Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 10 - 1

Sinopsis The Love by Hypnotic Episode 10 - 1

Terbangun tengah malam dan mendapati dirinya tidur sambil menggenggam Ming Yue, Li Qian langsung beranjak pergi entah ke mana.


Tapi saat Ming Yue terbangun keesokan harinya, dia mendapati Li Qian masih tidur dalam posisi yang sama, di sisinya sambil menggenggam tangannya. Ming Yue mendadak kepikiran ide nakal ingin mencium Li Qian.

Tapi tiba-tiba Li Qian terbangun, Ming Yue langsung pura-pura merem tapi mukanya tampak jelas tegang banget, mengira Li Qian lah yang akan berinisiatif duluan untuk menciumnya.

Padahal Li Qian justru cemas, mengira muka tegang Ming Yue gara-gara dia mimpi buruk dan langsung berusaha membangunkan Ming Yue dengan cara menepuk-nepuk pipi Ming Yue.


Ming Yue jadi kesal menyingkirkan tangannya. "Apa?!"

"Apa kau bermimpi buruk?"

Ming Yue kecewa, sudahlah. Dia mau bangun, tapi Li Qian tiba-tiba mendorongnya kembali... lalu mulai mendekatkan wajahnya. Ming Yue pun langsung merem menanti ciumannya. Padahal Li Qian mendekat cuma untuk mengecek lukanya. Pfft! Ming Yue kecewa lagi.

Tapi Ming Yue pantang menyerah. "Aku pasti akan mendapatkanmu cepat atau lambat."


Tak lama kemudian, mereka sudah bersiap untuk berburu lagi. Saat Ming Yue hendak membenarkan kerah bajunya, dia agak kesulitan melakukannya dengan tangan yang sakit. Li Qian refleks memegangi tangannya dan kontan perbuatannya itu membuat mereka jadi canggung pada satu sama lain.

Tak sengaja pula mereka saling memanggil satu sama lain secara bersamaan. Maka Li Qian mempersilahkannya bicara duluan. Ming Yue mengaku kalau dia sudah merasa lebih baik berkat istirahat semalam, jadi sekarang dia semangat ingin berburu lagi.

Tapi Li Qian langsung mencegahnya lalu menyingkirkan busurnya Ming Yue. Pokoknya hari ini Ming Yue tidak boleh berkuda ataupun memanah. Ming Yue bahkan dilarang menjauh darinya barang setengah langkah pun.

Bahkan saat Ming Yue mencoba protes, Li Qian langsung membungkamnya dengan menggenggam erat tangannya. Mereka lalu pergi bersama ke hutan tanpa menyadari Li Xun yang tengah mengawasi mereka dari belakang.

Dia heran, Li Qian tahu bakal ada pembunuh, tapi kenapa Cheng bahkan tidak datang. Jangan-jangan...?


Li Qian terus menggenggam tangan Ming Yue sampai hutan. Tapi gara-gara itu, Ming Yue jadi kesulitan saat dia hendak membuka botol air minumnya. Melihat itu, Li Qian langsung membantu membukakannya dan otomatis membuat Ming Yue jadi semakin terpesona padanya.

"Apa kau tahu kenapa para pembunuh itu menargetmu kemarin?"

"Mana kutahu. Jelas-jelas aku datang kemarin demi hubungan diplomatik kedua kerajaan. Tapi sungguh tak disangka aku malah punya banyak musuh. Pangeran, kenapa kau tidak melaporkan masalah ini pada Kaisar?"

"Jika aku melaporkannya, maka Ayahanda pasti akan memerintahkan untuk menghentikan perburuan. Jika seperti itu, maka pembunuhnya tidak akan punya kesempatan muncul lagi dan aku juga tidak akan bisa menangkap pembunuh itu sendiri dan mencari tahu dalang yang sebenarnya."


"Maksudmu, pembunuh itu akan datang lagi?"

Li Qian geli melihat reaksinya, takut? Canggung, Ming Yue sontak menyangkal dengan penuh harga diri, itu kan cuma beberapa pembunuh. Hari ini dialah yang akan melindungi Li Qian.

"Kalau begitu, terima kasih." Li Qian langsung saja berjalan duluan meninggalkannya. Ming Yue sontak ketakutan dan buru-buru menyusulnya.


Li Xun masuk ke dalam hutan dan memerintahkan para pembunuh untuk tidak melakukan apapun hari ini. Dia bisa membaca niatan Li Qian dengan jelas. Fakta kalau Li Qian tidak melaporkan kejadian kemarin pada Kaisar dan juga tidak dikawal oleh Cheng hari ini, jelas menunjukkan kalau Li Qian sengaja mau memancing mereka. Mereka tidak akan menang jika sekarang mereka gegabah untuk menyerangnya sekarang.

Tapi tentu saja Li Xun tidak akan tinggal diam begitu saja, bahkan sekalipun sekarang mereka gagal membunuh perempuan iblis itu, dia akan membuat Kaisar mencurigai Ming Yue. Lalu, apa mereka sudah mengurus TKP dengan benar?

Para pembunuh meyakinkan kalau mereka sudah menyingkirkan semua mayat dan tidak meninggalkan jejak sedikitpun. Maka Li Xun memerintahkan mereka untuk meletakkan mayat itu di tempat yang gampang ditemukan oleh para pengawal, Li Xun akan memanfaatkannya.


Tapi tiba-tiba Li Xun merasakan kehadiran seseorang dan langsung membentak orang itu untuk keluar dari persembunyiannya. Yang tak disangkanya, ternyata yang mengupingnya adalah Hui Xin.

Li Xun jadi tegang karenanya. Dia beralasan kalau dia melakukan ini demi membantu Li Qian menyingkirkan wanita itu, agar Li Qian tidak lagi dipengaruhi oleh si wanita iblis itu.

Hui Xin tak percaya. Jika Li Xun benar-benar berniat melindungi Li Qian, kenapa dia tidak melapor ke Kaisar saja bahwa Ming Yue menggunakan sihir hitam?

Li Xun beralasan kalau dia tidak punya bukti, jadi Kaisar pasti takkan mempercayainya. Apalagi Ming Yue adalah putri dari Xiyue, jika dia tidak punya bukti kuat maka dia akan dianggap melakukan kejahatan merusak hubungan diplomatik kedua kerajaan.

Hui Xin tetap tak perdaya, dia tahu betul Li Xun melakukan ini demi keuntungan pribadinya sendiri. Tak peduli apapun tujuan Li Xun itu, dia tidak boleh mencelakai Li Qian.

Li Xun tak percaya mendengarnya. Bahkan setelah kejadian kemarin, Hui Xin masih saja mempedulikan Li Qian. Apa dia belum sadar juga bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan?

Hui Xin ngotot tak peduli, mau cintanya bertepuk sebelah tangan atau tidak, itu bukan urusan Li Xun. Dia bahkan menuntut Li Xun untuk berjanji padanya bahwa dia hanya akan berurusan dengan Ming Yue. Jika Li Xun sampai mencelakai Li Qian, maka dia akan langsung melaporkan masalah hari ini pada Kaisar... kecuali Li Xun membunuhnya.

Li Xun patah hati mendengarnya. "Kau tahu sendiri aku tidak akan tega untuk melukaimu."

"Kalau begitu, kuanggap Pangeran berjanji padaku." Dingin Hui Xin lalu pergi.


Perburuan selesai dengan kedua pangeran yang berhasil menangkap mangsa sama banyaknya. Tapi kemudian Jenderal kroninya Li Xun melaporkan penemuan mayat-mayat itu pada Kaisar.

Li Xun langsung heboh menduga ada pembunuh lalu memohon ampunan seolah dia kurang waspada dalam menjalankan tugasnya untuk mengamankan daerah perburuan ini. Dia janji akan menyelidiki masalah ini sesegera mungkin.

Entah apa yang Kaisar pikirkan, ia langsung mengajak Li Xun bicara berdua di tenda dan memerintah Li Xun untuk menyelidiki apakah ini ulah pemberontak.

Tapi tentu saja Li Xun langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk memfitnah Li Qian dan Ming Yue. Dia melapor bahwa semalam dia memperhatikan Ming Yue kembali dalam keadaan seperti terluka, bahkan ada bekas darah di kudanya Ming Yue.

Tapi mengingatkan Li Qian tidak melaporkan masalah ini pada Kaisar dan justru menutupinya, dia yakin kalau dia ini adalah konspirasi dari negara lain dengan cara membuat Ming Yue terluka untuk menuduh Beixuan sehingga akan memprovokasi perselisihan antar kedua kerajaan.

Dia yakin Li Qian lah yang membunuh para pembunuh itu. Li Qian mengetahui segalanya, makanya dia tidak melaporkannya pada Kaisar demi melindungi Ming Yue.


Tapi yang tak disangkanya, alih-alih mempercayainya, Kaisar malah tiba-tiba membentaknya dan menuduhnya tidak menghargai persaudaraan sedikitpun. Kaisar mengaku bahwa sebenarnya, Li Qian semalam mendatanginya dan melaporkan masalah ini padanya.

Flashback.


Berbeda dengan Li Xun, Li Qian sengaja tidak mencurigai Li Xun di hadapan Kaisar, justru dia meminta Kaisar untuk merahasiakan masalah ini dulu demi kebaikan Li Xun. Li Xun lah yang ditugaskan untuk mengamankan area perburuan, jika sampai masalah pembunuh yang menyelinap masuk ke area perburuan ini sampai tersebar luas, maka reputasi Li Xun akan jatuh. Karena ini pula dia merahasiakan masalah lukanya Ming Yue.

Kaisar sungguh bangga mendengar pemikiran Li Qian. Kerajaan mereka sungguh beruntung memiliki dua saudara yang harmonis. Tapi Kaisar cemas jika mereka tidak segera kembali ke istana, maka para pembunuh itu pasti akan menyerang lagi.

Li Qian meyakinkannya untuk tidak cemas. Berdasarkan pengamatannya hari ini, para pembunuh itu sebenarnya lemah. Dia juga sudah memerintahkan Cheng untuk mengawal Kaisar secara diam-diam.

Flashback end.

Bersambung ke part 2

3 komentar: