Sinopsis Love The Way You Are Episode 10 - 2

Sinopsis Love The Way You Are Episode 10 - 2

Dong Sheng baru selesai mandi dan hendak mengambil handuk saat tiba-tiba saja Eva mendadak muncul di hadapannya. Terang saja Dong Sheng panik menutupi dirinya. Eva tiba-tiba agresif menguncinya di tembok dan tanya kenapa Dong Sheng tidak datang menemuinya.


"Aku sudah janji untuk memberimu ruang dan tidak menekanmu." Canggung Dong Sheng.

"Dasar bodoh, kalau kau tidak datang menemuiku, aku akan merasa tertekan." Eva tiba-tiba mendekat sambil monyongin bibir. Dong Sheng langsung monyong juga... saat tiba-tiba saja dia tersadar dari khayalan liarnya itu. Pfft! Nyatanya tidak ada siapa-siapa di sana.

"Kenapa aku jadi seperti ini?"


Eva sedang melakukan syuting saat tiba-tiba saja dia mengendus-endus bau yang enak dan jelas saja perbuatannya itu mengganggu proses syuting sampai-sampai Xiao Nan harus bertindak menenangkan si sutradara. Heran dia, apa sih yang Eva lakukan?

"Aku mencium bau Ruan Dong Sheng."

"Baunya Ruan Dong Sheng?" Xiao Nan mencoba mengendusnya juga dan heran. "Kenapa Ruan Dong Sheng baunya katakan iga sapi?"

"Betul sekali, ini adalah bau iga sapi beku." Ujar Dong Sheng yang mendadak muncul bersama serombongan koki yang membawakan berbagai macam hidangan mewah untuk mereka.

Dia lalu memperkenalkan dirinya pada Sutradara dan mengaku bahwa hari ini dia datang untuk mengunjungi teman baiknya.

"Aku ingin melihat bagaimana dia bekerja. Aku khawatir dia tidak makan dengan benar. Makanya aku datang kemari," ujar Dong Sheng sembari menatap Eva.


Dia menyiapkan steak dan salmon untuk mereka semua. Selain itu, dia juga menyiapkan sebuah hidangan manis yang bernama 'Api Ajaib'. Dia lalu membakar penutup salah satu makan hingga terlihatlah hidangan mewah di dalamnya.

"'Api Ajaib' ini adalah makanan kreatif yang yang diperoleh selama memproses bahan-bahan. Termasuk almond, puding, dan mangga. Ini menghancurkan imajinasi makanan manusia yang umum. Makanan ini lezat sekaligus indah. Makanan ini kusiapkan untuk teman baikku. Kuharap dia bisa merasakan hatiku."

Eva membatin galau, "bukankah aku sudah bilang agar saling memperlakukan satu sama lain bak orang asing. Perangkap lembut ini, aku benar-benar tidak tahan."

Dong Sheng lalu membawa makanan itu ke arah Eva dan setengah menyodorkannya padanya sembari mengaku, "aku merindukanmu."


Eva terharu dan memutuskan untuk tak memedulikan Rebecca dan ancamannya lagi. Eva pun mengulurkan tangan untuk mengambil makanan itu... Saat tiba-tiba saja Dong Sheng mendadak ganti haluan menyodorkan makanan itu ke Xiao Nan sambil berkata... "Teman baik, apa kau merasa tersentuh?"

Eva sakit hati dan langsung pergi. Dia bahkan terus cemberut sepanjang jalan ke markas World Angel. Berusaha menghiburnya, Xiao Nan meyakinkan Eva bahwa Dong Sheng melakukan itu demi melindungi Eva dari mata orang-orang asing.


Eva sinis tak memercayainya. Yang dilakukan Dong Sheng tadi itu menipu. Baiklah, baiklah, sebaiknya tidak usah membicarakan masalah ini lagi. Dan berhentilah menunjukkan muka jutek kayak begitu, bagaimana bisa dia pergi menemui Jason Wang dengan muka seperti ini?

Jason pasti ingin bertemu Eva untuk mendiskusikan masalah panggung World Angel. Tersenyumlah dan tampilkan penampilan terbaiknya. Eva tahu itu. Jangan khawatir dan tunggu saja kabar baik darinya.


Tapi begitu masuk ke kantornya Jason, dia malah bertemu lagi dengan Rebecca. Jason sendiri sedang ke toilet. Terpaksalah Eva harus menghadapi Rebecca sendirian lagi.

"Eva, apa kau sudah lupa dengan perjanjian kita?" sinis Rebecca. Jelas dia sudah mengetahui tentang Dong Sheng yang mengantarkan makanan untuk Eva tadi.

"Aku memang setuju untuk mencampakkan Ruan Dong Sheng. Tapi aku tidak bisa jamin kalau Ruan Dong Sheng akan mencampakkanku."

"Apa kau mencandaiku? Itu karena kau belum sepenuhnya memutuskan hubungan dengannya, makanya dia tetap di sisimu."

"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh. Tapi perasaan bukanlah sesuatu yang bisa aku kontrol. Kusarankan padamu, jangan meremehkanku hanya karena kau lebih besar dariku."

Rebecca sinis mendengarnya. Apa Eva lupa kalau dia memegang rahasia besarnya Eva? Menghancurkan Eva bisa dia lakukan dengan sangat mudah seperti membalikkan telapak tangannya.


Perdebatan mereka tersela saat jason datang. Dan Rebecca dengan sengaja memberitahu Jason bahwa tadi Eva bilang padanya bahwa kesehatan tubuhnya kurang baik.

Jason terkejut mendengarnya. Apa Eva baik-aik saja? Sebenarnya penampilan Eva waktu casting mendapat suara bulat daari para juri. Makanya dia memanggil Eva hari ini untuk mendiskusikan World Angel tour. Di saat penting seperti ini, dia tidak boleh sembrono.

Jika Eva sakit, maka masalah itu bukan cuma masalahnya Eva seorang, melainkan berhubungan dengan reputasinya World Angel. Rebecca, sebagai angel yang paling lama di sini, tahu betul keuntungan dan kerugian dari semua ini. Jadi kalau Eva ada masalah, sebaiknya dia jangan menyembunyikannya dari mereka.

Eva jelas kesal sama Rebecca. Apalagi Rebecca dengan sengaja mengungkit-ungkit tentang betapa bencinya Jason jika dia dibohongi atau jika ada sesuatu yang disembunyikan darinya. Eva tidak mungkin menyembunyikan apapun dari Jason, kan?

"Eva, kutanya kau sekali lagi. Apa tubuhmu baik-baik saja?" Tanya Jason.

Belum sempat Eva bicara, Rebecca dengan senang hati menawarkan diri untuk membantu Eva menjawab pertanyaan. Kesal, tapi terpaksalah Eva akhirnya memutuskan untuk mundur dari acara ini. Rebecca senang.


Eva sontak melampiaskan frustasinya dengan memukuli Xiao Nan pakai bantal. Impian seumur hidup, sekarang hancur berkeping-keping! STREEEEEESSS!

"Yuan Yuan, bersemangatlah. Kalau kau seperti ini, maka Rebecca akan semakin senang."

"Segalanya hancur. Jika aku tidak mengundurkan diri dari World Angel, aku takut akan terekspos."

"Asalkan Jason Wang belum mengumumkan hasilnya, kau belum resmi tereliminasi."

"Apa kau punya cara lain?"

"Dia kan cuma seorang wanita. Dan wanita itu harus ditenangkan."


Maka kemudian, Xiao Nan pergi menemui Rebecca. Mencoba bersikap sangat manis padanya dengan menawarinya tumpangan, sarapan. Tapi Rebecca tidak mudah dirayu dan menolak semua tawarannya.

Maka Xiao Nan mencoba cara yang lebih ekstrem, yaitu menawarinya kartu kredit. Ini adalah bunga yang paling indah di seluruh dunia, bunga uang. Rebecca boleh menghabiskannya. Kalau yang ini Rebecca suka, jadi dia akan menerimanya.

"Kalau kau menyukainya, bagaimana kalau kita ngobar sambil ngobrol?"

"Tidak usah."

"Rebecca, kau sudah menerima uangnya. Jangan seangkuh itulah."


Rebecca sinis, seperti inikah sikap Xiao Nan saat memohon pada orang lain? Dia tahu betul apa tujuan Xiao Nan. Dia tidak pernah kekurangan cowok cakep, jadi pria setengah baya seperti Xiao Nan tidak akan membuatnya tertarik. Uang ini akan dia terima, anggap saja sebagai ganti rugi mental dan waktunya.

Xiao Nan jelas tersinggung dikatain pria setengah baya dan langsung mencengkeram kasar tangan Rebecca. Tepat saat itu juga, mendadak muncul sekumpulan emak-emak yang menyelamatkan Rebecca dan mengira kalau Xiao Nan membuli Rebecca.

Maka Rebecca langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menghasut para emak-emak itu dengan memberitahu mereka bahwa Xiao Nan akan membayari apa saja yang mereka inginkan.

Terang saja para emak-emak itu langsung mengerubungi Xiao Nan, minta dikasih kartu kredit juga. Dan Rebecca akhirnya bisa melarikan diri.


Asisten Ni melapor bahwa Eva mengembalikan semua makanan yang mereka kirim padanya. Dia juga menitip pesan pada Dong Sheng untuk tidak mengirimkannya apa-apa.

Yi Ren juga melapor tentang keanehan casting World Angel Tour itu. Reputasinya Eva cukup tinggi waktu casting, tapi anehnya Jason Wang menolak mengumumkan daftar pemenangnya. Selain itu, sikapnya terhadap Eva juga agak aneh.

Dong Sheng menyuruhnya untuk menyelidiki masalah ini lebih jauh, tapi menurut Asisten Ni sebaiknya Dong Sheng pergi sendiri dan menunjukkan perhatiannya pada Eva.

"Kau pikir aku tidak mau? Tapi aku takut perhatianku hanya akan semakin membebaninya dan mengganggunya."

"Presiden Ruan, ada kalanya ketertarikan bukan masalah besar atau tidaknya. Wanita biasanya lebih tertarik dengan ketulusan hati. Saya harap anda mempertimbangkan saran saya."


Malam harinya, Yi Ren selesai mengerjakan pekerjaannya tepat waktu dan langsung memutuskan untuk tidur sesuai jadwal. Tapi terlebih dulu dia mengecek ponselnya untuk melihat-lihat update-an kucingnya Xiao Nan yang biasanya dikirim rutin sama Xiao Nan.

Tapi anehnya, hari ini Xiao Nan belum mengiriminya update apapun. Apa mungkin Xiao nan sibuk? Dia terus menunggu dan menunggu. Tapi bahkan sampai dia terbangun jam 3 subuh, dia masih juga belum mendapat update apapun dari Xiao Nan.

Bersambung ke part 3

1 komentar: