Sinopsis My Unicorn Girl Episode 3 - 2

Sang Tian tiba di kamar asrama malam harinya saat Wen Bing masih di kamar mandi. Tapi tiba-tiba Wen Bing berteriak menyuruhnya untuk mengambilkannya handuk.


Sang Tian jelas menolak, berani sekali Wen Bing memberinya perintah? Wen Bing malah mengancam akan keluar untuk mengambilnya sendiri yang jelas saja membuat Sang Tian panik dan akhirnya mau juga mengambilkannya handuk.

Tapi tiba-tiba saja Wen Bing membuka pintu kamar mandi. Sang Tian refleks menutup matanya sambil berteriak heboh dan Wen Bing sontak ikutan teriak heboh nggak jelas.

Sang Tian terus menutup mata mengira Wen Bing tidak pakai baju. Tapi saat dia menurunkan tangannya, dia malah mendapati Wen Bing pakai baju. Sang Tian bingung, kok dia pakai baju?

"Terus? Memangnya tidak harus pakai baju?"

"Lalu kenapa kau menyuruhku untuk mengambilkan handukmu?"

"Untuk mengeringkan rambut."
 

Sang Tian kesal. Saat gilirannya mandi tak lama kemudian, tiba-tiba saja dia mendengar Wei Lian datang minta sampo, dan Wen Bing dengan santainya menyuruh Wei Lian mengambilnya sendiri di kamar mandi sambil memberitahu bahwa Sang Tian ada di dalam.

Terang saja Sang Tian yang sedang tidak memakai wig-nya jadi panik dan bergegas memakai jaketnya untuk menutupi rambutnya dan d~~anya. Tiba-tiba kunci kamar mandi diputar, Sang Tian langsung menutup mata dengan ketakutan.

Tapi setelah beberapa saat, malah tidak terdengar apapun lagi. Bingung, Sang Tian memutuskan keluar dan tidak mendapati siapapun selain Wen Bing yang sudah nyantai di kasurnya. Di mana Wei Lian? Bukankah dia minta sampo?

"Ada satu botol di lemariku, jadi kuberikan padanya."

"Lalu kenapa kau...?"

"Apa yang kulakukan?" Tanya Wen Bing pura-pura bodoh.

"Dia mengerjaiku."

Dan Wen Bing dengan sengaja menggodainya terus dengan mengomentari penampilannya Sang Tian dan kaki kecilnya. Bagus juga. Kesal, Sang Tian langsung melempar jaketnya ke kepala Wen Bing lalu bergegas kembali ke dalam toilet.


Sang Tian tidak bisa tidur malam itu. Dia berguling... dan langsung menjerit ketakutan melihat hantu yang ternyata Wen Bing yang usil menyorot mukanya biar kelihatan kayak hantu. Dia mau ngapain?!

"Aku harus memberitahumu sesuatu, aku suka berjalan dalam tidur dan biasanya tidak akan ingat apapun saat aku bangun keesokan harinya. Aku khawatir itu akan membuatmu takut. Makanya aku memberitahumu lebih dulu. Met malam."


Dan terang saja itu benar-benar membuat Sang Tian jadi ketakutan sampai-sampai dia sengaja tidak tidur semalam suntuk hanya demi mengawasi Wen Bing yang malah tidur dengan sangat nyenyak sampai pagi tiba.

Saat Wen Bing akhirnya bangun, dia mendapati Sang Tian dalam keadaan awut-awutan dengan mata panda sangat lebar. Dengan tampang tanpa dosanya dia tanya apakah Sang Tian tidak tidur nyenyak semalam?

"Kau masih berani tanya?"

"Jangan lupa untuk berkumpul jam 08:00." Santai Wen Bing lalu pergi.

Sang Tian kesal. Dia benar-benar harus melawan takdir dan mengubah nasibnya. Entah apakah itu akan berhasil atau tidak, pokoknya dia harus berjuang sekuat tenaga.

"Mungkin keberuntunganku akan benar-benar berubah setelah menciumnya. Lalu aku mungkin bisa kembali ke Departemen Seluncur Indah dan tidak perlu tinggal dengan si brengsek itu lagi!" Gumam Sang Tian dan BUK! Jatuh tertidur.


Sang Tian tiba di ruang ganti tak lama kemudian tepat saat teman-teman setimnya pergi. Dia santai saja dadah-dadah sama mereka... dan hampir saja menabrak beberapa pria berotot yang sontak membuatnya melotot heboh mengagumi tubuh kekar mereka.


Tapi kemudian dia melihat Wen Bing dan langsung memikirkan sebuah rencana untuk membuat Wen Bing menciumnya. Jadi rencananya adalah dia akan pura-pura pingsan di hadapan Wen Bing. Biarpun Wen Bing tuh brengsek, tapi dia pasti akan menyelamatkannya. Ini rencana sempurna agar Wen Bing menciumnya.

Sang Tian pun memulai rencananya dengan pura-pura jantungnya kumat lalu pingsan di hadapan Wen Bing. Wen Bing sontak cemas. Tapi alih-alih memberinya napas buatan, Wen Bing malah berusaha untuk menyadarkannya dengan cara mengguncang-guncangnya.

Maka Sang Tian langsung monyong-monyong dan terang-terangan berkata kalau dia butuh pernapasan buatan. Dan tentu saja itu malah membuat aktingnya jadi ketahuan.

 

Wen Bing seketika berubah licik, lalu pura-pura membrowsing internet tentang cara melakukan CPR. Pertama-tama, tekan bagian tengah d~~a. Wen Bing langsung menyodorkan tangan tepat ke arah d~~anya Sang Tian yang jelas saja membuat Sang Tian panik dan buru-buru menggeser badannya ke atas.

Wen Bing jadi tambah getol mau menekan d~~anya sekuat tenaga. Panik, Sang Tian langsung pura-pura sudah sadar lalu bergegas kabur.

 

Saat mereka latihan sit-up berpasangan, Wen Bing dengan sengaja menghentakkan kakinya sehingga membuat Sang Tian oleng ke depan dan wajah mereka jadi berdekatan. Sang Tian jadi canggung karenanya.

Pelatih Ma lalu menghentikan latihan mereka untuk tanya siapa yang bersedia menjadi ketua regu. Xiao Xiao langsung semangat angkat tangan. Wen Bing langsung usil mengerjai Tian Tian dengan mengklaim bagian ketiak jaketnya Sang Tian berlubang.


Sang Tian dengan polosnya percaya dan langsung mengangkat tangannya untuk membuktikan jaketnya tidak berlubang. Dan rencana Wen Bing sukses membuat Pelatih Ma mengumumkan Sang Tian sebagai pesaingnya Xiao Xiao.

Sang Tian kesal sama Wen Bing. "Kau menipuku!"

"Menurutku kau punya bakat kepemimpinan yang baik. Bakatmu akan sia-sia kalau cuma memerintahku di asrama."

"Kau mau mati?"

Wen Bing berkomentar bahwa ketua regu haruslah seseorang yang sangat andal. Berdasarkan hasil ujian masuk mereka, jelas Sang Tian-lah yang lebih pantas jadi ketua regu.


Pelatih Ma pun menyuruh mereka untuk melakukan voting. Cuma 3 orang yang memilih Xiao Xiao, termasuk Sang Tian. Dan lebih banyak orang yang memilih Sang Tian. Sang Tian panik berusaha menurunkan tangannya Wen Bing, tapi gagal.

Sang Tian berusaha protes karena dia tidak ingin menjadi ketua dan meminta Xiao Xiao saja yang dijadikan ketua. Tapi Wen Bing dengan cepat menyela dan mengklaim bahwa menolak posisi ketua karena kerendahan hatinya itu sama saja dengan merendahkan Xiao Xiao.

Xiao Xiao jadi tersinggung. Sang Tian tidak perlu menyerah hanya karena dia rendah hati, lebih baik mereka bersaing secara adil untuk menentukan siapa yang lebih mampu.

Sang Tian jadi tak enak untuk menolaknya dan terpaksa menyetujui tantangannya. Xiao Xiao mau tantangan apa? Wen Bing usul, bagaimana kalau main Batu, Gunting, Kertas?


Pelatih Ma setuju. Kedua kandidat pun bersiap untuk tanding. Wen Bing sepertinya mulai prihatin juga dan akhirnya mencoba membantu Sang Tian untuk kalah dengan menyuruh Sang Tian untuk mengeluarkan tangannya.

Sang Tian menurutinya dan membentangkan telapak tangannya sehingga dia tampak mengeluarkan kertas, dan Xiao Xiao memperhatikan itu.

Wen Bing menasehati Sang Tian mengeluarkan batu dalam permainan nanti. Pokoknya Sang Tian jangan sampai mengeluarkan gunting.

Xiao Xiao pasti berpikir kalau mereka sedang berencana mengalahkannya. Xiao Xiao pasti berpikir kalau mereka mau menipunya agar dia mengeluarkan gunting. Xiao Xiao pasti menebak kalau Sang Tian mau mengeluarkan batu, makanya Xiao Xiao pasti akan mengeluarkan kertas untuk mengalahkan Sang Tian.

Ah! Sang Tian mengerti. Kalau Xiao Xiao mengeluarkan kertas, maka dia harus mengeluarkan batu biar kalah. Tapi begitu Wen Bing menyingkir ke tepi, Sang Tian ternyata tidak mempercayainya. Dia yakin Wen Bing menipunya.


Permainan dimulai, dan tebakan Wen Bing ternyata benar. Xiao Xiao mengeluarkan kertas, tapi Sang Tian malah mengeluarkan gunting alih-alih batu. Pelatih Ma pun menyatakan Sang Tian sebagai ketua regu.

Sang Tian sontak menyesali kesalahannya... tanpa menyadari Wen Bing yang menatapnya dengan keheranan. Sama sekali tidak mengerti kenapa hanya Sang Tian seorang yang bisa dia lihat dengan jelas?

Bersambung ke part 3

Post a Comment

0 Comments