Sinopsis Before We Get Married Episode 8 - 1

Sinopsis Before We Get Married Episode 8 - 1

Keesokan harinya dalam rapat, Wei Wei dan Ke Huan cekcok lagi dengan seru. Wei Wei protes keras, tidak terima dengan keputusan Ke Huan dan mengingatkan Ke Huan bahwa proyek ini adalah proyeknya mereka, perusahaannya Ke Huan cuma ngasih modal, jadi perusahaannya Ke Huan tidak punya hak menentukan semua keputusan.


Ke Huan ngotot mengingatkan Wei Wei bahwa jumlah produksi bisa mempengaruhi penjualan, yang itu artinya bisa mempengaruhi keputusan investor. Ke Huan menolak menulis jumlah memalukan seperti ini di dalam laporan investasi.

"Oh, jadi ini cuma perlu terlihat bagus di permukaan saja? Bagaimana kalau gagal? Bukankah itu mempengaruhi reputasi Hualai? Saat itu terjadi, Guoxing-mu sudah selesai dengan proyek ini dan menghilang. Inikah caramu bertanggung jawab?"

Perdebatan mereka makin lama jadi semakin sengit. Ujung-ujungnya malah menjurus  memperdebatkan masalah pribadi di antara mereka saat Wei Wei menuduh Ke Huan mencampuradukkan masalah bisnis dengan masalah pribadi.

Para pegawai yang risih mendengar perdebatan sengit mereka, akhirnya memutuskan pergi meninggalkan ruangan itu secara diam-diam.

 Ke Huan ngotot menyangkal tuduhan Wei Wei, dia serius dengan proyek ini sejak awal dia menerima proyek ini sampai saat membahas berbagai taktik. Dia tidak akan mungkin memperlakukan modal sebesar ini sebagai suatu candaan. Karena itulah dia berharap di masa depan nanti, dia tidak akan perlu membuat penjelasan kekanakan semacam ini.

"Kau tidak perlu mengkhawatirkan masalah itu. Ini tidak akan terjadi lagi karena aku akan menikah dua bulan yang akan datang."

"Manager Zhou, aku sudah tahu kalau kau akan menikah dua bulan yang akan datang. Apa kau menekankan masalah ini demi memperkuat kepercayaan dirimu?"

"Aku belum selesai bicara. Karena aku akan segera menikah, jadi aku bisa pergi setiap saat."

"Jadi kau sudah membicarakannya dengan 321? Kalau begitu aku mau tanya, kali ini apa lagi rencananya 321?"

"Apapun rencananya, itu tidak ada hubungannya denganmu."


Terserah, Wei Wei lempar aja surat pengunduran dirimnya kalau begitu. Ke Huan cuma penasaran. Jika Wei Wei tidak akan menikah, lalu alasan apa yang akan dia gunakan untuk mengundurkan diri?

"Kurasa kalau kau hanya tidak berani mengakui bahwa kau berdebat denganku sekarang ini karena kau menyukaiku."

Wei Wei tak percaya mendengarnya. "Chu Ke Huan, kau kepedean amat. Kau pikir kau siapa?"

"Lebih baik daripada kau yang tidak punya kepercayaan diri sama sekali!"

Wei Wei speechless dan seketika itu pula Ke Huan mendadak berubah tersenyum manis dan meminta maaf karena sudah merepotkan Wei Wei semalam dan terima kasih karena Wei Wei mengantarkannya pulang.

"Lihatlah. Kau sendiri yang mencampuradukkan kehidupan pribadi dan profesional."


Zi Yuan tiba-tiba datang lagi ke kantornya Wei Wei. Kali ini bukan untuk cari perkara, dia bahkan tersenyum manis seolah tak pernah ada masalah di antara mereka.

Dia memberitahu Wei Wei kalau sekarang dia punya pekerjaan baru dan memberikan kartu nama barunya pada mereka, sekarang dia seorang konsultan pernikahan.

"Chu Ke Huan tidak menafkahimu lagi?" Nyinyir Ke Fei.

Zi Yuan memang mengaku kalau Ke Huan sangat marah atas insiden tamparan waktu itu, tapi dia mengklaim kalau mereka baik-baik saja sekarang. Dia terlalu impulsif waktu itu, dia harap Ke Fei maklum.

"Oh Tuhan. Kau orang paling aneh yang pernah kutemui dalam hidup ini. Kau bisa duduk di hadapanku tanpa merasa malu?"


Zi Yuan mengklaim bahwa dia bekerja demi meminta maaf pada Ke Huan dan menunjukkan ketulusannya. "Kuharap Ke Huan tahu, aku bisa berubah demi dia."

"Nona Gao, jika kau baru mulai bekerja, maka tidak seharusnya kau datang ke kantor seseorang dengan seenaknya dan menamparnya. Tapi jujur saja, kau tidak datang kemari hari ini karena kebaikan hatimu."

Betul, Zi Yuan datang dengan niat tertentu... meminta Wei Wei untuk jadi pelanggan pertamanya. Wei Wei galau. Ke Fei menyela dengan sinis, Wei Wei tidak berencana pakai wedding planner, tapi dia bisa memperkenalkan Zi Yuan pada orang lain.

Zi Yuan beralasan kalau dia melakukan ini demi memenuhi kuota dan performa kerjanya. Dia meyakinkan kalau budger pernikahan mereka bisa dikembalikan sepenuhnya.


Wei Wei berniat menolak, tapi saat Zi Yuan tanya apakah Wei Wei tidak mempercayainya, Wei Wei jadi merasa tak enak. Dan Zi Yuan seenaknya saja menyatakan kalau jawaban Wei Wei itu artinya Wei Wei setuju.

Dia bahkan langsung mengajak Wei Wei selfie bersamanya dan memeluk Wei Wei sok akrab. Dia janji akan segera membuatkan detil pernikahannya Wei Wei.

"Jangan khawatir, kau dan Ke Huan sama-sama spesial bagiku. Akan kupastikan kau dan Hao Yi akan memiliki pernikahan yang luar biasa. Aku pergi yah, dah!"


Zi Ting menelepon Ke Huan dan memberitahu kalau Zi Yuan sudah punya pekerjaan baru, dia jadi wedding planner. Dia bahkan sudah menemukan pelanggan pertamanya dan barusan dia posting di Instagram.

Ke Huan langsung mengecek akunnya Zi Yuan dan melihat foto selfie Zi Yuan bersama Wei Wei yang jelas saja membuat Ke Huan cemas.


Malam harinya saat mereka hendak tidur, Wei Wei memberitahukan masalah ini pada Hao Yi. Tapi Hao Yi agak kurang setuju kalau mereka pakai jasa wedding planner, karena berarti mereka harus mengeluarkan lebih banyak dana.

Perusahaannya sekarang ini sudah mengirimkan produk baru untuk diuji coba. Sambil menunggu hasilnya keluar, Hao Yi ada sedikit waktu untuk membantu Wei Wei menyiapkan rencana pernikahan mereka, jdi mereka tidak perlu jasa wedding planner. Dengan begini, mereka bisa menghemat lebih banyak uang untuk hal-hal lain.

Tapi Wei Wei tetap ingin pakai jasa wedding planner karena wedding planner-nya itu adalah Zi Yuan. Dia baru saja bekerja, makanya dia berpikir menerima Zi Yuan demi balas jasa.

Hao Yi akhirnya setuju. Kalau Ke Huan dan Zi Yuan tidak menjual rumah ini pada mereka, maka mereka tidak akan jadi seberuntung ini. Tapi, bukankah selama ini Zi Yuan tidak pernah kerja dan dinafkahi oleh Ke Huan?

Tapi dia sama sekali tidak berpikir kalau mereka mungkin putus dan hanya mengira kalau Zi Yuan mungkin sudah bosan jadi ibu rumah tangga, makanya dia memutuskan untuk mencari kegiatan di luar. Wei Wei pura-pura tak tahu, mungkin saja.


Tiba-tiba Hao Yi ditelepon bosnya yang menyuruhnya keluar sekarang juga ke alamat yang ditunjuknya, dia punya kabar bagus untuk Hao Yi. Wei Wei jelas tak senang, tapi dia tidak protes apapun.


Dan tempat yang ditunjuk Maizi ternyata KTV, semua orang sudah berkumpul di sana saat dia datang. Entah apakah Maizi sudah mabuk atau gimana, tiba-tiba saja dia memeluk Hao Yi.

"Hao Yi, kau adalah orang paling penting dala hidupku sekarang ini."

Hao Yi jelas tak nyaman dengan sikapnya dan mengingatkan Maizi kalau dia cuma pegawainya Maizi. Maizi meyakinkan kalau dia cuma bercanda memimpin semua orang untuk menyoraki Hao Yi sebagai 'direktur'. Hah?

Maizi berkata kalau tadi dia ditelepon oleh seorang bos besar yang berlokasi di Shanghai yang berkata kalau dia sangat tertarik dengan produk yang sedang mereka kembangkan dan ingin bekerja sama dengan mereka.

Si bos itu bahkan berkata kalau dia tidak hanya akan memberikan modal, tapi juga SDM dan berbagai keperluan produksi mereka. Syaratnya hanya produk mereka harus sukses besar.

Hao Yi senang. "Jadi kerja keras kita akhirnya dilihat orang?"

"Betul. Kau dan timmu yang dilihat."

Pokoknya Maizi akan menandatangani kerja sama itu secepatnya. Jadi sekarang, mari merayakannya.


Hao Yi tidak ada di sisinya saat Wei Wei terbangun keesokan harinya. Tapi kemudian dia mendengar suara-suara dari luar, ternyata Hao Yi lagi masak. Tapi Wei Wei punya perasaan tak enak, apalagi waku melihat masakannya Hao Yi yang hari ini terlalu mewah. Apa yang dikatakan bosnya Hao Yi itu semalam?

Hao Yi tak berani mengaku jujur dan akhirnya cuma beralasan ada masalah kecil di kantor, tapi dia sudah mengatasinya. Wei Wei tak percaya, kalau memang cuma masalah kecil, terus buat apa Hao Yi dipanggil keluar selarut itu?

Dia benar-benar merasa sikap Hao Yi hari ini sangat aneh. Saat dia membahas tentang menu katering untuk acara pernikahan mereka, Hao Yi malah berniat menyerahkan masalah itu sepenuhnya pada Zi Yuan selaku wedding planner mereka saja, benar-benar berbeda dari ucapannya semalam yang menolak jasa wedding planner.

Bahkan tiba-tiba saja Hao Yi berkata bahwa menurutnya, pernikahan mereka ini terlalu tergesa-gesa. Menyiapkan pernikahan dalam waktu dua bulan itu bakalan terlalu kacau, tidak adil buat Wei Wei.

Wei Wei tidak setuju. "Aku tidak ingin menundanya."

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment