau dia sumbangkan. Baju-baju branded yang pernah dipakainya cuma sekali atau dua kali, beberapa malah ada yang tak pernah dipakai. Mereka boleh mengambilnya kalau suka.

Para wanita jelas langsung antusias mendengarnya. Tapi kenapa Beauty mendadak jadi baik sekali pada mereka? Err... maksudnya, kenapa Beauty memberi mereka baju-baju koleksinya?

"Kan sudah kubilang, aku mau beramal. Tapi aku tak tahu harus memberikannya pada orang miskin yang mana, makanya kukasih ke kalian."

Hedeh! Beauty! Beauty! Teman-temanya Beauty jelas langsung sebal mendengar hinaannya.


Sementara para wanita memilih-milih koleksi bajunya, Beauty main mata dengan seorang pria tampan bernama Guy. Dia pasti berniat mematahkan kutukannya saat itu juga dengan mendapatkan c**man pria itu.

Mereka lalu ke belakang bersama. Beauty tanya, jika dia minta bantuannya, apa Guy akan bersedia melakukannya? Jika misalnya, Guy harus mati demi dia, apa Guy bersedia melakukannya?

"Bahkan sekalipun aku harus mati sekarang, aku bersedia demi orang secantik kau."

"Kalau begitu, bisakah kau berkata bahwa kau mencintaiku lebih daripada hidupmu sendiri?"

"Bahkan sekalipun aku tidak mengatakannya, seharusnya kau sudah tahu. Karena aku mencintaimu lebih daripada hidupku sendiri."

"Kalau begitu, aku juga mencintaimu lebih daripada hidupku sendiri." Ujar Beauty lalu menc**m Guy.


Lalita sontak cemas melihat itu. Dia berusaha menggunakan kekuatannya untuk menghentikan Beauty, tapi Dewi dengan cepat menghentikannya dan mengingatkannya bahwa Beauty harus belajar dari kesalahannya, dia sudah bukan anak kecil lagi. Tugas mereka hanya memberinya pelajaran, bukan memandu ataupun mengubah hidupnya.


Diam-diam Beauty melihat kristalnya. Tapi alih-alih jadi warna emas, warna hitamnya malah tambah panjang. Beauty shock.

Bersambung ke episode 3

0 komentar

Post a Comment