Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 16 - 1

 Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 16 - 1


Ibu akhirnya datang keesokan harinya, tapi Yi Zhou masih dingin padanya sampai membuat Ibu jadi canggung. Bahkan saat Ibu berbasa-basi memuji Xia Lin istri yang baik dan cantik, Yi Zhou cuma menanggapinya dengan anggukan kepala singkat.


Ibu datang dengan membawakan hadiah berubah sepaket perhiasan mewah, waktu mereka menikah kan dia belum pernah memberi hadiah untuk Xia Lin. Xia Lin berusaha menolak karena hadiah itu terlalu mewah untuknya, tapi Ibu bersikeras, Xia Lin anggap saja ini hadiah dari ibu mertuanya.

"Istriku tidak kekurangan perhiasan semacam itu." Dingin Yi Zhou.


Xia Lin sampai jadi tidak enak pada Ibu. Tiba-tiba Pi Dan menggonggong yang menandakan ada tamu lagi yang datang. Yi Zhou keluar untuk melihat siapa yang datang, tapi malah menemukan Ah Nan. Mau apa dia datang kemari?

"Tidak seharusnya kau bersikap seperti ini pada tamu. Apa kau mau ngobrol sambil berdiri seperti ini?"

Xia Lin dan Ibu keluar saat itu dan Ah Nan langsung menyapa "Lama tak bertemu... Ibu." (What? Dia anaknya Ibu juga?)


Fei Fei terbangun dengan kesal gara-gara gedoran di pintunya. Ternyata Wen Li yang datang dan Fei Fei sontak panik melarikan diri ke balik selimut, malu soalnya kan belum mandi. Ngapain Wen Li datang kemari nggak bilang-bilang dulu?!

"Waktu itu kau mentraktirku makan, jadi sekarang giliranku."

"Dapurnya di sana!"

Tapi Wen Li malah dibuat tercengang melihat pemandangan mengerikan di hadapannya, barang-barangnya Fei Fei berserakan di sana-sini.

"Kurasa sebaiknya kau merapikan rumahmu."


Suasana meja makan benar-benar tegang, hanya Ah Nan yang satu-satunya yang santai makan seolah itu rumahnya sendiri dan sok perhatian pada Ibu. Xia Lin menatapnya dengan penasaran, dia sungguh tak menyangka kalau Ah Nan ternyata adiknya Yi Zhou.

Ibu mengoreksi, Ah Nan ini sebenarnya anak tirinya Ibu dari pernikahan keduanya. Yi Zhou dengan ketus menegaskan kalau dia dan Ah Nan tidak punya hubungan apapun.

"Kita mungkin tidak sedarah, tapi aku selalu memperlakukanmu bak saudara kandung sendiri. Iya kan, Kak?"

"Tidak terima kasih. Aku tidak pantas (jadi kakak)."


Ibu berusaha mengajak Ah Nan pergi, tapi Ah Nan ngotot tidak mau buru-buru pergi. Ah Nan mengklaim kalau Ibu selalu merindukan Yi Zhou selama bertahun-tahun ini. Dia bahkan sering mendapati Ibu melamun sambil melihat fotonya Yi Zhou.

"Walaupun dia memperlakukanku dengan baik, tapi aku tahu kalau dia hanya memberiku kasih sayang yang sebenarnya ditujukan untukmu. Yang paling dia rindukan sebenarnya adalah kau."

Ibu berusaha menyuruhnya diam, tapi Ah Nan ngotot kalau Yi Zhou harus tahu. Yi Zhou harus tahu bahwa walaupun Ibu tidak pernah kembali, tapi Ibu tidak pernah melewatkan pertumbuhan Yi Zhou setiap tahun.

"Dia bahkan orang yang pertama mengetahui pernikahanmu."

"Oh, benarkah? Kau menyelidikiku?"


Ibu berusaha menjelaskan, tapi Ah Nan lagi-lagi menyela dan mengklaim kalau Ibu cuma mengkhawatirkan Yi Zhou.

"Apa kalian sudah selesai? Aku tidak butuh kekhawatiran yang munafik! Kalau kalian berdua sudah tidak ada urusan lagi, silahkan pergi secepatnya. Aku sangat muak melihat kalian berdua berakting seperti ibu dan anak di hadapanku."

Ibu kecewa dan langsung melempar tatapan tajam ke Ah Nan, Xia Lin terpaksa mengantarkan Ibu keluar.


Tapi Ah Nan malah masih santai makan lalu berkata ambigu dengan senyum licik. "Aku akan membantumu."

"Membantuku apa?"

"Bagaimanapun, kita adalah saudara. Iya kan... Kak?"

 

Xia Lin dengan tak enak hati memberitahu Ibu bahwa mungkin akan butuh waktu beberapa lama bagi Yi Zhou untuk menerima Ibu.

"Aku tahu, aku tidak menyalahkannya."

Ibu penasaran apakah Xia Lin sudah mengenal Ah Nan sebelumnya? Xia Lin membenarkan, mereka saling mengenal secara tak sengaja.

Ah Nan akhirnya memperkenalkan nama lengkapnya ke Xia Lin, nama lengkapnya adalah Nan Jin Tian dan dia mengklaim kalau dia sengaja menyembunyikan nama lengkapnya karena 'kakaknya' itu sangat benci dengan dirinya.

Xia Lin benar-benar tidak curiga sedikitpun padanya, dia cuma agak terkejut dengan semua ini. Dengan sikap sok manisnya, Ah Nan mengundang Ibu untuk mampir ke rumahnya, tapi Ibu dingin menolak.

Kalau begitu, dia akan mengantarkan Ibu kembali ke hotel saja. Ibu tampak jelas kurang suka, tapi terpaksa dia menyetujuinya.

 

Yi Zhou heran, bagaimana Xia Lin bisa kenal sama Ah Nan?  Xia Lin mengaku kalau dia bertemu Ah Nan secara tak sengaja dan tak sengaja pula dia mengetahui kalau Ah Nan tinggal di dekat sini berkat anjing Eleven yang dulu itu, itu anjingnya Ah Nan.

"Jangan tidak bahagia." Xia Lin tiba-tiba merayunya.

"Kenapa?"

"Karena aku harus merayumu kalau kau tidak bahagia."

"Bagaimana kau akan merayuku?"

Dan Xia Lin menjawabnya dengan ke**pan di bibirnya, apa itu cukup efektif? Sangat efektif, Yi Zhou akhirnya bisa tersenyum kembali.


Setibanya di hotel, Ibu langsung mengusir Ah Nan. Ah Nan sinis mendengarnya. "Masa tidak mau mengundangku masuk dulu... ibuku tersayang."

"Apa maumu?"

"Apa mauku?" Ah Nan tiba-tiba menckknya sekuat tenaga. "Bukankah kau selalu tahu apa yang kuinginkan?"

Ah Nan semakin mengeratkan cengkeramannya, tapi untung saja dia kemudian melepaskannya. Jangan khawatir, dia tidak akan mengurusi Ibu sekarang ini. Soalnya kalau dia menyakiti Ibu, ayahnya pasti akan mengejarnya lagi.

"Menjauhlah dari Xiao Zhou!"


Ah Nan makin sinis mendengarnya. "Maaf, aku tidak bisa janji. Lagipula, dia adalah mainan baruku."

"Jangan berani-berani kau menyakitinya."

"Kita lihat saja sebesar apa yang bisa kau lakukan untuknya. Oh, tapi aku harus mengingatkanmu. Bahwa apapun yang kau lakukan, kau tidak akan bisa menghentikanku. Suatu hari, aku akan membuatmu melihatnya berlutut di hadapanku. Memikirkan ekspresinya saja sudah membuatku senang."

Ah Nan pergi dengan hati riang, dan Ibu cuma bisa dia mengepalkan tangannya dengan penuh amarah.


Fei Fei makan dengan lahap dan Wen Li cuma menatapnya terpesona. Menurut Fei Fei, kalaupun Wen Li mengundurkan diri dari perusahaan Ling, dia bisa buka usaha resto dengan kemampuan masaknya ini. Dia pasti bakalan dapat untung besar.

Tapi Wen Li menegaskan kalau dia tidak akan meninggalkan perusahaan Ling. Orang lain mungkin tidak akan selamanya kerja di satu perusahaan, tapi Wen Li sebaliknya.

"Kau kan tidak perlu kerja keras demi dia."

"Bos banyak membantuku, setidaknya hanya ini yang bisa kulakukan untuknya."

"Biarpun begitu, kau tidak perlu mengabdikan hidupmu padanya (bisa juga diartikan memberikan hatimu padanya) seperti ini. Aku mau tanya. Berapa lama kau kerja sama dia?"

"8 tahun."

Astaga. Fei Fei menyarankannya untuk menyerah sajalah. Yah, walaupun Yi Zhou itu ganteng banget, tapi dia sudah ada yang punya. Jika Wen Li tidak segera menyingkirkan kegilaannya pada Bos Ling, dia pasti akan terluka.

Wen Li bingung. "Apa maksudmu?"


"Maksudku, fakta kalau kau gagal menjadikan Bos Ling sebagai g** selama 8 tahun lamanya, itu menunjukkan kalau dia tuh cowok normal senormal-normalnya. Menyerah saja secepatnya."

Pfft! Wen Li akhirnya sadar kalau selama ini Fei Fei menganggapnya g** yang jatuh cinta sama bosnya sendiri.

"Kau tidak perlu menyembunyikannya, sebenarnya aku sudah lama tahu kok. Tidak ada seorangpun yang akan memperlakukan atasan mereka sebaik dirimu. Bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan merencanakan hidupnya. Kusarankan padamu untuk meninggalkan perusahaan itu secepatnya. Jauh dari pandangan, jauh dari pikiran. Kau pasti akan melupakannya suatu hari nanti."

"Tidak akan."

Hadeh, Wen Li bego apa gimana sih. Udahlah, Fei Fei males ngomong sama dia lagi. Tapi Wen Li dengan cepat mencegahnya pergi lalu tiba-tiba saja mencim bibirnya. (maaf, gambar dengan sengaja ditiadakan)

Fei Fei shock. Buat apa Wen Li menc**nya? Tentu saja untuk menunjukkan ke Fei Fei tentang kecenderungan sxsl-nya.

"Jadi maksudmu... kau bukan..."

Tidak mungkin, Fei Fei tidak percaya. Kalau tidak begitu, lalu kenapa dia memperlakukan Yi Zhou dengan sangat baik dan mengabdikan hidupnya pada Yi Zhou?


Karena Yi Zhou berjasa besar dalam hidupnya. Jika bukan karena dukungan finansial dari perusahaan Ling dan kebaikan Yi Zhou, maka dia tidak akan mungkin bisa menyelesaikan pendidikannya dan menjadi dirinya yang sekarang.

"Jadi, kau melakukan semua ini hanya demi membalas kebaikannya."

"Begitulah."

Bersambung ke part 2

6 komentar:

  1. Wen lie dah berani sama fei fei...

    Hahaha...

    ReplyDelete
  2. My beloved Mimin,, makin seru nih, terkuak satu persatu hubungan ah nan dengan yi Zhou. Chayooo Mimin😊

    ReplyDelete
  3. Ayo min semangat ..selalu menantikan episode nya tiap hari .. semakin seruu πŸ‘πŸ‘

    ReplyDelete