Sinopsis Lucky's First Love Episode 13 - 2

Sinopsis Lucky's First Love Episode 13 - 2

Sebagai ungkapan terima kasih atas bantuan Yao Qing, He Yu memutuskan untuk memberinya hadiah anting-anting mahal. Yao Qing berusaha menolak dan menjelaskan kalau dia tidak membantu He Yu.


Yah, He Yu tahu itu. Yao Qing membantu Xia Ke. Tapi dia yakin kalau Xia Ke bahkan tidak ingat bahwa besok adalah ulang tahubnya Yao Qing. Kesal, Yao Qing dengan ketus memperingatkan He Yu untuk membelikannya yang mahal. Kalau tidak, bakalan dia lempar tuh anting-anting ke mukanya He Yu.


He Yu memilih sebuah anting-anting, tapi kemudian dia juga tertarik melihat sebuah kalung berbandul four leaf clover. Penjaga toko menjelaskan bahwa four leaf clover adalah lambang keberuntungan. Hmm, cocok sekali untuk Xing Yun.


Di toko kue, Shen Qing penasaran bagaimana pendapat Xing Yun tentang Xia Ke. Xing Yun berkata bahwa Xia Ke itu orang baik. Biarpun dari luar kelihatan dingin adan terkadang temperamennya buruk, tapi sebenarnya dia hangat dan berbakat.

Shen Qing meralat maksud pertanyaannya. Dia bukannya meminta pendapat Xing Yun tentang Xia Ke bukan sebagai seorang bos, melainkan sebagai seorang pria.

"Kenapa tiba-tiba menanyaiku tentang itu?"

"Penasaran saja."

"Entahlah. Dia sedikit bicara, tapi kaya raya."

Shen Qing geli mendengarnya. Dipikir-pikir, adik kecilnya yang manis dulu, sekarang malah tumbuh jadi sebuah gunung es yang gelap. Xing Yun sulit mempercayainya, Xia Ke pernah jadi anak yang manis? Xing Yun sungguh sulit membayangkannya.

"Waktu kecil, dia bukan cuma manis tapi juga suka pamer. Bahkan saat di ketakutan, dia tetap memaksa dirinya biar kelihatan seolah dia bisa melindungiku."

Xing Yun langsung penasasaran. "Apa yang ditakuti Pak Xia?"


Shen Qing dengan senang hati berbagi informasi tentang itu dan kontan membuat Xing Yun ketawa ngakak sekeras-kerasnya... sampai saat Xia Ke mendadak muncul dan tanya kenapa mereka tertawa seperti itu.

Xing Yun mendadak jadi canggung, apa Xia Ke datang untuk mencicipi kue. Kebetulan banget kuenya akhirnya matang. Shen Qing menyuruh Xia Ke untuk mencobanya soalnya ini buatan Xing Yun sendiri loh.

Shen Qing mengajari Xing Yun cara menghias kuenya lalu sengaja meninggalkan mereka berduaan. Xing Yun masih kesulitan sebenarnya, tapi dia berusaha tanpa menyadari Xia Ke yang terpesona menatapnya.

Seketika itu pula Xia Ke teringat saat pertama kalinya dia melihat Xing Yun... yang ternyata bukan saat dia merekrut Xing Yun untuk bekerja padanya, melainkan saat mereka berada di tempat penampungan hewan liar.

Flashback.


Waktu itu, dia melihat Xing Yun datang dengan membawa seekor kucing liar yang kakinya terluka. Sambil menunggu si kucing diobati, Xing Yun duduk semeja dengan Xia Ke untuk menulis lamaran kerjanya.

Waktu itu dia sama sekali tidak menaruh perhatian pada si pria asing di hadapannya itu, tapi Xia Ke tampak jelas mulai tertarik padanya sejak pandangan pertama.

Setelah si kucing selesai diobati, dia melihat Xing Yun membelai si kucing dengan sayang dan berkata. "Pada akhirnya, segalanya akan baik-baik saja. Kalaupun tidak, bukan berarti itu adalah akhir."

Dan karena ucapan Xing Yun itulah, saat dia bertemu Xing Yun di job fair, Xia Ke tanpa ragu langsung merekrutnya.

Flashback end.


Melihat Xing Yun menghias kuenya asal-asalan, Xia Ke tidak tahan untuk menggodanya dan mengejeknya. Xing Yun jelas gregetan dibuatnya. Tapi saat dia berbalik, dia malah mendapati Xia Ke mencondongkan dirinya terlalu dekat dengannya yang refleks membuatnya menjerit heboh hingga tak sengaja dia menampik kuenya. Yah, jatoh deh.

"Kenapa anda dekat-dekat saya? Meski saya pegawai anda, tapi kita tetaplah pria dan wanita yang harus jaga jarak, tahu tidak?!"

"Waktu kau membuat pizza bersama He Yu, kau sepertinya mengabaikan aturan itu."

"Apa hubungannya sama dia? Lagipula kami tidak sedekat itu."

Xing Yun sebenarnya kesal melihat kue yang dibuatnya dengan susah payah malah terjatuh. Tapi sudahlah, rasanya mungkin tidak enak. Dan Xia Ke malah cari perkara dengan menyetujuinya, kue itu pasti tidak enak.

Shen Qing muncul saat itu dan sontak menginjak kaki Xia Ke keras-keras untuk membungkamnya. Dia lalu cepat-cepat mengirim Xing Yun keluar dengan menugaskan Xing Yun untuk membantunya mengambil pesanan buahnya.


Dan begitu mereka berduaan saja, Shen Qing sontak mengomeli Xia Ke. Yang tak disangkanya, Xia Ke masih mau mencicipi kue yang sudah hancur itu. Kalau dia menyukai Xing Yun sebesar itu, tidak seharusnya dia pura-pura tidak suka. Asal dia tahu saja, cowok kaya dan tampan juga bisa jadi cowok brengsek.

"Sudahlah, lagipula kau tidak akan mengakuinya."

"Lalu apa yang harus kulakukan?" Tanya Xia Ke (Pfft! Ngaku nih?)

Shen Qing kaget, Xia Ke ngomong apa barusan? Tapi Xia Ke malah mendadak gengsi dan mau pergi saja. Shen Qing sontak menariknya kembali, dia cuma belum terbiasa mendengar Xia Ke mendadak mengakui perasaannya. Bertahun-tahun lamanya dia tidak pernah melihat Xia Ke sejujur ini.

"Ayo cepat memohonlah padaku, maka akan kupikirkan cara untuk membantumu."

 

Xing Yun dalam perjalanan kembali tepat bersamaan dengan He Yu yang baru keluar dari mall dan langsung ngegombal tentang mereka yang ditakdirkan bertemu di sini, sepertina four leaf clover itu memang benar-benar membawa keberuntungan.

"Ayo ikut aku, aku akan membawamu ke suatu tempat."

"Nggak, makasih."

"Aku punya hadiah bagus untukmu."

"Aku bukan anak balita."

"Apa kau sudah menonton film 'One Piece' ke-12 'One Piece Film Z'."

Ah! Xing Yun baru ingat kalau film anime itu tayang mulai dua hari yang lalu.  He Yu langsung nyerocos ngasih bocoran spoiler. Xing Yun sontak kesal menghentikannya, dia tidak mau mendengar spoiler. Tapi bagaimana He Yu bisa tahu tentang anime itu?


Tentu saja karena dia cinta Xing Yun dong. Dia bahkan berusaha membujuk Xing Yun dengan mengklaim bahwa dia memiliki seorang teman orang Jepang yang baru saja buka toko bertema anime dan sekarang dia sedang menjual beberapa produk One Piece limited edition... termasuk kaos yang ada tanda tangan penulisnya.

Dan Xing Yun berhasil tergoda. Itu pasti mahal banget. He Yu mengklaim dia bisa mendapatkan harga sahabat, bagaimana kalau Xing Yun melihatnya sekarang?

"Aku harus mengantarkan buah dulu."

"Aku akan menemanimu."


Shen Qing memberitahu Xia Ke untuk berusaha lebih keras karena He Yu adalah saingan yang kuat, dia pria yang menyenangkan. Xia Ke sinis, dia yakin He Yu tidak serius.

"Benarkah? Dia tidak mudah serius, tapi kau terlalu serius. Poin plus apa yang kau miliki? Aku bisa menyebutkan sekitar 5 atau 6 kelebihan He Yu: Humoris, menarik, sederhana, ramah dan asyik."

Gadis seperti Xing Yun yang berasal dari keluarga yang bahagia, biasanya adalah orang yang simpatik. Jika Xia Ke benar-benar merasa dirinya berdarah dingin dan berlidah tajam dan tidak punya kelebihan apapun, maka dia bisa mencoba menarik simpatinya Xing Yun. Xing Yun kembali saat itu bersama He Yu. Xia Ke langsung cemburu, kenapa mereka bisa datang bersama?


"Memangnya kami tidak boleh datang bersama?" Santai He Yu. "Ayo pergi, Xing Yun. Mereka tutup jam 6."

"Kalian mau ke mana?"

"Kau tidak akan tertarik. Mau ke toko yang menjual merchandise One Piece limited edition. Kami mau membeli sebuah kaos limited edition."

"Sepertinya kau mengubah gayamu." Nyinyir Xia Ke.

"Iya. mulai hari ini."

Xie Ke tak mau melepaskan Xing Yun begitu saja dan langsung berusaha menarik simpatinya Xing Yun sesuai sarannya Shen Qing tadi dengan menjatuhkan sebuah cangkir.

Dan benar saja, Xing Yun langsung mengkhawatirkannya, takut dia terluka. Xia Ke senang. Tapi kemudian, dia malah merusak suasana dengan mengklaim kalau bajunya cuma kotor lalu menyuruh Xing Yun membawanya ke laundry. Hadeh! Dasar Xia Ke.

Xing Yun jelas kesal dan tidak terima. "Kau suruh saja salah satu dari 300 pelayan wanitamu untuk melakukannya untukmu!" Ketus Xing Yun lalu pergi bersama He Yu yang terang-terangan mengejeknya.

"Xia Ke, apa itu yang kau sebut menarik simpatinya? Kau naif sekali." Heran Shen Qing.


Xing Yun masuk ke toko itu dengan antusias, tapi saat melihat kaos yang dimaksud He Yu, ternyata itu bukan kaos bertanda tangan, melainkan tanda tangan yang disablon. Xing Yun jelas kesal ditipu.

Bersambung ke part 3

0 komentar

Post a Comment