Sinopsis About is Love Episode 13 - 2

 Sinopsis About is Love Episode 13 - 2

Episode 13 - Part 1

Flashback.

Wei Qing baru berusia 18 tahun saat dia pertama kali datang bersama Asisten An, sepertinya ini terjadi setelah insiden yang menimpa keluarganya.


Asisten An menjelaskan pada Psikiater tentang kondisinya Wei Qing yang tidak bisa bersentuhan dengan orang lain atau dia akan terkena ruam.

Tapi waktu itu Psikiater merasa itu bukan masalah besar dan menduga kalau itu cuma reaksi alergi saja. Jadi dia menyarankan agar mereka mengobatinya ke rumah sakit saja.

Wei Qing langsung sinis mendengarnya. Itu-itu lagi, percuma datang kemari, tidak ada yang mempercayainya.


Selama Wei Qing di toilet, Asisten An memberitahu Psikiater bahwa dulu Wei Qing tidak sampai alergi begini, dia baru mengalami hal seperti ini sekitar setengah tahunan. Asisten An juga tidaka mengerti apa alasannya, Wei Qing juga tidak pernah mengatakan apapun.

Psikiater juga jadi bingung, ini pertama kalinya dia menghadapi penderita OCD yang tbuhnya menunjukkan reaksi alergi seperti ini. Keluarganya juga tidak punya riwayat alergi ataupun menderita gangguan mental.

"Apa dia pernah dites tentang penyebab alerginya? Dia tidak mungkin alergi sama orang, kan?" Tanya Psikiater.

"Dia bilang kalau rumah sakit itu kotor. Dia tidak akan mau pergi ke rumah sakit biarpun dia dipukuli sampai mati. Jika saja klinik anda ini bukan klinik psikologi, dia juga pasti tidak akan mau datang."

"Dia masih 18 tahun. Kau harus menghubungi oran tuanya agara mereka bisa mendaftarkannya untuk check-up psikologi secara menyeluruh."


"Tidak perlu." Sela Wei Qing yang baru kembali. "Ibuku bahkan memandangku tak lebih dari sekedar kucing liar."

"Lalu ayahmu?"

"Berhentilah terlalu ikut campur. Kalau kau ingin memeriksanya, periksa saja. Kalau kau ingin aku minum obat, akan kuminum. Pokoknya sembuhkan aku."

Tepat saat itu juga, ponselnya berbunyi dari temannya yang mengajaknya pesta dan Wei Qing langsung saja menerimanya. Psikiater heran, dia mau pesta dengan kondisinya ini?

Wei Qing ngotot, justru karena dia menderita penyakit ini, makanya dia harus rajin menghadiri pesta-pesta. Siapa tahu di dunia ini, ada wanita yang tidak akan membuatnya alergi saat dia menyentuh wanita itu. Pokoknya dia tidak usah ikut campur dalam hidupnya, tugasnya cuma menyembuhkan penyakitnya.

Flashback end.


"Waktu itu kau seperti landak kecil, tak ada seorangpun yang bisa mendekatimu."

Tapi syukurlah sekarang Wei Qing sudah bisa melalui segalanya dengan sendirinya. Dia bahkan sudah bisa punya teman sekarang. Sepertinya Zhou Shi ini benar-benar bintang keberuntungannya Wei Qing.

Masalahnya tidak semudah itu. Entah apakah mereka bisa jadi teman atau tidak, Wei Qing harus bisa lulus tes-nya Zhou Shi dulu. Sebenarnya dia datang kemari bukan cuma untuk tidur, tapi juga karena dia butuh bantuan Psikiater.


"Bagaimana caranya memperlakukan seorang gadis dengan baik tanpa perlu mengeluarkan uang atau memberi hadiah?"

"Ini tes yang dia berikan padamu? Gadis ini sangat menarik."

"Kau kan wanita. Sebagai wanita, bantulah aku."

Hmm, dibanding pria, wanita sebenarnya lebih temperamental sedikit. Contohnya, mereka akan menyukai suatu benda satu detik, lalu detik berikutnya mereka akan membenci benda itu. Intinya, wanita selalu berharap pria bisa lebih perhatian.

Jadi Psikiater menyarankan Wei Qing untuk lebih memperhatikan respon-nya Zhou Shi. Misalnya, cari tahu apa yang sekiranya sangat dia butuhkan. Apapun hasil akhirnya, asalkan Wei Qing melakukannya dengan tulus, maka Zhou Shi pasti akan tersentuh olehnya.

"Tapi, bukankah wanita cenderung tidak mau bilang apapun biarpun mereka sebenarnya sangat menginginkannya? Lalu bagaimana aku harus menebaknya?"

"Wanita memang suka jika pria menebak-nebak perasaan mereka. Tapi bukan berarti wanita tidak memberitahu teman-teman dekatnya tentang perasaan mereka."

Oh, ide bagus. Wei Qing tahu apa yang harus dilakukannya.


Fei Fei sedang mencoba-coba sepatu di mall. Tapi sepertinya dia sedang tidak punya duit. Saat pelayan toko tanya dia mau beli yang mana, dia mendadak canggung dan mencari-cari alasan kalau dia mau melihat-lihat dulu.

Tapi tiba-tiba Asisten An muncul di sana dan menyuruh pelayan untuk membungkus semuanya untuk Fei Fei.


Dari Fei Fei-lah Asisten An tahu kalau Zhou Shi sedang menyiapkan hadiah untuk ultahnya Ming Cheng yang kemudian dia laporkan ke Wei Qing. Sepertinya Zhou Shi berniat menyatakan cinta lagi ke Ming Cheng.

Kalau begitu, Wei Qing memerintahkannya untuk membantu Zhou Shi membooking restoran. Asisten An kurang setuju dengan ide itu. Dia rasa, Zhou Shi lebih peduli tentang kesuksesan rencana pengakuan cintanya.

Kalau begitu, Wei Qing ganti menyuruhnya untuk mengirim tim marketing mereka ke universitasnya Ming Cheng.


Ming Cheng bertemu dengan Qiu Jing yang memberinya sebuah kotak hadiah. Dia bilang kalau itu adalah hadiah kedua yang Ming Cheng inginkan, model mini sistem tata surya.

Ming Cheng sudah antusias saja. Tapi saat dia membukanya, dia malah mendapati isinya cuma setumpuk kertas-kertas kosong. Pfft! Qiu Jing santai saja berkata bahwa hadiah yang dia maksud ini adalah dalam bentuk 2D.

Ming Cheng kan pernah menggambar sistem tata surya, tapi gambar blueprint yang pernah digambarnya itu salah. Qiu Jing lalu nyerocos panjang lebar menjelaskan tumpukan ratusan lembar kertas kosong ini dan hubungannya dengan penggambaran sistem tata surya.

Aduh, maaf. Aku nggak ngerti sama sekali dengan rumus-rumus fisika yang mereka omongin. Intinya, Qiu Jing memberikan 2700 lembar kertas kosong yang cukup untuk menggambarkan keseluruhan sistem tata surya berdasarkan perhitungan yang benar.

"Maksudnya, kau suruh aku menggambar sendiri?"

"Iya. Kita kan sudah sepakat kalau aku yang akan menentukan waktu dan caranya. Inti dari hadiahku adalah menunjukkan kesalahan logika yang kau buat."

"Tapi..."

"Tidak usah berterima kasih. Kita berdua kan sama-sama mempelajari ilmu pengetahuan. Kau seharusnya senang kalau ada orang yang menunjukkan kesalahan yang kau buat. Aku tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Aku sangat iri padamu."


Ming Cheng ngaku kalah deh. Tapi jangan pikir kalau dia bakalan terus menerus kalah dari Qiu Jing!

"Memangnya kenapa kalau kau kalah? Dalam hal memasak, aku tidak pernah bisa mengalahkan Zhou Shi. Dalam menggambar, aku tidak bisa mengalahkan Ning Fei. Dalam masalah dandan, aku tidak sebanding dengan Lin Fei Fei. Tapi terus kenapa? Memangnya kau akan bahagia kalau memasukkan segalanya ke dalam hati?"

Tapi yah, terserah Ming Cheng deh. Jika lawan kita membosankan, lalu apa gunanya menang ribuan kali. Btw, Ming Cheng memang ngebosenin sih.

Qiu Jing langsung pergi sambil ngedumel sinis. "Dia tidak pantas untuk Zhou Shi! Aku sama sekali tidak mengerti apa sih yang dia (Zhou Shi) sukai dari dia?"


Tiba-tiba muncul wartawan yang ingin mewawancarai Ming Cheng (pasti suruhannya Wei Qing deh).


Tak lama kemudian, Wei Qing memanggil Zhou Shi ke kantornya untuk menunjukkan video wawancaranya Ming Cheng tadi. Dalam wawancara itu, Ming Cheng ditanya apakah dia punya seorang gadis yang dia sukai?

Zhou Shi langsung antusias ingin mendengarkan jawabannya, tapi Ming Cheng bilang tidak ada. Zhou Shi kecewa. Si pewawancara lalu tanya wanita idealnya Ming Cheng tuh seperti apa?

Ming Cheng berkata kalau dia menyukai gadis yang pintar, hatinya baik, suka ceplas-ceplos dalam mengutarakan pikirannya, rada tomboy, memakai kacamata, pakai sedikit makeup, suka pakai baju casual, rambutnya pendek sekuping dan punya poni. (Wah, itu kan Qiu Jing)

Zhou Shi sedih menyadari semua penggambarannya Ming Cheng akan wanita idealnya itu sama sekali tidak seperti dirinya. Tapi apa maksudnya Wei Qing menunjukkan video ini padanya?


"Bukankah kau ingin menyatakan cinta pada Li Ming Cheng di hari ultahnya?"

"Dari mana kau tahu?"

"Kau tidak perlu tahu dari mana aku mengetahuinya. Yang kutanyakan adalah apakah kau ingin berhasil dengan pengakuan cintamu?"

"Tentu saja."

"Kalau begitu, ikut aku."

Bersambung ke part 3

2 komentar:

  1. Zhou shi....si weiqing suka kamu dicuekin, malah Ngejar""cinta ming chen yg g pasti.... .. Lanjut

    ReplyDelete