Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 11 - 2

 Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 11 - 2

Flashback.

Dia hendak keluar bar dengan langkah sempoyongan tepat saat Xia Lin baru tiba dan jadilah dia tak sengaja menubruk Xia Lin sampai ponselnya Xia Lin terjatuh ke gelas minuman orang.


Kesal, Xia Lin langsung mengejar Yi Zhou yang saat itu sudah masuk ke dalam mobilnya, berniat mau menyetir mobil tapi tidak sadar kalau setirnya ada di sebelah kiri. Wkwkwk. Yi Zhou bingung.

Xia Lin berusaha menggedor mobilnya dan menuntut pertanggung jawaban atas ponselnya yang rusak, tapi Yi Zhou tidak dengar. Xia Lin akhirnya mulai memperhatikan kebingungan Yi Zhou dan mulai cemas, apa dia baik-baik saja? Buka pintunya! Katakan saja kalau dia perlu bantuan.


Yi Zhou akhirnya membuka jendela mobilnya dan tanya. "Di mana... setirku?"

Pfft! Xia Lin gakak mendengarnya, ternyata Yi Zhou mabuk beneran. Seketika itu pula dia melupakan kemarahannya dan ganti mengomeli Yi Zhou.

Tidak baik menyetir sambil mabuk, berbahaya untuk dirinya sendiri dan orang lain juga. Dia bahkan berbaik hati untuk mencarikan supir pengganti buat Yi Zhou. Tapi Yi Zhou terus saja menuntut di mana setirnya.

Untung saja Wen Li segera datang dan mengklaim kalau Yi Zhou itu temannya, dia akan mengurus Yi Zhou. Xia Lin sebenarnya ingin meminta pertanggung jawaban atas ponselnya pada Wen Li, tapi karena Yi Zhou nyerocos terus mencari-cari setirnya, Xia Lin akhirnya mengurungkan niatnya dan pergi.


Yi Zhou ingat segalanya setelah dia sadar keesokan harinya. "Kebaikan yang kau tunjukkan pada orang asing, benar-benar menghangatkan hatiku."

Karena itulah Yi Zhou jadi semakin penasaran dengan Xia Lin. Bahkan sejak hari itu, Yi Zhou jadi sering mampir ke toko kue hanya untuk melihat Xia Lin secara diam-diam.

Yi Zhou selalu menguntit Xia Lin ke manapun dia pergi. Dia bahkan membuntuti bis yang ditumpangi Xia Lin dan Xia Lin sama sekali tidak menyadarinya. Sejak saat itu pula, Wen Li secara berkala memberinya update tentang Xia lin.


"Aku tidak yakin sejak kapan, tapi aku mulai menanti-nanti update tentangmu. Aku seperti orang yang tenggelam dan kau satu-satunya peganganku. Aku hanya ingin memegangmu erat-erat. Mungkin Langit mendengarkan doaku dan memberiku kesempatan ini."

Suatu hari, dia melihat Xia Lin sedang bicara pada dokter yang berada di rumah sakit milik Yi Zhou itu. Dan tak lama kemudian Wen Li menyerahkan laporan medisnya Xia Lin yang asli pada Yi Zhou.

Laporan itu mengatakan bahwa sel darah putihnya Xia Lin tidak normal bukan karena leukemia, melainkan karena dia demam ditambah anemia saja.

Tapi Yi Zhou memanfaatkan kesempatan itu dengan memerintahkan Wen Li untuk mencari cara menukar laporan medisnya Xia Lin itu dan membuat Xia Lin berpikir bahwa dialah satu-satunya pendonor sumsum tulang belakang yang cocok untuk Xia Lin.

Flashback end.


"Aku benar-benar mencintaimu sejak lama. Aku tidak tahu apakah kau akan datang padaku jika aku tidak melakukan ini."

"Bukan berarti kau boleh seenaknya menggunakan cara licik seperti itu! Apa kau tidak berpikir kalau aku akan merasa menderita, sedih, dan patah hati karena penyakitku?"

"Aku tidak berpikir sejauh itu. Aku hanya ingin mengambil kesempatan yang ada."

"Kesempatan? Apa kau tidak tahu betapa menderitanya aku waktu itu? Aku tidak bisa tidur dan terus berpikir bagaimana caranya bertahan hidup satu hari lagi. Jika Jia Fei tidak ada di sana untukku, aku mungkin tidak akan selamat."

"Tapi aku melakukan semua itu karena aku mencintaimu."

"Tapi bukan berarti kau berhak untuk memanipulasi hidupku! Cintamu terlalu berlebihan dan terlalu egois, aku tidak sanggup menanggungnya!"


Tapi alih-alih terus berusaha membujuknya dengan cara baik-baik, Yi Zhou malah mengancam akan menuntut Xia Lin untuk membayar denda 10 juta jika dia melanggar kontrak pernikahan mereka. Xia Lin tak peduli, dia akan mencari cara untuk membayar denda 10 juta itu.

"Maksudku bukan begitu. Aku hanya tidak ingin kau pergi."

"Setiap kali aku memikirkan bagaimana kau mengontrol hidupku dan berbagai larangan yang kau berikan padaku, aku akan sangat ketakutan kalau aku tetap tinggal! Kalau sudah tidak ada urusan lagi,a aku pergi!"

"Mumu! Percayalah padaku, aku hanya melakukannya agar kau bahagia. Aku sungguh berharap kau akan tetap tinggal."

Tapi Xia Lin langsung melepaskan tangannya dan pergi meninggalkannya.

 

Fei Fei mendatangi kamar hotel yang sekarang ditempati Xia Lin dengan kebingungan. Kenapa tiba-tiba Xia Lin tinggal di hotel? Kabur dari rumah?

"Fei Fei, bisahkah kau pinjami aku uang?"

"Hah?!"


Xia Lin akhirnya menceritakan segalanya. Jelas saja Fei Fei kesal juga mendengar ceritanya. Bagaimana bisa si Bos Ling itu berbohong tentang sesuatu yang serius seperti penyakit, apa dia itu sudah gila? Memangnya dia tidak bisa terus terang bilang suka sama Xia Lin, gitu?

"Mungkin otaknya tidak sejalan dengan orang normal seperti kita."

Kalau begitu, obat apa yang Yi Zhou berikan semasa Xia Lin dirawat di rumah sakit? Tanya Fei Fei. Cuma obat untuk mengobati anemia. Obat-obatan yang dia minum juga ternyata cuma vitamin.

"Pantas saja aku bingung waktu aku bisa sembuh secepat itu."

"Menjadi miskin benar-benar membatasi imajinasiku. Terus apa rencanamu sekarang? Mau cerai?"

"Aku belum memikirkannya. Pikiranku bingung sekarang."

Jangan khawatir, kalau Xia Lin memutuskan untuk bercerai, dia akan mencarikannya pria lain yang jauh lebih baik. Tapi jika tidak, Fei Fei janji akan membantu Xia Lin berjuang melawan Bos Ling sampai titik darah penghabisan. Mereka harus mengoreksi kesalahannya dan membentuk ulang karakternya.

"Jangan khawatir. Akan kudukung apapun keputusanmu."

"Makasih yah, Fei Fei."


Pokoknya sekarang ini, Xia Lin tidak ingin melihat Yi Zhou. Dan yang paling penting, mencari tempat tinggal. Tapi masalahnya, belakangan ini dia tidak banyak menghasilkan uang, jadi dia tidak punya uang untuk membayar sewa.

"Apa yang kau cemaskan. Aku punya uang." Ujar Fei Fei. "Eh, bagaimana kalau aku pindah bersamamu?"

"Jangan. Aku masih harus mencari rumah besok. Kita biacarakan lagi kalau aku sudah menemukannya."

Tapi kalau besok, Fei Fei tidak bisa menemaninya karena ada kerjaan. Tidak masalah, Xia Lin bisa mengajak Yang Tong.

Baiklah. Tapi Fei Fei memperingatkannya untuk tidak terlalu berhemat. Dia harus mencari tempat di lingkungan yang aman.


Keesokan harinya, seorang agen real estate membawa Xia Lin dan Yang Tong melihat-lihat sebuah apartemen yang tak lain adalah apartemen yang dulu ditinggali Xia Lin dan Fei Fei.

Bukankah apartemen ini sudah dijual? Tapi si agen berkata bahwa apartemen ini masih belum laku, makanya si pemilik apartemen memutuskan untuk menyewakannya kembali biar tidak rugi.

Tetap saja Xia Lin cemas. Bagaimana kalau si tuan rumah tiba-tiba mau menjual apartemen ini lagi selama dia tinggal di sini?

"Jangan khawatir. Kami sudah menandatangani kontrak dengan tuan rumah dan jika dia melanggarnya, maka kompensasinya akan sangat besar." Ujar si agen lalu keluar sebentar untuk menelepon.


Yang Tong cemas, apa Xia Lin lagi tengkar sama Yi Zhou? Apa Yi Zhou menindasnya? Katakan saja, Yang Tong akan membalaskan dendam untuknya.

"Bukankah kau biasanya takut sama dia?" Heran Xia Lin.

"Aku mungkin takut, tapi kau keluargaku. Tak peduli seberapa besar kekuasaan kakak ipar, tetap saja dia tidak boleh menindasmu."

"Bukan apa-apa kok. Aku cuma pindah untuk sementara waktu."

Yang Tong usul agar Xia Lin tinggal bersamanya saja, tapi Xia Lin menolak, rumahnya Yang Tong kan tidak cukup besar untuk ditinggali dua orang. Oh yah, apa perusahaan memberinya pekerjaan?

Iya, tapi semuanya karena pengaruh Yi Zhou. Xia Lin tidak suka, tolak saja semua pekerjaan yang berhubungan dengan Yi Zhou. Xia Lin memutuskan untuk menyewa apartemen lamanya ini saja lalu menyuruh Yang Tong membantunya mengurusi kontraknya.

Bersambung ke part 3

3 komentar: