Sinopsis Accidentally in Love Episode 24 - 1

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 24 - 1


Qing Qing akhirnya datang ke agensinya Feng sebagai He Bian Cao pakai topeng panda. Dia beralasan kalau dia adalah penggemar beratnya Feng, dan dia takut kehilangan kendali saat bertemu Feng. Dia juga takut membuat Feng ketakutan melihat wajahnya yang jelek, makanya dia pakai topeng ini.


Bahkan saat Feng menjabat tangannya, dia langsung berakting heboh seolah dia adalah penggemar berat yang khilaf karena baru kali ini bisa salaman dan menyentuh idolanya. Feng sampai ketakutan dibuatnya.

Xiao Mei sampai harus bertindak untuk menghentikannya dan menjauhkannya dari Feng. Tapi saat mereka duduk, Feng mulai memperhatikan sesuatu yang mencurigakan dari diri wanita bertopeng itu.


Ternyata Qing Qing tidak sadar kalau rantai kalungnya mencuat keluar. Feng jadi ragu, apa dia benar-benar He Bian Cao?

"Iya. Aku bahkan membawa konsepku. Kau boleh melihatnya."

Qing Qing dengan santainya menunduk untuk menunjukkan hasil karyanya tanpa menyadari kalung pemberian Feng keluar. Terang saja Feng langsung emosi melepaskan topengnya dengan kasar.


Daniel baru datang saat itu dan bingung melihat Qing Qing datang ke sana. Terus di mana penulis komiknya? Katanya dia sudah datang?

"Aku He Bian Cao." Qing Qing akhirnya mengaku.

Wah, Daniel tak menyangka. Kalau begitu, berita kali ini akan berjudul 'Penulis Komik Yang Mulia Sebenarnya Adalah Asisten pribadinya'. Feng sinis, apa menyenangkan bermain seperti ini?

"Aku tidak berniat begitu!"


Daniel mau ngomong, tapi kedua orang itu malah ribut berdebat sendiri, saling menyerang dan membela diri dengan sengit. Daniel dan Xiao Mei cuma bisa bengong menatap mereka bolak-balik.

"Jika aku tidak mengatakan apapun, apa kau akan terus memakai topeng itu dan tidak mengatakan apapun?"

"Si Tu Feng, aku sudah berniat untuk berterus terang padamu tentang amasalah ini. Tapi belakangan ini banyak hal terjadi dan aku tidak pernah punya kesempatan."

"Katakan sejujurnya, berapa banyak identitas yang kau miliki?"

"Kalau akau memberiku kesempatan, aku akan menjelaskan semuanya padamu."

"Menjelaskan? Apa kau bisa menjelaskannya dengan jelas?"

"Si Tu Feng, apa benar-benar harus bicara seperti itu padaku?"

"Kalau kau jadi aku, apa kau tidak akan bicara seperti ini?"

Daniel mencoba menyela lagi dan meminta mereka mendengarakannya dulu. Tapi kedua orang itu malah kompak membentaknya. Daniel jadi cemas, nanti sore akan ada konferensi pers, apa mereka berdua masih ingin berkolaborasi?

"YA!" Kompak kedua orang itu.

Feng dengan sinisnya menyuruh Daniel untuk menghitung pembayaran He Bian Cao dengan cepat soalnya dia bukan penipu kayak 'seseorang'.

Qing Qing tak kalah sengit menolak pembayaran itu. Dia tidak seperti 'seseorang' yang tidak tahu cara mendekati orang lain.


Konferensi pers akhirnya dimulai dan mereka berusaha tetap profesional menjawab pertanyaan-pertanyaan para wartawan itu.

Mereka penasaran tentang Qing Qing yang selama ini terkenal sebagai asistennya Feng. Apakah Feng selama ini tahu kalau asistennya sendiri ternyata penggemar nomor satunya?

"Aku baru mengetahuinya belum lama ini... aku sangat marah." Tapi dengan cepat dia mengklaim kalau dia cuma bercanda.

Daniel lega, dia kira kedua orang itu bakalan terus bertengkar. Tapi ternyata mereka cukup profesional.


Teringat ucapan Qing Qing tadi, Fang Fang tiba-tiba saja menggebrak meja dan berseru heboh. "Benar. Aku harus lebih percaya. Tidak boleh meremehkan diriku sendiri!"

Dia tidak sadar kalau dia lagi di perpus dan jelas saja dia langsung jadi pusat perhatian semua orang. Malu, dia buru-buru mencari buku yang sebelumnya batal dia perlihatkan ke Ge Yang itu, tapi malah mendapati bukunya sudah tidak ada di tempatnya


Saat dia menanyakannya pada pustakawan, dia malah diberitahu bahwa yang versi bahasa Inggrisnya sudah dipinjam orang dan hanya versi bahasa Cina-nya. Pustakawan heran, kenapa belakangan ini buku ini sangat populer, setiap hari selalu saja ada yang meminjamnya.


Fang Fang lalu mendatangi kelasnya Ge Yang, tapi ternyata Ge Yang belum datang. Tapi saat dia berbalik mau pergi, dia malah berhadapan dengan duo dumb and dumber.

Si Gondrong langsung menuntut apa alasan Fang Fang mencari bos mereka? Si Gendut langsung terkekeh, sejak Bos jadi rajin belajar, dia kan jadi semakin mempesona dan semakin banyak cewek yang menyatakan cinta padanya.

"Apa itu berarti kita akan mendapatkan kakak ipar baru?" Goda si Gondrong.

"Apa kau tidak mengenal bos besar kita? Mana boleh kita membiarkan sembarang orang jadi kakak ipar kita."

Fang Fang benar-benar risih dan malu dengan ucapan mereka. Ge Yang baru datang saat kedua orang itu terus gencar menggodai Fang Fang tanpa memperhatikan Fang Fang yang hampir menangis.


Tidak tahan lagi, Fang Fang berniat menghindar. Ge Yang menghentikannya karena cemas, tapi Famng Fang langsung menampik tangannya dan melarikan diri dengan berurai air mata.

Ge Yang sontak kesal sama kedua anak buahnya itu. "Dasar baj*ngan! Kalian berani menertawakan orangku?!"


Fang Fang terus berlari dengan berlinang air mata tanpa menyadari bukunya terjatuh. Dia terus berlari dan berlari sampai akhirnya dia tiba di atap gedup. Ge Yang cepat menyusulnya dan tampak canggung menghadapi tangisannya.

"Lin Ge Yang. Aku sungguh tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tahu kita dari dunia yang berbeda."

"Omong kosong apa yang kau pikirkan? Bukankah kita teman?"

"Iya, kita teman."


Tapi yang tak disangkanya, Ge Yang tiba-tiba saja memeluknya dan berkata. "Mulai sekarang, jika ada yanag berani mengganggumu, itu sama artinya mereka sedang melawan Lin Ge Yang. Mengerti? Sudahlah, jangan menangis."


Fang Fang tiba-tiba teringat bukunya dan langsung melepaskan diri. Ge Yang menyerahkan buku yang dimaksudnya. Ah, ternyata dia yang meminjam buku itu. Dia bahkan memiliki kedua versi buku itu.

Terus ngapain Ge Yang tanya tentang buku apa yang dibacanya waktu itu kalau Ge Yang ternyata sudah mengetahuinya?

Dalam flashback, Ge Yang sebenarnya memang tidak tahu itu buku apa. Tapi dia sempat salinan puisi yang Fang Fang tulis dari buku itu. Dia lalu mencoba mencarinya di internet dan begitulah bagaimana kemudian menemukan buku itu.

"Aku tak pernah menyangka kalau kau akan membaca buku-buku murahan seperti ini. Aku merinding saat membacanya."

"Tidak mungkin, ini sangat romantis."


Di kelas, Guru Chen mengumumkan bahwa nilai matematikanya Feng mengalami peningkatan pesat. Karna itulah, Feng harus berterima kasih pada Qing Qing yang selama ini membimbingnya. Feng berterima kasih dengan nada sinis dan langsung pergi begitu kelas usai.


Di kantin, Fang Fang dan gengnya Xiao Bi berkumpul di mejanya Qing Qing dan langsung keheranan melihat Qing Qing cuma makan sedikit dan tampak depresi. Dia seperti sedang patah hati.

"Aku takut tidak punya kesempatan untuk mencintai."

"Oh, jadi pria itu salah satu teman sekelas kita?"

Qing Qing menyangkal dan mengklaim kalau ini hanya tahun yang kurang beruntung baginya, tidak ada yang berjalan dengan baik.

"Kalau begitu, kenapa kau tidak pergi mecoba legenda sekolah kita saja?" Usul Xiao Bi.

Semua orang kontan penasaran. "Legenda apa?"

Bersambung ke part 2

4 komentar: