Sinopsis Accidentally in Love Episode 21 - 2

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 21 - 2

Tepat saat itu juga, Qing Qing dan Nan Xi mengendap-endap masuk dan mendengar Ge Yang cs antusias menggosipkan Feng. Mereka yakin Feng tidak akan bisa menulis lagu baru dalam kurun waktu 3 hari, malah sekarang cuma tinggal 2 hari.


Kontan saja Qing Qing keluar dari persembunyiannya dengan penuh emosi. Dia sudah menduga kalau Ge Yang lah pelakunya. Kenapa Ge Yang melakukan ini pada Feng? Dumb and dumber pura-pura bodoh. Mereka berdua ngomong apa sih?

Jangan pura-pura! Mereka sudah menyelidiki segalanya. Ge Yang lah orang pertama yang memulai postingan itu.

Si gondrong santai. Memangnya kenapa kalau iya? Feng kan memang plagiat dan mereka cuma memanfaatkan kesempatan ini.

Qing Qing mana percaya. Mereka kan bukan orang yang suka melihat berita entertainment, terus bagaimana caranya mereka bisa mengetahui informasi itu mendahului para wartawan?

Sudah pasti mereka pelakunya! Ge Yang lah yang mencuri demo lagu itu dan memberikannya pada si trainee bernama Zhou Zhi itu, lalu dia membiarkan Zhou Zhi menggunakan demo lagu itu dan mempostingnya mendahului Feng. Ge Yang lah yang menjebak Feng!


"Analisamu sangat bagus. Aku hampir mengira kalau kau Detektif Conan. Tapi walaupun apa yang kau katakan itu benar, apa kau punya bukti bahwa kami yang mencurinya?"

Jelas tidak punya, kan? Jadi sebaiknya mereka punya saja. Jangan membuat asumsi tanpa bukti.

"Lin Ge Yang! Apa kau tahu betapa kecewanya Si Tu Feng kalau dia mengetahui masalah ini. Kita sudah seperti saudara."

"Kuberitahu kau! Sejak kejadian itu, dia dan aku bukan saudara lagi! Aku akan menggunakan sejuta cara untuk menghancurkannya! Coba saja kau hentikan aku kalau kau punya nyali!"

"Lin Ge Yang! Kuberitahu kau, aku pasti akan mendapatkan bukti!" Sumpah Qing Qing.


Qing Qing lalu melaporkan masalah ini ke Daniel. Mendengar itu, Daniel pun berkata kalau dia akan mengirim lebih banyak orang untuk menyelidiki masalah ini.

"Oh yah, Daniel. Bagaimana keadaan Si Tu Feng?" Cemas Qing Qing.

"Dia tidak membuat kemajuan apapun."

"Apa? Apa yang terjadi?"

Entahlah. Tapi Feng itu berbakat, Daniel yakin Feng pasti akan mendapatkan sesuatu nantinya. Pokoknya sekarang ini, mereka harus saling menghubungi jika ada berita tentang Ge Yang.

Daniel lalu memerintahkan Xiao Mei untuk membawakannya dokumen terbaru tentang anggota paling aktif di perusahaan baru-baru ini dan awasi mereka lewat CCTV.

"Aku harus menemukan pelakunya sebelum konferensi press."


Sementara itu, Xin Ya membawa Mu Nian mendatangi rumah Zhou Zhi. Mu Nian agak khawatir sebenarnya, apalagi mereka masih belum punya bukti sekarang ini. Tapi Xin Ya terlalu emosi untuk mendengarkannya, bahkan mengancam Mu Nian untuk pergi saja kalau dia tidak mau membantu.


Begitu Zhou Zhi membuka pintu, Xin Ya langsung melabraknya dan memaksa Zhou Zhi untuk mengakui perbuatannya Parahnya lagi, Xin Ya malah berusaha menyogok Zhou Zhi pakai uang asalkan dia mau mengakui perbuatannya.

Zhou Zhi nyinyir mendengarnya. Apa mereka dikirim oleh Feng untuk membelinya? Mu Nian berusaha menyangkal, tapi Xin Ya malah berkata kalau dialah yang mau membeli Zhou Zhi.

"Tak pernah kusangka kalau Si Tu Feng ternyata orang yang seperti itu. Dia tidak akan berhenti sampai dia mencari tujuannya." Nyinyir Zhou Zhi.

"Aku tidak akan membiarkanmu bicara begitu tentang Kak Feng!" Xin Ya kesal dan langsung mendorong Zhou Zhi.

Saat itulah sesuatu terjatuh darinya... sebuah recorder. OMG! Dia merekam semua kata-kata Xin Ya tadi. Kaget, Mu Nian sontak memukul wajah Zhou Zhi lalu buru-buru menyeret Xin Ya kabur.


Mereka berhenti setelah cukup jauh. Bagaimanapun, Xin Ya tetap bersyukur tadi Mu Nian bersamanya.

"Siapa suruh dia berani melechkan ratuku." Ujar Mu Nian.

"Apa yang akan dilakukan Kak Feng sekarang?" Cemas Xin Ya.

"Aku percaya dengan bakatnya Si Tu Feng, dia pasti bisa menulis lagu baru."

Fang Fang menemukan Ge Yang cs sedang berpesta minum, maka Fang Fang memutuskan untuk mengonfrontasinya. Dia sudah dengar dari Qing Qing tentang perbuatan kekanakannya Ge Yang pada Feng itu.

"Bukankah sudah kubilang kalau kau dan aku tidak terlibat?"

"Jangan salah paham, aku tidak mencoba memulai apapun denganmu. Aku hanya ingin memberitahumu sebagai sesama teman sekelas. Sebenarnya kau bukan orang jahat. Karena itulah, sebelum segalanya lepas kendali, sebaiknya kau mundur."

Si Gendut nyinyir, apa yang harus mereka lakukan untuk mundur? Tentu saja dengan mengakui perbuatan mereka. Terang saja mereka jadi tambah nyinyir mendengarnya, Si Gondrong jadi penasaran apakah Fang Fang sebenarnya ingin bersama bos mereka?

Fang Fang kontan terdiam mendengar itu. Menyadari Fang Fang malu, Ge Yang pun langsung membawa teman-temannya pergi.


Saat Tuan Si Tu pulang, seorang pelayan melapor bahwa Feng belum meninggalkan kamarnya selama 2 hari ini, dia bahkan belum makan.

Cemas, Tuan Si Tu langsung masuk ke kamar Feng dan mendapatinya dengan frustasi melempar lembar musiknya. Kenapa? Feng tidak bisa menulis apapun?

"Iya, aku tidak bisa menulis apapun."

Mendengar itu, Tuan Si Tu langsung mengajaknya main game tenis. Awalnya Tuan Si Tu yang menang, tapi Feng dengan cepat bangkit dan bermain dengan lebih ganas hingga sukses mengalahkan Tuan Si Tu dua ronde.

Tuan Si Tu sampai kecapekan dibuatnya. Tapi mereka benar-benar merasa senang. Sudah lama mereka tidak bermain seperti ini. Feng masih hebat seperti dulu.

"Kau sama seperti ibumu. Berpikir keras. Jika punya tujuan, kau tidak akan berhenti untuk mencapainya."

Tapi Feng tak yakin sekarang, mungkin sekarang saatnya untuk melepaskannya. Besok adalah tenggat waktunya, tapi bahkan sampai sekarang, dia masih belum punya inspirasi.

"Apa kau sudah mengerahkan semua kekuatanmu? Jangan menyerah, berjuanglah sampai akhir. Lindungilah apa yang paling kau sayangi."

"Yang paling kusayangi?"

Manusia hidup dengan dua cara. Hidup seperti rumput. Meski memanfaatkan matahari dan hujan, tapi tidak akan pernah lebih tinggi daripada itu.

Yang lainnya, hidup seperti pohon. Jika dia menjadi bibit pohom, tak peduli sedalam apapun dia terkubur di dalam tanah, kau akan menyerap manfaatkan dari kotoran untuk tumbuh tinggi.

Jika Feng ingin menjadi pohon yang hebat, maka mungkin dia harus mengalami sedikit kesulitan. Tapi asalkan dia bisa mengatasinya, maka dia akan menjadi pria sejati.

"Aku yakin kau bisa melakukannya karena kau... adalah putra Si Tu." Ujar Tuan Si Tu menyemangati putra semata wayangnya itu. "Pergilah dan tulis lagumu."


Oh yah, dia juga punya sebuah paket untuk Feng. Dari seorang gadis di kampusnya. Feng tidak boleh mengecewakan perasaan gadis ini.

Tadi waktu Tuan Si Tu baru pulang, dia bertemu dengan seorang gadis di lantai bawah. Gadis yanga membuat kekacauan waktu pernikahan dulu.


Siapa lagi yang dimaksudnya selain Qing Qing. Tadi Qing Qing berdiri ragu di depan pagar dengan membawa sebuah kado. Saat akhirnya dia memantapkan hati untuk masuk, dia malah kaget mendapati Tuan Si Tu mendadak sudah ada di balik pagar.

Ia mengenali Qing Qing, tapi Qing Qing langsung memalingkan muka dan mengklaim kalau mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Dia bahkan cepat-cepat menitipkan hadiah itu ke Tuan Si Tu lalu kabuuuuur.

Feng cemas mendengar cerita Tuan Si Tu. "Ayah tidak mempersulitnya, kan?"

"Bicara apa kau? Memangnya aku orang yang seperti itu?"

"Terima kasih, Ayah."


Feng langsung masuk kamar dan membuka hadiahnya yang ternyata pigura lukisan anime dirinya dengan disertai pesan manis dari Qing Qing.

"Si Tu Feng, kuharap kau bisa melewati kesulitan ini. Apapun hasilnya, kami akan selalu mendukungmu. Dan juga, gambar ini khusus digambar untukmu. Nilainya lebih berharga daripada berlian loh." Ujar Qing Qing dalam pesannya.

Feng jadi punya semangat baru berkat itu dan langsung mulai menulis lagu lagi.

Bersambung ke episode 22

1 komentar:

  1. Klo nonton di youtube link nya apa yaa yg ada sub indo aa ka,
    Terima kash selalu di tunggu ka semangat

    ReplyDelete