Sinopsis Accidentally in Love Episode 28

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 28

Xin Ya tiba-tiba menggila ingin menyakiti dirinya sendiri, masih sangat meyakini hasutan Lan Ting kalau Feng akan kembali padanya jika dia terluka.


Mu Nian dan Nan Xi benar-benar harus berusaha keras untuk menahannya. Lan Ting bukannya menenangkan atau menghibur Xin Ya, malah dengan seenaknya mengompori Xin Ya bahwa Feng tidak peduli padanya dan tidak akan pernah kembali padanya.


Mu Nian benar-benar tak tahan lagi padanya. "Gu Nan Xi, bisakah kau menendang wanita gila Yang Lan Ting ini?"

"Siapa yang kau sebut wanita gila?"

"Kau tidak mengerti bahasa kami? Kau gila, egois, tercela, dan melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensinya."

"Aku melakukannya demi kebaikan Xin Ya?"

"Lihatlah dia sekarang! Kau mengubah mentalnya jadi tidak stabil. Ini yang kau sebut demi kebaikannya?"

"Itu karena Chen Qing Qing!"

"Itu bukan salah Chen Qing Qing. Kaulah yang salah!"

Jika bukan karena Lan Ting memanipulasi Xin Ya, dia tidak akan berubah jadi seperti ini. Feng dan Qing Qing tidak akan menderita dan lelucon hari ini tidak akan pernah terjadi!

Nan Xi dengan cepat menyela mereka dan menyuruh Lan Ting ikut keluar bersamanya dan langsung melabrak Lan Ting. Lan Ting ngotot dengan keyakinannya bahwa mereka harus mendapatkan apapun yang mereka inginkan

"Tapi tidak seharusnya kau bermain-main dengan hidup orang seperti itu! Kau tahu betul kalau Si Tu Feng tidak menyukai Xin Ya dan kau masih melakukan itu!"

Kesal, Lan Ting akhirnya minggat dari sana. (Bye, Lan Ting. Jangan balik lagi yah :P)


Di dalam, Mu Nian berusaha menghibur Xin Ya dan menasehatinya untuk melupakan masa lalu dan memulai hidup baru. Biarpun sekarang yang ada dalam pikirannya hanya Feng, tapi seiring berjalannya waktu, Xin Ya pasti akan melupakan Feng dan bertemu lebih banyak orang baik.

"Kenapa kau harus patah hati hanya karena seseorang yang tidak mencintaimu?"

"Jika tidak ada Kakak Feng, apa lagi yang bisa kulakukan?"

"Kau pasti akan bertemu pria yang jauh lebih baik daripada Si Tu Feng. Bahkan jika kau memilih, pilihanmu itu seratus kali lebih baik. Jangan menyakiti dirimu sendiri hanya demi orang yang tidak mencintaimu."

"Bagaimana bisa semudah itu bertemu orang lain. Apalahi, aku tidak memiliki apapun untuk ditawarkan."

"Kau punya. Bagaimana kalau kita bertaruh? Kau pasti akan menemukannya... aku bisa menemukannya untukmu."


Qing Qing dan Feng terus berlari hingga mereka naik ke bis. Tapi, mereka mau ke mana ini? Tentu saja ke bandara, pulang ke rumah Qing Qing. Qing Qing takut Xin Ya akan melakukan sesuatu pada Feng, jadi dia harus menyembunyikan Feng di rumahnya.

Tapi Feng malah dengan dramatisnya meminta maaf, sepertinya dia tidak akan bisa pergi. Qing Qing sedih, apa maksudnya Feng mau meninggalkannya?

Bukan begitu. Masalahnya, dia tidak bawa paspor. Jadi bagaimana bisa dia naik pesawat. Ah, benar juga.

"Qing Qing, aku berjanji padamu. Aku tidak akan pernah melepaskan hubungan kita."

Kontan saja semua orang di bis bersorak heboh dan bertepuk tangan untuk mereka. Qing Qing pun senang.

"Lalu, kita harus pergi ke mana sekarang?"


"Tidak ke manapun. Ada kalanya, saat aku tidak mendapat inspirasi menulis lagu, aku akan naik bis tanpa tujuan. Menyaksikan pemandangan dari jendela akan membuatku merasa jauh lebih baik dan inspirasi akan datang begitu saja."


Mendengar itu, Qing Qing tiba-tiba mengeluarkan buku catatannya untuk menulis kata-kata Feng barusan. Dia sedang menulis sebuah panduan yang dikutip oleh Si Tu Feng. Makanya sekarang dia sedang mengumpulkan data.

"Kau akan membuatku merasa tertekan kalau seperti ini."

"Si Tu Feng, kau izinkan tetap diam, tapi setiap kalimat yang kau ucapkan akan berubah menjadi bahan presentasi untuk He Bian Cao. Understand?"

"Yes, madam!"


Mereka akhirnya terus naik bis berputar-putar tanpa tujuan sampai akhirnya Qing Qing tertidur dan kepalanya terantuk ke jendela. Feng dengan lembut menarik kepala Qing Qing ke bahunya.


Para penggemarnya Feng bersulang sambil menggosipkan idola mereka. Tapi bukankah seharusnya mereka bersedih karena sekarang idola mereka sudah punya pacar?

Tapi si bos cafe merasa bahwa Feng memilih He Bian Cao jadi pacar itu sangat bagus. Yang lain setuju, dia rasa, He Biao Cao bisa membantu kemajuan karir Feng.


Fang Fang lagi jalan bersama Ge Yang setelah menonton bioskop. Ge Yang sebenarnya ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya terlalu ragu untuk mengutarakannya.

Fang Fang akhirnya membahas film barusan. Menurutnya film tadi sangat bagus. Apa Ge Yang menyukai pemeran utamanya? Tentu saja suka, siapa juga yang tidak menyukai wanita cantik?

"Mereka melalui banyak hal dan akhirnya bisa bersama. Luar biasa." Komentar Fang Fang tentang film tadi.


Tiba-tiba Ge Yang melihat tali sepatunya Fang Fang lepas. Maka dia langsung jongkok untuk membantu menalikan sepatunya Fang Fang. Suasana jadi romantis dan Fang Fang tersentuh dengan perhatiannya.

Tapi tepat saat Ge Yang menengadah, mendadak ada angin nakal yang bertiup menerbangkan roknya Fang Fang. Wkwkwk! Ge Yang kontan canggung, tapi dia tidak melihat apa-apa loh, sungguh.

"Brengs*k!" Fang Fang tak percaya dan langsung lari.

Ge Yang langsung mengejarnya dan meyakinkan kalau dia sungguh tidak melihat apapun. Sudahlah tidak usah dibahas lagi, Fang Fang mau balik ke asrama saja. Kalau begitu, apa Fang Fang besok akan pergi ke perpus untuk mengembalikan buku? Fang Fang mengiyakannya dengan malu-malu.
 

Qing Qing dan Feng akhirnya pergi menghadap Daniel yang nyerocos panjang lebar mengeluhkan perbuatan mereka. Dia sampai harus kerepotan dicecar para wartawan, tidak bisakah mereka bilang-bilang dulu sebelum menyebabkan masalah? Apa mereka tahu berapa banyak uang yang harus dia keluarkan untuk mengatasi masalah ini?

Qing Qing nyengir canggung. Qing Qing minta maaf. Dia janji deh akan memberitahu Daniel lain kali.

"Kau masih menginginkan lain kali?! Untung saja para penggemar bereaksi positif tentang hubungan kalian. Ternyata jika kau menemukan kekasih yang tepat, reaksi penggemar tidak akan seburuk itu."

Apa Feng sudah melihat peringkat mereka belakangan ini? Penjualan album mereka masih aman di posisi ke-5. Perusahaan punya kepercayaan yang tinggi pada Feng, jadi dia harus terus berjuang.

Tapi... Feng mengaku kalau permasalahannya dengan Qing Qing tidak sesederhana yang dia kira. Mereka juga membuat komplikasi kecil lainnya.



"Apa kau ingat Qing Shen?"

"Iya, ingat."

Feng kontan menunjuk Qing Qing. Hah? Maksudnya Qing Qing adalah Qing Shen? Wah, aktingnya Qing Qing bagus banget yah, Dia bukan cuma He Bian Cao, tapi juga Qing Shen. Kenapa tidak sekalian saja Qing Qing masuk dunia entertainmen?

Feng khawatir, bagaima reaksi para penggemar nantinya kalau tahu Qing Qing adalah Qing Shen? Daniel rasa kalau mereka tidak akan bisa menyembunyikan masalah ini. Jangan khawatir, Daniel akan memikirkan cara untuk merilis pernyataan yang bisa diterima secara perlahan.

Tapi bisakah mereka berhenti memberinya masalah yang membuatnya sakit kepala? Feng meyakinkan kalau ini adalah masalah terakhir.


Saat Fang Fang ke perpus, dia malah bertemu dua anak buahnya Xin Ya yang langsung nyinyirin Fang Fang yang katanya sudah bersama Ge Yang sekarang?

Bukankah Fang Fang masuk sekolah ini berkat beasiswa? Tapi jika Fang Fang berhubungan dengan Ge Yang, maka itu bisa jadi pengaruh buruk baginya.

Bahkan mungkin saja Fang Fang jadi tidak akan mau belajar lagi. Tapi kalau dia bersama Ge Yang, maka dia bisa ikut menikmati hidup mewah biarpun tanpa pendidikan.

"Lin Ge Yang bersamamu hanya untuk bersenang-senang."


Belum sempat Fang Fang mengatakan sesuatu, Ge Yang mendadak muncul, mendorong kedua wanita yang menghalangi jalannya itu dan langsung mengajak Fang Fang pergi.

Tapi dua wanita ganjen itu tiba-tiba menuntut Ge Yang untuk minta maaf atas perbuatannya barusan. Fang Fang langsung saja meminta maaf demi Ge Yang, tapi kedua wanita itu tidak mau terima maaf darinya. Fang Fang punya hak apa meminta maaf untuk Ge Yang.

"Tentu saja dia punya hak untuk minta maaf untukku! Tapi kalian tidak punya hak untuk menerima permintaan maaf itu. Aku sudah mendengar semua yang kalian katakan. Jika Fang Fang tidak pantas bersekolah di sini, kujamin kalian berdua akan menghilang dengan cepat."

"Kau membuliku. Apa kau tidak takut ditendang dari sekolah ini?"


Ge Yang santai, memangnya ada yang lihat dia membuli mereka? Ge Yang langsung mendekati mereka dengan penuh intimidasi dan memperingatkan mereka untuk tidak membuli Fang Fang lagi atau dia akan membalasnya dengan setimpal.


Saat mereka tengah belajar bersama tak lama kemudian, Ge Yang tiba-tiba saja nembak Fang Fang. Bahkan dengan romantisnya dia berjanji akan berusaha menjadi seorang pria yang Fang Fang harapkan.

"Apa kau setuju untuk menjadi pacarku?" Tanya Ge Yang. Dari senyumannya, Fang Fang jelas setuju.


Di tempat lain, mantan tunangannya Qing Qing menonton Qing Qing yang jadi model video musik-nya Ge Yang dan itu kontan membuatnya ingin balas dendam. Dia menyuruh sekretarisnya untuk mencarikannya beberapa paparazzi untuk membocorkan berita tentang Qing Qing ke publik.


Fang Fang heran melihat Qing Qing lagi-lagi bukannya berias cantik, malah ngasih bintik-bintik hitam di sekitar pipinya. Heran dia, orang lain berias diri biar cantik, tapi Qing Qing malah berias biar kelihatan jelek.

"Aku sudah terbiasa."

"Lalu penampilan mana yang lebih kau sukai?"

"Gadis mana yang tidak suka membuat dirinya lebih cantik? Tapi lihatlah aku sekarang. Kacamata, bintik-bintik, dan rambut ini. Lihatlah aku, mirip banget kayak kombinasi Spongebob dan Arale, iya kan?"

Qing Qing bahkan langsung menirukan tokoh kartun itu dengan gaya lucunya. Tapi walaupun dandanannya ini nggak banget, dia terpaksa karena takut kakeknya dan Lu Jing Yang datang menjemputnya. Wajah ini adalah topengnya.


Tapi menurut Fang Fang tidak seharusnya Qing Qing takut lagi sekarang, jadi kenapa juga dia harus menyamar? Hari ini kan hari pertama masuk kelas, jadi bagaimana kalau Qing Qing datang ke kelas dengan penampilan cantiknya dan lihat bagaimana reaksi semua orang?

Qing Qing mendadak jadi antusias. "Haruskah? Aku sudah terbiasa memakai wajah ini. Tiba-tiba berubah jadi cantik membuatku merasa senang."

Fang Fang yakin kalau Qing Qing akan jadi miss kampus dan gengnya Xin Ya akan terlihat seperti orang bodoh sekarang.


Tak lama kemudian, para pria satu kelas terpana melihat Qing Qing datang dengan penampilan anggunnya dan langsung mengerubunginya dengan heboh. Tapi Feng jadi cemburu karenanya.

 

"Si Tu Feng, apa kau memperhatikan ada sesuatu yang berbeda tentangku hari ini?"

Feng pura-pura bodoh. Nggak tuh, Qing Qing kan cuma nggak pakai kacamata aja. "Kalau kau keluar seperti ini, tidak ada seorangpun yang akan melirikmu!"

Kontan semua pasang mata berpaling menatap mereka. Feng kontan kesal membentaki mereka, lihat apa? Sukanya cuma lihat yang indah-indah! Belajar sana!


Saat hendak main basket bersama Nan Xi, Feng tiba-tiba melihat beberapa penggemar sudah berkumpul di balik pagar. Feng langsung pasang gaya sok keren daaaan... meleset. Pfft!

Feng lalu menyapa para penggemarnya itu dan berbaik hati menawarkan tanda tangan atau foto bersama. Tapi mereka malah mengaku kalau mereka datang kemari demi Qing Qing yang belakangan ini lagi tenar. Wkwkwk!

Mereka sudah dengar kalau dia sekolah di sini dan sebenarnya dia anak orang kaya yang menyamar untuk melarikan diri dari kehidupan istimewanya. Makanya mereka sangat mengaguminya.

Si penggemar bahkan tak segan meminta Feng untuk membantu mereka menyerahkan bunga-bunga mereka pada Qing Qing. Wkwkwk!

Feng mengambil bunga-bunga dan hadiah-hadiah mereka dengan canggung dan sekali lagi berusaha menawarkan tanda tangannya, tapi malah ditolak mentah-mentah soalnya mereka sudah pernah mendapatkan tanda tangan Feng. Wkwkwk!


Parahnya lagi, mereka kemudian melihat Qing Qing sedang dikerubungi para pria dan wanita yang heboh mengagumi Qing Qing.

Feng langsung panik pasang badna melindungi Qing Qing dari mereka. Dan para penggemarnya Qing Qing ternyata bukan orang-orang biasa. Sebagian adalah para balerina, sebagian dari klub komik, dan sebagian lagi dari asosiasi piano.

Semuanya kagum pada Qing Qing berkat berbagai macam bakatnya mulai dari balet, piano, dan juga nulis komik. Mereka bahkan lebay menamai Qing Qing sebagai 'Dewi Agung' dan blak-blakan meminta Feng untuk tidak menghalangi jalan mereka yang ingin belajar dari sang 'Dewi Agung'. Wkwkwk!

Feng terpaksa harus menyingkir dan orang-orang itu langsung menghujani Qing Qing dengan berbagai macam buket bunga dan puja-pujian.


Feng tidak bisa tenang dan langsung menelepon Daniel, menuntut Daniel untuk mengatur segalanya mumpung Qing Qing sudah jadi cantik sekarang. Coba pikir deh. Kalau identitas aslinya terungkap, maka akan ada banyak skandal. Orng-orang pasti akan berpikir kenapa Qing Qing menyembunyikan identitasnya untuk mendekati Feng. Itu kan tidak adil bagi Qing Qing.

"Si Tu Feng, Si Tu Feng. Kau sama sekali tidaak mengerti pikiran para penonton. Katak yang berubah menjadi putri, bintang yang akhirnya berubah menjadi pangeran. Pangeran dan putri hidup bahagia selama-lamanya. Apa penonton pernah mengeluh? Tidak pernah. Begitu mereka melihat dia berubah jadi cantik, mereka sangat bahagia. Bagaimana mungkin akan ada skandal buruk terjadi? Kupikir pesona Qing Qing disukai banyak penonton. Bagaimana kalau aku membuatnya debut juga? Bagaimana menurutmu? Halo? Si Tu Feng? Halooooo?" Cerocos Daniel panjang lebar yang jelas saja membuat Feng malas mendengarnya.

Bersambung ke episode 29

1 komentar: