Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 20 - 1

 Sinopsis How, Boss Wants to Marry Me Episode 20 - 1

Ketiga orang itu duduk bersama di lobi, Chu Yan dan Xiao You tampak canggung dan Xia Lin menatap mereka dengan senyum penuh arti. Apa Chu Yan tidak akan memperkenalkan mereka?


Baru ingat, Chu Yan akhirnya memperkenalkan kedua wanita itu. Xia Lin langsung antusias menyalaminya dengan sok akrab sampai Chu Yan kesal memperingatkannya untuk menahan diri.

"Dia sangat imut, seleramu sangat bagus."

"Ngoceh apa kau ini?!" Geram Chu Yan. "Aku sudah bilang kalau dia adalah orang yang menyelamatkanku dulu."

"Ooooh, jadi kau teman yang sering dia bicarakan itu?"


Xiao You jadi semakin canggung mendengar ucapannya itu. Chu Yan gregetan, ngapain sih Xia Lin berkeliaran di sini dan bukannya menjaga si tua Ling?

"Mencarimu lah. Kalau aku tahu kau menggunakan alasan ke kamar mandi untuk nge-date, aku tidak bakalan mengganggu."

"Sudah kubilang kami tidak seperti itu! Pergi sana! Hus! Hus! Hus! Aku males menjelaskannya padamu."

"Terus apa kau mau kembali ke kamar bersamaku, atau mau tetap di sini untuk menemani penyelamatmu?"

"Aku tidak mau balik ke kamar dan melihat kalian berdua mesra-mesraan."

"Kalau begitu, kau harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ingat baik-baik, wajahmu adalah aset terbaikmu. Semangat!"

"Enyah sana!"


Xia Lin akhirnya pergi, Chu Yan dengan tak enak hati meminta Xiao You untuk tidak mempedulikan temannya yang satu itu, dia memang rada aneh.

Tapi yang tidak Chu Yan sangka, Xiao You tiba-tiba berkata. "Jadi dia wanita yang kau sukai?"

Jangan khawatir, Xiao You janji akan merahasiakannya. Chu Yan jadi malu, apa kentara jelas? Xiao You membenarkan, cara Chu Yan menatapnya beda. Tapi dia dengar kalau Xia Lin itu istrinya CEO Ling?

"Benar, makanya aku memutuskan menyerah. Tidak masalah asalkan dia bahagia."

Hmm, Xiao You tak menyangka kalau hati Chu Yan ternyata jauh lembut daripada yang dia kira. Malu, Chu Yan buru-buru mengajaknya keluar sekarang juga.


Sebelum mereka berpisah, Xiao You lagi-lagi mengucap terima kasih pada Chu Yan. Mereka pun berpisah. Tapi saat Chu Yan menoleh kembali, dia malah keheranan mendapati Xiao You dijemput oleh para pria berjas hitam yang waktu itu dia bilang rentenir. Lebih anehnya lagi, interaksi mereka tidak tampak seperti penghutang dan rentenir.


Xia Lin kembali ke kamarnya Yi Zhou dan dengan antusias memberitahu Yi Zhou tentang Chu Yan yang bersama seorang wanita. Tapi kemudian dia malah melihat wajah Yi Zhou yang tampak gelisah setelah berkutat dengan ponselnya. Ada apa dengannya?

"Aku sudah tahu tentang segala hal yang terjadi di perusahaan."

"Maaf. Aku tidak bermaksud menyuruh Wen Li merahasiakannya darimu, hanya saja kau sedang dalam masa penyembuhan, jadi aku tidak ingin kau khawatir."

"Sebenarnya kau tidak perlu menyembunyikannya dariku. Aku baik-baik saja."

"Mana mungkin. Bagaimanapun, dia adalah ibumu."

"Mungkin tidak semua ibu tidak egois. Sebelum dia menjadi seorang ibu, dia seorang individu."

"Aku terlalu bodoh. Aku mempercayainya semudah itu."

"Kau tidak bodoh, kau hanya terlalu baik."


Xia Lin merasa kalau Yi Zhou sebenarnya sangat menantikan ibunya. Yi Zhou mengakuinya, siapa juga yang tidak menginginkan cinta seorang ibu. Dia sudah tahu wajah asli ibunya itu seperti apa, hanya saja dia tidak menyangka kalau ternyata ibunya itu jauh lebih kejam dan tidak berperasaan lebih daripada yang dia kira.

"Maaf."

"Tidak usah minta maaf. Semua ini bukan salahmu. Justru berkat kau aku mempertahankan perusahaanku."

"Sebenarnya ini semua berkat Sekretaris Wen, aku tidak melakukan banyak hal kok. Yang paling kuinginkan hanyalah melihatmu bahagia."

"Aku sudah sangat bahagia. Aku memilikimu, dan sekarang ada anak kita juga. Aku sudah memiliki segala hal yang kuinginkan."


Keheranan memikirkan kejadian tadi siang, Chu Yan langsung meminta asisten ayahnya untuk membantunya menyelidiki seorang gadis, namanya Tong Xiao You.

"Baik. Apa Nona Tong ini adalah seseorang yang anda sukai?"

"Teman! Kami cuma teman! Oh yah, selidiki saja keluarga-keluarga kaya di sekitar Gangdong. Lalu, di mana si pak tua itu?"

"Masih di kantor, perusahaan sekarang sedang kurang baik, jadi Tuan bekerja lembur."

Tapi dia benar-benar khawatir, kesehatan Tuan Chu tidak terlalu baik. Kalau dia terus begini, mungkin dia tidak akan sanggup menanggungnya. Karena itulah dia berharap Chu Yan membicarakan masalah ini dengan Tuan Chu.


Beberapa waktu berlalu, Yi Zhou akhirnya keluar dari rumah sakit. Tapi mereka malah langsung diserbu segerombolan wartawan yang melontarkan sejuta pertanyaan tentang ibunya Yi Zhou, bagaimana perasaan Yi Zhou atas tindakan ibunya, apakah dia akan balas dendam pada perusahaannya Ah Nan, apakah mereka akan mengadakan resepsi pernikahan, dll.


Tapi Yi Zhou cuek dan langsung membawa Xia Lin masuk mobil dan tanya. "Mumu, bagaimana kalau kita mengadakan resepsi pernikahan?"

Tapi Xia Lin merasa itu tidak perlu, mereka sudah cukup lama menikah, lagian sekarang dia sedang hamil. Mending tidak usah sajalah.

"Bukankah impian para wanita adalah memiliki pesta pernikahan mewah?"

"Memang sih. Tapi itu hanya berlaku untuka mereka yang masih gadis. Selama kau memperlakukanku dengan baik, aku akan sangat bahagia biarpun tanpa pesta pernikahan mewah."

"Mumu, di ulang tahun pernikahan yang ake-50 kita nantinya, aku akan menikahimu lagi. Tapi sekarang ini, aku hanya ingin memberimu ciuman yang panjang."


Dan Yi Zhou langsung menc**mnya tanpa mempedulikan Wen Li yang malang. (Wkwkwk! Puk puk Wen Li)


Ibu hendak pergi hari ini. Tapi saat dia keluar dari hotel, dia mendapati Yi Zhou dan Xia Lin sudah menunggunya.

Tapi Yi Zhou sama sekali tidak marah padanya, dia hanya meminta Ibu untuk pergi dan memberitahu suaminya kalau dia tidak akan balas dendam.

"Kenapa?"

"Nan Jin Tian membantuku menyadari bahwa kebencian bisa menjadi sangat menakutkan. Itu benar-benar bisa menguasai mental seseorang. Jadi aku memutuskan untuk berhenti membencimu. Aku justru berterima kasih padamu, terima kasih karena telah memberiku kehidupan sehingga aku bisa menikmati kebahagiaan yang sekarang kumiliki."

Sekarang, Yi Zhou bahkan bisa memahami keputusan Ibu dulu, karena sekarang Yi Zhou juga sudah menemukan seseorang yang rela mengorbankan apapun demi dirinya dan bersedia mendampinginya selamanya.

"Ibu... jaga dirimu baik-baik." Yi Zhou pun pergi meninggalkan Ibu yang tampak mulai menyesal.


Asisten Tuan Chu melapor bahwa berdasarkan hasil penyelidikannya, Tong Xiao You itu sebenarnya menggunakan nama marga ibunya. Dia akan terus berusaha menyedilikinya.

Tapi Chu Yan merasa informasi ini aja sudah cukup, jadi mereka tidak perlu menyelidikinya lagi. Lagipula dia tidak mungkin bisa membantu Xiao You selamanya.

"Oh yah, jangan biarkan pak tua itu mengetahui masalah ini."


Tak lama kemudian, Chu Yan melihat Tuan Chu mau keluar. Ia berkata kalau ia akan menghadiri makan malam bisnis. Mendengar itu, Chu Yan mendadak berkata kalau dia mau ikut sampai membuat Tuan Chu keheranan. Biasanya kan Chu Yan tidak menyukai acara semacam ini.

Chu Yan beralasan kalau dia cuma lagi nganggur karena sedang tidak ada jadwal syuting, jadi bosen di rumah terus.

"Apa kau tidak takut kalau makan malam kali ini akan berubah menjadi acara perjodohan bisnis?"

"Aku sudah tidak muda lagi. Kalau aku benar-benar bertemu dengan orang yang cocok, yah sekalian saja aku menikah. Tunggu yah, aku ganti baju dulu."

Bersambung ke part 2

3 komentar: