Sinopsis Love The Way You Are Episode 2 - 3

 Sinopsis Love The Way You Are Episode 2 - 3

Dalam perjalanan ke tempat acara, mereka melihat sebuah mobil mendahului mereka. Dong Sheng mengenalinya, itu mobilnya Gao Quan - presiden perusahaan Quan Shan. Dia sudah menduga orang itulah pesaing mereka.


"Sejak kita memasuki pasar domestik, dia menjadi musuh kita di mana-mana. Tak kusangka kali ini dia akan berkompetisi untuk memenangkan hak untuk menamai kontes dengan cara yang begitu mengesankan." Rutuk Asisten Ni kesal.

"Semakin banyak pesaing, jauh lebih menyenangkan." Santai Dong Sheng.


Gao Quan mencoba beramah tamah pada Dong Sheng, tapi Dong Sheng dingin tak menanggapi uluran tangannya dan hanya memerintahkan Asisten Ni untuk membawa Eva masuk duluan karena ada hal pribadi yang mau dia sampaikan pada Gao Quan.

Begitu aman berduaan saja, Dong Sheng dengan begitu yakinnya memberitahu Gao Quan bahwa Gao Quan tidak akan bisa memenangkan hak menamai kontes ini.

Gao Quan sinis mendengarnya. "Anda blak-blakan sekali, Presiden Ruan. Tapi aku mengingatkanmu bahwa pasar adalah dunia di mana anjing makan anjing. Peluru tidak memiliki mata. Siapa yang akan tertawa paling akhir, kita lihat saja nanti."


Gao Quan dan sekretarisnya ternyata sudah menyiapkan rencana licik untuk menjatuhkan Dong Sheng. Ternyata mereka sudah curiga kalau Dong Sheng tidak punya indera perasa. Karena itulah mereka menyuap koki acara itu untuk bekerja sama dengan mereka.

Koki itu akan memasukkan makanan beralkali ke mangkuk supnya Dong Sheng. Jika benar Dong Sheng tidak memiliki indera perasa, maka Dong Sheng tidak akan bisa merasakannya. Lalu dia akan bilang ke Jason Wang bahwa dia salah memasukkan bumbu. Maka saat itulah rahasianya Dong Sheng akan terbongkar.


Jason Wang datang tak lama kemudian dan acara makan malam itu pun dimulai. Para pelayan menyajikan sup untuk masing-masing tamu, sementara Jason Wang mulai menyapa Dong Sheng dengan ramah.

Gao Quan dengan cepat menyela untuk memuji-muji karya terbarunya Jason Wang yang dia pamerkan di acara Milan Fashion Week. Karyanya itu tidak terasa seperti dibuat oleh pria berusia 50 tahun.

Errr, sayangnya dia salah pilih kalimat. Alih-alih merasa tersanjung, Jason Wang malah merasa tersinggung. Memangnya apa salahnya dengan umur 50 tahun?

"Ada orang yang mati umur 30 tahun dan ada pula orang yang mati umur 50 tahun," celetuk Dong Sheng. Yuan Yuan sontak menendang kakinya dengan panik, takut kata-katanya itu semakin menyinggung Jason.

Tapi Dong Sheng dengan cepat menjelaskan maksudnya adalah mati secara mental, bukan secara fisik. "Seniman sejati dan pengusaha yang hanya peduli tentang keuntungan, memilikir pemikiran dan pola pikir yang berbeda."

Jason kagum mendengarnya. "Tak kusangka Presiden Ruan yang masih muda memiliki pemikiran yang bijaksana."

"Nona Eva yang mengatakan ini pada saya."

Yuan Yuan sontak cengengesan malu-malu. Saat itulah Jason akhirnya memperhatikan Yuan Yuan dan menyapanya yang jelas saja membuat Yuan Yuan bahagia.



Jason lalu mengajak semua orang untuk mulai makan. Sup ini adalah hidangan terbaik dari chef-nya. Dia harap Dong Sheng bisa memberikan ulasannya tentang sup ini.

Dong Sheng santai-santai saja, malah Yuan Yuan yang entah kenapa tampak cemas. Saat dia melihat Dong Sheng hendak menyendok supnya, dia pura-pura tak sengaja menjatuhkan garpunya yang berada di dekatnya Gao Quan.

Bersikap selayaknya gentleman, Gao Quan pun berbaik hati menunduk untuk mengambilkan garpu itu untuk Yuan Yuan. Setelah itu, Gao Quan dengan sengaja menunggu Dong Sheng meminum sup itu sebelum kemudian mencicipi supnya sendiri... dan sontak menyemburkannya. Hah?! Supnya tertukar?

Yuan Yuan pun pura-pura tak sengaja menyemburkan supnya ke arah Gao Quan. Aduh, maaf, maaf! Dia tidak sengaja. Tapi ada yang salah dengan sup ini, apa Gao Quan merasakannya?


Mendengar itu, Jason langsung memanggil chef-nya yang sesuai rencana, mengaku bahwa dia salah menambahkan alkali alih-alih garam.

"Seorang chef yang tidak bisa membedakan alkali dan garam, itu menyia-nyiakan kepercayaan Jason." Kritik Yuan Yuan.

Terang saja Jason langsung memecat si chef dan menyuruh Dong Sheng untuk segera mengantarkan Eva ke rumah sakit untuk diperiksa. Maka Dong Sheng pun bergegas pamit.


Baru setelah mereka aman di luar, Dong Sheng tanya sejak kapan Eva mengetahui rencana liciknya Gao Chuan.

Dalam flashback, ternyata Yuan Yuan tak sengaja menguping percakapan si chef dan sekretarisnya Gao Quan. Dari situlah Yuan Yuan baru sadar alasan Dong Sheng tidak merasakan bumbu-bumbu yang dia tambahkan ke jusnya.

Dan saat Gao Quan membantu mengambilkan garpunya, Yuan Yuan cepat-cepat menukar mangkoknya Dong Sheng dengan punyanya Gao Quan.

Tapi dia menegaskan alasannya melakukan itu bukan karena dia ingin membantu Dong Sheng, melainkan membantu dirinya sendiri. Jika Dong Sheng gagal memenangkan hak menamai kontes itu dan tidak bisa menyenangkan Jason Wang, maka Yuan Yuan juga tidak akan mendapatkan keuntungan apapun.

"Kalau begitu, seharusnya kau memberitahuku sejak awal."

"Kalau aku memberitahumu sejak awal, maka Gao Quan tidak akan mendapat tusukan di wajahnya."

KRIUK! Tiba-tiba terdengar perutnya Yuan Yuan menjerit minta dikasih makan. Malu, Yuan Yuan sontak menyalahkan Dong Sheng. Gara-gara Dong Sheng, dia jadi tidak bisa makan. Jadi seharusnya Dong Sheng memasak untuknya sekarang.

"Kenapa aku harus mendengarkanmu?"

"Karena aku mengetahui rahasia terbesarmu!"


Dong Sheng akhirnya menurutinya dan memasakkan steak untuknya. Selama dia sibuk memasak, Yuan Yuan sibuk sendiri menatapnya sambil merutukinya. Dasar cowok bodoh tidak tahu apa-apa. Tapi... karismanya masih sama.

"Aku sudah melakukan apa yang kau suruh. Jadi kuharap kau menepati janjimu untuk menjaga rahasiaku."

"Aku - Eva, apa yang telah kukatakan tidak bisa ditarik kembali."

Dong Sheng tiba-tiba mengambil tisu, cuma berniat mau membantu mengelap hidungnya Yuan Yuan yang belepotan nasi. Tapi Yuan Yuan sontak mundur.

Hal ini tiba-tiba membuat Dong Sheng teringat kenangan masa kecilnya sata dia makan bersama seorang gadis kecil. Sama seperti Eva, gadis kecil itu juga kalau makan suka belepotan sampai nasinya nempel ke hidung.


Tersadar dari kenangan itu, Dong Sheng akhirnya menyerahkan tisu itu ke Eva dan menyuruhnya untuk mengelap hidungnya sendiri.

"Oh, sejak aku masih kecil, setiap kali makan nasi, aku selalu ketempelan nasi di hidung seperti ini. Oh yah, kenapa kau kehilangan indera perasamu?"

"Aku mengalami suatu kejadian tak terduga waktu aku masih kecil. Sejak saat itu, aku kehilangan indera perasaku."

Mendengar itu, Eva tiba-tiba mencopot sepatunya dan berusaha menjulurkan kakinya ke arah Dong Sheng. Kayaknya dia mau berusaha menggoda Dong Sheng sambil terus mengajaknya ngobrol.

"Jadi karena itu kau mengubah makanan menjadi cair. Tapi makanan seperti itu tidak memiliki jiwa. Makanan itu untuk dinikmati dan bukannya untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan."

"Aku tahu itu. Aku telah berkecimpung di pasar makanan selama bertahun-tahun. Kebahagiaanku datang dari kepuasan pelangganku."

"Itu menjelaskan mengapa kau begitu peduli tentang perasaan pelangganmu terhadap masakanmu." Komentar Yuan Yuan sambil terus berusaha mengulurkan kakinya.

Tapi ujung-ujungnya dia malah hampir terjatuh dari kursinya. Pfft! Dong Sheng heran, dia kenapa? Canggung, Yuan Yuan langsung menegakkan posisi duduknya dan menyangkal, tidak ada apa-apa kok.

Yang tak disangkanya, Dong Sheng tiba-tiba minta maaf. Sebelumnya, dia merasa kalau Eva hanya ingin meningkatkan perekonomiannya sendiri. Tapi sekarang dia merasa Eva memahami seni kuliner lebih daripada yang dia kira.

"Itu, karena aku pernah bergabung dengan banyak program seni kuliner." Ujar Yuan Yuan bangga.

"Tidak juga. Apa kau tahu kenapa aku padamu sebelumnya? Karena apa yang kau katakan benar. Hidangan yang kubuat seperti dibuat oleh mesin. Aku hanya peduli pada presentasi, kuantitas. Perasaan yang kau sebutkan padaku adalah sebuah kemewahan bagiku. Mungkin aku tidak pantas memilikinya." Ujar Dong Sheng sedih.

Yuan Yuan prihatin juga melihatnya begitu. "Baiklah, melihatmu begitu menyedihkan seperti ini, aku akan menerima permintaan maafmu."


Mereka pun menyepakatinya dengan bersulang. Tapi sepertinya mereka terus menerus minum. Saat mereka kembali ke rumahnya Dong Sheng tak lama kemudian, mereka sama-sama sudah mabuk tapi Yuan Yuan ngotot mau terus minum dan menuntut diambilkan sebotol wine lagi.

Dong Sheng tidak mau, besok dia ada meeting soalnya. Dia mau mandi dan tidur saja. Tidak terima, Yuan Yuan langsung menarik Dong Sheng ke sisinya sambil terus membujuk Dong Sheng untuk terus minum bersamanya.

Dong Sheng tiba-tiba berguling ke atasnya dan setuju, dia akan minum segelas lagi biar Eva membebaskannya untuk tidur.


Tak lama kemudian, mereka sama-sama berbaring di ranjangnya Dong Sheng sambil saling menatap satu sama lain.

"Ruan Dong Sheng, apa kau tahu. Kau bajingan. Tapi kau bajingan yang tampan."

"Aku tahu. Aku memang bajingan. Aku memang bajingan... yang menyakiti seseorang yang kusukai."

"Memangnya kau menyukai seseorang? Orang yang paling kau sukai cuma dirimu sendiri."

Dalam pikirannya yang berkabut, Dong Sheng tiba-tiba melihat sosok Yuan Yuan dalam diri Eva. Dan pemandangan itu kontan membuatnya sangat bahagia.

"Dasar bodoh. Orang yang kusukai adalah kau... Yuan Yuan, aku sangat merindukanmu." Aku Dong Sheng sebelum kemudian dia mendekat dan mencium Yuan Yuan.

(Kalau Dong Sheng menyukainya, kenapa Yuan Yuan ada dendam sama dia? Kayaknya ada kesalahpahaman di masa lalu)

Bersambung ke episode 3

1 komentar: