Sinopsis Accidentally in Love Episode 21 - 1

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 21 - 1

Qing Qing buru-buru kembali ke kamar asramanya dan mendapati sudah ada pesan dari para penggemar Feng terkait plagiat lagu yang ditujukan ke Feng itu.


Qing Qing memperhatikan video yang diunggah si penyanyi itu dan mendapati video itu di-upload dua hari setelah Feng menyanyikan lagu itu untuknya. Jelas Feng tidak pernah menjiplak. Kalau begitu, siapa yang menjebak Feng? Saingannya? Atau...

Belum sempat memikirkannya lebih jauh, seorang penggemar tanya apakah Qing Qing (dia memakai identitas penulis webtoon - He Bian Cao) akan keluar dari klub penggemar Feng sekarang?

Qing Qing meyakinkan si penggemar bahwa Feng sengaja dijebak. Dia mengklaim bahwa seorang teman dekatnya pernah mendengar lagu ini langsung dari Feng jauh lebih awal dari waktu lagu ini di-rilis online. Jelaas ada sesuatu yang mencurigakan dibalik masalah ini.

Tapi seorang netizen lain mengklaim kalau lagu itu diciptakan oleh seorang trainee di perusahaan agensinya Feng yang kemudian dikleuarkan. Seorang lainnya menduga kalau si trainee itu mungkin sering menulis lagu untuk Feng.

"He Bian Cao, apa kita perlu... menyelidikinya?" Usul seorang penggemar.

"Ya, tentu saja."

"Jangan khawatir, kita semua akan membantu Yang Mulia."


Daniel benar-benar stres dengan masalah ini, tapi Feng malah santai-santai saja. Dia yakin para penggemarnya yang percaya padanya, pasti akan percaya.

Daniel tak percaya mendengarnya. Berhentilah bersikap naif, perusahaan merilis album ini demi menghasilkan uang. Tapi dengan banyaknya berita buruk sekarang ini, siapa yang akan membeli album barunya Feng? Oh yah, jangan lupa kalau nanti sore ada acara promosi.


Sore harinya, Qing Qing mendatangi acara promosi itu saat tiba-tiba seorang pedagang menawarinya untuk beli lightstick. Qing Qing tanya apakah dia jual spanduk Feng yang bisa nyala? Tapi si pedagang malah sinis, Feng kan penjiplak lagu, memangnya dia bakalan keluar?

Tapi saat Qing Qing mau cari ke penjual lain, si penjual mencegahnya dan akhirnya memberikan apa yang Qing Qing minta.


Qing Qing sengaja menutup mukanya dan menyelinap di antara para penonton. Feng datang tak lama kemudian, tapi dia tampak sangat gugup, apalagi para penonton yang tidak terlalu tampak antusias malah heboh kasak-kusuk sendiri.

Dia berusaha tetap profesional menyanyikan lagunya saat tiba-tiba dia mendengar salah satu teriakan penyemangat dari salah satu penggemarnya yang tak lain adalah Qing Qing yang lagi nyamar.

Cuma dia seorang yang memberi semangat untuk Feng, yang lainnya malah nyinyir. Bahkan setelah Feng selesai menyanyi, tak ada yang memberinya tepuk tangan.


Saat Feng pulang malam harinya, dia mendapati ayahnya sudah menunggunya. Jelaas-jelas ia sebenarnya khawatir, tapi tetap saja ia bersikap seperti biasanya, mengomeli Feng dan menuduhnya suka bikin perkara. Apa perusahaan agensinya Feng memberinya penyidik atau pengacara?

Alih-alih nyolot kayak dulu, Feng sekarang bisa lebih tenang dalam menanggapi ayahnya karena dia tahu kalau Tuan Si Tu sebenarnya mengkhawatirkannya. Dia meyakinkan Tuan Si Tu untuk tidak cemas, dia bisa mengurus dirinya sendiri kok.

"Kalau sudah tidak ada apa-apa lagi, aku mau naik dan istirahat dulu. Ayah juga harus istirahat."


Nan Xi datang tak lama kemudian dan mengaku kalau dia datang bersama seseorang. Feng sudah senang saja mengira dia membawa Qing Qing, tapi ternyata Xin Ya. Kenapa mereka datang kemari?

"Kami membawakan camilan kesukaanmu." Ujar Nan Xi lalu melempar sebatang coklat padanya.

"Kakak Feng, jangan pedulikan apa yang ditulis oleh media. Semuanya bohong. Dan komentar-komentar itu, mereka cuma sekelompot orang idioot yang bicara tanpa mengetahui apapun."

Nan Xi penasaran, apakah orang itu benar-benar orang di perusahaan agensinya Feng? Feng membenarkan, tapi kemudian perusahaan membatalkan kontraknya.

Kalau begitu, dia pasti menyimpan dendam dan sengaja membuat kekacauan ini. Lalu apa perusahaan Feng sudah mencari bukti-bukti yang berhubungan dengan orang itu?

"Saat ini belum."

"Jangan khawatir. Situasi pasti akan segera tenang."

"Siapa tahu. Entah apakah album baru ini akan dirilis tepat waktu atau tidak."

 

Setibanya kembali ke asrama, Qing Qing mendapati pesan dari seorang penggemar yang mengaku kalau mereka sudah menemukan beberapa petunjuk. Setelah seharian browsing, mereka menemukan seseorang yang paling mencurigakan.

Orang ini sangat aneh. Setiap kali Feng mengeluarkan album, dia pasti berkomentar dengan tautan yang membuktikan kalau Feng menjiplak lagu. Merek sudah melacak IP orang ini dan sepertinya dari warnet yang berada di dekat Ming De. Kalau begitu, Qing Qing akan menyelidikinya besok dan meng-update mereka nanti.


Keesokan harinya, Qing Qing menonton siaran Daniel yang membantah tuduhan jiplakan itu. Dia bahkan memberitahu bahwa mereka akan mengadakan konferensi press 3 hri lagi untuk membuktikan Feng tidak bersalah.

Di acara itu nanti, Feng juga akan menampilkan lagu terbaru yang digubahnya sendiri. Lagu ini merupakan lagu terakhir dari album barunya.

Qing Qing lalu menelepon Nan Xi dan mengajak Nan Xi untuk pergi bersamanya ke warnet dekat kampus untuk menyelidiki masalah ini.


Tapi saat Feng menonton siaran itu, dia langsung protes dengan klaim terakhir Daniel tentang lagu barunya. Memangnya Daniel sudah mendapatkan persetujuannya terkait lagu baru itu? Daniel terpaksa melakukan itu, bos mereka dan press terus mengganggu dan menekannya.

Feng terpaksa harus berusaha menulis lagu baru, tapi dia kesulitan mendapat inspirasi. Parahnya lagi, Daniel masih getol menuntutnya untuk menyelesaikan lagu barunya dan langsung heboh saat Feng mengaku belum selesai menulisnya.

"Tapi dalam suasana hatiku yang seperti ini, aku tidak bisa menulis apapun."

Kalau begitu, bagaimana kalau dia menyanyikan lagu lama yang di-aransemen ulang saja? Lagu yang belum pernah dirilis?

Feng tak setuju. Apa yang tidak dia sukai, sudah pasti tidak akan disukai oleh para penggemarnya juga.

Baiklah, Daniel tidak akan memaksanya lagi. Toh masih ada waktu 2 hari lagi. Feng fokus saja menyelesaikan lagunya dan jangan merasa tertekan, oke?


Tak lama kemudian, Nan Xi dan Qing Qing menyamar jadi polisi untuk menyelidiki warnet itu dengan alasan ada perampok bank yang menyusup ke warnet ini.

Berapa banyak orang yang berada di warnet ini pada tanggal 20? Tanya Nan Xi dengan wajah serius bak polisi betulan. Ketakutan, si pemilik warnet buru-buru menyerahkan daftar pelanggannya bulan lalu

Qing Qing menelusuri semua nama pelanggan itu hingga menemukan nama Zhou Da Lei (anak buahnya Ge Yang).


Di markas mereka, dumb and dumber dengan pedenya melapor ke bos mereka bahwa segalanya berjalan dengan lancar, kali ini riwayat Feng akan tamat.

Bersambung ke part 2

2 komentar: