Rekap Because of Meeting You Episode 1 - 5 (Part 2)

Rekap Because of Meeting You Episode 1 - 5 (Part 2)


Sifat Yu Xin sangat bertolak belakang dari Yi Bei. Sedari kecil dia sudah angkuh dan bersikap seolah dia tuan putri. Dan parahnya lagi, ibunya terlalu memanjakannya dan tidak pernah mengoreksi sikapnya.

Sedangkan Yi Bei, biarpun tumbuh menjadi putri dan cucu tunggal di keluarga kaya, tapi dia  jauh lebih rajin dan pemberani. Saat Yu Xin jejeritan heboh karena kecoa, Yi Bei dengan santainya menginjak kecoa itu untuk Yu Xin. Tapi alih-alih berterima kasih, Yu Xin malah mengatai-ngatai Yi Bei.

Saat mereka pindah ke rumah baru mereka yang waktu itu masih sangat kotor, Yu Xin mengeluhkan tempat itu panjang lebar. Sedangkan Yi Bei tanpa banyak kata, langsung sigap membantu Ai Yu bersih-bersih.

Ai Yu bahkan membiarkan Yu Xin main di luar dan menyuruh Yi Bei membantunya bersih-bersih. Yi Bei sama sekali tidak mengeluh, malah senang bisa membantu ibu barunya.


Yu Xin tak suka dengan keberadaan Yi Bei di rumah mereka. Tapi Ai Yu menjelaskan kalau mereka terpaksa harus membiarkannya tinggal bersama mereka.

Para tetangga sudah terlanjur mengira kalau Yi Bei putrinya. Mereka juga tidak bisa mengembalikannya ke keluarganya karena mereka bahkan tidak tahu siapa dan di mana keluarganya Yi Bei.

Mereka juga tidak bisa melaporkan Yi Bei ke polisi mengingat mereka pindah kemari untuk menghindari kreditur.

Tapi karena mereka tak tahu namanya, Ibu akhirnya memutuskan untuk menamainya sebagai Zhang Guo Guo, karena wajahnya bulat kayak apel. Yi Bei pun senang punya nama baru.


Saat Ai Yu membuka warung pangsit di rumah baru mereka, Guo Guo dengan tekun membantu Ai Yu. Kepribadiannya yang ramah dan periang, membuat para pelanggan menyukainya.

Bahkan saat terjadi insiden Yu Xin cari perkara dengan Guo Guo dengan melempar gelas air ke punggung salah satu pelanggan, Guo Guo dengan cepat menenangkan emosi si pelanggan dengan menyanyikan lagu anak-anak dengan gaya lugunya. Si pelanggan pun luluh dan tidak jadi marah karenanya.

 

Guo Guo selalu menganggap Yu Xin kakaknya dan sangat baik padanya, tak peduli biarpun Yu Xin dingin dan ketus padanya. Dia bahkan terlalu polos untuk menyadari betapa liciknya Yu Xin.

Suatu hari, Yu Xin mendapati Guo Guo menggambar tempat pewarnaan kain dan sebuah layangan pelangi, lengkap dengan kain-kain warna-warni yang dijemur pasca pewarnaan. Guo Guo menggambar gambar itu dari alam bawah sadarnya karena dia bahkan tidak ingat apapun.

Itu sebenarnya gambar kenangan Yi Bei karena dia tahu ibunya sangat mencintai tempat pewarnaan kain itu, makanya Yi Bei menggambar gambar itu. Bahkan gambar itu berhasil membuatnya jadi juara pertama. Sayangnya, sang ibu terlalu sibuk untuk peduli tentang alasan Yi Bei menggambar gambar itu.

 

Gambar itu sekarang ini ada di tangan ayahnya. Ayah ingat waktu itu Yi Bei pernah bilang bahwa dia sangat suka menggambar tempat pewarnaan kain dan jika ada kompetisi menggambar tempat pewarnaan kain, dia pasti akan jadi juara pertama.

Waktu itu Ayah berkata pada Yi Bei bahwa suatu hari ia akan mengadakan kompetisi menggambar untuk Yi Bei. Yi Bei antusias mau ikut dan minta hadiah makanan kesukaannya, pizza seafood selama setahun.

Ingatan itu pula Ayah punya ide untuk menemukan putri mereka dengan cara mengadakan lomba menggambar tempat pewarnaan kain untuk anak SD. Hui Jie awalnya pesimis, tapi akhirnya dia setuju dengan harapan Yi Bei akan mendengar perngumuman lomba itu dan kembali.


Sayangnya, alih-alih Yi Bei, pengumuman lomba itu justru dibaca oleh Yu Xin. Dia langsung bisa melihat kemiripan foto Jin Lu Ge yang dia lihat di koran dengan gambar buatan Guo Guo.

Tapi yang paling menarik perhatiannya adalah hadiah uang yang jumlahnya cukup besar dan juga beasiswa yang dijanjikan pihak Jin Lu Ge untuk pemenang pertama. Maka tanpa izin ataupun sepengetahuan ibunya, Yu Xin pergi ke Jin Lu Ge untuk mengikuti lomba itu.


Satu per satu peserta lomba mulai berdatangan, tapi Yi Bei yang mereka harapkan tetap tidak muncul. Tapi kemudian Ayah melihat gambar buatan Yu Xin yang sama persis dengan gambar buatan Yi Bei.

Ayah dan Hui Jie hampir saja senang mengira dia Yi Bei, tapi ternyata bukan. Ayah heran, bagaimana bisa Yu Xin menggambar seperti ini?

Jelas dia menggambarnya dengan meniru persis setiap detil gambarnya Guo Guo, tapi tentu saja dia tidak mengatakannya pada mereka. Malah dengan gaya sok bijaknya berkata kalau dia menggambar kain dan layang-layang warna-warni karena ini adalah tempat pewarnaan. Sedangkan layang-layangnya dia gambar untuk membuat pemandangan tempat itu menjadi lebih indah.


Gambar itu berhasil membuat Yu Xin menjadi pemenang pertama. Setelah lomba usai, anak-anak yang lain pulang tapi Yun Xi dengan sengaja tetap di sana.

Ayah dan Hui Jie akhirnya menyambutnya di rumah mereka dan memberinya makan, Nenek bahkan menghadiahinya sebuah gaun sulaman yang sebenarnya hendak Nenek berikan pada cucunya.

Nenek juga meminta Ayah dan Hui Jie untuk membantu biaya sekolahnya Yu Xin sampai selesai dengan harapan hal itu akan menjadi karma baik untuk Yi Bei.

Mereka kemudian mendatangi sekolahnya Yu Xin untuk membahas beasiswa yang akan mereka berikan untuk Yu Xin. Mereka sama sekali tidak menyadari kalau putri mereka sendiri sebenarnya juga bersekolah di sana. Mereka begitu dekat, tapi terasa sangat jauh.

                                             
Suatu hari, Ai Yu mendatangi universitas tempat Ayah Yi Bei menyadari dan dari kejauhan, dia melihat betapa baiknya Ayah.

Maka demi masa depan Yu Xin, Ai Yu memutuskan untuk menghubungi Ayah dan berkata bahwa dia menyerahkan Yu Xin padanya dan meminta Ayah untuk berjanji bahwa ia akan membiayai pendidikan Yu Xin sampai selesai. Dia bahkan tidak bilang kalau dia ibunya Yu Xin dan berbohong kalau Yu Xin itu yatim piatu.

Dan begitu bagaimana akhirnya Yu Xin bisa mendapat pendidikan tinggi dengan mudah, sementara Guo Guo aka Yi Bei malah harus hidup di kota kecil dan membantu bisnis pangsitnya Ai Yu hingga 12 tahun kemudian.

Xiu Hua sendiri pindah ke kota Xiping tanpa menyadari dia sangat dekat dengan Yi Bei. Apalagi di hari pertamanya datang ke kota itu, dia bertemu dengan Ai Yu.


Dari hubungannya dengan Xiu Hua, Yi Bei mengenal Li Yun Kai yang merupakan keponakan Xiu Hua (Xiu Hua adalah adiknya ibunya Yun Kai) dan hubungan mereka cukup akrab dan manis walaupun suka tengkar ala-ala childhood sweetheart gitu.

Walaupun Yi Bei demen mengejeknya, Yun Kai tetap baik padanya dan menghiburnya saat Yi Bei bersedih karena pertengkaran kedua orang tuanya.


Suatu hari, Yun Kai memberinya sebuah layangan bergambar pelangi untuk menggantikan layangan Yi Bei yang sebelumnya tersangkut di pohon. Tapi dia malah melihat Yi Bei menangis.

Yi Bei pun curhat tentang orang tuanya yang mau cerai. Prihatin, Yun Kai menyarankan pada Yi Bei untuk mencari cara untuk menghentikan perceraian kedua orang tuanya.

Berterima kasih atas ide bagusnya, Yi Bei menghadiahi Yun Kai sebuah jimat kecil warna merah hasil sulamannya sendiri. Dia memberitahu Yun Kai kalau jimat ini bisa membuatnya bahagia. Dia bahkan langsung memanggil Yun Kai dengan sebutan kakak dan kontan membuat Yun Kai sumringah.


Sejak ibunya meninggal dunia, Ayah Yun Kai yang selama ini diam-diam punya keluarga lain, langsung memboyong keluarga keduanya itu ke rumah mereka dan jadilah Yun Kai harus tinggal dan tumbuh bersama ibu tiri dan kakak tirinya - Li Yun Ze, dan kedua orang itu sama-sama membencinya.

Yang tidak semua orang ketahui, Ibu Tiri Yun Kai ini menyimpan rahasia kematian ibu kandungnya Yun Kai. Tepat sebelum Ibunya Yun Kai mengalami kecelakaan, kedua wanita itu tak sengaja bertemu. Ibu Tiri ada di sana, menyaksikan kecelakaan itu terjadi di depan matanya.


Yun Kai dan Yun Zhe sama-sama berprestasi di sekolah, tapi Ibu Tiri pasti kesal setiap kali Ayah lebih memuji Yun Kai hanya karena nilai Yun Kai dua angka lebih tinggi daripada nilainya Yun Zhe.

Pagi hari setelah kecelakaan naas itu terjadi, Ayah yang waktu itu masih belum mengetahui kabar kecelakaan Xiu Hua, ingin mengajak Yun Kai ke perusahaan. Ibu Tiri berusaha meminta Ayah untuk mengajak Yun Zhe juga, tapi Ayah menolak dan menyuruh Yun Zhe belajar saja di rumah.

Tapi karena Yun Kai sudah ada janji dengan Yi Bei untuk mentraktir Yi Bei makan pizza, Ayah mengizinkan Yun Kai pergi melaksanakan janjinya dulu, baru nanti jam satu Ayah akan jemput Yun Kai ke perusahaan.

Ibu Tiri tidak terima anak kandungnya dinomorduakan dan bertekad menjadikan putra kandungnya sebagai pewaris perusahaan, maka kemudian dengan liciknya dia memberikan uang saku lebih untuk Yun Kai dan berbohong kalau tadi Ayah bilang akan pulang terlambat supaya Yun Kai keluar lebih lama dan tidak jadi diajak ke perusahaan.

Yun Kai dengan polosnya mempercayai kebohongan Ibu Tiri. Dengan santainya dia pergi tanpa menyadari kalau Ibu Tiri berbohong pada Ayah bahwa tadi Yun Kai minta uang tambahan darinya.

Termakan kebohongan Ibu Tiri, Ayah akhirnya membawa Yun Zhe ke perusahaan. Hanya Hai Lan (Bibinya Yun Kai) yang tidak terlalu mempercayai omongan Ibu Tiri.

Yun Kai menunggu Yi Bei di restoran langganannya, tapi sampai sore Yi Bei tetap tidak datang-datang. Kecewa, Yun Kai akhirnya memutuskan untuk pulang.


Tapi setibanya di rumah, dia malah diomeli Ayah yang mengira dia kelayapan dan melupakan janji mereka. Yun Kai tentu saja langsung membela diri dan mengadukan perbuatan Ibu Tiri.

Ibu Tiri menyangkal perbuatannya dan Yun Zhe juga langsung membela ibunya. Saat itulah Yun Kai baru sadar kalau ibu tirinya tidak sebaik yang dia kira dan saat itulah pula Yun Kai sekeluarga baru mengetahui masalah di keluarga Jin.


Yun Kai yang awalnya kesal karena mengira Yi Bei tidak datang memenuhi janjinya, sekarang menjadi sedih setelah mengetahui Yi Bei hilang.


Suatu hari, Yun Zhe cari masalah dengannya saat tak sengaja dia menemukan sapu tangan sulaman mendiang Ibu Yun Kai daan jimat merahnya Yi Bei yang di dalamnya berisi sebuah pesan.

Jadilah kedua anak itu bergulat sampai membuat kertasnya robek. Yun Zhe malah membuat suasana makin runyam dengan mengejek sulaman nama yang ada di sapu tangan itu.

Yun Kai berusaha merebutnya, tapi gagal. Ibu Tiri seperti biasanya, lebih membela putranya sendiri dan menuduh Yun Kai memukul Yun Zhe.
 

Yun Kai sontak menangis dan memohon agar Yun Zhe mengembalikan sapu tangan peninggalan terakhir ibunya itu. Tapi Yun Zhe dengan liciknya mengajukan syarat.

Dia akan mengembalikan sapu tangan itu, tapi mulai sekarang, Yun Kai harus hormat pada dirinya dan ibunya. Yun Kaia harus memanggil mereka sebagai 'Ibu' dan 'Kakak'. Yun Kai harus patuh padanya.

Tak berdaya, Yun Kai terpaksa menuruti semua kemauan Yun Zhe. Bahkan saat Yun Zhe memerintahkannya untuk behenti menangis dan tersenyum, Yun Kai langsung tersenyum lebar-lebar, dan baru saat itulah Yun Zhe akhirnya mengembalikan sapu tangannya.

Bersambung ke episode 6

0 komentar

Post a Comment