Sinopsis Once We Get Married Episode 10

Menyadari pelototan tajam Yi Chen, Xi Xi buru-buru meralat ucapan Zi Xin, dia bukan orang yang bebas. Dia mengklaim kalau dia tidak suka kebebasan, lagipula dia sudah menikah... "Jadi aku tidak perlu kebebasan." Ujar Xi Xi sambil melirik suaminya.

Puas mendengar jawaban Xi Xi, Si Chen langsung pamer kemesraan dengan merangkulnya sok mesra, lalu memaksa Xi Xi untuk menggandeng tangannya lalu menuntun Xi Xi pulang.

 

Tapi Zi Xin tak terpedaya sedikit pun, dia tahu kalau mereka cuma akting karena kemarin malam, Xiao Ya benar-benar membeberkan segalanya tentang pernikahan mereka yang cuma kontrak. Karena itulah, Zi Xin bertekad akan menunggu sampai kontrak itu berakhir, dia tidak akan melewatkan Xi Xi lagi.

Si Chen sedang memikirkan cara bagaimana caranya menghukum Xi Xi atas kesalahannya yang hampir membongkar rahasia mereka. Tapi kemudian Fei Ang datang membawakan undangan dari Alex yang mengundang mereka untuk datang berlibur di rumahnya di Milan, Italia. Ini kompensasi dari Alex karena dia tidak hadir dalam acara pernikahan mereka.

Jadi sekarang ini bukan waktu yang tepat bagi Si Chen untuk bertengkar dengan Xi Xi. Selain itu, Fei Ang memperhatikan bahwa sejak Si Chen menikah dengan Xi Xi, sel-sel kekanak-kanakannya mulai aktif, dan sepertinya Si Chen senang-senang saja dengan hal itu. Jadi daripada memikirkan cara menghukum Xi Xi, lebih baik dia mempersiapkan Xi Xi untuk menghadapi Alex. Si Chen langsung tersenyum licik, dia tahu betul apa yang harus dia lakukan.

Dan cara liciknya itu adalah dengan cara memaksa Xi Xi belajar bahasa Italia dasar, belajar etiket ini dan etiket itu, dan juga belajar dansa. Jadwalnya sangat penuh sepanjang hari sampai-sampai Xi Xi cuma punya waktu tidur sebentar saja. Dengan begitu, Xi Xi tidak akan punya waktu luang untuk bertemu Zi Xin.

Xi Xi jelas tidak terima dengan jadwal seketat itu dan langsung protes mengingatkan Si Chen tentang jam kerjanya sesuai kontrak, dan semua jadwal ini jelas melanggar ketentuan kontrak. Tapi Si Chen dengan santainya mengingatkan Xi Xi akan kesalahannya yang bertemu Zi Xin secara diam-diam, yang juga merupakan pelanggaran kontrak. 

Jadi kalau Xi Xi tidak mau menurut, maka Xi Xi wajib bayar kompensasi pelanggaran kontrak. Iiiish! Nyebelin banget. Xi Xi jelas tidak mau bayar. Jadi baiklah, terpaksa dia menuruti kemauan Si Chen.


Si Chen sendiri yang mengajarinya bahasa Italia dan dia benar-benar guru killer, dia bahkan punya tongkat untuk menghukum Xi Xi kalau Xi Xi salah. Dan yang jadi masalah, kemampuan Xi Xi dalam menguasai bahasa Italia benar-benar sangat buruk.

Nenek mendadak muncul menyela mereka, Xi Xi langsung menangis manja padanya. Nenek sontak mengomeli Si Chen, tapi begitu mendengar betapa buruknya kemampuan Xi Xi, Nenek mendadak mundur teratur.

Untungnya les bahasa Italia ini tersela berkat ponselnya Si Chen yang mendadak berbunyi dari Xi Wei yang mengajaknya ketemuan. Xi Xi lega banget dan langsung semangat menyuruh Si Chen pergi.

Tak lama setelah Si Chen pergi, Xi Xi ditelepon sama Zi Xin yang mengajaknya ketemuan di restoran dan mengaku kalau dia sudah mengetahui segalanya dari Xiao Ya. Dia juga memberitahu bahwa proposalnya Xi Xi sudah lulus penilaian dari perusahaannya.

Namun yang tak disangka, ternyata mereka berempat bertemu di restoran yang sama. Xi Wei dan Si Chen duluan yang melihat mereka. Si Chen jadi cemburu. Tiba-tiba dia menyuruh Xi Wei untuk ganti pakai baju formal dan menunggunya di perusahaan, tapi dia tidak bilang untuk apa. Xi Wei langsung saja menurut dengan senang hati.

Setelah Xi Wei pergi, Si Chen langsung menghampiri mereka dan Zi Xin langsung terus terang tentang apa yang dia ketahui tentang hubungan mereka, makanya sekarang ini dia sedang memberikan bantuannya. 

Si Chen jelas kesal memelototi Xi Xi, tapi dengan cepat dia menegaskan bahwa hubungannya dengan Xi Xi sangat kuat dan tidak akan bisa dipengaruhi sembarang orang. Jadi dia mewakili istrinya, menolak niat baik Zi Xin.


Dia langsung menyeret Xi Xi pergi ke perusahaan, karena ternyata tujuannya menyuruh Xi Wei datang ke perusahaannya adalah untuk menyuruhnya menjadi guru etiket barunya Xi Xi. Xi Wei yang awalnya senang, jadi kecewa, tapi dia berusaha keras menyembunyikannya.

Xi Wei menuntut Xi Xi untuk memakai gaun dan high heels, dan Fei Ang langsung muncul saat itu juga membawakan apa yang dibutuhkan Xi Xi, sudah dia siapkan sejak awal soalnya.

Si Chen menemaninya ganti baju. Tapi karena Xi Xi kesulitan dengan resletingnya, jadi dia terpaksa harus meminta bantuan Si Chen, dan itu tak sengaja membuat jarak mereka jadi sangaaaaat dekat yang otomatis membuat mereka jadi canggung dan tersipu pada satu sama lain.

Dalam sesi pengajarannya, Xi Wei sengaja meminta Si Chen untuk menjadi pendampingnya. Sedangkan Fei Ang dia suruh menjadi pendampingnya Xi Xi. Tapi Xi Xi sama sekali tidak cemburu, malah sebal karena dipaksa mempelajari hal-hal yang tidak dia inginkan. 

Tak sengaja Xi Xi keseleo, dan Si Chen langsung sigap menangkapnya. Dia benar-benar mengkhawatirkan Xi Xi sehingga dia langsung menggantikan Fei Ang, dan itu membuat Xi Wei jadi cemburu.

Xi Xi sengaja memanfaatkan keseleonya untuk mengakhiri sesi pembelajaran etiket ini sampai di sini saja. Xi Wei dengan sengaja menggunakan pekerjaan sebagai alasan biar bisa bicara berdua dengan Si Chen.

Xi Xi, bukannya cemburu, malah senang banget dan dengan senang hati menyerahkan suaminya ke Xi Wei biar dia bisa segera pulang. Si Chen yang kesal dan langsung memelototi Xi Xi, tapi Xi Xi tak peduli dan langsung ngacir.

Begitu mereka berduaan, Xi Wei terus terang berkata kalau Si Chen sekarang beda dari dirinya yang sebelumnya. Sekarang Si Chen jadi jauh lebih ceria dan lebih kekanak-kanakan.

Si Chen sontak tersenyum senang mendengarnya. Sepertinya Xi Xi memang membuatnya jadi semakin idiot, tapi tidak masalah, Si Chen tidak menyesal mengenal Xi Xi. Dia bahkan langsung mengirim pesan-pesan manis pada istrinya dan tidak memperhatikan Xi Wei lagi.


Saking kesalnya sama Si Chen, Xi Xi meminta Nenek mengajarinya mengucap babi dalam bahasa Italia. Tapi Nenek dengan cerdik bin licik, malah mengajari Xi Xi untuk mengucap 'Ti amo soprattutto' (Aku sangat mencintaimu).

 

Xi Xi dengan polosnya mempercayainya. Saat Si Chen pulang tak lama kemudian dan menyuruhnya untuk belajar dansa mulai besok, Xi Xi langsung kesal mengatainya 'Ti amo soprattutto' (Pfft!).

Si Chen kaget mendengarnya. "Kau bilang apa?"

"Ti amo soprattutto! Ti amo soprattutto! Weeeeeeekkkk!"

Si Chen tersenyum geli mendengarnya dan langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Xi Xi yang jelas saja membuat Xi Xi tersipu sekaligus kebingungan.

"Gu Xi Xi, pertama kalinya aku melihat orang menyatakan cinta seperti itu." Geli Si Chen lalu pergi.

 

Bingung, Xi Xi akhirnya baru kepikiran untuk mencari makna kata-kata itu di internet yang jelas saja membuatnya kaget. Dia langsung protes ke Nenek, tapi Nenek dengan santainya seolah tak berdosa, mengklaim kalau ia sudah lupa karena sudah tua, jadi harap maklum.

 

Si Chen mengawasi pelajaran dansanya Xi Xi dengan ketat. Sama seperti sebelumnya, kemampuan dansanya Xi Xi juga sangat buruk dan terus menerus melakukan kesalahan. Si guru usul agar mereka berdansa bersama saja biar Xi Xi lebih cepat bisa.

Mereka jadi sangat dekat gara-gara itu, membuat Xi Xi jadi bisa lebih memperhatikan dan mengagumi wajah  tampan Si Chen. Awalnya memang lumayan lancar, tapi mungkin karena gugup oleh kedekatan mereka, Xi Xi mulai melakukan kesalahan menginjak kaki Si Chen.

Dan itu terjadi bukan satu kali saja. Parahnya lagi, Si Chen malah mengatainya bodoh. Xi Xi jadi kesal dan akhirnya terus menerus sengaja menginjak kaki Si Chen. Tapi Si Chen sepertinya tidak keberatan, malah senyam-senyum terus.

Karena salah langkah, Xi Xi tiba-tiba jadi oleng. Untungnya Si Chen sigap menangkapnya. Mereka begitu terpesona pada satu sama lain sehingga mereka keasyikan saling menatap satu sama lain dalam posisi romantis itu cukup lama.

Xi Xi sampai heran dengan dirinya sendiri, dia berusaha mengingatkan dirinya sendiri bahwa pria di hadapannya ini adalah iblis, tapi tetap saja dia sulit memalingkan pandangannya dari Si Chen... sampai saat guru dansa mereka menyela dan mengomentari keromantisan mereka.


Saat itulah mereka baru sadar untuk saling menjauh. Si Chen pun buru-buru pamit. Dan tak lama setelah dia pergi, Xi Xi dihubungi Zi Xin yang mengajaknya untuk melihat mahatari terbenam bersama.

Karena ini janjinya Xi Xi pada Zi Xin, Xi Xi pun pergi menemuinya. Waktu itu, Xi Xi memberinya lukisan matahari terbenam yang dia lukis dengan menggunakan warna merah karen pemberian Zi Xin waktu itu, saat itulah Zi Xin menyatakan ingin melihat matahari terbenam bersama Xi Xi kapan-kapan dan Xi Xi setuju.

Xi Xi memperhatikan kalau Zi Xin selalu sangat ceria. Maka Zi Xin pun mengingatkan bahwa Xi Xi-lah yang dulu menyemangatinya untuk selalu tersenyum.

Mengalihkan perhatiannya ke matahari yang hendak tenggelam, Zi Xin pun mengomentari itu dari sisi artistik yang membuat Xi Xi jadi merasa kalau Zi Xin lebih berbakat jadi seniman daripada jadi bos.

Malam harinya, Si Chen memberitahu Xi Xi bahwa dia diundang ke pestanya Xi Wei. Xi Xi awalnya ogah, tapi kemudian Si Chen mengingatkan Xi Xi bahwa studionya Ran Xi Wei adalah media mode, yang itu artinya, Xi Xi bisa bertemu banyak orang dari industri fashion dan mempromosikan mereknya sendiri.

Xi Xi mendadak begitu bersemangat mau ikut hingga dia refleks memeluk Si Chen dengan penuh rasa terima kasih, tapi ujung-ujungnya dia malah jadi keasyikan dan memeluk Si Chen lamaaaaaa sekali, sampai Si Chen yang harus menegurnya untuk melepaskan pelukannya.

Canggung dan malu, Xi Xi langsung meraba-raba Si Chen, seolah dia cuma sedang mengukur badannya Si Chen lalu mengusulkan agar dia saja yang merancang baju pestanya Si Chen kali ini. Si Chen agak ragu awalnya, tapi akhirnya dia setuju juga.

Xi Xi pun mulai membuat beberapa desain sambil terus melanjutkan belajar dansanya. Suatu malam saat Si Chen baru pulang, Xi Xi tiba-tiba menyuruhnya buka baju. Hah? Bingung, Si Chen menurut saja. 

Tapi saat dia sedang membuka dua kancing kemejanya, Xi Xi malah teriak heboh. Maksudnya Xi Xi tuh cuma lepas jas doang, gitu loh. Xi Xi kan cuma ingin mengukur badannya Si Chen.

"Lain kali katakan dengan jelas." Protes Si Chen sambil mengancingkan kembali kemejanya.

Mereka jadi agak canggung karena kedekatan mereka saat Xi Xi mulai melakukan pengukurannya. Si Chen berterima kasih karena Xi Xi membuatkan baju untuknya, tapi Xi Xi ternyata punya niat tertentu untuk itu, menjadikan Si Chen sebagai modelnya secara gratis.

Si Chen sontak protes tidak terima, ujung-ujungnya mereka jadi ribut sehingga Xi Xi tak sengaja oleng lalu terjatuh menimpa Si Chen.

***

Mu Ruo Na akhirnya menyadari kalau Shang Ke salah paham tentang pembicaraannya dengan salah satu pegawai waktu itu, dia pun menjelaskan bahwa yang dia bicarakan waktu itu sama sekali bukan tentang Shang Ke, melainkan tentang operasi miopia.

Dia memang sempat bingung sejak kejadian itu, tak tahu harus bagaimana. Tapi setelah memikirkannya baik-baik, dia memutuskan untuk bertanggung jawab terhadap Shang Ke dengan menjadi pacarnya Shang Ke. Shang Ke jelas langsung setuju.

Bersambung ke episode 11

Post a Comment

0 Comments