Sinopsis Love The Way You Are Episode 16 - 2

Sinopsis Love The Way You Are Episode 16 - 2

Acara mereka mendadak tersela saat bel pintu berbunyi. Ternyata Yi Ren lah yang datang untuk mengundurkan diri secara resmi. Dong Sheng menolak menerima surat pengunduran dirinya. Dia hanya akan membiarkan Yi Ren ambil cuti digaji sampai dia siap kembali bekerja.


Tapi keputusan Yi Ren sudah bulat. "Masalah saya tidak bisa diselesaikan dengan hanya cuti. Keputusan saya sudah bulat. Saya harap anda bisa membiarkan saya pergi."

"Apa masalahmu? Katakan saja, aku bisa membantumu."

Yuan Yuan berpikir kalau Yi Ren pasti lelah dan menawarkan diri untuk menemani Yi Ren shopping dan makan bareng. Dong Sheng benar-benar penasaran, apa sebenarnya masalahnya Yi Ren, dia jadi membuat semua orang mengkhawatirkannya. Dia tidak seperti dirinya yang biasanya.

"Saya akan selalu sama seperti saya yang biasanya. Presiden Ruan... tidak... Ruan Dong Sheng, aku ingin memberitahumu. Sebenarnya aku selalu mengagumimu. Kau bisa mengabaikan pendapat orang lain, mengabaikan perasaan orang lain, kau bisa mencintai siapapun yang ingin kau cintai, bersikeras melakukan apa yang ingin kau lakukan dan mengabaikan tentangan keluargamu. Kau ingin tahu kenapa aku mengundurkan diri, bukan? Akan kuberitahu, karena aku tidak ingin lagi hidup seperti ini. Karena aku ingin menjadi diriku sendiri. Tidak bolehkah?"


Puas mengeluarkan unek-uneknya, Yi Ren pun pergi. Yuan Yuan panik mengejarnya dan berusaha membujuknya untuk tidak tersinggung akan kata-kata Dong Sheng tadi.

"Kalau aku menganggap serius ucapannya, aku pasti akan marah setengah mati."

Yuan Yuan lega mendengarnya. "Baiklah. Mengundurkan diri yah mengundurkan diri. Itu bukan masalah besar, aku akan mendukung apapun yang ingin kau lakukan."

"Terima kasih, Eva. Jika memutuskan untuk bersama Presiden Ruan, aku harus mengingatkanmu akan beberapa hal."

Dong Sheng sebenarnya tidak pandai berkomunikasi, makanya dia meminta Yuan Yuan untuk mengingatkan Dong Sheng agar dia berhati-hati. Takutnya Dong Sheng tidak bisa menahan mulutnya dan pada akhirnya menyinggung orang lain.

Hubungan Dong Sheng dengan ibunya tidak terlalu baik. Jadi saat sedang bersama Dong Sheng, sebaiknya Yuan Yuan jangan sebut-sebut ibunya. Jika tidak, itu bisa membuatnya marah dan mungkin bisa memengaruhi hubungan mereka.

Dia biasanya rutin mengunjungi makam ayahnya pada hari peringatan kematian ayahnya atau pada hari pembersihan makam. Jika pada saat-saat itu Dong Sheng kebetulan dinas di luar kota, maka Yuan Yuan harus menggantikannya mengunjungi makam ayahnya dengan membawakan bunga bellflower putih karena itu adalah bunga kesukaan ayahnya Dong Sheng.

Oke. Yuan Yuan akan mengingatnya. Tapi dia masih penasaran, kenapa Yi Ren mengundurkan diri. Tapi Yi Ren bersikeras menolak memberitahu apapun lalu pamit.


Yuan Yuan memberitahukan segala hal yang Yi Ren katakan tadi pada Dong Sheng. Heran dia, Yi Ren memintanya untuk mengurus DongS heng seolah dia pamitan untuk yang terakhir kalinya.

Apa Dong Sheng tidak merasa ada sesuatu yang aneh dengan fakta Yi Ren tiba-tiba mengundurkan diri seperti itu? Dia sama sekali tidak bisa memikirkan apa alasannya. Makanya dia menyuruh Xiao Nan untuk mencari tahu tentang apa sebenarnya yang terjadi pada Yi Ren.

Di satu sisi, jika bukan karena segala informasi yang Yi Ren katakan padanya tadi, dia mungkin tidak akan mengerti hobi-hobi dan batasan-batasannya Dong Sheng.

"Kau ingin tahu tentang apa? Tanya langsung saja padaku."

"Kalau begitu, mari kita bermain tanya-jawab kilat."

"Oke."

"Tuan Ruan Dong Sheng. Apa hobimu di luar pekerjaanmu?"

"Bersamamu, mancing dan berjemur."

"Jangan asal-asalan. Jawab dengan hati-hati. Lalu pernahkan kau ingin menangis dengan begitu putus asa di tengah malam?"


"Setelah kematian ayahku, aku tak pernah menangis."

"Maaf, tidak seharusnya aku mengungkitnya."

"Tidak masalah, segalanya sudah berlalu."

"Lalu apa yang paling kau benci?"

"Kotor, berantakan dan kekacauan."

"Apa kau takut akan sesuatu?"

Yang itu Dong Sheng ragu untuk menjawabnaya. Bolehkan dia tidak menjawab? Jelas tidak boleh! Baiklah, Dong Sheng pun mengaku bahwa dia takut sama hewan-hewan berparuh lancip. Seperti misalnya ayam. Ayam? Yuan Yuan mendadak punya ide licik.


Keesokan harinya saat Dong Sheng masih lelap tidur, tiba-tiba saja dia terbangun gara-gara mendengar suara kokok ayam. Parahnya lagi, benar-benar ada ayam hidup di atas kasurnya.

Dong Sheng sontak mundur ketakutan, lalu melempar bantal ke ayam itu dan kabur secepatnya ke Yuan Yuan sambil mengadu heboh, ada ayam di kamarnya.


Yuan Yuan santai mengakui kalau itu adalah perbuatannya. Dia sengaja memicu ketakutannya Dong Sheng, siapa tahu itu bisa memulihkan rasa asamnya. Dia bahkan sudah menyiapkan setengah potong lemon untuk uji coba. Ayo coba.

Dong Sheng nggak mau dan berniat kabur. Tapi Yuan Yuan berusaha mencegahnya dan jadilah mereka otot-ototan hingga tak sengaja membuat Dong Sheng terjatuh menimpa Yuan Yuan.

Jelas saja perubahan situasi ini membuat Dong Sheng mendadak nakal menggodanya. "Kalau kau ingin mencoba, mari kita coba berdua."

Dia langsung menjilat lemon itu dan mendekat untuk mencium Yuan Yuan. Tapi Yuan Yuan sigap memalngkan wajah dan jadilah ciuman Dong Sheng mendarat di pipinya... tepat saat Xiao Nan mendadak muncul dan langsung protes iri.

"Kalian kelewatan. Aku sudah cukup sedih, tega sekali kalian memperlakukan orang putus cinta seperti ini?!"


Tak lama kemudian, mereka bertiga berkumpul di meja makan untuk sarapan. Ayam yang tadi,  sekarang sudah almarhum jadi sup ayam. Xiao Nan curhat bahwa Yi Ren tidak membalas chat-nya ataupun mengangkat teleponnya.

Yuan Yuan prihatin akan kegagalannya. Tapi menurutnya, Xiao Nan nembak Yi Ren pada saat yang salah. Dia memilih waktu saat Yi Ren sedang dalam masa yang paling tidak nyaman.

"Maksudmu, bukan karena dia tidak menyukaiku tapi karena aku menyatakan cinta pada saat yang salah?"

Tapi Dong Sheng dengan cepat meruntuhkannya harapannya dengan berkomentar. "Apakah memberinya harapan palsu itu bagus?"

Yuan Yuan kesal. Dia cepat-cepat menyemangai Xiao Nan untuk pantang menyerah. Cob terapkan bab tiga dalam Teknik Mengejar Wanita ala Keluarga Xiao yaitu kurang ajar dan tidak masuk akal. Semakin sulit, maka dia harus semakin tekun dan gigih.

 

Di tempat lain, Yi Ren tampak baru saja selesai shopping gila-gilaan. Dia bahkan mengubah penampilannya pakai baju s~~si dan rambut palsu, benar-benar tampak menikmati hidupnya.

Di tengah jalan, dia melihat sebuah toko penitipan hewan yang hendak ditutup. Si pegawai toko mengaku bahwa bos mereka tidak bisa melanjutkan bisnis ini, makanya toko ini akan ditutup. Sedangkan untuk hewan-hewan yang ada di sana, mereka akan menanganinya sesuai aturan, yaitu dibunuh.

Mendengar itu, Yi Ren mendadak memutuskan mau menyumbang 10 ribu RMB untuk menyelamatkan hewan-hewan yang ada di sana. Si pegawai menolak karena menyumbang uang itu akan percuma saja.

Sebenarnya... ada satu cara lain. Mereka bisa membuat orang-orang mengadopsi hewan-hewan di sini sebelu toko ini tutup. Tapi masalahnya, mereka sudah berusaha mempromosikannya, tetap saja tak ada seorangpun yang tertarik.

"Kau bertemu dengan orang yang tepat. Biarkan aku membantu kalian menangani masalah itu."

Jadilah Yi Ren menjadi penasehat promosi mereka. Dia mendekorasi tempat itu, memberi perintah sana-sini, membuat promosi di internet... dan usahanya sukses dengan cepat. Orang-orang berbondong-bondong datang ke toko itu untuk mengadopsi hewan-hewan yang ada di sana.


Dan berkat itu pula Dong Sheng cs akhirnya menemukannya. Dan berkat kedatangan Yuan Yuan ke sana, para reporter pun berbondong-bondong datang ke sana juga untuk mewawancarai Yuan Yuan, apalagi Yuan Yuan juga menyumbang cukup besar ke toko itu.

Mereka juga berusaha mewawancarai Dong Sheng. Tapi Dong Sheng tak nyaman dan langsung melirik Yi Ren. Yi Ren hampir saja mau mengambil alih situasi, tapi dengan cepat dia ingat kalau dia sudah bukan pegawainya Dong Sheng lagi. Maka Yuan Yuan lah yang akhirnya mengambil alih situasi dan bicara mewakili Dong Sheng.

Bersambung ke part 3

1 komentar: