Sinopsis Unwilling Bride Episode 3 - 1

 Sinopsis Unwilling Bride Episode 3 - 1

Selesai menandatangani akta nikah, Kade malah menyodorkan selembar surat kontrak pada May. Apa-apaan ini? Jangan bilang kalau Kade menyuruhnya untuk menyerahkan aset dan warisannya pada Kade?


"Kalau kau mencintaiku sebesar itu, boleh-boleh saja." Goda Kade.

Kesal, May mulai membaca surat kontrak perjanjian suami-istri itu. Aturan pertama, May harus pindah dan tinggal di rumah Kade. Apa?! Kade udah gila apa?! Jangan mimpi kalau dia bakalan pindah tinggal bareng Kade!

"Ini bukan mimpi, apa yang kita lakukan ini nyata."

"Terus ngapain aku harus pindah bersamamu?"

"Loh, masa suami-istri tinggal terpisah?"


Pfft! Speechless deh May. Tapi kan... dia tidak pernah mengenal Kade sebelumnya, mereka juga tidak pernah pacaran. May tidak tahu apa-apa tentang Kade, jadi bagaimana bisa mereka tinggal bersama?

"Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu sampai kau tinggal bersamaku dulu."

"Tapi..."

"Kalau kau tak nyaman, maka aku bisa pindah ke rumahmu."

"Gila apa? Kalau kau melakukan itu, ayahku akan tahu."

"Kalau begitu, pindahlah ke rumahku."

"Oi!... Baiklah."

Kade senang. "Apa?"

"Ya, itu. Jangan suruh aku mengulanginya."


Oke, karena mereka sudah sepakat akan aturan pertama, silahkan baca aturan kedua. Hah? May kaget, ada aturan kedua? Dia cepat-cepat membaca kontrak itu lagi dan lebih shock lagi membaca aturan kedua.

Mulai sekarang dan setiap kali mereka berada di hadapan orang lain, baik dalam event sosial, tempat umum, dan segala konferensi press, May harus menunjukkan cintanya dan bersikap selayaknya seorang istri.

"Terus bagaimana kalau di belakang mereka, apa aku tetap harus menunjukkan sikap sebagai istrimu?"

"Terserah kalau kau mau."

"Nggak mau!"

Jadi bagaimana, May setuju atau tidak dengan aturan kedua? Terpaksalah May setuju lalu mencoretkan tanda-tangannya di sana.


Tepat saat itu juga, ponselnya Acha berbunyi. Dia hapal betul nomor ini, si paparazzi itu menelepon lagi. May cemas mendengarnya. Kade menyuruh Acha tidak menjawabnya, biarkan saja si paparazzi itu menelepon terus.

Bisa diduga, si paparazzi itu frustasi bukan main karena teleponnya tidak diangkat-angkat. Pokoknya dia harus mendapatkan uang itu hari ini atau dia akan mengekspos aib kedua orang itu.

Dia lalu mencoba menelepon Sekretarisnya May. Tapi untung saja Kade segera melarangnya menjawab nomor asing itu, apalagi kemudian Acha mengonfirmasi kalau itu memang nomornya si paparazzi.


May makin panik tak tahu harus bagaimana. Mereka tidak bisa begini terus menerus. Sekretarisnya juga cemas, takutnya si paparazzi itu bakalan mengekspos foto-foto itu hari ini kalau mereka terus menghindarinya.

"Kalau begitu, kita harus menyebarkan foto kita lebih dulu." Usul Kade.

"Foto apa?"

Kade menjawabnya dengan menunjukkan foto selfie saat mereka nikah pura-pura di pesta pantai malam itu. May ngeri sendiri melihat foto-foto itu. Parahnya lagi, di salah satu foto, May malah kelihatan paling agresif dengan mengecup pipi Kade.

"Ini siapa yang motret?"

"Kau tanya? Dilihat dari angle dan tangannya, jelas-jelas kau sendiri yang motret."


Mereka asyik aja membahas masalah foto-foto mesra itu dalam jarak yang sangat dekat sampai Acha berdehem untuk menyadarkan bosnya. Pokoknya Kade akan menyebarkan foto ini bersamaan dengan foto-foto penandatanganan akta nikah mereka, hari ini juga.

Tapi May ingin foto-foto ini tersebar seolah tak sengaja tersebar, biar kelihatan lebih natural begitu. Kade setuju-setuju saja, kedua sekretarispun keluar untuk melaksanakan perintah kedua bos.


Di studionya, Nackarin sedang melukis wajah May saat sekretarisnya datang dan menunjukkan sesuatu padanya. Foto-foto pernikahan May dan Kade sudah viral dengan cepat di internet.


Si paparazzi makin dongkol karena tak ada satupun yang menjawab teleponnya. Kalau begini, dia akan jual murah saja foto-foto itu ke media, mending begitu daripada tidak mendapat apapun. Si paparazzi pun mulai membuka laptopnya... tapi malah mendapati foto-foto pernikahan Kade dan May. Si paparazzi jelas kesal setengah mati, dia kecolongan.


Pada saat yang bersamaan, Ruth dan Pin juga mengetahui berita itu dari beberapa pengunjung restoran yang menggosipkan berita itu dengan suara lantang.

Rencana Kade dan May sukses membuat orang-orang itu berpikir kalau foto-foto itu bocor secara tak sengaja. Ibu Pin yang paling shock sampai tak sengaja menjatuhkan tekonya sampai pecah, harapannya hancur sekarang.


Lookaew juga kesal setengah mati begitu mengetahui berita itu dan langsung memberitahukannya pada Pan dan Pong. Pong tak percaya, itu pasti hoax.

"Terus ini apa?" Lookaew menunjukkan foto May dan Kade itu. Tapi Pong masih saja tak percaya, palingan ini photoshop.


Keesokan harinya, Kade dan May sudah bersiap untuk melakukan konferensi press mengenai berita pernikahan mereka itu. May yang paling gugup, pertanyaan-pertanyaan macam apa yang akan dia hadapi nanti? (Dia yang selebritis kok dia yang paling gugup?)

"Segala pertanyaan yang akan menusuk hatimu. Mereka akan berusaha mengoyak ususmu... tapi jangan khawatir. Pegang saja tanganku, berpikirlah kalau kau adalah istri sungguhanku." Ucap Kade dengan manisnya.

Dia lalu mengulurkan tangannya ke May. Agak ragu awalnya, tapi akhirnya May menyerahkan tangannya ke Kade. Kade pun menggenggamnya erat lalu menuntun May keluar menghadapi para wartawan dan serbuan pertanyaan mereka.


Kade dengan tenang mengklaim kalau dia dan May sudah saling mengenal selama satu tahun dan pacaran sejak hari pertama mereka bertemu.

"Jatuh cinta pada pandangan pertama?"

"Aku tak pernah tahu apa itu cinta pada pandangan pertama... sampai aku bertemu wanita bernama Maysarin." Tutur Kade sambil menatap May dengan penuh cinta dan sontak mendapat sorak heboh dari para wartawan.

"Aku tidak tahu apakah ini takdir atau apa yang mempertemukanku denganmu secara tak sengaja..." Ucap Kade sembari mengingat kenangan pertemuan pertama mereka. "Dia mencuri hatiku dengan cepat." Dia lalu mengecup lembut tangan May.


Nackarin merasa ada yang aneh dengan penyataan Kade itu. Saat dia melihat kedua orang itu di hotel waktu itu, sepertinya hubungan mereka tidak baik. Aneh sekali kalau Kade bilang bahwa mereka pacaran satu tahun. Dan mengingat May masih di rumah sakit beberapa hari yang lalu, kapan mereka diam-diam menikah?


Wartawan tanya kenapa mereka menikah diam-diam? Apa benar dengan gosip yang mengatakan kalau mereka menikah karena May hamil.

May menyangkal dengan agak emosi, maka Kade cepat-cepat mengambil alih situasi dan mengklaim kalau dia dan May memang sepakat untuk merahasiakan cinta mereka karena cinta mereka adalah urusan pribadi mereka berdua.

May cepat-cepat mengiyakan pernyataan Kade itu, karena itulah mereka sengaja mengadakan pernikahan private. Karena sekarang foto pernikahan mereka sudah bocor, mereka tidak masalah untuk mengumumkan pernikahan mereka secara publik dan berharap masyarakat akan merestui mereka.

"Lalu bagaimana dengan bulan madu? Di mana? Kapan?" Tanya salah satu wartawan.

May kontan bengong diserbu pertanyaan itu. Parahnya lagi, Kade malah menyuruh May untuk menjawabnya sendiri. "Kau ingin kita bulan madu di mana, Sayang? Di pantai, gunung, atau di mana?" Desak Kade.

Dan saat May masih membisu kebingung, Kade mendadak mencuri kecupan di pipinya yang jelas saja membuat May kaget dan para penonton mereka bersorak heboh. Bahkan Sekretarisnya May pun ikutan baper sampai memukuli Acha.

"Bagaimana kalau terbang keluar dari bumi ini?" Usul May ngasal.

"Kebetulan pesawat antariksa yang kupesan belum selesai dibuat." Timpal Kade tak kalah sarap. "Kurasa kita sebaiknya bulan madu ke gunung. Bagaimana? Bagus, kan, Sayang?"

Kade merangkul May makin dekat padanya. Lucunya, Sekretarisnya jadi makin baper dan langsung ikutan menempelkan mesra ke Acha. May menyetujuinya saja, Kade semakin menjadi-jadi dengan menempelkan jidat mereka dengan mesra.


Tapi begitu konferensi press itu usai, Sekretarisnya May mendadak ditelepon Ayah May yang langsung menuntut penjelasan atas berita ini. Kapan dan bagaimana kedua orang itu menikah? Ayah yakin tak pernah ada indikasi kalau kedua orang itu pacaran.

"Lebih baik jika anda menunggu untuk mendengarnya langsung dari Khun May."

"Baik. Kalau begitu, beritahu May. Besok jam 5, kutunggu penjelasannya di rumah."

Bersambung ke part 2

5 komentar: