Sinopsis Accidentally in Love Episode 25

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 25


Hari ini hari janjian liburan ke pantai. Qing Qing juga mengajak Fang Fang bersamanya. Mereka pun keluar sambil ngobrol tentang hubungan Fang Fang dengan Ge Yang.



Qing Qing sekarang mulai berubah pikiran tentang Ge Yang setelah dia tahu hubungan Ge Yang dengan Fang Fang. Menurutnya Ge Yang sekarang jadi terlihat keren. Fang Fang menyangkal, dia dan Ge Yang tidak punya hubungan apapun kok.

Tapi dia memperhatikan, sikap Feng pada Qing Qing sekarang banyak berubah sejak saat dia kembali dari menara jam waktu itu. Jadi, apa legenda itu benar?

"Duh, jangan membuat tebakan konyol. Nanti juga kau akan tahu."

Yang dibicarakan mendadak muncul di hadapan mereka sambil protes. Supir di luar asudah menunggu 2 jam, tahu! Qing Qing santai beralasan kalau cewek tuh butuh dandan, lalu melemparkan sebungkus snack yang sukses membungkam mulut Feng.


Xin Ya masih di rumah saat Lan Ting menelepon untuk memastikan dia dan Feng sudah berangkat apa belum. Xin Ya mengaku kalau dia masih bersiap sekarang. Lan Ting jadi bingung, dia pikir kalau mereka bakalan berangkat bersama soalnya tadi Feng bilang kalau dia mau menjemput seseorang.

Xin Ya langsung bisa menduga apa yang terjadi dan jadi kesal karenanya. Maka kemudian, dia sengaja menelepon Mu Nian dan memaksa Mu Nian untuk pergi ke pantai bersamanya.


Semua orang sudah tiba di hotel. Xin Ya jelas tak senang melihat Qing Qing, ngapain dia di sini?

"Kenapa? Apa aku tidak diterima?"

"Kita semua kan teman, tentu saja kau diterima." Ujar Nan Xi menengahi mereka.

Tak lama kemudian, mereka semua berkumpul di pantai. Tapi Lan Ting tak segan sedikitpun menyindir halus Ge Yang yang sekarang dekat dengan Fang Fang.

Mu Nian tiba-tiba usul untuk main, maka Lan Ting langsung mengajak mereka semua untuk main dodge ball. Feng dn Nan Xi langsung setuju tanpa ragu karena itu adalah permainan yang sering mereka mainkan saat mereka kecil dulu.

 

Lan Ting dengan sengaja menyuruh Qing Qing, Fang Fang, dan Mu Nian untuk satu grup soalnya kan mereka orang luar. Tapi karena di timnya Qin Qing cuma ada 3 wanita, Ge Yang akhirnya berinisiatif pindah ke timnya Qing Qing.

Mu Nian senang... sampai saat dia menyadari kata '3 wanita' yang Ge Yang ucapan tadi. Apa maksudnya 3 wanita? Siapa yang Ge Yang bilang wanita? Dia cowok tulen, tahu!


Lan Ting menjelaskan aturannya adalah para pria bertanggung jawab melindungi para wanita agar mereka tidak kena bola. Jik pria kena bola di badna maka poin mereka berkurang satu, jika wanita yang kena maka poin berkurang tiga.

Dia bahkan langsung memutuskan Feng bersama Xin Ya dan dia sendiri bersama Nan Xi. Xin Ya senang-senang saja, dan Qing Qing cuma bisa cemberut cemburu.

Karena Fang Fang yang paling lemah, Qing Qing menyuruh kedua pria untuk melindungi Fang Fang saja. Dia sendiri bisa mmenghindar dengan cepat kok.


Tapi pada akhirnya Qing Qing lah yang bertugas melindungi Mu Nian. Pfft! Tapi timnya Feng dengan sengaja menarget Fang Fang terus-terusan sampai Fang Fang terjatuh sakng paniknya menghindari bola.

Ge Yang dengan manisnya membantu Fang Fang berdiri dan mengingatkan Fang Fang untuk bersembunyi di belakangnya saja, jangan malah berlari keluar.

"Tuan Muda Lin, kenapa kau jantan sekali hari ini?" Goda Feng.

"Siapa yang menyuruh kalian menakuti orangku?" Kesal Ge Yang.

Jelas saja Feng dan Nan Xi jadi makin getol menggodanya. Qing Qing cemburu melihat Feng melindungi Xin Ya dan langsung melempar bola padanya.

Tapi Feng malah melempar bola ke Nan Xi dan berniat mau menarget Fang Fang lagi. Qing Qing kontan protes tak senang karena mereka menarget wanita terus.


Baiklah, Feng sontak ganti sasaran dan melempar bola itu ke Qing Qing berulang-ulang kali, tapi ujung-ujungnya malah membuat Qing Qing terjatuh dan matanya kemasukan pasir.

Feng kontan panik mengkhawatirkannya. Tapi ternyata Qing Qing cuma akting dan ujung-ujungnya, kedua orang itu malah keasyikan pacaran tanpa mempedulikan semua orang yang cuma bisa speechless melihat mereka.

Xin Ya sedih. Lan Ting yang paling kesal dan langsung membantu Xin Ya balas dendam dengan memutuskan untuk ganti aturan. Kali ini, wanita yang harus melindungi pria.


Semua orang setuju. Ronde kedua dimulai. Tapi Lan Ting dan Xin Ya sengaja menarget Qing Qing terus menerus. Mereka bahkan sengaja melempar dengan cukup keras sampai membuat Qing Qing kesakitan.

Feng jelas tak senang dan langsung memprotes Lan Ting. Lan Ting nyinyir, ini kan game, jadi harus all-out dong. Lagian dia yakin kalau Qing Qing bukan orang yang mudah mengalah, ya kan?

Qing Qing malah terprovokasi dan ngotot mau terus main. Xin Ya dengan kejamnya melempar bola itu sampai mengenai kepala Qing Qing yang jelas saja membuat Feng kontan panik mengkhawatirkannya dan langsun lari untuk menyelamatkan Qing Qing.


Nan Xi juga langsung menghentikan permainan ini. Sebaiknya mereka kembali ke hotel. Tapi Xin Ya dan Lan Ting ngotot kalau mereka harus menghukum yang kalah. Lagian suasana sedang bagus, ngapain buru-buru kembali ke hotel.

Semua orang akhirnya setuju, Feng pun langsung memapah Qing Qing pergi dan Xin Ya cuma bisa bersedih melihat itu.


Mereka akhirnya duduk di depan api unggun dan Lan Ting dengan liciknya menuntut Qing Qing menerima hukuman. Mendengar itu, Feng langsung bangkit dan mengumumkan kalau dialah yang akan menghukum Qing Qing.

Mereka semua adalah temannya dan ada sesuatu yang tidak ingin dia sembunyikan dari mereka, terutama pada Xin Ya. Xin Ya mendadak kepedean dan langsung senang.

Tapi kemudian, Feng mendekati Qing Qing dan nembak Qing Qing di hadapan semua orang. "Aku menghukummu untuk menjadi pacarku."

Kecuali Xin Ya dan Lan Ting, semua orang bahagia dan mengucap selamat untuk mereka.


Xin Ya akhirnya tidak tahan lagi dan langsung mengonfrontasi dan menagih janji Feng yang katanya dulu akan menjaganya seumur hidup. Apa Feng sudah lupa?

Feng menegaskan. Dia memang berjanji akan menjaga Xin Ya seumur hidup, tapi hanya sebagai adik.

Lan Ting sontak protes membela Xin Ya. Selama ini Xin Ya selalu bersama mereka, masa Feng tidak menyukainya sedikitpun? Sakit hati, Xin Ya langsung balik ke hotel.


Mu Nian buru-buru menyusulnya dan berusaha menasehatinya untuk melupakan Feng. Tapi Xin Ya ngotot ingin memiliki Feng... atau dia tidak usah hidup sama sekali.

Entah apa yang dia pikirkan. Tapi tak lama kemudian, Lan Ting mendadak memanggil Feng dengan panik. Sepertinya terjadi sesuatu dengan Xin Ya. Dia belum keluar dari kamarnya sedari tadi.


Semua orang kontan cemas dan bergegas ke kamar Xin Ya. Tapi saat Qing Qing datang, Lan Ting malah melampiaskan emosi dan merutuki Qing Qing, menuduh Qing Qing lah penyebab semua ini.

Petugas hotel akhirnya datang dan mereka menemukan Xin Ya tak sadarkan diri. Feng cepat-cepat melarikannya ke rumah sakit. Tapi saat Qing Qing mau menyusul, Lan Ting langsung menghalanginya dan terus menuduh Qing Qing sebagai penyebabnya.


Qing Qing tiba di rumah sakit bertepatan dengan dokter yang baru keluar dan mengabarkan kalau kondisi Xin Ya sudah stabil. Feng melihat Qing Qing saat itu.

Tapi tepat saat itu juga, Qing Qing mendapata telepon dari kakeknya yang kedengarannya sedang tidak sehat. Kakek memang berkilah kalau ia hanya batuk biasa, tapi Qing Qing tak bisa dibohongi.

Qing Qing yakin penyakit Kakek pasti kambuh lagi. Maka seketika itu pula, Qing Qing memutuskan untuk pulang kampung.


Saat dia berbalik, dia mendapati Feng ternyata mendengarkannya sedari tadi. Qing Qing sedih harus berpisah darinya, tapi dia tetap harus pamit untuk merawat kakeknya. Feng mengerti lalu memeluk Qing Qing sebelum melepaskannya pergi.


Setibanya di rumah, Qing Qing malah mendapati kondisi Kakek cukup parah. Tapi Kakek langsung senang saat melihat Qing Qing kembali.


Di rumah sakit, Feng juga melihat Xin Ya sudah sadar. Tapi Xin Ya langsung memalingkan mukanya dari Feng.

Bersambung ke episode 26

3 komentar: