Sinopsis Nymph's Bed Episode 1 - 1

 Sinopsis Nymph's Bed Episode 1 - 1

Sinopsis 1 drama ini sebenarnya kubuat sejak sebelum blog lama bermasalah. Sejak ada masalah itu aku sebenarnya gak niat ngepos drama ini. Tapi setelah dipikir2, sayang juga kalau dibuang, jadi yah udahlah akhirnya kuputuskan untuk kuposting aja. Hehe. Ada satu drama lagi sih yang udah kubuat sinopsisnya sampai episode 2, entah besok atau lusa akan kuposting. Happy reading :)

Sinopsis Episode 1:

Seorang mbah dukun dan para anak buahnya mendatangi sebuah hutan. Mereka semua ada yang membawa berbagai macam senjata seolah ingin berperang atau menangkap sesuatu.

Mbah dukun lalu merapalkan mantra lalu menghempaskan api ke tanah dan kontan membuat hutan yang tadinya terang itu, berubah suram. Ternyata mereka sedang berburu makhluk-makhluk halus penunggu hutan.


Mbah Dukun memanggil mereka lalu muncullah sekawanan makhluk penunggu hutan itu. Mereka jelas kesal karena ada orang yang menginvasi hutan mereka dan langsung melancarkan kekuatan mereka untuk menyerang Mbah Dukun, dkk.

Tapi Mbah Dukun tampak jelas jauh lebih kuat daripada mereka dan dengan mudahnya dia menangkis kekuatan mereka.


Di tengah hutan, seekor tupai berubah wujud jadi anak kecil lalu teriak-teriak memanggil-manggil Vana. Seketika itu pula muncullah sebuah kekuatan di langit yang kemudian membentuk sosok seorang wanita cantik bersayap besar yang kemudian turun ke bumi.

Wanita itu ternyata peri hutan bernama Vana (Oom Eisaya) dan dia memanggil si tupai sebagai P'Grarok.


Vana cemas apakah terjadi sesuatu di hutan? Grarok membenarkan, para pelindung hutang sekarang ini tengah berjuang melawan si mbah dukun yang menyerbu hutan mereka.

"Aku akan membantu mereka."

"Jangan! Para pelindung memberitahuku untuk tidak membiarkanmu keluar ke sana. Merekalah yang akan menyelesaikan masalah ini."

Tapi Vana melihat kekuatan si dukun sangat kuat, para pelindung itu membutuhkannya. Dia harus membantu mereka.

"Dengarkan aku. Kau tahu kalau kau itu bagaikan napas yang memberi kekuatan pada para pelindung hutan. Kalau sampai terjadi sesuatu padamu, maka semua jiwa yang tidak bersalah di hutan ini juga akan menghilang. Percayalah padaku. Kau harus tinggal di tempat yang aman."


Tapi Vana benar-benar cemas melihat para pelindung yang tampak kewalahan menghadapi serangan monster-monsternya si dukun. Tanpa mempedulikan nasehat Grarok, Vana langsung mengeluarkan sayapnya lalu terbang. Tapi begitu dia muncul di angkasa, dua monster hitam langsung mengejarnya.

 

Mbah Dukun langsung mengeluarkan sebuah bola merah dan seketika itu pula beberapa pelindung hutan terhisap ke dalamnya.

Vana seorang diri berusaha melawan dua monster hitam itu. Tapi salah satu monster berhasil menendangnya hingga Vana jatuh ke bumi. Para monster itu terus menyerangnya tanpa ampun. Tapi untunglah para malaikat pelindung hutan datang saat itu juga untuk melindungi Vana.

"Vana, kami tidak akan bisa menghentikannya. Kau harus pergi."

"Tidak mau. Aku tidak akan meninggalkan kalian."

"Kau adalah yang terpilih untuk menjadi jiwa hutan ini. Kau adalah inti hati kami. Dengarkan aku, jiwamu tidak boleh hancur!"

"Kami akan melindungi hutan ini. Kau harus pergi, Vana!"

"Manusia pendosa itu akan datang kemari. Kau harus pergi, Vana. Sekarang juga!"

Tapi Vana ngotot menolak. Mereka adalah keluarganya, dia tidak bisa meninggalkan keluarganya. Dia tidak boleh pergi ke mana-mana.


Salah satu Pelindung langsung saja melancarkan kekuatan pelindung pada Vana. Seketika itu pula, Vana terkurung dalam sebuah gelembung. Grarok meyakinkannya untuk pergi saja. Grarok janji akan mencarinya nanti. Gelembung itu langsung terbang membawa Vana pergi dari sana.

Mbah dukun cs datang begitu Vana sudah jauh di angkasa. Sementara para pelindung berusaha melawan para monster, Mbah Dukun langsung melancarkan kekuatan hitamnya pada mereka lalu menghisap mereka ke dalam bola merahnya.

Dan Vana tak bisa melakukan apapun selain menjerit dan menangis pilu melihat semua kawannya kalah. "Suatu hari, aku akan kembali untuk menyelamatkan kalian!"


Para monster itu lalu menuntun Mbah Dukun ke sebuah pohon jati besar tempat bersemayamnya jantung sang peri. Mbah Dukun langsung menggunakan pedang saktinya untuk menyayat pohon itu.

Getah darah muncrat dari dalamnya dan sebuah lubang menganga memperlihatkan jantung peri yang sudah lama dicari-cari Mbah Dukun. Mbah Dukun lalu mengambil jantung yang itu dan pohon itu kemudian ditebang.


Entah berapa lama waktu berlalu sejak kejadian itu. Kita kemudian beralih ke sebuah apartemen yang mana salah satu kamarnya sepertinya berhantu. Berbagai macam orang yang pernah tinggal di sana dan mencoba tidur di kasur, selalu berakhir kabur sambil jejeritan ketakutan.

Tapi pemiliknya, J'Chom, malah dengan santainya menjadikan itu sebagai ladang bisnis. Setiap orang yang hendak menyewa, harus bayar uang muka dulu. Jika mereka bisa tinggal cukup lama di sana, maka uang mereka bisa kembali. Tapi jika sebaliknya, maka uang mereka tidak akan dikembalikan.

Malam itu, dia baru saja untung setelah mendapatkan uang dari sepasang kekasih yang baru saja kabur dari kamar berhantu itu, mereka bahkan hanya sempat pakai handuk saat kabur saking takutnya.


Tapi tiba-tiba listrik di seluruh gedung mati lalu berkedip-kedip yang jelas saja membuat Chom ketakutan. Mana dia sendirian lagi. Dengan takut-takut dia berniat pergi dari sana... dan sontak jejeritan melihat sepasang hantu bermuka putih muncul dari pojokan.

Tapi bukannya kabur atau apa, J'Chom dengan ganasnya menghantam kepala kedua hantu KW itu. Wkwkwk! Mereka ternyata Kitty dan Appa-nya (Kitty ini kayaknya penggemar Korea level dewa sampai bapaknya sendiri dipanggil 'Appa').

"Kenapa kalian menakutiku?!"

Appa dan Kitty menyangkal, mereka tidak ada maksud menakuti kok, ini memang perawatan rutin mereka untuk menjaga kulit wajah mereka tetap mulus kayak Nadech Kugimiya dan Yaya Urrasaya. Pfft! Jauh amat.

Appa tidak bisa tidur gara-gara terus-terusan mendengar suara jejeritan orang-orang itu. Sudah berapa banyak tamu yang kabur dari kamar itu. Apa Chom tidak mau melakukan ritual pengusiran hantu?

"Hantu apa? Jaga tuh mulut!"

"Semua orang juga tahu kalau para penyewa di kamar 321 selalu kabur karena bertemu hantu kasur."


Yang tidak mereka ketahui, yang ada di dalam kamar itu sebenarnya bukan hantu kasur, melainkan Vana. Dia berada di sana karena pohon jatinya yang ditebang dulu, sekarang dijadikan ranjang.

Pohon itu adalah tubuhnya, jadi tentu saja dia tidak suka dengan orang-orang yang tidur di ranjang itu, makanya dia selalu menakut-nakuti mereka.

Grarok mengunjunginya malam itu dan melihat Vana tampak sangat sedih. Dia pasti sangat merindukan hutan. Vana mengaku kalau dia ingin sekali membantu para pelindung hutan, tapi sekarang dia tidak memiliki cukup kekuatan setelah jantungnya dicuri oleh mbah dukun itu.

Grarok menyemangatinya untuk tidak kehilangan haran. Setidaknya dia cukup beruntung karena sudah menemukan pohon jatinya yang sekarang jadi ranjang ini.

"Peri tidak bisa dipisahkan dari pohonnya. Mereka bagaimana tubuh dan jiwa. Jika tubuhnya hancur, maka jiwanya tidak akan memiliki kekuatan. Dan jika jiwanya hancur, maka tubuhnya pasti mati. Jika kau bersama pohon jati ini, maka kekuatanmu akan menjadi lebih kuat. Aku yakin akan ada seseorang yang membantu kita." Ujar Grarok bijak.

"Manusia akan membantu kita?" Heran Vana

 

Di sebuah gedung kosong dan tampak angker, beberapa pria sedang melakukan syuting acara berjudul 'Hantu Itu Tidak Ada'. Seorang pemuda bernama Ton akan menjadi peserta yang akan masuk ke dalam gedung angker itu.

Menurut si pembawa acara, tak pernah ada seorangpun yang bisa bertahan lebih dari satu menit di dalam gedung ini. Tapi jika Ton berani tinggal di sini sampai matahari terbit, maka dia akan mendapatkan hadiah 50 ribu baht.

Tepat saat itu juga, tiba-tiba terdengar suara gedebuk entah dari mana dan para kru acara itu malah ketakutan sendiri lalu kabur meninggalkan Ton sendirian. Pfft! Terus syutingnya gimana?


Terpaksalah Ton harus memberanikan diri masuk ke dalam gedung itu dengan hanya berbekal senter... dan sontak menjerit ketakutan saat tiba-tiba melihat penampakan hantu seram di depannya.

Ton hampir saja kabur, tapi kemudian dia mendengar suara hantu itu tertawa seram. Ton mendadak berbalik kembali padanya lalu dengan santainya mengarahkan senternya ke muka si hantu. Pfft! Dia nggak takut? Si hantu sampai bingung dibuatnya.

Tapi sepertinya, Ton benar-benar tidak takut padanya walapun dia hantu beneran. Ton malah mengaku kalau dia hanya pura-pura takut untuk meniru orang-orang yang biasanya ketakutan dalam acara ini. Dia bahkan sopan banget sama si hantu dengan memanggilnya P'. Dia memperkenalkan namanya adalah Ton dan dia datang dengan niat baik kok.

Bersambung ke part 2

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam