Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 20 - 2

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 20 - 2

Usai sidang, Mo Mo memberitahu Wei Yi kalau teman-temannya minta traktiran. Mereka akhirnya ke sebuah restoran dan Wei Yi memesan banyak sekali menu sampai membuat Mo Mo khawatir. Semua ini kan makanan mahal, apa Wei Yi punya cukup uang?

"Cukup. Aku sudah memperhitungkannya." Ujar Wei Yi dengan penuh percaya diri.


Teman-teman Mo Mo datang tak lama kemudian dan langsung terkagum-kagum melihat berbagai hidangan mewah di atas meja. Tepat saat mereka hendak makan, Fu Pei nge-chat Shan Shan, memintanya untuk segera datang setelah Shan Shan selesai makan bersama teman-temannya.


Di restoran sebelah, Fu Pei juga sedang makan bersama ayahnya yang sekaligus sedang berusaha menjodohkan Fu Pei dengan seorang gadis yang tak lain tak bukan adalah Lu Jian Shi.

Ayah bahkan menyanjung-nyanjung Jian Shi setinggi langit. Tapi Fu Pei yang jelas tidak setuju dengan semua ini, dengan sengaja bersikap dingin dan acuh pada Jian Shi.

Mungkin mau pamer kekayakannya pada Jian Shi, Ayah berkata pada pelayan kalau dia mau pesan makanan paling mahal yang dijual restoran ini. Tapi saat pelayan bilang kalau menu paling mahal mereka adalah ikan, Ayah malah tak percaya dan ngotot minta menu yang paling mahal.

Tapi saat pelayan menyebutkan harga ikannya, ujung-ujungnya Ayah malah protes nyinyiran harga ikannya yang nggak masuk akal. Fu Pei dengan cepat menyela dan memutuskan untuk memesan ikan itu saja sambil nyinyir, mereka sebaiknya pesan ikan itu dalam jumlah banyak karena ikan itu adalah ungkapan sayang Ayahnya pada Jian Shi.


Selesai makan, Mo Mo menemani Fu Pei bayar ke kasir tapi Mo Mo malah dibuat shock saat diberitahu harganya yang super mahal melebihi perhitungan Wei Yi. Wkwkwk!

Mo Mo tak percaya, bagaimana bisa semahal itu? Apa mereka menipu? Pelayan mencoba menawari Mo Mo untuk melihat bill-nya, Wei Yi menolak. Dia benar-benar sudah memperhitungkan segalanya, dia bahkan bisa menghapalkan detil harga tiap-tiap pesanannya, dengan menu yang paling mahal adalah ikan. (Wkwkwk! Ikan lagi)

Mo Mo tak percaya mendengarnya. "Gu Wei Yi, apa kau sudah gila?!"

"Aku hanya tidak ingin kau berpikir kalau aku pelit pada teman-temanmu. Lagian ini bukan yang paling mahal kok."

"Kalau kau melakukannya, akan kuhancurkan Lingkaran saat kita pulang nanti!"

Pelayan dengan cepat menyela mereka dan menuntut mereka untuk segera membayar tagihan mereka. Mo Mo melirik rekening Wei Yi saat dia membayar tagihannya via aplikasi dan diam-diam nyinyir karena Wei Yi baru saja menghabiskan seluruh tabungannya. Wkwkwk! Tapi Wei Yi malah tampak santai-santai saja.


Selesai makan ikan yang mahal itu, Ayah baru ingat untuk sumbar tentang putranya pada Jian Shi. Putranya ini jurusan managemen di universitas yang sama dengan Jian Shi. Dia cukup pintar dan bermain basket dengan baik.

"Tapi aku sudah punya pacar." Sela Fu Pei. "Dan dia jauh lebih cantik darimu."


Tepat saat itu juga, Shan Shan datang. Fu Pei langsung sumringah dan langsung menggenggam erat tangan Shan Shan lalu memperkenalkannya pada mereka.

"Ini pacarku, Wang Shan."

Ayah sontak murka menentang hubungan mereka. Fu Pei tak peduli, ini tidak ada urusannya dengan Ayah. Jian Shi langsung nyinyir melihat sikapnya, apa Fu Pei tidak pernah dididik untuk menghormati orang lain?

Fu Pei sinis membalas nyinyirannya. Apa Jian Shi pikir kalau dia itu sopan saat dia menghabiskan ikan mahal ini? Sepertinya sopan santun yang Jian Shi dapatkan di luar negeri itu tidak berharga. Makan ini memang enak dan mewah dan Fu pei sangat menikmatinya. Kalau begitu, dia dan pacarnya pamit duluan.


Ayah tidak terima dengan sikap Fu Pei dan langsung melempar gelas ke Fu Pei. Tapi Shan Shan melihat itu dan refleks dia menggunakan dirinya untuk menamengi Fu Pei. Fu Pei kontan cemas mengeceknya, apa dia baik-baik saja?

Tetap tenang menghadapi kemarahan Ayah, Shan Shan dengan sopan memutuskan untuk tidak memperkenalkan dirinya pada Ayah sekarang karena Ayah sedang emosi sekarang. Dia akan mengunjungi Ayah lain kali.


Dia lalu membawa Fu Pei keluar dari sana. Tapi kejadian barusan benar-benar membuat Fu Pei merasa geli. Lucu banget melihat wajah murka ayahnya tadi. Tapi Shan Shan cemas, takutnya sikapnya pada Ayah tadi kelewatan.

"Tidak masalah. Sangat bagus malah, ayo pergi."


Sekarang karena uangnya Wei Yi sudah ludes, Mo Mo dan Wei Yi jadi menderita kelaparan karena tidak bisa beli makan. Parahnya lagi, Wei Yi terlalu keras kepala tidak mau pakai duitnya Mo Mo dan menyuruh Mo Mo untuk makan mie instan terakhir mereka.

Akhirnya mereka terpaksa cuma makan mie instan sepiring berdua. Ada telur puyuhnya juga satu biji. Jelas-jelas Wei Yi mupeng, tapi saat Mo Mo memberikan telur itu padanya, Wei Yi dengan gentleman-nya memberikan telur itu ke Mo Mo.

Tapi Mo Mo ngotot ngasih ke Wei Yi dan jadilah mereka bolak-balik saling memberikan telur sebiji itu pada satu sama lain, tapi ujung-ujungnya malah membuat telur itu terjatuh ke lantai. Pfft!


Tidak masalah, Mo Mo langsung memungutnya dan meletakkannya di tisu, biar nggak mubazir. Dan saat mereka mulai makan dan Wei Yi sedang tidak melihat, Mo Mo langsung melahap telur itu sendiri.

Wei Yi jelas heran saat dia melirik ke tisunya tapi telurnya sudah raib, ke mana tuh telur? Mo Mo langsung pura-pura bodoh dan buru-buru mengalihkan perhatian Wei Yi ke mie-nya.


Hari ini adalah hari wisuda mereka. Wei Yi dan Mo Mo keluar dari kamar secara bersamaan dan Mo Mo langsung terpesona melihat Wei Yi tampak begitu tampan dalam seragam wisudanya.

"Apa kau bisa mengikat dasi?"

"Aku baru saja mau menanyakan hal yang sama."


Mo Mo akhirnya mencoba mengikatkan dasinya Wei Yi. Dia jelas tidak tahu cara mengikat dasi, tapi tidak masalah, Wei Yi malah senang bisa berlama-lama menatap wajah Mo Mo.

Saat akhirnya dia sukses mengikatkan dasi, hasilnya malah miring-miring nggak beraturan. Wkwkwk! Tapi Wei Yi tak peduli dan tetap memakainya ke kampus dengan bangga.


Teman-teman Mo Mo sudah berkumpul di depan asrama saat Fu Pei datang sambil nyengir lebar... dan bawa bunga mawar untuk sang pacar tercinta. Mo Mo dan Wei Yi datang tak lama kemudian.

Tepat saat itu juga, Zhou Lei menelepon Wei Yi dan menyuruhnya ke lab biar mereka bisa foto-foto bersama. Maka dia pun pamit duluan. Niu Niu heran, kenapa Wei Yi malah pergi meninggalkan Mo Mo? Apa dia menyembunyikan seorang gadis di lab?


Meng Lu ingat kalau di labnya Wei Yi kan ada si senior cantik itu. Sepertinya si senior itu menyukai Wei Yi. Wei Yi bahkan tidak ngasih bunga ke Mo Mo. Mo Mo tak terima dan langsung membela Wei Yi lalu cepat-cepat mengajak mereka untuk foto-foto.

Tak lama kemudian, Mo Mo masuk ke sebuah kelas... tapi malah kaget mendapati seseorang menyodorkan sebuket mawar merah untuknya. Ow, Wei Yi kah?

Epilog:


Sebagai ungkapan terima kasih karena Wei Yi sudah mentraktir mereka makan mewah, teman-teman Mo Mo memutuskan untuk memberitahu Wei Yi sesuatu.

Meng Lu dengan sengaja menutup telinga Mo Mo lalu Niu Niu membisiki Wei Yi sebuah rahasia tentang Mo Mo, telinga Mo Mo adalah area yang sangat sensitif. Pfft! Wei Yi langsung mupeng melihat telinganya Mo Mo.

Bersambung ke episode 21

0 komentar

Post a Comment