Sinopsis Master Devil Don't Kss Me Season 2 - Episode 12

 Sinopsis Master Devil Don't Kss Me Season 2 - Episode 12


Semua orang menatap Man Kui dengan kecewa. Tapi Qi Lu tiba-tiba muncul dan menyatakan kalau dia mempercayai Man Kui.

Bahkan sekalipun bukti itu ditemukan dibukunya Man Kui, tapi adakah orang yang melihat Man Kui mencurinya? Bisa saja ada seseorang yang meletakkannya di sana.

"Mo Xin Wei, sejak kapan kau begitu peduli dengan masalah orang lain?"

Xin Wei gugup beralasan kalau dia hanya ingin membuktikan kalau dia tidak bersalah lalu cepat-cepat beralih ke Chu Xia dan tanya apa yang akan dilakukannya karena sekarang mereka sudah menemukan pencurinya.

"Sudah kubilang aku tidak ingin ikut lagi. Tak masalah siapapun pencurinya. Biarkan saja."

Kesal karena Chu Xia masih tidak mempercayainya, Man Kui langsung pergi dan Qi Lu pun langsung menyusulnya. Xiao Nan juga merasa kalau Man Kui cuma dijebak.


Chu Xia pun langsung keluar untuk mencari Man Kui dan meminta maaf padanya. Tapi yang dia dapati di luar malah Qi Lu yang sedang berplukan dengan Man Kui.

Chen Chuan datang menyusulnya dan langsung menutup mata Chu Xia dari pemandangan itu. Dia berusaha menghibur Chu Xia, tapi Chu Xia langsung melepaskan diri darinya dan pergi.


Cheng Chuan menasehatinya untuk mengutarakan perasaannya pada Qi Lu saja jika dia memang menyukai Qi Lu dan jangan cuma flirting.

Flirting itu buruk, siapapun bisa saja mundur dan berubah hati. Sekarang karena Man Kui sudah kembali, apa Chu Xia yakin kalau dia tidak mau melakukan apapun?

"Kadang rasanya sungguh sulit dipercaya hal-hal seperti itu keluar dari mulutmu (dia terdengar dewasa)," komentar Chu Xia

"Setiap orang memiliki sisi yang berbeda. Seperti kau, kau terlihat kuat dari luar, tapi sebenarnya lembut di dalam."

"Kau terdengar sangat memahamiku."

"Jika kau ingin memahami seseorang, kau harus sering-sering melihat mereka, sering-sering memikirkan mereka. Aku selalu melihatmu, makanya aku memahamimu."


"Sekarang kau malah membicarakan dirimu lagi."

"Aku hanya menyemangatimu untuk menyatakan perasaanmu. Aku tidak ingin melihatmu terluka, tapi aku tidak bilang kalau aku menyerah."

Cheng Chuan menawarkan bantuannya untuk menyelesaikan masalah formulirnya Chu Xia. Tapi Chu Xia tetap bersikeras kalau dia tidak mau ikut lagi.


Xin Wei dan Wan Zi lagi-lagi melihat Qi Lu dan Man Kui jalan bersama. Wan Zi kesal, rencana mereka untuk menjebaknya, malah jadi menguntungkannya. Xin Wei santai, sesuatu yang mudah didapat biasanya ada jebakannya, lihat saja nanti.


Saat pulang sekolah, Chu Xia melihat Han Yu datang menjemputnya. Tapi kenapa Han Yu tidak datang ke sekolah beberapa hari ini. Yang tak disangkanya, Han Yu malah mengaku kalau dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke luar negeri besok.

"Mendadak sekali."

"Tak ada yang bisa kulakukan. Ini rencana kakek. Kau yakin tak mau memberitahu Qi Lu kalau kau mau makan di rumahku?"

"Tidak. Dia mungkin ada rencana lain."


Han Tua datang menjemput Qi Lu. Tapi Qi Lu langsung masuk mobil dan menolak menunggu Chu Xia. Han Tua ngotot menyarankannya untuk menelepon Chu Xia.

"Jika terjadi sesuatu dan seseorang harus pergi, bukankah yang seharusnya menelepon itu dia?" Kesal Qi Lu

"Mungkin dia menunggu teleponmu?"

"Ayo pergi saja."


Setelah selesai makan bersama, Chu Xia bertanya-tanya kenapa Kakek begitu baik padanya? Karena Chu Xia adalah Putrinya Su Ya. Jadi baginya, Chu Xia sudah seperti cucunya sendiri.

"Kakek, kalau kakek seperti ini, aku bisa cemburu loh."

"Semua ini karenamu. Jika tidak, dia pasti sudah jadi istrimu."

"Sudah terlambat mengatakan semua itu, aku akan pergi besok, aku tidak bisa membawanya bersamaku."


"Kenapa tidak? Chu Xia, bagaimana kalau kau belajar ke luar negeri juga? Kalian berdua bisa mengembangkan perasaan kalian dan... memberiku seorang cicit?"

Chu Xia hampir tersedak mendengarnya. Dia berterima kasih, tapi lebih baik dia tetap di sini dan belajar dengan tekun.

Tapi Kakek serius loh, kalau dia belajar fashion di luar negeri dan menjadi designer berbakat, ibunya di surga pasti akan sangat senang. Pikirkanlah, Chu Xia boleh mencarinya jika sewaktu-waktu dia berubah pikiran.

 

Cheng Chuan sedang minum-minum bersama pamannya. Tapi tidak usah berbelit-belit, Paman tahu kalau Cheng Chuan lagi ada maunya, katakan saja.

"Paman, kau benar-benar mengerti aku."

"Aku melihatmu tumbuh, ayahmu selalu berada di luar negeri. Sepertinya aku lebih banyak menghabiskan waktu denganmu daripada ayahmu. Jadi tentu saja aku mengerti kau. Sudahlah, katakan saja."


Jadi begini, baru-baru ini, Cheng Chuan jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis ini sangat spesial. Dia itu keras kepala, suka mengatainya, kasar padanya, dan tak pernah memperlakukannya dengan baik. Dia sungguh menyukai gadis ini dan ingin membantunya.

Paman cuma tanya bagaimana caranya dia membantu, dan Cheng Chuan langsung menganggap itu sebagai persetujuan. Senang, Cheng Chuan pun langsung memluk Paman erat-erat.


Nyonya Han mewek nonton adegan mengharukan dalam drama. Ia minta pendapat Qi Lu, tapi Qi Lu malah ketiduran. Bisa-bisanya dia tidur?

"Apa Chu Xia sudah pulang?" Tanya Qi Lu.

"Belum, jangan tidur terus dan teleponlah dia."


Qi Lu menolak, dia mau tidur saja, ngantuk. Tapi begitu bel pintu berbunyi, Qi Lu langsung melesat ke pintu. Dia buka pintu sambil ngomel-ngomel, tapi malah mendapati Chu Xia pulang bersama Han Yu.

Sebelum Chu Xia masuk, Han Yu mengingatkan Chu Xia untuk memikirkannya baik-baik.


Penasaran dengan obrolan mereka tadi, Qi Lu mengsms Chu Xia dan menyuruh Chu Xia datang ke kamarnya dan menanyakan apa maksud Han Yu tadi? Apa yang perlu Chu Xia pikirkan?

Chu Xia menolak memberitahu, itu masalah pribadi. Kalau tidak ada hal lainnya, dia mau tidur dulu.

"Chu Xia, bisa tidak kita jangan saling membuat kesal satu sama lain."

Chu Xia akhirnya mau duduk kembali. Qi Lu tanya apakah Chu Xia tidak mau ikut kompetisi itu karena dirinya? Tidak.

"Sebenarnya, kau tidak perlu memenuhi impiannya dengan pergi ke luar negeri. Kau tidak perlu khawatir, kalau kau mau, aku bisa membuatmu masuk ke sekolah fashion ternama. Aku bahkan bisa membukakan workshop atau studio untukmu setelah kau lulus, dan kau bisa men-design dan membuka toko."

Chu Xia berterima kasih, tapi dia ingin melakukannya dengan usahanya sendiri, dia tidak mau bergantung pada orang lain.

Lagipula sekarang pendaftarannya sudah tutup, dia sudah tidak bisa ikut biarpun dia menginginkannya. Jadi lebih baik mereka menghentikan diskusi masalah ini sampai di sini.

Jadi maksudnya, Chu Xia sebenarnya sangat ingin mengikuti kompetisi itu dan pergi ke luar negeri? Tapi Chu Xia buru-buru menghindar dengan alasan ngantuk.


Keesokan harinya saat Man Kui baru tiba di kelas, dia mendapati papan tulis penuh dengan coretan tentang dirinya. Kesal, dia langsung menuntut siapa pelakunya. Saat tak ada yang mengaku, Man Kui langsung menuduh Xiao Nan pelakunya.

Xiao Nan jelas tidak terima, apa yang membuat Man Kui menuduhnya seperti itu? Karena Xiao Nan teman baiknya Chu Xia dan selalu punya prasangka buruk padanya. Kalau bukan Xiao Nan lalu siapa lagi?

Xiao Nan mengakui kalau dia memang punya prasangka buruk pada Man Kui, tapi bukan berarti dia pelakunya. Man Kui ngotot dengan tuduhannya dan menuntut Xiao Nan untuk mengakuinya saja.


Chu Xia dan Qi Lu datang saat itu. Chu Xia jelas membela Xiao Nan. Man Kui kesal, kemarin dia sudah berusaha menjelaskan berkali-kali, tapi Chu Xia malah tak mempercayainya. Sekarang dia malah langsung mempercayai Xiao Nan, ternyata Chu Xia tak pernah menganggapnya sebagai teman.


Chu Xia berusaha menjelaskan, tapi Qi Lu menyela untuk memperingatkan semua orang bahwa masalah kemarin sudah usai. Siapapun yang mengganggu Man Kui, mereka harus berhadapan dengannya.


Para siswa penggosip lagi-lagi heboh bergosip ria. Yang pertama mengklaim kalau Qi Lu memarahi Chu Xia di hadapan semua orang gara-gara Man Kui.

Yang kedua malah mengklaim kalau Qi Lu mengakui cintanya untuk Man Kui dan mencampakkan Chu Xia di hadapan semua orang.

Yang ketiga lebih parah lagi, mengklaim kalau Qi Lu memukul Chu Xia di hadapan semua orang. Masalahnya, gosip ketiga kali ini didengar oleh Feng Shao.


Kesal, dia langsung menyeret Qi Lu ke lapangan dan mengancam Qi Lu untuk tidak berani-berani menyentuh Chu Xia lagi atau dia akan membuat Qi Lu keluar dari sini dengan merangkak.

"Aku sudah dengar semuanya. Demi Xiang Man Kui, kau memukul Chu Xia di hadapan semua orang. Dasar brengs*k tak tahu terima kasih, pikirkanlah bagaimana Chu Xia memperlakukanmu. Dia melepaskan impiannya karenamu dan kau malah bersikap seperti ini?! Dasar bedeb*h! Kau sangat tidak berharga untuk Chu Xia!"


Tidak terima dengan perlakuan Feng Shao padanya, Qi Lu langsung mendatangi Chu Xia dan melabraknya. Urus temannya yang satu itu dan jangan menyerang orang tanpa mengetahui seluruh ceritanya.

Chu Xia tidak terima, dia sudah terlalu lama menoleransi kelakuan Qi Lu. Dia pikir kalau dia mengatakan sesuatu, lalu itu benar, begitu?

"Kukasih tahu kau, siapapun yang melawan temanku, berarti dia melawanku!"


Di tempat lain, Xin Wei diam-diam menemui Man Kui. Ternyata kedua perempuan licik itu saling bekerja sama.

Bersambung ke episode 13 

Post a Comment

0 Comments