Sinopsis Long For You Episode 18

Sinopsis Long For You Episode 18

Walaupun Manajer tidak mengerti bagaimana kejadiannya, tapi ia benar-benar prihatin dengan semua orang tak bersalah yang dibunuh Bei La. Sungguh ia tak menyangka kalau Bei La ternyata orang semacam itu.


Kejadian ini benar-benar memengaruhi perusahaan. Manajer berharap Shi Yi dan kawan-kawan bisa tetap percaya pada perusahaan dana jangan membiarkan masalah ini memengaruhi mereka.

Manajer penasaran apa rencana Shi Yi di masa depan. Shi Yi to the point menyatakan kalau dia ingin membatalkan kontrak dengan perusahaan ini. Dengan segala hal terjadi belakangan ini, dia sudah tidak tertarik lagi untuk debut. dia tidak ingin memengaruhi perusahaan dan yang lain.

"Kita tidak mungkin mengenal semua orang yang pernah kita temui, apa yang mereka alami, apa yang mereka miliki. Tapi aku percaya pada semua keputusanmu. Kau pasti punya alasan." Ujar Manajer.


Li Zhe datang dengan membawakan banyak sekali makanan kesukaan Xue Ji. Tapi, sebaiknya Li Zhe tidak usah repot-repot bepergian sejauh ini hanya untuk membelikan makanan kesukaannya.

Tapi Li Zhe sama sekali tidak merasa repot. Dia akan membawakan apapun yang Xue Ji sukai tak peduli sejauh apapun. Maka Xue Ji pun menegaskan maksudnya dan terang-terangan menolak Li Zhe. Dia tidak akan pernah menjadi seseorang yang Li Zhe impikan.

Tapi Li Zhe tak peduli. "Bahkan sekalipun kau bukan orang itu dan tidak bisa memenuhi impianku. lalu apakah itu berarti aku tidak berhak membelikanmu apapun lagi?"


Patah hati, Li Zhe langsung pamit dan pergi. Kebetulan saat dia keluar, Shi Yi baru datang dengan membawakan kue juga untuk Xue Ji. Shi Yi langsung kesal melihatnya ngapain dia datang?

"Menemui Xue Ji."

"Buat apa menemui Xue Ji?"

"Apa aku perlu alasan untuk menemui Xue Ji? Aku mengenalnya jauh lebih lama daripada kau. Aku mengetahui rahasianya lebih dulu daripada semua orang."

"Terus kenapa? Aku mengenalnya jauh lebih lama daripada kau."

"Di mana kalian bertemu?" Sinis Li Zhe.

"Dalam mimpi." Ketus Shi Yi lalu pergi.


Xue Ji sumringah banget melihat Shi Yi, apalagi dia bawa kue. Tapi Shi Yi langsung kesal begitu melihat snack-snack pemberian Li Zhe sampai-sampai dia menyatakan kalau kue ini dia bawa untuknya sendiri, siapa juga yang mau ngasih ke Xue Ji. Sudah banyak orang yang selalu ngasih Xue Ji snack.

"Kue sebesar itu, kau berencana menghabiskannya sendiri?"

"Tentu saja." Shi Yi langsung melahap sepotong besar kue tart itu sampai membuat bibirnya belepotan krim. Xue Ji kepingin banget, Shi Yi akhirnya mau juga berbagi.


Tapi kemudian Xue Ji mengaku kalau dia mau pergi ke Perancis bersama Li Zhe. Shi Yi mendadak cemburu dan langsung merebut kuenya lagi. Terus apa Xue Ji akan kembali?

"Tentu saja."

"Kau tidak akan berubah hati kan?"

"Mana mungkin. Aku menyukaimu selama 1000 tahun dan tak pernah berubah."

Shi Yi senang dan langsung memberikan sepotong besar kue untuk Xue Ji.


Tapi bahkan saat Xue Ji hendak terbang, Shi Yi terus meneleponnya saking tak tenangnya. Xue Ji meyakinkan kalau dia hanya akan pergi selama 10 hari. Dia akan pulang setelah 10 hari.

Shi Yi dengan sok jaim mengklaim kalau dia tidak peduli, dia cuma tanya kok. Xue Ji geli mendengarnya, dia juga cuma ngasih tahu kok. Berhubung pesawat sudah mau berangkat, Xue Ji terpaksa mengakhiri teleponnya dengan cium jauh.

 

Kepergian Xue Ji ke Perancis ternyata untuk mendonasikan semua hartanya. Li Zhe heran kenapa Xue Ji tiba-tiba mendonasikan uang sebanyak itu?

"Kurasa aku punya lebih dari cukup. Biarpun aku mendonasikan sebanyak itu, aku tetap tidak bisa menghabiskan semua uang yang kumiliki."

Lagipula, sekarang ini Xue Ji tidak butuh apapun karena dia sudah memiliki orang yang dia cintai. Tak peduli sebanyak apapun makanan enak di luar sana, dia hanya punya satu perut.

"Qin Shi mungkin murka setengah mati sekarang. Mungkin sekarang dia sedang bertingkah."

"Biarkan saja."


Mereka lalu jalan-jalan ke taman di mana Xue Ji tiba-tiba minta difoto. Li Zhe jelas heran, biasanya Xue Ji paling tidak suka difoto. Kenapa sekarang dia ingin foto?

Karena dulu, Xue Ji takut orang-orang akan mengetahui rahasianya. Tapi sekarang dia tidak perlu khawatir lagi. Makanya sekarang dia ingin memotret segala hal indah yang ditemuinya dan menunjukkan gambarnya pada semua orang.

"Memperlihatkan pada semua orang atau cuma pada Gu Shi Yi? Si Shi Yi ini, apa dia sehebat itu? Begitu hebat sehingga dia bisa mengubah kebiasaan yang kau miliki selama bertahun-tahun? Begitu hebat sehingga bisa membuatmu tidak lagi hidup dalam persembunyian? Begitu hebat sehingga bisa membuatmu jadi orang baru? Da sehebat itu?"

"Iya. Dia sehebat itu."

"Lalu bagaimana denganku? Aku tidak seganteng dia? Tidak berbakat seperti dia? Dan tidak memesona seperti dia?"


"Bukan begitu. Kau tinggi, tampan, cerdas, pintar cari uang, pengertian, lembut dan sopan. Para gadis menyukai seseorang sepertimu."

"Lalu bagaimana denganmu? Jika aku sehebat yang kau bilang, lalu kenapa kau tidak menyukaiku?"

"Aku sudah pernah bilang padamu kan? Tak peduli seenak apapun makanannya, aku hanya punya satu perut. Biarpun kau lebih baik, tapi aku hanya punya satu hati yang hanya bisa kuberikan pada orang yang kusukai. Aku sudah memberikannya pada Gu Shi Yi. Aku tidak mungkin membaginya denganmu."

Patah hati, LI Zhe buru-buru mengklaim kalau dia cuma bercanda. Sebenaarnya dia tidak pernah ingin mencintai Xue Ji kok. Dia adalah orang yang punya harga diri tinggi dan prinsip hidupnya adalah tidak pernah memohon pada orang lain. Kalau dia beneran menyukai Xue Ji, maka Xue Ji tidak mungkin punya kesempatan untuk menolaknya. Karena itulah, cukup sampai di sini.


Mereka lalu pergi ke gereja di mana Li Zhe berdoa untuk orang tuanya, memberitahu mereka bahwa dia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri, bisa makan dengan tenang, sudah bisa tidur nyenyak dan tidak mimpi buruk lagi.

"Sekarang semua orang bisa merasa damai."

"Setelah Liu Yu Han dipenjara, apa kau merasa lebih tenang?"

"Iya. Bagaimana denganmu?"

"Aku lega. Dia melakukan banyak sekali perbuatan jahat dan membunuh banyak orang. Dia pantas dihukum. Hanya saja, dia keluargaku yang terakhir, adik tiriku."

Sejak kecil, Yu Han selalu pintar dan cantik, Yu Han selalu lebih baik dalam segala hal dibanding Xue Ji. Jika saja Yu Han bukan adik tirinya, mungkin hidup Yu Han akan lebih bahagia.

"Mulai sekarang, aku sudah tidak punya keluarga lagi di dunia ini."

"Sama sepertiku. Bagaimana kalau kita bersatu?" Canda Li Zhe.

"Siapa juga yang mau?" Xue Ji langsung pergi.


Dia lalu menelepon Shi Yi, memberitahu kalau dia akan pulang besok. Apa Shi Yi akan menjemputnya? Tapi Shi Yi mengaku kalau dia masih sibuk kerja, jadi tidak bisa menjemput Xue Ji.

Xue Ji kecewa mendengarnya. Tapi yah sudah deh, tidak apa-apa. Tidak baik juga kalau Shi Yi menjemputnya mengingat berita-berita buruk tentang dirinya belakangan ini. Tapi begitu menutup teleponnya, Shi Yi sebenarnya langsung mengatur jadwal biar dia bisa menjemput Xue Ji besok.


Di bandara, Li Zhe tanya apakah Xue Ji sungguh-sungguh tidak mau tinggal lebih lama? Dia tidak bertemu dengan anggota keluarga Li dalam kedatangannya ke Perancis kali ini.

"Aku sudah setua ini. Aku tidak mau bertemu orang-orang yang tidak kusukai. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama seseorang yang kusukai."

"Semua orang sangat terkejut dengan keputusanmu untuk mendonasikan semua hartamu. Apa kau tidak ingin memberi mereka penjelasan?"

Xue Ji rasa tidak ada yang perlu dijelaskan. Dia tidak mau Qin Shi berpikir kalau dia masih marah. Mungkin saja Qin Shi akan menyewa pembunuh lagi untuk membunuhnya. Sekarang dia manusia biasa, jadi hidupnya sangat berharga.

"Aku harus menghargai hidupku agar bisa hidup bersama Shi Yi sepanjang sisa umur kami."

"Setiap hari Shi Yi ini, Shi Yi itu. Sepertinya kau tidak bisa hidup tanpa dia."

"Betul. Aku tidak bisa hidup tanpa dia."


Setibanya di bandara Cina, Xue Ji langsung sumringah melihat Shi Yi ternyata datang menjemputnya dan langsung melemparkan dirinya ke pelukan Shi Yi. Katanya Shi Yi tidak bisa datang hari ini?

"Jadwalku selesai lebih cepat." Alasan Shi Yi.

"Kangen aku yah?"

"Nggak tuh."

"Enggak? Kalau tidak, terus kenapa kau datang kemari setelah jadwalmu selesai?"

"Biasanya kau ada di sisiku dan selalu berdebat denganku. Tiba-tiba berhenti, rasanya aku tidak terbiasa."

"Kalau begitu, aku akan berdebat denganmu setiap hari di masa depan."

Mereka begitu bahagia, sedangkan Li Zhe hanya bisa melihat dengan sedih.


Setibanya di rumah, Xue Ji memberikan oleh-oleh untuk teman-temannya. Untuk Jiang Huai adalah sebungkus macaroon. Jiang Huai menggigit setengah dengan nikmat lalu menawarkan setengahnya untuk Chun Shan.

Dan Chun Shan dengan nakalnya menarik Jiang Huai mendekat lalu memakannya langsung dari tangan Jiang Huai sambil menatapnya dengan tatapan menggoda yang jelas saja membuat Jiang Huai gugup. Li Zhe mengernyit jijik melihat mereka saling menatap dengan penuh cinta. Berarti hanya dia seorang dong yang jomblo.

Xue Ji meyakinkannya untuk tidak bersedih. Dia juga punya hadiah untuk Li Zhe, sebuah boneka kura-kura ninja. Pfft! Sedangkan untuk Chun Shan, Xue Ji memberinya sebuah buku yang sangat Chun Shan inginkan. Dia mendapatkan copy asli buku ini dari Tao De. Bukan cuma itu, ada tanda tangan sang penulis juga di buku ini.

Chun Shan senang banget sampai-sampai dia menyatakan mau mandi kembang tujuh rupa dulu sebelum membuka buku ini. Dia bahkan langsung menampik tangan Li Zhe saat Li Zhe berusaha menyentuh buku itu.

 

Cuma Shi Yi yang belum dapat hadiah. Saat dia menanyakan hadiahnya, Xue Ji mala ketawa lalu dengan riang menawarkan finger heart sebagai hadiah.

"Cukup kau memiliki cintaku saja." Ujar Xue Ji riang.
 

Shi Yi jadi ngambek gara-gara itu. Tapi saat mereka berduaan di kamar, Xue Ji sebenarnya punya hadiah untuk Shi Yi, berupa dasi warna pink kesukaan Shi Yi.

Shi Yi sok jaim menolak dengana muka jutek. Tapi saat Xue Ji mau memakaikan dasi itu padanya, dia langsung menyodorkan dirinya, membiarkan Xue Ji memakaikan dasi itu ke lehernya.

Tapi Xue Ji tidak tahu bagaimana cara mengikat dasi. Dalam usahanya mengikat dasi itu, tak sengaja dia menariknya agak terlalu keras sehingga Shi Yi tertarik ke arahnya dan membuat mereka jadi sangaaaat dekat.

Canggung, Shi Yi berinisiatif mau menciumnya. Tapi Xue Ji tiba-tiba mencegahnya, dia mau mengecek pintu dulu. Dan begitu dia membuka pintu, Chun Shan dan Jiang Huai terguling dari pintu. Pfft!


Jiang Huai buru-buru beralasan bahwa mereka mau membicarakan sesuatu dengan Xue Ji. Mereka berterima kasih atas hadiahnya Xue Ji. Biarpun dia pergi jauh, tapi dia masih memikirkan mereka. Terus... mereka kan belum pernah liburan bersama. Bagaimana kalau mereka liburan bersama?

Xue Ji setuju dan langsung bertepuk tangan dengan riang bersama mereka... sebelum kemudian mengusir dan mendorong mereka keluar dari kamarnya.


Xue Ji lalu menelepon Tao De dan memintanya untuk mencarikannya dokter yang bagus. Dia mau check up kesekatannya. Entah kenapa belakangan ini dia selalu merasa ingin tidur terus, dia juga merasa sangat lelah, tubuhnya pegal-pegal. Beberapa hari yang lalu juga dia muntah-muntah. Padahal sebelumnya tidak pernah begini.

"Nona... apa anda hamil?"

Pfft! Xue Ji tertawa mendengarnya. "Jangan bicara omong kosong. Sudahlah, atur saja untukku. Aku mau chek up sepulang traveling."

Bersambung ke episode 19

Post a Comment

1 Comments

Hai, terima kasih atas komentarnya, dan maaf kalau komentarnya tidak langsung muncul ya, karena semua komentar akan dimoderasi demi menghindari spam