Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 14 - 2

 Sinopsis Put Your Head on My Shoulder Episode 14 - 2

Memikirkan nasehat Prof Jiang, Wei Yi akhirnya pergi menjemput Mo Mo ke kantornya. Dia mau membawa Mo Mo ke suatu tempat. Tapi tepat saat itu juga, ponselnya Mo Mo berdering.


Mo Mo langsung menitipkan dokumennya ke Wei Yi untuk mengangkat teleponnya tanpa menyadari kalau kerta catatan tentang nilainya Wei Yi terjatuh. Dari situlah Wei Yi akhirnya tahu kalau Mo Mo sedang menilainya tapi total nilai keseluruhannya -10.

Berniat untuk menaikkan nilainya, dia mencoba mengajak Mo Mo makan, tapi Mo Mo menolak soalnya dia sudah makan.

 

Di tengah jalan, mereka melihat seekor kucing liar. Berpikir kalau nilainya bisa naik, Wei Yi langsung saja mau menggendong kucing itu. Tapi Mo Mo dengan cepat mencegahnya, Wei Yi kan alergi kucing.

"Aku bisa mengatasinya kok." Wei Yi ngotot. Tapi bahkan sebelum dia sempat menyentuh si kucing, dia langsung bersin-bersin lagi. Pfft!

Masih belum menyerah juga, Wei Yi langsung menelepon Prof Jiang lalu dengan sengaja nyerocos lantang tentang ilmu-ilmu fisika, mungkin berniat memamerkan kepintarannya ke Mo Mo biar nilainya naik gitu. Padahal Prof Jiang bingung sendiri mendengar cerocosan gajenya dan langsung menutup teleponnya. Wkwkwk!

Mo Mo jadi mengira kalau Wei Yi sepertinya sibuk, mending lain kali saja mereka perginya. Wei Yi tidak mau. Mereka hampir sampai kok, ayo!


Mereka akhirnya sampai ke tempat tujuan yang ternyata taman hiburan. Karena Prof Jiang menyarankan untuk membawa Mo Mo ke tempat di mana dia tidak bisa melarikan diri saat Wei Yi menyatakan cinta, Wei Yi akhirnya memutuskan untuk mengunci Mo Mo di wahana bumper car.

Tapi bahkan sebelum dia sempat mengatakan apapun, mereka langsung ditabrak sana-sini dengan brutal. Wkwkwk! Wei Yi berusaha menghindar dan melawan tapi gagal dan mereka terus jadi sasaran empuk semua orang.

Saat akhirnya mereka berhenti, Mo Mo terus menuntut apa yang mau Wei Yi katakan padanya. Tapi Wei Yi malah tidak puas dan ingin main ronde kedua. Mo Mo jelas nggak mau dan langsung pergi dengan kesal.
Dia masih penasaran dan terus menuntut apa yang sebenarnya ingin Wei Yi katakan padanya. Tapi lagi-lagi, belum sempat Wei Yi ngomong, kali ini ponselnya mendadak berbunyi dari Prof Jiang yang khawatir karena kucingnya Zhou Lei mendadak tidak bergerak. Zhou Lei juga tidak bisa dihubungi.


Terpaksalah akhirnya pergi ke klinik hewan. Prof Jiang cemas setengah mati selama menunggu Ding Dang diperiksa. Untung saja dokter keluar tak lama kemudian dan memberitahu kalau Ding Dang cuma demam dan ngantuk. Itu gejala biasa yang dimiliki beberapa kucing setelah vaksinasi.

Semua orang lega. Mo Mo ingin membawanya pulang, tapi Prof Jiang melarang. Mereka pulang duluan saja, Prof Jiang akan membawanya pulang nanti. Mulai sekarang, kucing ini akan tinggal bersamanya.

Mo Mo ngotot tidak terima, selama ini Ding Dang tinggal bersama mereka. Wei Yi berusaha mengajaknya pulang saja, tapi Mo Mo malah menghadiahinya dengan pelototan tajam.


Wei Yi mendadak kepikiran kalau menunjukkan kasih sayangnya pada kucing itu pasti bisa menaikkan nilainya, maka kemudian dia meminta izin Prof Jiang untuka memeluk kucing itu yang jelas saja membuat Mo Mo keheranan.

Dia bahkan terharu saat Wei Yi menggendong dan membelai sayang kucing itu dan... Hachiiii! Wei Yi bersin lagi. Mo Mo jadi prihatin dan akhirnya mau menyerah juga.


Setibanya di rumah, mereka duduk dengan canggung. Si Lingkaran mendadak bercicit cuit mengumumkan dirinya lowbet. Wei Yi refleks beranjak bangkit untuk men-charge-nya. Tapi seketika itu pula dia teringat catatan Mo Mo yang menilainya negatif karena terlalu perhatian sama Lingkaran.

Maka dia langsung duduk lagi dan pura-pura mengacuhkan Lingkaran. Mo Mo sampai heran, apa dia tidak mau menyelamatkan Lingkaran.

"Dia harus bisa tumbuh dengan sendirinya?"

Heran melihat kelakuannya, Mo Mo akhirnya bertindak sendiri untuk men-charge si Lingkaran. Terus berusaha menaikkan nilainya, Wei Yi mendadak menyatakan kalau dia mau membersihkan toilet dan langsung masuk saat itu juga.


Saat akhirnya dia keluar tak lama kemudian, dia langsung menyuruh Mo Mo mandi dan menawarinya makan mie bekicot tapi malah mendapati Mo Mo sudah tidur.

Wei Yi terpesona melihat wajah damai Mo Mo dalam tidurnya. Dia akhirnya membopong Mo Mo ke kamar. Tapi saat dia hendak bangkit, tangannya malah terkunci di bawah tubu Mo Mo. Pfft!

Sata dia berusaha menariknya, itu malah membuat Mo Mo bergerak tak tenang dalam tidurnya. Tak ingin Mo Mo terbangun, Wei Yi akhirnya diam saja seperti itu sambil memandangi Mo Mo.

Setelah sekian lama, Mo Mo berguling dan Wei Yi akhirnya bisa melepaskan tangannya yang sudah mati rasa. Dia memberikan selimutnya untuk Mo Mo sebelum akhirnya kembali ke kamarnya sendiri.


Keesokan harinya, Mo Mo mendapati Wei Yi sedang memasak mie bekicot sambil pakai jepit jemuran untuk menutup hidungnya. Pfft! Mo Mo geli melihatnya. Tapi kenapa Wei Yi masak mie bekicot pagi-pagi?

"Kau kan tidak makan malam kemarin."

"Tidak ada seorangpun yang memakan mie ini di pagi hari."

Oh, kalau begitu, Wei Yi akan belikan bubur untuknya. Tapi Mo Mo dengan cepat mencegahnya, Wei Yi teruskan saja, dia akan memakan mie itu. Wei Yi kontan sumringah mendengarnya, tungguin yah.


Tak lama kemudian, Wei Yi akhirnya menyajikan mie itu untuk Mo Mo. Tapi dia sendiri menolak ikut makan, dia sudah makan di luar kok. Yah sudah, Mo Mo habiskan sendiri.

Jelas-jelas dia tersiksa dengan baunya, tapi Wei Yi bertahan duduk di depan Mo Mo dengan berbagai alasan. Mo Mo berusaha menyuruhnya masuk kamar saja biar tidak tersiksa bau mie ini, tapi Wei Yi ngotot tidak mau.

Mo Mo jadi semakin canggung padanya. Tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya. "Gu Wei Yi, apa kau menyukaiku?"

Wei Yi terperangah.

Epilog:


Saat dia membersihkan kamar mandi, Wei Yi sebenarnya menelepon Fu Pei dan menceritakan kisah kegagalan pernyataan cintanya di bumper car.

Fu Pei geli mendengarnya. Ngapain dia nyatain cinta di bumper car? Padahal di taman hiburan itu, ada sebuah wahana bernama bianglala di mana Wei Yi bisa menyatakan cintanya dengan tenang, tanpa gangguan, dan pastinya romantis.

Itu tidak penting sekarang. Wei Yi tadi menemukan catatan Mo Mo yang menilainya -10. Fu Pei tambah ngakak, 0 saja sudah sangat buruk dan Wei Yi malah dapat -10?

"Apa yang harus kulakukan sekarang?"

"Apa lagi? Naikkan nilaimu sebelum pernyataan cintamu berikutnya."

Bersambung ke episode 15

1 komentar: