Sinopsis Accidentally in Love Episode 14 - 2

Sinopsis Accidentally in Love Episode 14 - 2

Tapi saat mereka latihan lagi keesokan harinya, Xin Ya cs mendadak menyela mereka dan menyerahkan sebuah kertas pada Nan Xi. Ada banyak keluhan dari siswa yang masuk ke kantor mereka, memprotes Nan Xi. (Hah?)


Para siswa protes karena Nan Xi adalah salah satu juri dalam kontes ini, tapi dia malah membantu salah satu peserta. Itu tidak adil.

Qing Qing langsung merebut kertas itu dengan kesal. Jelas-jelas semua tanda tangan di kertas ini cuma dari pengikut setianya Xin Ya. Xin Ya sengaja menargetnya, yah?!

Xin Ya dengan tenangnya mengancam bahwa jika keluhan itu diserahkan ke kantor administrasi, maka bukan cuma Qing Qing yang akan di-diskualifikasi, posisi Nan Xi sebagai ketua mahasiswa juga akan dicabut. Jadi sebaiknya Qing Qing mundur saja dari kompetisi ini.

Qing Qing kontan mengepalkan tangannya dengan penuh amarah, tapi Nan Xi dengan manisnya menenangkannya dengan menggenggam tangannya.

Nan Xi memberitahu Xin Ya cs bahwa peraturan untuk kontes ini sudah disetujui oleh administrator kampus. Tapi tentang masalah dia membantu salah satu peserta, dia mengaku kalau dia salah.

Xin Ya langsung semangat. Tidak masalah selama Nan Xi tidak lagi membantu Qing Qing, dia yakin kalau para siswa pasti tidak akan mengatakan apapun lagi.

Nan Xi tak enak hati. "Qing Qing..."

"Tidak apa-apa, aku yang salah karena melibatkanmu. Aku sangat berterima kasih kau bersedia membantuku."

"Sebenarnya, ada orang lain yang sudah berlatih komposisi ini."

Xin Ya langsung kesal menariknya menjauh, kenapa juga dia memberitahu Qing Qing banyak. Jangan lupa kalau dia hampir dituduh bias.


Malam harinya, Qing Qing mendapati Feng sedang tiduran di rumah kaca. Dia tak punya pilihan lain selain minta bantuan Feng sekarang, dia harus memenangkan kontes kecantikan itu.

"Jika tidak, kau tidak akan bisa melihatku lagi."

Feng kaget. "Kenapa?"

"Aku tidak bisa mengatakannya."

Nan Xi bilang bahwa selain dia, ada orang lain yang juga berlatih intrumen piano dengan komposisi musik ini. Jadi Qing Qing pikir bahwa orang yang dimaksudnya pastilah Feng.

"Aku tahu pada akhirnya kau akan datang untuk minta bantuan si tuan muda ini." Batin Feng.

Tapi gengsi dong kalau dia langsung setuju, maka dengan sok angkuh dia menolak membantu Qing Qing dengan alasan lagi bad mood.

Sedih, Qing Qing tak mengatakan apapun lagi dan langsung pergi dengan kepala tertunduk lesu. Jelas bukan itu reaksi yang diharapkan Feng, padahal kan Qing Qing bisa memohon padanya.


Para siswa dan juri mulai berdatangan memenuhi aula. Beberapa peserta sedang dandan saat Qing Qing baru datang. Aliahaa-alih langsung dandan kayak yang lain, Qing Qing malah santai makan dulu. Mereka langsung nyinyir lantang, menyindir Qing Qing secara tak langsung.

Apalagi saat Xin Ya datang, para wanita itu langsung heboh memuji-muji kecantikannya. Xin Ya pasti akan menang hari ini.


Acara dimulai tak lama kemudian dengan diawali oleh kedua MC yang menjelaskan aturan acara lalu memanggil semua peserta.

Qing Qing tetap tampil dengan penuh percaya diri. Apalagi seorang teman sekelasnya tiba-tiba berteriak-teriak menyerukan dukungan mereka, yang jelas saja membuat Qing Qing makin bersemangat.


Saat giliran Xin Ya tampil, seorang wanita yang berdiri di sebelah Qing Qing tiba-tiba bergerak-gerak seperti mau pingsan. Qing Qing sampai cemas dan cepat-cepat membantu menyeimbangkannya. Ada apa dengannya? Wanita itu mengaku kalau dia belum makan apapun selama 2 hari biar dia kelihatan kurus.

"Kau harus bertahan. Kalau kau pingsan sekarang, maka semua usahamu akan sia-sia." Bisik Qing Qing.



Kakeknya Qing Qing memang tidak hadir di aula, tapi seorang juri ternyata mata-matanya Kakek dan diam-diam melapor saat tiba giliran Qing Qing.

Kakek sendiri menonton acara itu bersama seorang petinggi kampus. Kakek tahu kalau Qing Qing mewarisi sifat ibunya yang tak kenal takut, tapi kali ini, Kakek bertekad tidak akan membiarkan Qing Qing mengikuti jalan ibunya.


Qing Qing mendapat sambutan tak kalah meriah saat dia tampil di atas panggung. Salah satu temannya Xin Ya yang jadi juri langsung nyinyir mengejek penampilan luar Qing Qing, terus Qing Qing dapat keberanian dari mana untuk berdiri di atas panggung ini? Apa Qing Qing tidak merasa kalau ini adalah penghinaan untuk pesaing kontestan ini?

Nan Xi kontan menegur pertanyaan kasar wanita itu dan memberitahu Qing Qing bahwa dia tidak perlu menjawab pertanyaan itu.

 

Tapi Qing Qing sama sekali tak gentar. Tapi sebelum dia menjawab pertanyaan itu, dia mau tanya dulu. Menurut mereka, definisi kecantikan itu seperti apa?

Dia mengakua bahwa sebelum dia tampil, dia tadi makan banyak. Para penonton langsung ngakak menertawainya. Tapi Qing Qing tetap percaya diri melanjutkan pidatonya.

"Karena aku sadar bahwa aku butuh banyak kekuatan untuk tampil di acara berikutnya. Aku tahu di dunia ini ada satu estetika dan satu standar dari masing-masing kita, latar belakang kita, penampilan, dan usia kita. Semua standar itu menjadi satu acuan, setelah itu kita akan berkata pada diri kita sendiri 'inilah dirimu'. Kau harus seperti ini, hidup seperti ini. Kita kembali menggunakan standar ini untuk mendefinisikan kecantikan."

Tapi, tidak ada satupun kamus di dunia ini yang mendefinisikan bahwa seseorang yang cantik dari luar saja adalah kecantikan yang sebenarnya.

"Kau percaya bahwa kekasihmu cantik, maka itu cantik. Ada rambut ubah di kepala ibumu, itu juga cantik. Segala sesuatu yang membuatmu merasa bahagia, maka semuanya cantik. Dasar kecantikan tidak terbagi oleh negara dan wilayah. Tidak ada kelas dan standar."


"Apakah seorang wanita tidak lagi cantik jika dia tidak memenuhi kriteria semua orang? Apakah dia tidak layak lagi dipuji, dihormati, dan dicintai? Siapa yang mengatakan ini? Siapa yang menakdirkan ini?"

Temannya Xin Ya tidak terima jawabannya dan langsung sengit menuduh Qing Qing mengubah konsep, dia sudah mengotori panggung acara ini!
Qing Qing mengingatkan kalau dia adalah peserta acara ini, dan dia berdiri di sini ingin membuktikan bahwa kontes kecantikan kampus ini memberikan ide bahwa cantik memiliki lebih banyak kemungkinan untuk berkembang.

Qing Qing mengakhiri pidatonya sampai di sini dan Feng lah orang pertama yang memberinya tepukan tangan yang kontan diikuti oleh semua penonton, mereka bahkan memberinya standing ovation, jauh lebih meriah daripada tepuk tangan untuk Xin Ya.

 

Selanjutnya adalah pertunjukan bakat. Xin Ya menampilkan kemampuan permainan biolanya lalu diikuti Qing Qing yang tampil dengan kecapinya.

Sayangnya, karena dia tampil solo dengan hanya sebuah alat musik tradisional, para penonton langsung kasak-kusuk mengomentari permainannya yang terlalu sederhana, dia tidak akan bisa mengalahkan Xin Ya kalau begini.

Qing Qing mendengarnya tapi dia terus maju... saat tiba-tiba saja terdengar suara denting piano yang mengiringi kecapinya.


Terkejut, Qing Qing menoleh dan mendapati Feng-lah yang duduk di depan piano. Senyum Qing Qing merekah seketika. Dan lagi-lagi, Qing Qing mendapat tepuk tangan yang sangat meriah, jauh mengalahkan Xin Ya yang jelas saja membuat Xin Ya kesal dan cemburu.


"Kau bilang tidak mau membantuku?" Bisik Qing Qing.

"Aku ahanya tak ingin melihatmuaa membodohi dirimu sendiri."

"Cih! Oh yah, yang bertepuk tangan pertama untukku tadi, kau kan?"

"Masa? Aku tak tahu."

Qing Qing jelas sebal mendengarnya. Tapi kemudian Feng berkta. "Tapi kupikir kau benar-benar cantik malam ini. Kau adalah miss kecantikan kampus di hatiku."

Senyum Qing Qing langsung merekah kembali saking bahagianya. "Astaga, kenapa jantungku berdetak sangat cepat?" Batinnya.


Akhirnya tibalah di akhir acara. Semua peserta naik kembali ke panggung dan MC mulai membacakan pemenang kontes kecantikan kampus ini adalah... jeng-jeng-jeng...

"Lan Xin Ya!"

Qing Qing kecewa. Tapi ditengah kesedihannya, tiba-tiba dia melihat Feng memberinya senyuman penyemangat yang kontan membuat senyumnya kembali merekah. Xin Ya juga melihat itu yang jelas saja merusak kebahagiaannya.

 

Tapi Qing Qing sebenarnya menang, hanya saja, ulah Kakek Chen-lah yang membuatnya kalah karena Kakek Chen memerintahkan pihak sekolah untuk memberikan semua suara untuk Qing Qing kepada kontestan lain. Tapi setelah menyaksikan penampilan cucunya itu, Kakek tampak merasa bersalah.


Keesokan harinya, Qing Qing terpaksa harus mengemasi barang-barangnya dengan sedih lalu pamitan pada Fang Fang, dia harus meninggalkan sekolah ini sekarang.

Fang Fang jelas kaget. Itu kan cuma sekedar kontes kecantikan. Belum sempat Qing Qing menjelaskan, ponselnya tiba-tiba berbunyi.

Dalam pesannya, Kakek Chen mengucap selamat untuk Qing Qing. "Jika tujuanmu adalah mengejar gelar, maka sebenarnya... kau menang. Aku menepati janjiku. Kau bisa terus tinggal di sini. Tapi, kau tidak boleh mengungkapkan identitas aslimu. Saat segalanya terungkap, kau harus pulang ke rumah."

Qing Qing kembali bahagia seketika dan langsung mem*luk Fang Fang. Sekarang dia tidak harus pergi lagi, "aku tidak perlu meninggalkan kalian lagi!"

Bersambung ke episode 15

2 komentar: