Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 4 - 3

Sinopsis My Girlfriend is an Alien Episode 4 - 3

Leng jadi cemas mendengarnya. Xiao Qi heran melihat wajahnya, ada masalah apa? Alih-alih menjelaskannya, Leng menanyakan halusinasinya Xiao Qi. Dia bilang dalamaa halusinasinya bahwa dia adalah alien. Di planet halusinasinya Xiao Qi, bagaimana jika ada orang yang melupakannya?


"Itu tidak mungkin. Di planet kami, kami menyimpan ingatan kami sebagai data. Kami tidak akan melupakan siapapun."

"Bagaimana jika ada seseorang yang menghapusmu?"

"Maka aku akan menghapusnya juga, sebodo amat." Santai Xiao Qi.

"Bagus sekali." Leng langsung mengambil bajunya dan berkata. "Jika aku tidak kembali menemuimu, tolong hapus aku."


Begitu keluar dari rumah sakit, Leng langsung memberi berbagai instruksi pada asistennya sebagai langkah antisipasi sebelum hujan badai datang yang nantinya akan membuatnya jadi amnesia.

Jangan khawatir, Asisten Han meyakinkan kalau dia sudah menangani segalanya. Dia sudah ahli menangani masalah amnesianya Leng yang disebabkan karena hujan badai itu.

Tapi Leng tiba-tiba meminta Asisten Han untuk membawanya ke departemen bank memori, sebuah departemen yang bertugas menyimpan semua ingatan Leng (bisa yah ingatan manusia di simpan kayak data komputer?).

Tapi biasanya Leng jarang pergi ke sana demi menghindari kecurigaan orang-orang. Karena itulah Asisten Han heran dengan permintaannya kali ini, apa ada sesuatu yang spesial sehingga Leng ingin pergi menemui Tuan Yang - orang yang bertugas menangani departemen bank memori itu.

"Tidak. Aku hanya ingin mengecek data-data pribadiku."


Mereka pun pergi ke tempat itu. Leng masuk ke sebuah ruangan yang kelihatannya ruang biasa saja. Tapi tersembunyi di antara rak buku, ada sebuah alat scan jari. Dan begitu Leng memindai jarinya, rak buku itu terbuka, memperlihatkan sebuah ruang rahasia di dalamnya.

Ruang rahasia itu penuh dengan teknologi canggih untuk menyimpan ingatan Leng. Seorang petugas lalu memperlihatkan daftar beberapa wanita yang ditemui Leng baru-baru ini, termasuk di antaranya adalah Xiao Qi dan Jiang Xue. Tapi yang paling menarik perhatiannya hanya Xiao Qi dan berbagai kenangannya bersama Xiao Qi.


Dokter Zhang tiba-tiba masuk, tampak panik karena hujan badai yang akan terjadi sebentar lagi dan pasti akan sangat mempengaruhi Leng lebih daripada sebelumnya.

Dari ucapan Dokter Zhang, ternyata biarpun Leng selalu melupakan para wanita yang ditemuinya, tapi dia selalu mengingat tentang Ibu Tirinya dengan baik. Tapi masalahnya, belakangan ini Leng sering berhalusinasi. Dokter Zhang yakin bahwa itu artinya, penyakitnya Leng semakin bertambah parah.

Apa itu maksudnya, kali ini dia juga akan melupakan ibu tirinya? Tanya Leng. Dokter Zhang menduga seperti itu. Karena itulah, dia menyarankan agar Leng menghindari hujan badai. Tinggalkan kota ini sebelum hujan badai datang.

Leng ragu. Kali ini dia bisa saja menghindari hujan badai. Tapi apa mungkin dia bisa menghindari hujan badai seumur hidupnya?

Dokter Zhang menjelaskan kalau dia tidak bermaksud menyuruh Leng menghindari masalah. Hanya saja, dari sekian banyak cara yang pernah mereka jalani, sejauh ini tak pernah ada satupun yang bisa membantu Leng. Karena itulah, dia sangat menyarankan agar leng pergi menghindari hujan badai.


Yang tidak dia ketahui, sebenarnya ada satu orang lagi yang mengetahui tentang masalahnya Leng dan tempat rahasia itu, yaitu Jiang Xue. Dan dia mengetahuinya berkat mata-matanya. Entah siapa, tapi yang pasti orang itu adalah orang dalam karena dia mengetahui seluk beluk memori bank-nya Leng.

Dia bahkan menyarankan agar mereka menghancurkan data bank memori itu. Tapi Jiang Xue menolak karena dalam data terbaru memorinya Leng ada ingatan tentang dirinya.

Sebagai balas budi, Jiang Xue janji akan membantunya masuk ke F Group. Tapi dia memperingatkan si mata-mata untuk tidak menyentuh apapun tanpa seizinnya.

"Sayang sekali. Padahal kau bisa mendapatkan keuntungan lebih."

"Tidak perlu. Aku hanya menginginkan hatinya. Cepatlah tembus lapisan terakhir, aku ingin mendapatkan data ingatannya sesegera mungkin." Jiang Xue bertanya-tanya, siapa yang kali ini akan Leng lupakan.


Saat Xiao Qi kembali ke restoran, dia malah kaget mendapati restoran mereka porak poranda. Apa yang terjadi? Nyonya Chai tetap tenang menghadapi keadaan ini dan memberitahu Xiao Qi bahwa gara-gara Leng dirawat di rumah sakit, orang-orang jadi menyerang restoran mereka dan menuduh restoran mereka beracun.

"Tapi kan Fang Leng masuk rumah sakit karena alerginya."

"Anak bodoh. Reporter jaman sekarang bisa mengucap kebohongan tanpa merasa berdosa. Alergi seafood vs keracunan makanan, menurutmu maka yang bakalan mendapat rating paling tinggi?"

"Lalu harus bagaimana sekarang? Bagaimana aku harus menjelaskannya pada para pelanggan? Jelas-jelas itu alergi dan bukan keracunan!"

Tapi Nyonya Chai melarangnya melakukan apapun, lebih baik tidak usah menambah masalah dan membuat masalah makin runyam. Karena itulah, dia memutuskan untuk tutup selama beberapa hari dan istirahat.


Xiao Qi mendadak panik mengira Nyonya Chai bakalan pergi jauh meninggalkannya. "Jangan pergi! Ini rumahku satu-satunya. Apa yang harus kulakukan kalau kau pergi?"

"Aku tidak akan pergi selamanya. Aku hanya mau liburan bersama teman-temanku."

Nyonya Chai bahkan memberi Xiao Qi uang saku dan meminta Xiao Qi menjaga restoran ini selama dia liburan. Tapi sendirian dan nggak ada kerjaan malah membuat Xiao Qi jadi bosan banget.


Tapi untunglah tepat saat itu juga, Xiao Bu tiba-tiba sadar lagi. Xiao Qi senang banget. Leng sekarang sudah pergi, Nyonya Chai juga sudah pergi, untung saja dia masih punya Xiao Bu.

"Kukira kau sudah melupakanku setelah bertemu si ganteng itu. Aku kan sudah memperingatkanmu, semakin tampan seorang pria, semakin dia berbahaya. Sekarang peringatanku jadi kenyataan, kan?" Omel Xiao Bu.

Biarpun sempat eror, tapi ternyata Xiao Bu tahu segalanya tentang masalah yang dihadapi restoran ini dan menyarankan Xiao Qi untuk menemui Leng. Minta Leng untuk menjelaskan pada reporter kalau dia tidak keracunan makanan. Dengan begitu, rumor tentang restoran ini pasti akan berakhir. Ide bagus! Xiao Bu pinter deh.


Leng baru saja selesai dengan rapatnya dan hendak pergi saat Xiao Qi muncul. Tapi mungkin karena ada Manajer Kang yang sedang mengawasinya, Leng bersikap seolah mereka cuma kenalan biasa dan menyuruh Xiao Qi untuk mengatakan apapun yang ingin dikatakannya pada asistennya saja.

Dia bahkan langsung pergi. Xiao Qi berusaha mengejarnya dan memintanya untuk membantu menjernihkan reputasi restorannya, tapi Leng terus pergi dengan acuh.


Xiao Qi bingung harus bagaimana sekarang. Dia bahkan menunggu seharian di depan kantor, tapi Leng tidak kembali. Xiao Bu langsung protes minta pulang. Heran dia, masa Xiao Qi nggak ngerti juga setelah beberapa lama tinggal di bumi? Jelas-jelas Leng itu mencampakkan Xiao Qi dan itu artinya dia tidak ingin membantu.

Tapi Xiao Qi bersikeras menolak mempercayainya. Leng tidak mungkin mencampakkannya. Waktu dia menjaga Leng di rumah sakit, Leng bahkan menganggapnya sebagai teman. Tidak mungkin dia tiba-tiba berubah jadi orang lain.

"Oh, tidak! Kau mulai mempercayai manusia bumi. Kau akan turun derajat."

Lama-lama Xiao Qi akhirnya menyerah juga. Jika Leng tidak mau membantu, maka dia akan mencari cara sendiri.


Keesokan harinya, berita di TV terus menyiarkan masalahnya Leng itu sebagai kasus keracunan makanan dan itu sontak membuat masyarakat murka hingga mereka demo di depan restoran dan menuntut restoran itu ditutup.

Xiao Qi mengintip kehebohan itu dengan keheranan. Sebenarnya dia memang mengundang seorang reporter untuk datang dengan niat menjernihkan nama restoran ini. Tapi yang tak disangkanya, kenapa yang datang malah banyak banget.

Xiao Bu jadi panik dan mengajak Xiao Qi melarikan diri saja. Xiao Qi menolak, dialah yang memulai masalah ini, jadi dia harus menyelesaikannya juga.

Tak lama kemudian, Xiao Qi pun keluar untuk menunjukkan makanan restoran ini dan berusaha meyakinkan mereka kalau makanan di restoran ini aman, Leng sama sekali tidak keracunan makanan, dia cuma alergi seafood.

Tapi tak ada seorangpun yang mempercayainya dan menuntut bukti. Panik dan bingung, Xiao Qi berusaha membuktikannya dengan memakan semua makanan itu dan terus berusaha meyakinkan mereka Leng sendiri yang memesan di restoran mereka. Jadi tidak mungkin dia akan memesan di restoran yang bermasalah. Leng benar-benar kena alergi saja. Tapi para reporter tetap tak mempercayainya, terutama karena Leng masih saja diam terkait masalah ini.


Pada saat yang bersamaan, Leng sedang dalam perjalanan. Asistennya mencoba menasehatinya untuk menghubungi Xiao Qi dulu sebelum dia pergi. Leng sebenarnya galau, tapi pada akhirnya dia menolak. Lagipula suatu hari nanti, dia pasti akan melupakan Xiao Qi.

Tapi tepat saat itu juga, dia menonton berita siaran langsungnya Xiao Qi yang seorang diri menghadapi serbuan para wartawan dan pendemo. Leng mendadak galau, hentikan mobilnya!


Xiao Qi benar-benar tak tahu lagi harus bagaimana menghadapi serbuan para wartawan itu. Tepat saat itu juga, Leng tiba-tiba muncul. Sontak para reporter heboh mengerubunginya.

Dua orang kameramen terlalu antusias pindah tempat untuk menyutingnya, tapi malah tak sengaja menyenggol Xiao Qi hingga dia hampir terjatuh. Untung saja Leng sigap menangkapnya.

Bersambung ke episode 5

2 komentar: