Sinopsis Accidentally in Love Episode 5 - 1

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 5 - 1


Qing Qing dan Feng yang sedari tadi melamun saking bosannya mendengarkan sesi pelajaran Bu Guru, langsung melek penuh semangat begitu bel istirahat berbunyi.


Qing Qing langsung keluar dengan antusias, dan seketika itu pula para fans-nya Feng bergerombol di luar jendela untuk melihat idola mereka. Melihat itu, Feng langsung pura-pura baca e-book dengan gaya sok pintar dan kontan membuat para fans itu makin heboh.


Qing Qing mendadak kembali dengan membawa sebuah keranjang besar dan err... celengan? Ah, ternyata dan Fang Fang mau memulai rencana bisnis mereka.

Flashback.

 

Sebelum memulai bisnis mereka, Qing Qing nyerocos panjang lebar tentang ilmu ekonomi yang intinya bagaimana mendapatkan untung dari bisnis mereka yang akan mereka jual pada para murid Ming De yang rata-rata adalah anak orang kaya.

Biasanya, anak-anak orang kaya itu kan suka belanja tapi mager. Maka bisnis yang akan mereka tawarkan adalah jasa membantu para anak-anak orang kaya ini untuk membelikan apapun yang ingin mereka beli dengan imbalan ongkir... atau istilah kerennya jasa pesan-antar.

Flashback end.


Maka Qing Qing pun dengan penuh percaya diri berkoar-koar di kelas untuk menawarkan jasa pesan-antar Chen Qing Qing. Dia akan membantu mereka membelikan makanan dan snack dengan ongkir 10 yuan saja.

Tapi sayangnya, selain Nan Xi, tak ada seorangpun yang menanggapinya, peduli pun tidak. Tak menyerah begitu saja, Qing Qing tiba-tiba mengeluarkan sebuah speaker yang sukses menarik perhatian satu kelas.


Tapi Feng merasa terganggu dan langsung mematikan rekaman speaker itu. Qing Qing sangat mengganggu sesi membaca-nya, tahu!

"Kalau begitu, kukasih tahu kau! Sesi membacamu itu sangat mengganggu usaha promosiku!"

"Kau masih bersikeras?"

"Kenapa?!" Tantang Qing Qing lalu melirik ke jendela untuk mengingatkan Feng akan para fans-nya yang masih heboh mengaguminya.


Gengsi, Feng tak membahas masalah ini lebih jauh lagi lalu balik ke akting sok cool-nya. Qing Qing mengerti sekarang, jadi dia cuma akting. Jelas-jelas dia tidak benar-benar membaca, dia cuma akting buat para fans-nya yang di luar itu.

Mendengar itu, Feng malah menyorot tajam Qing Qing sampai Qing Qing merasa risih. Dia lihat apa, sih?

"Menatap dalam-dalam pada orang jahat adalah tindakan kejam."

"Si Tu Feng!"

"Itu qoute dari Mengepung Benteng karya Qing Zhongshu." Santai Feng sambil menunjukkan e-book yang ternyata benar-benar dia baca. Fang-Fang cepat-cepat menengahi mereka dan meminta Qing Qing menyudahi perkara ini.

Flashback.


Saat mereka membahas bisnis mereka malam sebelumnya, Fang Fang sebenarnya cemas. Karena dia yakin akan sangat sulit mendapatkan pesanan pertama mereka. Siapa juga yang akan mengganti kebiasaan mereka segampang itu?

Qing Qing sadar akan hal itu. Makanya jika ada produk baru dirilis, mereka harus mencari seorang pelanggan yang paling bisa berpengaruh. Strategi paling efektif adalah membuat calon pelanggan mereka melihat model pertama dulu.

Kalau begitu caranya, maka mereka harus bisa mendapatkan Si Tu Feng dong? Tanya Fang Fang. Oh, tidak! Si Tu Feng itu kan suka marah-marah. Orang-orang pasti akan berpikir kalau Feng disponsori oleh mereka, atau mungkin mereka akan dituduh memaksa Feng.

"Dan yang paling penting, aku tidak suka dia. Tapi, aku sudah menentukan siapa pelanggan pertama kita. Kau tidak perlu khwatir. Orang ini sudah pasti adalah pilihan terbaik karena bukan saja dia tampan, tapi juga punya kekuatan untuk mempengaruhi orang lain."

Flashback end.


Dan orang yang dimaksudnya itu tak lain adalah Nan Xi. Dan tampaknya mereka sudah saling bekerja sama, Nan Xi dengan sengaja melantangkan suaranya, meminta Qing Qing untuk membelikannya nasi daging sapi dan sebotol cola.

Sontak saja apa yang dilakukannya menarik perhatian satu kelas, dia bahkan langsung membayar ongkirnya saat itu juga dengan memakai sebuah aplikasi pembayaran.

 

Seketika itu pula, para murid lainnya langsung mengerubungi Qing Qing untuk pesan ini dan itu, dan Fang Fang langsung sibuk menulis pesanan mereka. Para penggemarnya Feng juga tertarik dan langsung ikutan.
Feng melongo melihat perubahan dadakan ini dan langsung mengajak Nan Xi bicara berdua. Heran dia, apa Nan Xi kena pelet? Nan Xi santai saja menanggapinya.


Qing Qing dan Fang Fang sudah sibuk membeli berbagai macam pesanan para pelanggan mereka. Dan saat mereka kembali ke kelas tak lama kemudian, mereka menenteng 4 keranjang penuh snack.

Bukan cuma satu kelas, pesanan mereka bahkan datang dari kelas lain. Tapi kelas itu ternyata kelasnya Yan Xi dan dia jelas tidak senang melihat apa yang dilakukan Qing Qing.


Saat Qing Qing kembali ke kelasnya tak lama kemudian, tiba-tiba dia mendekati Feng dengan membawa sebuah tas... lalu menyodorkan selembar surat cinta. (Hah? Dia nulis surat cinta untuk Feng?)

Feng kaget. "Chen Qing Qing... kau...?"

"Cepat buka."

"Maaf, aku tidak mau menerimanya. Aku tidak mau lihat."

"Si Tu Feng, kau ingin memaksaku untuk membuka surat ini dan membacakannya keras-keras di hadapan teman-teman sekelas kita?" Ancam Qing Qing.

"Hei, mari kita perjelas. Aku ingin terlibat dalam hal apapun denganmu."

Kesal, Qing Qing benar-benar melaksanakan ancamannya. Tapi bahkan sebelum dia sempat membacanya, Feng sudah panik duluan dan langsung merebut surat itu, dan akhirnya mau membacanya sendiri.

Tapi Feng sontak melotot kaget begitu membaca isinya lalu berkata. "Cheng Qing Qing, berhentilah berharap. Para penggemarku begitu banyak sampai bisa mengelilingi bumi ini 3 kali. Kau harus antri."

Qing Qing malah tak mengerti apa maksudnya. Hmm, jelas surat itu bukan dia yang buat. Qing Qing mencoba membacanya dan langsung shock.

"Si-Si Tu Feng... aku tidak pernah berniat melakukan itu denganmu." (Wkwkwk! Apaan coba isi suratnya?)


Canggung, Qing Qing akhirnya mengeluarkan semua isi tas yang dibawanya dan ternyata isinya penuh dengan surat cinta.

Qing Qing menjelaskan bahwa dia baru saja menambahkan jasa pengiriman surat cinta di dalam lini bisnisnya, dan semua ini adalah surat cinta untuk Feng.

"Apa kau pernah mendapat persetujuanku?" Protes Feng.

"Aku hanya melakukan ini untuk mempertahankan popularitasmu. Yang kutahu, kau tidak bisa menolak surat cinta dari penggemarmu. Daripada membiarkan mereka berkeliaran di sekitar pintu dan mengganggu sesi belajar orang lain, bukankah lebih baik kalau aku mengubahnya jadi ladang bisnis? Dengan begitu, ini akan menguntungkan semua orang yang terlibat."

Qing Qing bahkan menetapkan harga yang bervariasi untuk tiap-tiap jenis surat. Mulai dari yang paling murah yaitu surat kekaguman yang cuma seharga 20 yuan hingga yang paling mahal adalah surat menunggu balasan Feng yang seharga 250 yuan.


Feng benar-benar kesal mendengarnya. Baiklah, jika Qing Qing mau membuat uang dengan cara seperti ini, dia akan memberikan kesempatan pada Qing Qing untuk menghasilkan uang banyak.

Maka dengan suara selantang mungkin, Feng menyatakan kalau dia mau mentraktir mereka semua minuman lalu memberikan segepok uang ke Qing Qing.

Qing Qing santai saja menyerahkan uang itu ke Fang Fang, tapi kemudian mereka malah duduk-duduk santai. Feng sampai bingung, apa mereka tidak akan pergi belanja minuman? Qing Qing malah cuma menjawabnya dengan senyum licik.
 

Lalu tak lama kemudian, datanglah beberapa kurir membawakan beberapa kardus minuman atas nama Qing Qing. Pfft! Qing Qing dengan santainya memberitahu Feng bahwa pesanan seperti ini tuh bisa langsung dipesan online. Masa Feng tidak tahu?

"Huh! Kau ingin mengalahkanku dengan IQ-mu itu?"

Feng kontan murka, tapi Qing Qing dengan cepat mendorong Fang Fang keluar ke kelas renang mereka.

 

Tak lama kemudian, semua orang sudah berkumpul di kolam renang. Qing Qing dengan antusias ikut berkumpul... sambil pakai pelampung. Pfft! Dia mengaku kalau selama ini renang adalah olahraga yang sulit dia kuasai.

"Karena itulah, aku bertekad untuk menaklukkannya hari ini!"

Tapi tiba-tiba perhatian Qing Qing teralih melihat pemandangan mencengangkan di seberang kolam. Feng bukannya bersiap renang, malah santai-santai dengan gaya sok kerennya.


Gengnya Xiao Bi heboh mengagumi Feng. Dengan image idola yang selalu dia jaga, mana mungkin Feng mau berenang bareng mereka. Kabarnya, setiap kali gambarnya diambil secara diam-diam, selalu kelihatan 8 roti sobeknya. (Banyak amat, perasaan tbuhnya kurus banget itu. Wkwkwk!)

"Kudengar, Si Tu Feng itu penggila kebersihan. Dia hanya mau renang kalau itu kolam renangnya sendiri."

"Wow, pantas saja dia disebut idola. Bahkan sifat buruknya kelihatan berbudi. Luar biasa."


Qing Qing mendengarkan gosipan mereka dengan sinis dan mendadak punya ide licik. Qing Qing dengan sengaja menghampiri Feng dan tanya kenapa dia tidak bergabung bersama yang lain?

"Apa urusannya denganmu?"

Qing Qing tidak terima diketusin seperti itu, Feng pikir kalau dia tidak akan berani mendorongnya ke air apa?

"Hei, kau boleh bercanda dengan apapun, tapi jangan bercanda tentang itu." Protes Feng. (Err, apa dia takut air?)

Mendengar itu, Qing Qing jadi tambah nekat mendorong kursinya Feng ke arah kolam... dan kontan membuat Feng panik dan langsung melompat menjauh.
 

Qing Qing langsung ngakak melihat reaksinya itu. Tapi tiba-tiba dia kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke kolam. Qing Qing kontan panik karena tidak bisa berenang.

Anehnya, Feng malah tampak sangat ketakutan, napasnya bahkan tidak beraturan gara-gara itu lalu kabur meninggalkan Qing Qing.

Bersambung ke part 2

3 komentar: