Sinopsis Because of Meeting You Episode 7 - 1

Sinopsis Because of Meeting You Episode 7 - 1

Yu Xin cepat-cepat menyudahi acara foto-foto ini dan merebut kameranya dari tangan Guo Guo. Guo Guo berbisik, berusaha memintanya untuk setidaknya berfoto dengan ibu mereka juga, mereka kan datang jauh-jauh ke sini. Tapi Yu Xin malah mengancam tidak akan mengakui Ai Yu sebagai ibunya kalau Guo Guo terus mengacau.


"Kak! Kenapa kau seperti ini?" Bentak Guo Guo refleks.

Yu Xin jelas kesal padanya. Guo Guo buru-buru mengoreksi seolah panggilan kakak yang ditujukannya pada Yu Xin barusan hanyalah panggilan umum untuk wanita yang lebih tua.

"Kakak yang cantik. Kau sangat cantik. Alangkah bagusnya kalau aku punya kakak sepertimu. Bagaimana kalau kita berfoto bersama? Ayo!"


Dia langsung menyeret Yu Xin ke belakang semak tempat Ai Yu bersembunyi dan cepat-cepat mengambil foto mereka bertiga tak peduli biarpun Yu Xin manyun terus.

Setelah itu, Yu Xin cepat-cepat mengusir mereka dan Ai Yu pun menyeret Guo Guo pergi sambil mengomeli tingkahnya.


Hui Jie penasaran dengan hasil foto tadi. Tapi saat mereka melihatnya, mereka malah kaget mendapati gadis tadi ternyata cuma memotret wajahnya Yu Xin saja, mana yang dipotret pas Yu Xin lagi manyun. Hehe. Hui Jie sontak kesal merutuki gadis tadi. Tidak ada satupun yang hasilnya bagus.


Di kantor Shi Chung Grup, Ayahnya Yun Kai ngomel-ngomel memarahi Yun Zhe karena model perusahaan mereka, malah memakai baju dari perusahaan lain ke sebuah acara fstival internasional.

Yun Zhe berusaha meminta maaf, tapi Ayah tidak mau menerima maafnya. Yun Zhe harus mencari solusi dari masalah ini.

Sekretaris Wang mengaku bahwa dia pernah berdiskusi dengan model mereka tentang masalah ini sebelumnya dan dia sendiri yang bersikeras ingin memakai cheongsam ke acara festival itu.

Yun Zhe mengusulkan agar membiarkan model mereka memakai cheongsam, tapi harus cheongsam pilihan perusahaan mereka. Itu akan menunjukkan perusahaan mereka beragam dan murah hati.

Hmm, itu ide yang bagus. Tapi apa Yun Zhe bisa bertanggung jawab atas perkara ini? Tanya Ayah. Tentu saja, Yun Zhe berjanji akan membuktikan dirinya melalui hasil kerjanya.

Baiklah, kalau begitu Ayah setuju dan memutuskan untuk mengangkat Yun Zhe sebagai direktur di departemen pengembangan bisnis.

Yun Zhe jelas senang. "Aku tidak akan mengecewakanmu, Ayah."


Tepat saat itu juga, Yun Zhe ditelepon seseorang. Dia lalu memberitahu Ayah bahwa dia sudah membooking restoran. Yun Kai kan akan ditugaskan ke luar kota. Jadi sebagai kakak yang baik, dia harus mengantarkan kepergian Yun Kai dengan baik.

"Kau sama seperti ibumu. Kegembiraanmu terbaca jelas di wajahmu. Kalian sangat senang karena  adikmu akan pergi." Sindir Ayah yang kontan membuat Yun Zhe canggung.


Sekretaris Wang agak cemas dengan langkah baru mereka ini. Jika berhasil, maka presdir akan percaya Yun Zhe sepenuhnya. Tapi jika tidak...

"Aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku harus mengantar kepergian Li Yun Kai hari ini, jadi aku harus menghadiri acara makan. Segera sebarkan berita tentang acara kita melalui televisi dan internet. Aku ingin semua orang tahu tentang kompetisi ini." Perintah Yun Zhe.


Yun Zhe dan Ibu Tiri sudah tiba duluan di restoran. Tapi bahkan sampai beberapa lama, Yun Kai masih juga belum datang. Yun Zhe jadi kesal merutuki Yun Kai yang pemalas dan suka telat.

Ibu Tiri setuju. Keluarga ini otaknya benar-benar rusak. Yun Kai suka telat dan bibinya keluar negeri tapi malah tak bisa menemukan passpor-nya. Tak ada satupun dari mereka yang bisa diandalkan.

Yun Kai tak bisa menunggu lebih lama lagi, dia masih punya banyak pekerjaan. Tapi Ibu Tiri dengan cepat mencegahnya dan memintanya untuk bersabar.

Lagian setelah ini, Yun Kai akan pergi jauh ke Xiping. Kalau Ayah sampai tahu Yun Zhe pergi, Ayah pasti akan menuduh mereka menindas Yun Kai lagi.

"Ayah? Apa Ayah belum cukup pilih kasih?"

Tiba-tiba terdengar suara Yun Kai berteriak memanggil. "Ibu~~~"


Ibu Tiri langsung mengomel kesal karena Yun Kai datang terlambat dan membuat mereka menunggu lama.

Yun Kai santai saja, lagian Ayah juga belum datang. Mereka tidak akan bisa makan sebelum Ayah datang. Aiya! Rasanya tidak tega pergi jauh meninggalkan keluarganya. Di Xiping nanti, Yun Kai tidak akan bisa bertemu dengan ibu dan kakaknya yang tercinta. Bukankah Ibu Tiri merasa sedih?

Tapi Ibu Tiri malah tambah nyerocos membanding-bandingkan Yun Kai dan Yun Zhe. Seharusnya Yun Kai belajar dari kakaknya itu. Lihatlah Yun Zhe, baik duduk ataupun berdiri, dia benar-benar sangat sopan. Sekali lihat saja, orang bisa tahu kalau Yun Zhe itu bisa diandalkan.


Yun Kai setuju. Semua tentang Yun Zhe memang baik. Yun Zhe selalu menjadi teladannya saat mereka tumbuh. Tapi... ada harga yang harus dibayar untuk apapun yang kita inginkan.

"Misalnya, kakakku selalu bermimpi menjadi presdir. Makanya dia harus bekerja dengan rajin setiap hari di perusahaan." Sindir Yun Kai. "Aku beda. Aku tidak punya visi dan misi. Jadi daripada menghalangimu, aku hanya bisa menjadi pengacara kecil."

Yun Zhe tersinggung. Apa maksudnya itu? Apa Yun Kai tidak senang melihatnya bekerja di perusahaan Ayah?

"Lihatlah kau. Aku baru saja memujimu. Selera humormu sangat kurang."


Yun Zhe kan selalu berusaha menjilat dan sok berbakti pada Ayah. Karena Yun Zhe sudah membuat Ayah senang, jadi Yun Zhe sudah membantunya menghemat energi. Yun Kai justru harus berterima kasih pada Yun Zhe. Dia kasih jempol deh!

"Kau bertingkah seperti orang tak berguna sepanjang hari. Kenapa kau tak punya motivasi?" Serang Yun Zhe.

"Kenapa aku harus punya motivasi? Di keluarga kita, memiliki satu penerus ambisius sepertimu sudah cukup," balas Yun kai.

Ayah tiba tepat saat itu juga dan langsung protes tak senang. Selalu saja bertengkar. Tidak bisakah mereka, kakak-beradik, akur?

"TIDAK BISA!!!" Kompak Yun Zhe dan Yun Kai.


Di restoran yang sama, Yu Xin makan siang bersama Hui Jie dan Ayah Yi Bei. Ayah penasaran, Yu Xin akan tinggal di mana pasca wisuda? Yu Xin mengaku kalau dia menyewa sebuah rumah dekat kampus. Tempatnya kecil dan murah, jadi dia mampu membayarnya sendiri.

Hui Jie meminta maaf karena selama ini, mereka terlalu sibuk hingga tak punya kesempatan untuk mengurus Yu Xin. Dia tiba-tiba usul ke suaminya agar mereka berkunjung ke rumah kontrakan Yu Xin.

Tapi bukan itu yang Yu Xin harapkan dan dia kontan panik mendengarnya. Dia berusaha menolak kunjungan mereka dengan sopan dengan alasan rumahnya sangat berantakan gara-gara dia sibuk mengurus wisuda belakangan ini. Dia janji akan mengundang mereka setelah dia merapikan rumahnya saja.

Tapi Ayah dan Hui Jie tak peduli. Mereka kan bisa membantu Yu Xin merapikan rumahnya. Jangan terlalu sopan. Jika tidak, mereka pasti akan berpikir kalau Yu Xin mengusir mereka.

Tak bisa menolak lagi, terpaksa Yu Xin setuju padahal hatinya galau. Bisa gawat kalau mereka sampai bertemu Si Chen di sana.


Guo Guo membawa Ai Yu ke toko baju. Dia memilihkan yang paling bagus, tapi Ai Yu menolak soalnya harganya mahal.

Guo Guo mengklaim kalau Yu Xin tadi memberinya uang untuk membelikan baju baru untuk Ai Yu. Yu Xin bilang kalau dia merasa bersalah karena tidak bisa foto-foto secara terbuka dengan Ai Yu tadi, makanya dia meminta Guo Guo membelikan Ai Yu baju baru sebagai gantinya.

Mendengar itu, Ai Yu jadi senang. Putrinya ternyata masih sangat peduli padanya biarpun kata-katanya. Akhirnya dia mau juga menerima baju itu lalu masuk ke kamar pas.


Tapi yang tidak dia ketahui, Guo Guo sebenarnya berbohong. Yu Xin tak pernah memberinya uang sepeserpun. Dia juga sebenarnya tidak mampu membeli uang itu pakai duitnya sendiri saking mahalnya. Jadi terpaksa dia memakai kartu kredit temannya yang bernama Xiao Qin. Dia janji akan mengembalikannya kalau dia sudah punya uang nanti.


Selama menunggu Ai Yu di kamar pas, Guo Guo melihat sebuah poster tentang kompetisi sulam yang kontan menarik perhatiannya. Guo Guo langsung memotret poster itu.


Kedua keluarga selesai makan siang pada saat yang bersamaan dan tak sengaja bertemu saat hendak keluar. Usai berbaasa-basi, Ayah memperkenalkan Yu Xin sebagai siswa yang mereka sponsori... Dan fakta itu sepertinya langsung menarik perhatian Yun Zhe.

Tapi saat perhatian Ayah Yi Bei beralih ke Yun Kai dan memuji-mujinya, Yun Zhe langsung sebal. Ayah masih ingat dulu Yun Kai sering ke Jin Lu Ge dan sangat dekat Yi Bei. Apa Yun Kai masih ingat.

"Tentu saja, saya ingat. Yi Bei suka makan pizza. Waktu itu, saya bekerja keras mengumpulkan uang untuk membelikannya pizza." Ujar Yun Kai sedih.

"Benar. Yi Bei suka pizza. Sebaiknya tidak usah membicarakan masa lalu lagi. Kami pergi dulu."


Setelah mereka pergi, Ibu Tiri langsung nyinyir tentang Yu Xin. Penampilannya sih cukup meyakinkan, sayang, latar belakang keluarganya yang tidak baik.


Yu Xin pura-pura ketinggalan sesuatu di dalam dan meminta mereka untuk pergi duluan ke mobil. Padahal sebenarnya dia panik berusaha menelepon Si Chen, tapi diangkat.

Tidak ada waktu lagi, terpaksa dia buru-buru pergi tanpa menyadari dia menjatuhkan sesuatu... tepat saat Yun Zhe baru keluar dan akhirnya memungut benda itu.

Bersambung ke part 2

Post a Comment

0 Comments