Sinopsis Before We Get Married Episode 5 - 4

Sinopsis Before We Get Married Episode 5 - 4

Tapi Wei Wei masih saja bersikeras menyangkal perasaannya sendiri. Dia langsung mendorong Ke Huan dan mengklaiam kalau dia datang untuk menjenguk temannya dan bergegas melarikan diri.


Ke Huan mengejarnya dan berteriak. "Zhou Wei Wei, aku menyukaimu!"

Dan teriakannya sukses menghentikan langkah Wei Wei. Ke Huan mengingatkan Wei Wei bahwa Wei Wei bisa menghindarinya, tapi Wei Wei tidak akan bisa menghindari dirinya sendiri. Wei Wei menyangkal, dia tidak menghindari Ke Huan, dia hanya tidak mau mempedulikan orang gila yang jejeritan di tengah jalan. Dia mau pergi, tapi Ke Huan sontak mencengkeramnya erat.

"Lepasin!"

"Aku tidak mau melepaskanmu! Aku juga tidak ingin mengikatmu, aku juga tidak suka dengan diriku yang sekarang ini. Aku juga tidak mengerti kenapa aku bicara denganmu sekarang, tapi aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri."


Dulu Ke Huan pikir bahwa jika dia mundur dan mengabaikan apa yang dia dengar dan dia lihat, itu akan bisa membuatnya melupakan segalanya. Tapi dia tidak bisa melakukan itu terhadap Wei Wei.

"Zhou Wei Wei, kau bisa melarikan diri sekarang. Tapi aku, Chu Ke Huan, akan mengejarmu sampai akhir."

"Chu Ke Huan, aku tidak bisa menghentikanmu untuk mengejarku, tapi aku akan tetap menghindarimu."

"Zhou Wei Wei, aku bahkan atak punya sedikit saja..."

"Tidak! Tidak sedikitpun!" Tegas Wei Wei lalu pergi.


Padahal sebenarnya dia galau banget memikirkan pengakuan cinta Ke Huan tadi. Berusaha mengalihkan pikirannya, dia langsung menelepon Hao Yi. Tapi Hao Yi bahkan tidak memberinya kesempatan bicara saking sibuknya lalu menutup teleponnya begitu saja. Wei Wei lemas seketika.

"Sekarang ini aku... sangat membutuhkanmu."


Saat Ke Fei pulang tak lama kemudian, dia mendapati Wei Wei sudah menunggunya. Kenapa? Apa Wei Wei mau meneriakinya? Meneriakinya karena membohonginya dan menjebaknya? Karena dia membuat Wei Wei mengungkapkan dirinya yang sebenarnya dan membuat Wei Wei menyadari kalau dia sebenarnya menyukai Ke Huan? Silahkan saja, Ke Fei siap dimarahi. Malah jauh lebih jika jika Wei Wei meneriakinya dan mengungkapkan semua perasaannya pada Ke Huan.

"Ayo ngomong. Kenapa kau tidak meneriakiku?"

"Aku sungguh punya teman yang sangat hebat sepertimu." Nyinyir Wei Wei.

"Karena teman hebat sepertikulah yang tahu bagaimana membuatmu mengungkap perasaanmu yang sebenarnya."

Wei Wei ngotot kalau itu bukan perasaannya yang sebenarnya. Ke Fei jelas tak percaya, kalau bukan, terus kenapa dia begitu cemas dan panik tadi? Kenapa dia langsung lari ke rumah sakit dan mencari Ke Huan? Kalau itu bukan perasaan Wei Wei yang sebenarnya, lalu ngapain dia malah nggak pulang? Tak punya jawaban, Wei Wei langsung saja beranjak pergi.


"Kau tidak perlu merasa bersalah karena punya perasaan pada Chu Ke Huan."

"Aku tidak menyukainya!"

"Kau tidak menyukainya atau kau tidak bisa menyukainya? Keduanya memiliki arti yang berbeda. Sebaiknya kau memikirkannya dengan baik sebelum menjawabku."

"Aku hanya memiliki Hao Yi di dalam hatiku."

"Benarkah? Lalu kenapa kau tidak pulang ke rumah Li Hao Yi?"

"Aku akan pergi."

"Tunggu. Kembalikan kunciku. Kau sudah tidak tinggal di sini lagi. Aku tidak mau melihat sahabatku duduk di sini tengah malam, tak bisa memutuskan apa yang harus dilakukannya, dengan mulut penuh dusta, berbohong padaku dan pada dirinya sendiri!"


"Nggak mau."

"Apa kau sedang berusaha melarikan diri."

"Iya. Jika aku mengembalikan kuncimu, bagaimana jika aku ingin melarikan diri atau ingin meneriaki seseorang atau menginginkan pelukan, aku harus pergi ke mana? Akua sangat marah sekarang, aku pergi."

"Pecundang! Kau berbohong pada dirimu sendiri. Kayak burung unta. Dasar burung unta besar!"

 

Wei Wei akhinya pulang ke ruahnya yang gelap dan sepi. Parahnya lagi, Hao Yi nge-chat saat itu, memberitahu kalau dia bakalan sibuk semalaman karena harus pergi ke pabrik dan mematikan ponselnya. Ke Huan menelepon tak lama kemudian, tapi Wei Wei mengabaikannya.


Keesokan harinya, Maizi dan Hao Yi pergi menemui Ke Huan. Selain untuk mengucap selamat atas promosinya Ke Huan, mereka juga datang untuk membawakan proposal pengembangan bisnis mereka. Ke Huan juga mengucap selamat untuk Hao Yi yang sekarang diangkat jadi kepala insinyur di perusahaannya Maizi.

"Aku justru harus berterima kasih padamu. Sejak membeli rumahmu, keberuntunganku benar-benar berubah."

Maizi juga harus berterima kasih pada Ke Huan karena berkat Ke Huan, dia jadi menemukan orang berbakat seperti Hao Yi. Sekarang sejak Hao Yi bergabung dengan perusahaannya, mereka baru bisa membahas rencana pengembangan mereka dengan Ke Huan.

Maizi benar-benar suka dengan pegawai barunya itu sehingga terus memuji-mujinya setinggi langit. Rencana pengembangan mereka semakin meningkat tajam sejak Hao Yi bergabung dengan mereka. Selama beberapa hari ini, Hao Yi bekerja keras tanpa lelah demi membuat kemajuan bagi mereka. Maizi yakin mereka akan bisa mencapai status IPO dalam kurun waktu 3 tahun.

Jelas saja ucapan Maizi itu menarik perhatian Ke Huan, Hao Yi bekerja keras tanpa lelah selama beberapa hari ini? Hao Yi mengaku bahwa dia belum pulang selama beberapa hari ini, tapi tidak masalah, dia masih muda, menyelesaikan produk mereka jauh lebih penting.


Sementara itu, Wei Wei dan Da Wei lagi-lagi bertengkar hebat. Wei Wei menyalahkan Da Wei dan menuduhnya lambat. Da Wei jelas tidak terima dan sontak balas mendamprat Wei Wei, semua ini gara-gara Hao Yi yang mendadak mengundurkan diri, dia bahkan tidak melakukan penyerahan pekerjaannya dengan benar. Departemen mereka jadi super sibuk gara-gara dia.

"Kalau begitu cari saja dia. Apa hubungannya denganku?"

"Aku tidak bisa menghubunginya! Entah dia mematikan ponselnya atau menolak mengangkat telponnya."

Wei Wei kan tunangannya Hao Yi, jadi dia saja yang menyerahkan daftar tugas ini pada Hao Yi dan minta dia merespon secepat mungkin. Wei Wei santai saja mengirimkannya lewat chat ke Hao Yi yang malah membuat Da Wei makin nyinyir, kenapa Wei Wei tidak membawakannya langsung saja, bukankah mereka hidup bersama?

"Karena aku, sama sepertimu, sering tidak bisa menghubunginya. Maaf, dia sangat sibuk saat ini. Aku juga tidak tahu apakah aku bertemu dengannya hari ini. Mengirim pesan padanya adalah cara terbaik. Dia pasti akan membacnya. Tapi fakta seorang pegawa mengundurkan diri itu bukan masalahku. Kalau kau tidak segera mempercepat kemajuanmu minggu ini, aku harus melaporkannya ke bos."


Saat Maizi ke toilet, ke Huan mengomentari Hao Yi yang sangat sibuk belakangan ini sampai tidak bisa pulang. Tapi dia dan Wei Wei kan mau menikah, kalau dia terlalu sibuk sampai tidak pulang, lalu bagaimana mereka akan menikah?

Tapi bagi Hao Yi, yang paling penting baginya saat ini adalah membangun karir dulu. Kalau karirnya sudah stabil, maka dia bisa memberikan tempat tinggal yang stabil untuk pasangannya.

"Lalu bagaimana dengan Wei Wei? Apa dia tidak keberatan? Maksudku, kau kan sangat sibuk."

"Wei Wei. Dia harus mengerti. Dia selama ini sangat mendukungku. Lagipula, aku melakukan ini demi masa depan kami."

Ke Huan sinis mendengarnya. "Jadi dia harus mengikuti rencana hidupmu?... Maksudku, kau sangat beruntung bertemu dengan seseorang seperti dia. Apapun yang kau lakukan, dia selalu mendukungmu."

"Benar. Aku sangat beruntung."


Maizi keluar tak lama kemudian, mereka berdua pun pamit. Bai Yang yang tadi melihat mereka ngobrol, langsung cemas kalau-kalau Ke Huan memberitahu Hao Yi segalanya. Ke Huan heran sama anak buahnya yang satu ini, apa Bai Yang tidak punya bakat pengamatan? Kalau dia ngasih tahu Hao Yi, apa mungkin Hao Yi pergi dengan tenang?

"Apa yang kau takutkan? Apapun yang kulakukan, aku akan melindungi siapapun yang perlu kulindungi. Mulai sekarang, jangan lagi mencampuri kehidupan pribadiku. Mengerti?"

"Lalu bagaimana dengan Kak Zi Yuan?"

"Kalau kau ingin membuat masalah ini tambah runyama atau kau tidak bisa mengontrol bibirmu, silahkan saja kau beritahu Zi Yuan."


Maizi memberitahu Hao Yi bahwa dia sudah lama kenal sama Ke Huan, mereka teman lama. Menilai dari hubungan baik Ke Huan dan Hao Yi, Maizi yakin bahwa rencana ekspansi mereka pasti akan berjalan lancar. Mereka pasti akan menguasai dunia ini.

Hmm... Maizi kayaknya suka banget sama Hao Yi, dia bahkan langsung protes saat Hao Yi memanggilnya dengan panggilan yang terlalu formal dan menyuruh Hao Yi untuk mengubah penampulannya yang terlalu biasa ini, karena mulai sekarang, Hao Yi akan sering ikut dengannya bertemu klien-klien penting.


Malam harinya, Wei Wei melihat Ke Huan di meja resepsionis apartemennya untuk mengambil surat-surat. Mumpung Ke Huan tidak melihatnya, Wei Wei berniat keluar diam-diam, tapi si resepsionis malah tiba-tiba memanggilnya, menyuruh Wei Wei untuk mengambil surat-suratnya juga.

Mumpung Wei Wei di sana, Ke Huan dengan sengaja memberitahu resepsionis bahwa jika Zi Yuan dapat surat-surat lagi, serahkan langsung pada orangnya saja karena dia dan Zi Yuan sekarang sudah tidak tinggal bersama lagi.

"Aku sangat beruntung bertemu denganmu saat aku hanya mengambil surat."

"Benar. Kebetulan sekali. Ada yang mau kubicarakan. Ikut aku."


Wei Wei langsung mengajak Ke Huan keluar dan to the poin menyuruh Ke Huan untuk mengalihkan semua suratnya ke alamat barunya biar dia tidak perlu datang lagi. Tapi Ke Huan senang kok datang kemari setiap hari untuk mengambil suratnya.

Wei Wei gregetan mendengarnya. "Apa sebenarnya maumu? Dengarkan aku baik-baik. Aku adalah Nyonya Li."

"Belum."

"Semua orang tahu kalau aku akan menjadi Nyonya Li."

"Akan menjadi... artinya belum. Kalau kau ingin bilang kalau kau akan menjadi Nyonya Li, aku sudah tahu, kau memakai cincin tunanganmu di hadapanku. Tapi sebelum kau memakai cincin itu, aku menci~mmu."

"Chu Ke Huan!"

"Zhou Wei Wei. Kumohon padamu sebelum kau menjadi Nyonya Li, jujurlah pada dirimu sendiri dan pertimbangkan aku."

Bersambung ke episode 6

2 komentar: