Sinopsis About is Love Episode 1 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 1 - 1


"Dalam hidupku, mendapatkan nilai sempurna itu sama seperti sebuah mimpi. Itu seperti sebuah barang mewah limited edition, dan aku tidak mampu membelinya."


Itulah narasi seorang gadis remaja yang tengah berusaha keras mengecipakkan air, karena kertas ujiannya terjatuh ke kolam. Sepertinya dia tidak bisa berenang, tapi usahanya itu malah membuatnya oleng dan akhirnya terjatuh ke air.

Setelah dia beranjak dewasa, kita melihat gadis itu sekarang masuk ke universitas jurusan seni. Dia bernarasi bahwa masuk ke universitas ini baginya adalah sebuah keberuntungan. Sebagai mahasiswa miskin, dia sering telat bayar uang kuliahnya.


Hari itu, dia tampak berlari secepat mungkin menuju universitasnya. Sementara itu di aula, tampak ada sebuah acara besar.

Beberapa siswa dipanggil ke panggung untuk mendapatkan beasiswa Yun Ma, beasiswa itu disponsori oleh Perusahaan Yun Ma. Di bangku penonton, tampak ada seorang pria misterius yang memakai sarung tangan. Hmm, diakah yang mensponsori beasiswa ini?

Semua mahasiswa penerima beasiswa selesai dipanggil semuanya. Tapi pria bersarung tangan itu tiba-tiba memberi kode pada seorang wanita. Wanita itu lalu memberitahu Pak Direktur bahwa masih ada satu mahasiswa lagi yang belum dipanggil.

Pak Direktur memperhatikan lagi daftar nama itu dan baru menyadari kalau ternyata ada satu nama tambahan yang ditulis paling akhir. Pak Direktur pun memanggil nama terakhir.

"Jurusan Seni, Zhou Shi!"

Tapi yang dipanggil malah tidak muncul. Di bangku penonton, ada dua wanita yyang keheranan mendengar nama Zhou Shi dipanggil. Sepertinya mereka temannya Zhou Shi. Sungguh tak disangka kalau Zhou Shi bakalan dapat beasiswa. Kenapa Zhou Shi telat banget hari ini.


Pak Direktur sekali lagi memanggil nama Zhou Shi... tepat saat pintu samping menjeblak terbuka dan Zhou Shi, sang tokoh utama kita, akhirnya muncul juga. Zhou Shi pun langsung duduk bersama kedua temannya.

"Kenapa kau malah duduk di sini, maju sana untuk menerima penghargaanmu."

"Penghargaan apa? Aku?"

"Please, deh. Kau itu dapat beasiswa yang disponsori oleh Yun Ma."

Zhou Shi tak percaya. "Berhentilah bercanda. Aku tidak seberuntung itu."

"Jangan khawatir. Keberuntungan tidak berhubungan dengan kepintaran. Lagian kau sudah lama miskin, sekarang saatnya kau mendapatkan keberuntungan. Pergilah, cepetan."
 

Zhou Shi akhirnya naik ke panggung walaupun pikirannya masih pesimis dengan keberuntungannya. Pengusaha mana yang otaknya lagi konslet sampai memberinya beasiswa?

Satu per satu, beasiswa itu diberikan oleh si pria muda bersarung tangan hingga akhirnya sampai ke Zhou Shi. "Selamat, mahasiswi." Ucap pria itu dengan wajah dinginnya.

Zhou Shi akhirnya mengangkat pandangannya untuk bertatap muka dengan pria itu dan langsung ternganga kaget. (Ow, apakah mereka berdua saling mengenal?)

"Zhou Shi, kan? Aku sudah melihat lukisanmu, punya banyak potensi."

"Bagaimana bisa... bagaimana bisa jadi kau?" Heran Zhou Shi.

"Apa kita pernah bertemu?"


Tiba-tiba lampu di aula mati. Kontan saja semua orang jadi ribut karenanya. Tapi pria itu justru memanfaatkan kesempatan untuk mendekat ke Zhou Shi dan menatapnya lekat.

~ Flashback satu bulan yang lalu ~


Zhou Shi melamar kerja magang di sebuah hotel. Awalnya si Supervisor agak pesimis dengannya. Apalagi Zhou Shi mahasiswi jurusan seni, tapi malah melamar magang di hotel yang letaknya terisolasi ini. Apa dia punya rencana tertentu?

Zhou Shi menyangkal. Alasannya kemari karena tempat ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Tempat ini juga gampang ditempuh dengan beberapa jam naik kereta saja kok.

Pak Supervisor tetap tak percaya. Katakan saja sejujurnya. Apa sebenarnya tujuannya datang kemari?

"Aku sungguh-sungguh mau magang di sini!" Tegas Zhou Shi mulai kesal.

Dia kan sekarang sedang liburan, nganggur juga di rumah, dan bukankah tempat ini lagi butuh staf? Coba saja pekerjakan dia sebulan saja.

"Asalkan aku bisa menunggu sampai tanggal 28 bulan depan." Gumam Zhou Shi lirih. (Hmm, ada apakah tanggal 28 bulan depan?)

Pak Supervisor mendadak menggebrak meja. "Apa kau paparazzi?... Atau penggemarnya Pak Bos?"

Zhou Shi malah bingung. "Pak Bos anda siapa?"


Tepat saat itu juga, dia melihat seorang pekerja yang kesulitan mengangkat galon. Zhou Shi dengan sigap membantunya mengangkat galon berat itu seolah galon itu seringan bulu. Wkwkwk!

Pak Supervisor sampai melongo melihat kekuatan Zhou Shi. Dengan entengnya dia berkata kalau mengangkat galon mah kecil, patung-patung pahatan yang biasanya musti dibawanya jauh lebih berat malah.

Jadi selain melukis, Zhou Shi juga bisa memahat. Tidak masalah kok kalau dia harus mengerjakan pekerjaan buruh seperti ini.

Pak Supervisor akhirnya mau juga menerimanya dan menyuruh Zhou Shi untuk mendapatkan seragam di bagis HRD. Tapi ada apa dengan tanggal 28 agustus bulan depan itu?


Ah, ternyata pada tanggal itu akan ada hujan meteor di langit Beijing. Fenomena langit itu akan terjadi bertepatan dengan hari valentine-nya Cina, makanya banyak anak muda yang menantikannya.


Di jalan, tampak beberapa pria berkendara menuju hotel tempat kerja barunya Zhou Shi. Hmm, ternyata Zhou Shi bekerja di sana memang ada tujuan khusus.

Dia bahkan sudah memesankan kamar hotel untuk keempat pria itu. Ketiga pria lainnya mengira kalau Zhou Shi itu pacarnya Ming Cheng, tapi Ming Cheng menyangkal dan menegaskan kalau Zhou Shi itu cuma tetangganya dan teman masa kecilnya.
Tapi menurut temannya, Zhou Shi itu pasti menyukai Ming Cheng. Ming Cheng ngotot tak mempercayainya. Mereka tumbuh bersama-sama, kalau Zhou Shi benar-benar menyukainya, maka dia pasti sudah mengetahuinya.

"Mungkin dia menunggu kesempatan ini untuk menyatakan cinta padamu. Coba pikirkan. Pada hari valentine, tapi dia tidak menghabiskan hari itu bersama pacarnya. Dia malah bergaul dengan penggila astronomis seperti kita. Aku tidak bisa memikirkan alasan lain selain karena dia ingin dekat denganmu."

Ming Cheng yakin kalau Zhou Shi tidak akan punya pacar sekarang ini, mengingat dia bahkan belum lulus. Sebagai kakak, dia-lah orang pertama yang tidak akan menyetujuinya

 

Aww, poor Zhou Shi. Padahal Zhou Shi memang beneran suka pada Ming Cheng. Dia bahkan melukis wajah Ming Cheng dan menulis surat cinta untuknya.

Dia lalu menaruh surat itu di bawah bantal di kamar 1208 yang dia booking untuk Ming Cheng sambil berharap semoga pernyataan cintanya ini berhasil.


Tapi yang tidak diketahuinya, gara-gara mereka terlalu sibuk membahas masalah Zhou Shi, Temannya Ming Cheng yang lagi nyetir, malah tidak konsen menatap jalan dan hampir saja bertabrakan dengan mobil lain.

Untung saja Ming Cheng sigap banting setir. Mereka selamat, tapi mobil mereka rusak. Ming Cheng lalu menelepon Zhou Shi untuk memberitahunya kalau mereka akan tiba agak malam.

Zhou Shi antusias memberitahu Ming Cheng kalau dia sudah memesan kamar dengan lokasi terbaik untuk memandang bintang. Dan juga...

"Bisakah kita berduaan saja saat malam?"

Tapi Ming Cheng sama sekali tidak ngeh dengan permintaan penuh arti itu dan santai saja mengiyakannya lalu menutup telepon.


Zhou Shi benar-benar bahagia, tak sabar menanti momen menatap bintang berduaan saja dengan Ming Cheng. Dia bahkan sudah melukis momen itu biarpun belum terjadi.


Karena barang bawaan mereka yang cukup banyak, Ming Cheng dkk memutuskan untuk minta tumpangan. Tepat saat itu juga, ada dua mobil beriringan menuju ke arah yang sama dengan mereka.

Para pria itu langsung melambaikan tangan sambil berusaha memohon untuk dikasih tumpangan. Tapi kedua mobil itu terus lewat dan mengacuhkan mereka.

Tapi saat mobil yang paling depan lewat, mereka tercengang melihat wanita yang berada di dalam mobil itu. Itu kan Zhang Ran Yu, kenapa dia ada di mobil itu?


Ran Yu berkendara dengan pria bersarung tangan yang kita lihat di bagian opening. Dari percakapan mereka, ternyata pria itu mau membawa Ran Yu ke hotel milik perusahaannya yang tak lain adalah hotel tempat kerjanya Zhou Shi.

Pria itu berkata bahwa tempat itu agar terpencil dan mereka tidak akan terganggu di sana. Tempatnya indah dan sangat cocok untuk liburan.

Dia bahkan sudah membooking suite room untuk Ran Yu. Anggap saja beberapa hari ini sebagai hari libur, nanti dia akan menghubungi Pak Direktur universitas untuk memberitahukan masalah ini. (Hmm, apa mereka punya hubungan spesial?)


Dari weibo, Ming Cheng dkk menemukan gambar mobil yang sama dengan yang dikendarai Ran Yu tadi. Pria itu pasti pacarnya Ran Yu, namanya... Wei Jing (MSG)?

"Wei Qing," ralat Ming Cheng.


Di hotel, Zhou Shi tiba-tiba menemukan lukisan yang menarik perhatiannya. Saking kagumnya, dia memutuskan untuk berswafoto ria bersama lukisan itu tanpa menyadari para pegawai lainnya lagi mondar-mandir dengan panik. Sepertinya terjadi sesuatu.


Pak Supervisor kebetulan lewat sana saat itu. Jelas saja dia langsung ngomel-ngomel melihat Zhou Shi bukannya kerja malah foto-foto. Ayo, ikut cepetan! Dia datang!

"Siapa yang datang?" Heran Zhou Shi

"Salah satu dari tiga harta hotel kita ini! Pak Bos!"

Seandainya saja Pak Bos bilang-bilang dulu kalau dia mau datang, dia pasti akan memanfaatkannya untuk menarik minat para pelanggan. Tapi dia malah datang dadakan. Apa sebenarnya rencananya?


Jadilah para pegawai hotel sibuk bukan main untuk membersihkan setiap sudut ruangan. Bahkan yang bukan pegawai cleaning service pun tetap harus ikutan bersih-bersih, sementara Pak Supervisor ribut bukan main memberi perintah sana-sini agar mereka membersihkan segalanya sebersih mungkin.


Zhou Shi membersihkan kamar 1208. Zhou Shi merasa agak bingung dengan semua ini. Ini kan bukan inspeksi rutin, kenapa harus takut.

Salah! Pak Bos kemari bukan untuk inspeksi, tapi liburan, dia bahkan bawa wanita. Pak Supervisor hampir saja mau mengecek bagian kasur.

Zhou Shi sontak panik mencegahnya dan meyakinkan kalau dia sudah membersihkan semuanya, tidak ada masalah kok. Lagian kenapa harus lebay banget sih, Pak Bos kan sudah pasti akan tinggal di presidential suite, tidak mungkin dia akan tinggal di kamar tamu biasa.


"Apa kau bosnya?!" Sentak Pak Supervisor. "Setiap kali datang kemari, dia selalu memilih sendiri kamar yang dia tinggali. Dia bahkan pernah tinggal di gudang dan mengubahnya jadi kamar." (Pfft! Segitunya amat Pak Bos)

"Apa dia punya penyakit?" Heran Zhou Shi.

"Dia tidak punya penyakit. Dia hanya punya OCD (Obsessive-compulsive disorder). Seribu kali lebih parah daripada orang lain." (Ah, jadi karena itu dia selalu pakai sarung tangan)

Bersambung ke part 2

Post a Comment

4 Comments

  1. Kak cerita y seru,lanjutin nulis sinopsis y sampai selesai ytp pleess jgn lama-lama abdet y,makasih.

    ReplyDelete
  2. Kak cerita y seru,lanjutin nulis sinopsis y sampai selesai ytp pleess jgn lama-lama abdet y,makasih.

    ReplyDelete
  3. Bagi link engsub dong k
    Atau lanjutin sinopsis sampe end dong k

    ReplyDelete

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam