Sinopsis About is Love Episode 19 - 1

 Sinopsis About is Love Episode 19 - 1

Ming Cheng pergi ke sebuah ruang private di mana sudah ada Sekretaris An yang menunggunya lalu mengantarkannya menemui Wei Qing. Dia langsung menyerahkan laporannya ke Wei Qing dan melapor bahwa kasus ini memang ada hubungannya dengan Nyonya He sesuai dugaan Wei Qing.


Saat Nyonya He kembali dari luar negeri beberapa bulan yang lalu, dia diam-diam mencari seorang pembeli untuk mengurus Yun Ma art untuknya. Dan begitulah bagaimana kemudian, He Wei memperkenalkannya pada Xue Zi.

Bahkan selama beberapa tahun ini, He Wei gencar menyarankan berbagai macam investasi pada Nyonya He. Tapi pada akhirnya, semua investasi itu berakhir menjadi miliknya.

Mengingat bagaimana Ming Cheng dituduh mencuri data-data perusahaan, Wei Qing merasa He Wei sudah menempatkan mata-mata di dalam perusahaannya.


"Lalu apa yang akan anda lakukan, Pak Presdir?"

Apa lagi? Haruskah dia mengumumkan bahwa ibu dan pamannya bekerja sama untuk mencuri uangnya? Jika fakta ini sampai bocor, maka itu bukan hanya akan mempermalukan Yun Ma dan dirinya, tapi juga bisa menyebabkan perusahaan mengalami masalah keuangan.

"Jadi, apa anda berencana untuk menutupinya saja?"

"Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan?"

Membandingkan kasus ini dengan permainan baduk, Menurut Ming Cheng sangat penting untuk melihat keseluruhannya. Jika ingin menang, maka kita harus mengorbankan bidak-bidak kecil. Mengorbankan para prajurit kecil demi melindungi pasukan, terutama prajurit-prajurit kecil tanpa latar belakang.


Maka tak lama kemudian, Wei Qing pun memecat si kepala departemen. Ming Cheng pun lalu keluar tak lama kemudian dalam keadaan linglung yang jelas saja membuat Zhou Shi mengira kalau Wei Qing memecatnya juga.

Kesal, Zhou Shi bersumpah akan menegakkan keadilan untuk Ming Cheng dan langsung masuk untuk melabrak Wei Qing bahkan sebelum Ming Cheng sempat menghentikannya.


"Sebutkan apa syaratmu!" Tuntut Zhou Shi.

Dia rela melakukan apapun asalkan Wei Qing melepaskan Ming Cheng dari segala tuduhan. Walaupun dia dan Ming Cheng mungkin tidak akan bisa bersama, tapi Ming Cheng sudah seperti kakak baginya.

Wei Qing senang-senang saja menerima tawarannya. Tapi jika dia memecat Ming Cheng, apa Zhou Shi tidak akan membantu perawatannya?

Tidak, itu lain perkara. Zhou Shi sudah janji untuk membantu perawatannya dan dia pasti akan menepati janjinya pada Wei Qing.

Hanya saja... dia pasti akan sangat sedih. Dan jika dia sedih, maka itu bisa mempengaruji efektifan perawatannya. Dan jika itu terjadi, maka Wei Qing akan sangat lama sembuhnya. (Ini ngancem apa gimana sih? Ngancem kok nggak kedengaran menakutkan? Wkwkwk)

Wei Qing geli mendengarnya. Jadi intinya, Zhou Shi mengancamnya dengan cara mbulet kayak gitu biar dia memaafkan Ming Cheng?

Zhou Shi menyangkal, ini bukan ancaman, melainkan permohonnya. Dia sadaar kok kalau Ming Cheng terbukti bersalah, maka dia harus dipenjara. Tapi, dia berharap Wei Qing akan memberinya kesempatan.

Baiklah. Wei Qing janji akan menangani masalah Ming Cheng ini dengan cara yang adil. Zhou Shi senang lalu kembali ke meja kerjanya.


Sekretaris An penasaran, apa Wei Qing benar-benar tidak akan memberitahu Zhou Shi tentang kebenarannya? Wei Qing memang sengaja mau membiarkan Zhou Shi cemas.

"Oh yah, apa kau sudah membersihkan studionya Ning Fei? Aku mau segera pindah ke sana."


Saat Zhou Shi dan Fei Fei pulang, mereka malah mendapati sebuah truk ada di depan rumah, sedang memindahkan barang-barang ke dalam apartemen mereka.

Jangan-jangan Wei Qing mengirim barang-barang lagi untuk Zhou Shi? Tapi kemudian, mereka malah melihat Sekretaris An keluar. Loh, apa Sekretaris An mau pindah kemari?

"Bukan aku, tapi presdir."

Pfft! Fei Fei geli mendengarnya. "Kali ini dia mengirimkan dirinya sendiri kemari. Sempurna!"


Malam harinya, Zhou Shi berniat nge-chat Ming Cheng untuk memberikan dukungan moril untuknya, tapi dia bingung bagaimana harus mengutarakannya. Ujung-ujungnya dia jadi galau sendiri harus nge-chat atau nelpon aja?

Fei Fei dan Qiu Jing sampai bingung sendiri melihatnya menggalau ria nggak jelas. Dia mau ngapain sih sebenarnya?

"Aku ingin menelepon Kak Ming Cheng dan menanyakan keadaannya."

"Kalau kau meneleponnya di saat seperti ini, bukankah itu sama saja menabur garam ke atas lukanya? Di saat seperti ini, lebih baik biarkan dia sendiri biar dia menenangkan diri." Saran Qiu Jing.

Fei Fei setuju dengannya. Lagian belum tentu Ming Cheng ingin Zhou Shi mengetahuinya. Ngomong-ngomong, kenapa Wei Qing pindah kemari dan tidak tinggal di rumah mewahnya yang ada kolam renangnya?


Zhou Shi mendadak tegang, dari mana Fei Fei tahu kalau rumahnya Wei Qing punya kolam renang? Dikasih tahu Qiu Jing, jawab Fei Fei. Qiu Jing mengaku kalau dia mengetahuinya melalui aplikasi saat dia tidak bisa menemukan Zhou Shi waktu itu.

"Hah?! Apa yang kau lihat?!"

"Aku melihat kalian minum-minum."

"Lalu setelah itu?"

"Setelah itu terjadi pemadaman listrik."

"Lalu?!"

"Lalu aku tidak bisa melihat apa-apa."


Zhou Shi lega. Tapi tentu saja reaksinya itu mencurigakan, memangnya apa yang terjadi setelah mereka minum-minum? Zhou Shi mengklaim kalau mereka cuma minum-minum, tidak terjadi apapun lagi.

"Terus kenapa kau gugup?"

"Siapa yang gugup?"

"Jangan pura-pura. Apa Wei Qing pindah kemari karenamu?"

Tidak mungkin. Mungkin dia cuma bosan tinggal di rumah mewahnya dan ingin ganti selera.

"Kurasa dia memang ingin ganti selera." Komentar Fei Fei sambil menatap Zhou Shi penuh arti.

"Hahaha! Kenapa panas banget yah? Apa AC-nya sudah dinyalain? Sudahlah, aku mau nelpon Kak Ming Cheng." Zhou Shi buru-buru kabur ke kamarnya yang pastinya membuat Fei Fei dan Qiu Jing jadi semakin curiga. Pasti terjadi sesuatu deh.


Keesokan harinya di kantor, Zhou Shi malah melihat Ming Cheng mengepaki barang-barangnya yang jelas saja membuatnya makin panik mengira kalau Ming Cheng dipecat.

Dan tanpa mengonfirmasi kebenarannya lebih dulu, dia langsung saja nyerocos panjang lebar, menyemangati Ming Cheng untuk tidak bersedih. Setiap manusia pasti akan melakukan kesalahan. Yang penting Ming Cheng harus bisa bangkit lagi.

Ming Cheng bingung, apa maksudnya Zhou Shi ngomong begitu? Dia tidak mengerti. Zhou Shi meyakinkan kalau Ming Cheng pasti akan mengerti suatu hari nanti. Pokoknya dia akan selalu berada di sisi Ming Cheng. Jadi Ming Cheng harus bisa bangkit!

"Ya, baiklah. Tapi... aku masih bingung. Shi Shi, apa sebenarnya maksudmu?"

"Wajar kalau kau bingung... kau kan dipecat."

Ming Cheng kaget. "Siapa bilang aku dipecat?"


Zhou Shi sontak melabrak Wei Qing dan mengatainya pembohong. Ming Cheng kan tidak pernah menjual rahasia perusahaan mereka dan semua ini cuma perangkap.

"Emang," santai Wei Qing.

"Terus kenapa kau tidak bilang padaku."

"Kenapa juga aku harus memberitahumu? Kau itu cuma pegawai magang kecil. Bagaimana bisa aku memberitahukan informasi rahasia padamu?"

Terus bagaimana dengan saat Wei Qing bilang kalau dia berencana memecat Ming Cheng waktu itu? Wei Qing meralat, dia tidak pernah bilang begitu, Zhou Shi sendiri yang berpikir begitu. Wei Qing hanya tidak mengoreksinya saja.

Lagian Zhou Shi juga tidak memberinya kesempatan untuk mengoreksinya. Malah yang terakhir kali waktu itu, Zhou Shi malah bersikap bak kambing korban dengan cara memintanya untuk menyebutkan syarat-syarat.

Jadi seharusnya Zhou Shi menyalahkan dirinya sendiri karena menyebabkan masalah untuk dirinya sendiri. Dia sendiri yang tidak percaya pada Ming Cheng.


"Kau membuatku bingung lagi. Aku selalu mempercayai Kak Ming Cheng kok. Aku hanya khawatir kalau kau membuangnya setelah kau selesai memanfaatkannya."

"Apa di matamu, aku ini kelihatan seperti orang yang akan membakar jembatan setelah aku selesai menggunakannya?!"

"Bukan begitu..."

"Kuberitahu kau, aku bukan hanya tidak memecat Li Ming Cheng, aku malah mempromosikannya. Dan kau bukannya berterima kasih padaku, malah lari padaku dan meneriakiku!"

Merasalah bersalah, Zhou Shi berusaha meminta maaf dengan sok manis. Wei Qing tidak terpengaruh. Zhou Shi pikir kalau dia bakalan memaafkan Zhou Shi hanya karena Zhou Shi mengucap beberapa kata?

Maka Zhou Shi langsung saja menawarkan bantuan apapun yang bisa dia lakukan untuk Wei Qing. Oke! Kebetulan Wei Qing mau pindah ke gedung apartemennya Zhou Shi. Jadi dia ingin Zhou Shi membantunya merapikan kamarnya. Zhou Shi tidak mengerti, kenapa Wei Qing ingin pindah ke apartemen itu?

"Karena dengan begitu, aku akan lebih dekat denganmu dan akan lebih mudah untuk melakukan perawatanku. Kukasih kau cuti sehari, pergilah."

Bersambung ke part 2

2 komentar: