Sinopsis Le Coup de Foudre Episode 1 - 1

 Sinopsis Le Coup de Foudre Episode 1 - 1

Seorang wanita tertunduk sedih menghadapi seorang pria sambil berkata dengan dramatisnya. "Kakak ipar, bukankah kita... mengkhianati kakakku?"


Si pelayan yang sedang menuang air putih mendadak membeku mendengar ucapan kontroversialnya itu.

Wanita itu memperkenalkan dirinya adalah Zhao Qiao Yi dan dia wanita gila, dan pria berwajah datar dan berkacamata di hadapannya ini adalah suaminya, Yan Mo.

Entah mereka lagi latihan akting atau apa, Yan Mo kemudian menanggapinya dengan berkata. "Jangan khawatir, mendiang kakakmu pasti akan memberikan restunya pada kita."

Si pelayan shock banget sampai dia tak sengaja menumpahkan air putihnya dan langsung panik memohon maaf pada si 'kakak ipar'. Pfft!


Pada para penonton, Qiao Yi mengaku bahwa dia dan suaminya sudah menikah selama 4 tahun. Mereka berdua dulunya adalah teman sekelas semasa SMA.

Tapi waktu itu mereka tidak pacaran. Mereka baru bersama setelah lulus. Tapi Yan Mo meralat, mereka baru bersama setelah dia kembali dari Inggris.

"Sama aja."

"Detilnya penting."

"Pokoknya kami tidak bicara selama tahun-tahun kami kuliah."

"Karena kau tidak menghubungiku."

"Kau juga tidak pernah menghubungiku!"

"Itu tidak sama."

Bagaimana sebenarnya kisah masa lalu mereka? Marilah kita kembali ke tahun 2013.


"Walaupun Tuhan mempermainkan kita, tapi aku tahu, jika ada seseorang yang ingin kau temui, maka kau pasti akan bertemu dengannya suatu hari nanti. Tapi aku tidak tahu bahwa aku harus menunggu 6 tahun untuk itu." Itulah narasi Qiao Yi yang tampaknya berada di Inggris, dan mungkin mereka tidak bertemu saat itu.


Kembali ke Cina, Qiao Yi bercerita bahwa setelah lulus kuliah, dia kerja jadi writer-director di sebuah stasiun TV. Hari itu, atasannya marah-marah gara-gara Qiao Yi belum menyelesaikan naskah sebuah sinetron untuk episode selanjutnya. Si atasan bahkan mempermasalahkan foto masa SMA Qiao Yi yang masih disimpannya sampai sekarang.


Qiao Yi mengaku bahwa dulu semasa sekolah, dia bukanlah siapa-siapa. Dulu dia selalu takut untuk mengurai rambutnya ataupun angkat tangan untuk bicara.

"Aku ini sangat cocok untuk peran pemeran utama wanita di sebuah film berjudul 'Tidak Pernah Dici*m'." (Pfft!)

 

Dalam rapat membahas episode terbaru sebuah program acara TV mereka, si MC punya ide untuk membuat cerita tentang seorang wanita yang mencintai seseorang secara diam-diam sejak mereka masih sekolah dulu dan tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya.

Lalu mereka berpisah selama sepuluh tahun lamanya. Dan sekarang si wanita itu muncul di acara mereka untuk meminta bantuan mereka mencari cinta pertamanya itu.


Qiao Yi kurang setuju dengan ide itu. Adakah di antara mereka yang pernah mencintai seseorang secara diam-diam?... Dan semua orang mendadak speechless.

Maka kemudian Qiao Yi mengungkapkan bagaimana rasanya mencintai seseorang secara diam-diam selama 10 tahun lamanya dan jelas ceritanya itu dari pengalamannya sendiri.

Saat seorang wanita mencintai seseorang secara diam-diam dan jika pria itu sangat penting baginya, maka wanita itu akan melakukan segala cara untuk mendapatkan informasi tentang pria itu.

Dia akan mencari nomor teleponnya, diam-diam mem-follow akun medsosnya, dll. Dia bahkan mem-follow akun-akun pacarnya si pria, mantannya si pria, bahkan pacar terbarunya si mantan. Dia tidak akan melewatkan segala hal tentang pria itu tak peduli sekecil apapun.

"Jika dia sungguh-sungguh ingin mencarinya, dia pasti akan menemukannya. Kecuali... dia terlalu takut."


Qiao Yi punya seorang teman akrab bernama Hao Wu Yi. Wu Yi bercerita kalau mereka teman sejak SMA. Dulu, dia dan Qiao Yi selalu selalu melakukan segala hal bersama, termasuk dihukum bersama. Pokoknya dia dan Qiao Yi adalah sahabat sejati.


Tapi Qiao Yi meralat. Dia dan Wu Yi awalnya tidak akrab. Dia baru memperhatikan Wu Yi saat Wu Yi... mendapat ranking terakhir di kelas mereka. Pfft!

Wali kelas mereka memarahinya dengan ganas waktu itu. Sejak saat itulah Qiao Yi memutuskan untuk berteman baik dengan teman sekelasnya itu.

"Kalau dia sampai depresi terus dipindahin ke sekolah lain... maka akulah yang akan mendapat ranking terakhir."


Tapi mereka tetap berteman baik setelah bertahun-tahun kemudian. Hari itu mereka bertemu di toko buku dan Qiao Yi mengaku kalau dia lagi sibuk menulis naskah. Ngomong-ngomong, bagaimana kabar gebetannya Wu Yi semasa SMA dulu?

"Dia udah nikah."

"Apa kau merasa sedih?"

"Kenapa juga aku merasa sedih? Pengantinnya tidak secantik aku. Apa kau tahu kalau kita ada reuni SMA hari sabtu nanti?"

"Iya."

"Apa kau akan datang?"

"Iya."

"Apa Yan Mo akan datang?"

"Mana kutahu."


Loh, Qiao Yi benar-benar tidak pernah bicara dengan Yan Mo lagi? Beberapa hari yang lalu, Wu Yi ketemu Yu Miao Miao. Terus Miao Miao cerita bahwa dia pernah salah nomor dan tahu nggak, nomor yang salah dia hubungi itu ternyata nomor lamanya Yan Mo dan dijawab loh sama Yan Mo.

Yan Mo tidak pernah mengganti nomor teleponnya selama bertahun-tahun dia tinggal di Inggris. Tahu apa itu artinya?

"Itu artinya, nomor teleponnya dia terkait dengan kartu kreditnya atau semacamnya. Orang normal seperti kita tidak akan pernah memahami orang pintar." Qiao Yi yakin itu.

"Sayang! Percayalah padaku, dia masih menunggumu!"

"Sayang! Percayalah padaku, sudah bertahun-tahun dan aku tidak peduli."

"Kalau kau tak peduli, kenapa kau tidak meneleponnya saja?! Apa kau tidak mau tahu gebetan semasa SMA-mu itu sekarang kayak gimana?"


Ngomongnya aja nggak peduli, padahal begitu sendirian di rumah, Qiao Yi galau banget. Akhirnya ia berinisiatif mengirim chat tapi dia beralasan pada dirinya sendiri kalau dia tidak mengirim ini pada Yan Mo seorang, dia mengirimkannya ke semua orang.

Dia pura-pura cuek setelah mengirimnya, tapi beberapa detik kemudian dia mendadak galau menunggu jawaban yang tak kunjung datang. Bahkan sampai beberapa lama, tetap saja tak ada jawaban.

Qiao Yi bahkan sampai mengira sinyalnya ada masalah. Tapi saat dia mencoba menelepon Wu Yi, ternyata tersambung dengan baik. Qiao Yi kontan kesal membanting ponselnya. Memalukan sekali!

 

Yan Mo saat itu masih berada di Inggris. Dia sedang ada seminar hari itu, tapi tiba-tiba saja dia melesat keluar dan lari kembali ke rumahnya dengan panik... hanya untuk mencari dompetnya yang menghilang entah kemana. Hmm, sepertinya dompet itu sangat penting tapi dia tidak bisa menemukannya.

Dia kemudian diberitahu bahwa stasiun TV Nanchuan di Cina ingin mewawancarai Yan Mo. Awalnya Yan Mo ingin menolak, tapi kemudian dia dihubungi ayahnya sehingga terpaksa Yan Mo harus pulang ke Cina.


Qiao Yi sedang di cafe saat Wu Yi meneleponnya dengan heboh, menyuruhnya untuk mengecek grup chat SMA mereka yang ternyata lagi heboh.

Salah seorang teman mereka mengaku kalau dia bertemu dengan sang legenda sekolah mereka - Yan Mo. Dia sudah balik ke Nanchuan, sudah lama dia tak ada kabarnya.

Parahnya lagi, mereka kemudian menggosip tentang alasan Yan Mo pergi ke Inggris adalah karena dia patah hati. Dulu Yan Mo pernah nembak Qiao Yi tapi malah ditolak. (Loh, kenapa? Qiao Yi kan juga suka sama dia?)

Wu Yi mendadak muncul dengan napas terengah-engah. Qiao Yi tahu apa arti kembalinya Yan Mo?

"Dia masih cinta padamu, sayang! Akhirnya, dia mengesampingkan harga dirinya dan menyerah pada suatu malam yang sunyi. Cintanya meluap bagaikan banjir bandang. Dia memutuskan untuk bersatu kembali denganmu." Ujar Wu Yi dengan gaya alay-nya.

"Sayang, kau simpan saja kalimat itu untuk novel terbarumu. Kau bikin aku muak, tahu nggak?!"


Saat dia pulang malam harinya, dia mendapati kakaknya - Zhou Guan Chao, duduk di luar. Dia barusan minum soalnya, jadi dia mengangin-anginkan diri dulu biar baunya hilang.

Kenapa Qiao Yi baru pulang selarut ini? Gajinya kan tidak seberapa tapi dia harus bekerja sekeras ini.

"Apa boleh buat, siapa lagi yang akan menulis naskah?"

"Naskah apa?"

"Bagaimana kabar gebetan masa SMA-mu?"

Hmm, yang pertama pergi ke luar negeri. Yang kedua debut, yang ketiga jadi orang terkenal, yang keempat jadi biarawati, yang kelima baru melahirkan sebulan yang lalu. (Pfft! Banyak amat) Kontan saja ucapannya itu langsung mendapat pelototan tajam dari Qiao Yi.

"Tidak masalah menyukai lebih dari satu orang, iya kan?"

"Aku nggak tanya, iya kan? Apa kau akan pergi ke reuni SMA?"

"Nggak."

"Kenapa?"

"Kalau kau punya banyak mantan sepertiku, kau akan sadar bahwa tidak banyak tempat yang cocok untukmu."


Qiao Yi mendadak memanggilnya 'kakak' dan mencoba merayunya. Tapi bahkan sebelum dia mengucap apapun, Guan Chao langsung menolak apapun yang mau dimintanya.

"Setiap kali kau memanggilku 'kakak', biasanya kau ada maunya."

"Ayo ke reuni bersamaku."

"Nggak!"

"Tolonglah aku sekali ini saja!"

"Aku sudah menolongmu. Ini adalah dunia yang berbahaya, aku pulang 5 menit lebih cepat darimu untuk memastikan kau aman."

"Mereka bilang Yan Mo sudah kembali."

Guan Chao mengerti, Qiao Yi takut bertemu dengannya? Yah tidak usah pergi saja. Tapi Qiao Yi ingin bertemu teman-teman mereka yang lain.

"Yah pergi saja," santai Guan Cao.


Mengalihkan topik, Qiao Yi mengeluh lapar. Sama, Guan Chao juga. Tapi untung saja Qiao Yi menyimpan sepotong kue di kulkas. Whoops! Keceplosan. Kontan saja kedua kakak-adik itu balapan kembali ke rumah sambil berusaha saling menghalangi satu sama lain dengan sengitnya.

"Ada banyak jenis saudara di dunia ini. Ada beberapa saudara yang saling mengagumi, beberapa lainnya saling membenci satu sama lain. Guan Chao dan aku tumbuh dengan saling bertengkar satu sama lain."

Bersambung ke part 2

3 komentar:

  1. Finally...ada jg yg ambil drama ini...
    Sekilas mungkin drama ini terlihat membosankan..plot ny pun maju mundur..tp semakin didalami semakin menarik...bikin geregetan dan senyum trs...semangat sampai akhir y mb...smg sehat selalu

    ReplyDelete
  2. Yang suka drama korea reply 1997, pasti suka drama ini. Apalagi uniknya di drama ini kita sudah tau bahwa tokoh utama menikah pada akhirnya. Tapi kita dibawa untuk melihat bagaimana kisah mereka.

    ReplyDelete