Sinopsis Accidentally in Love Episode 23 - 2

 Sinopsis Accidentally in Love Episode 23 - 2

Qing Qing malas banget menanggapinya, besok ujian, dia tidak ada waktu untuk disia-siakan dengan Xin Ya cs.


Oh, jadi Qing Qing sadar kalau besok ujian yang artinya Feng akan kembali besok. Kalau begitu, Xin Ya akan memberinya nasehat. Jangan ganggu Feng, apalagi bicara dengannya, karena Qing Qing hanya akan mempengaruhi hasil ujian Feng.

"Aku akan bicara dengan siapapun yang kuinginkan. Kenapa aku harus membutuhkan persetujuanmu?"

Xin Ya dengan angkuhnya memberitahu Qing Qing bahwa Yi Zhou pernah berjanji untuk menjaganya seumur hidupnya. Jadi Qing Qing tidak akan punya kesempatan.

"Lan Xin Ya, kau pikir aku akan percaya?"


Terserah Qing Qing mau percaya atau tidak. Yang pasti, Qing Qing dan Feng sangat berbeda jauh sejauh-jauhnya. Feng adalah orang yang sangat sederhaa dan sangat menghargai hubungan. Jadi, Xin Ya memohon padanya, tolong lepaskan Feng.

Pertama Feng lalu Nan Xi, dia mengayuh dua perahu dengan satu kaki. Qing Qing pasti merasa sangat menarik, yah?

Feng adalah putra tunggal perusahaan Si Tu. Dia hanya akan bersama dengan seseorang yang statusnya cocok dengannya. Orang yang suka ketenangan dan keuntungan kayak Qing Qing tuh, mending menghilang aja deh.

Terprovokasi, Qing Qing malah sinis mengklaim kalau dia akan terus mengejar Feng demi uang. Dan sayangnya, Feng lebih menyukai cewek matre kayak dia daripada melirik Xin Ya.

"Bukankah itu membuatmu sangat marah setengah mati? Dan satu lagi, Si Tu Feng... akan menjadi milikku."

Tapi alih-alih marah, Xin Ya malah ketawa licik lalu pergi dengan senyum puas bersama bala-balanya. Hmm, kayaknya mereka ada rencana licik nih.


Feng masih dingin dan acuh setelah ujian usai. Tapi Qing Qing tak menyerah begitu saja dan terus berusaha untuk menjelaskan dirinya.

Tapi belum sempat dia bicara, tiba-tiba saja terdengar suara rekaman Qing Qing di speaker, saat Qing Qing mengklaim kalau dia akan mendekati Feng demi uang. OMG! Ternyata ini rencana liciknya Xin Ya.

Jelas saja Qing Qing jadi semakin panik, berusaha membujuk Feng untuk tidak mempercayai rekaman itu. Tapi Feng benar-benar sakit hati dan menuduh Qing Qing mempermainkan perasaannya.


Mu Nian sontak lari ke ruang siaran dan menarik Xin Ya dengan kasar. Dia bahkan menuntut Xin Ya untuk meminta maaf pada Qing Qing sekarang juga.

Xin Ya menolak, kenapa juga dia harus minta maaf pada Qing Qing? Qing Qing sendiri kok berkata seperti itu, dia hanya membiarkan semua orang mengetahuinya.

Mu Nian jelas tidak percaya, Qing Qing bukan orang yang akan mengatakan sesuatu semacam itu. Xin Ya kesal, obat apa sih yang diberikan Qing Qing pada mereka semua sehingga mereka mempercayainya dan melindunginya?

"Karena dia temanku! Jadi aku percaya padanya!"

"Lalu apakah di matamu, aku adalah orang yang ahli melakukan hal jahat? Segala hal yang buruk dilakukan olehku. Dia temanmu, lalu bagaimana denganku?"

"Kau berbeda, kau adalah..."

Tapi Xin Ya terlalu sakit hati untuk mendengarkan apapun yang hendak dikatakannya dan langsung pergi.


Feng mengemasi barang-barangnya dari tempat nongkrongnya bersama Nan Xi dengan penuh amarah. Nan Xi datang saat itu dan berusaha menghentikannya, tapi Feng terlalu marah untuk mendengarkannya.

"Si Tu Feng, kau bukan idiot. Jangan biarkan omong kosong di rekaman itu menipumu."

"Aku orang bodoh kalau tertipu oleh rekaman itu? Lalu bagaimana dengan dibodohi olehmu dan Chen Qing Qing? Aku tidak sepintar itu."

Nan Xi menyangkal, dia dan Qing Qing tidak pernah bermaksud membodohi Feng. Feng sinis, kalau begitu katakan, sejak kapan Nan Xi mengetahui kalau Qing Qing itu ternyata Qing Shen?

Nan Xi malah cuma diam yang jelas saja membuat Feng tambah marah. Dia tidak bisa menjelaskan? Kalau begitu, biarkan Feng menebaknya.


Feng penasaran apa yang Nan Xi pikirkan setiap kali Nan Xi melihatnya membantunya mendekati Qing Shen. Apa yang Nan Xi pikirkan setiap kali melihatnya melakukan hal-hal bodoh untuk Qing Qing?

"Gu Nan Xi, aku sudah menganggapmu seperti saudaraku sendiri!"

"Aku juga menganggapmu seperti saudara sendiri!"

"Aku tidak punya saudara sepertimu!" Feng begitu marah sampai dia tega menonjok Nan Xi. Sekarang Feng mengerti kenapa Nan Xi pernah bertanya tentang apakah mereka akan bertengkar. Jadi ini alasannya, Nan Xi sudah mengetahuinya sejak saat itu.

"Aku benar-benar bodoh dengan membiarkan kalian mempermainkanku."


"Si Tu Feng! Apa kau ingin bagaimana kita bertemu? Saat aku berumur 8 tahun dan harus pindah sekolah. Semua orang tahu kalau aku anak tiri dan tidak ada yang ingin bermain denganku. Itu adalah saat-saat paling menyakitkan dan sepi dalam hidupku. Kaulah orang pertama yang bicara denganku dan bermain denganku."

Sejak saat itu Nan Xi menyadari bahwa Feng adalah teman terbaik yang pernah dia miliki dalam hidupnya. Nan Xi mengakui kalau dia memang menyukai Qing Shen. Tapi setelah dia mengetahui identitas aslinya, dia mulai mengendalikan perasaannya.

"Karena aku tidak akan pernah mengkhianati sahabatku."

Apa Feng sungguh mengira bahwa segala hal yang Qing Qing lakukan untuknya itu demi membodohinya? Dia sudah bicara sebanyak ini, sisanya terserah Feng saja. Dia cari tahu saja sendiri.


Fang Fang dan anak-anak lain berkumpul di papan pengumuman melihat nilai hasil ujian mereka, dan betapa kagetnya mereka melihat nama Ge Yang masuk 100 besar.

Fang Fang bangga. Dalam flashback, Ge Yang pernah penasaran dengan buku yang Fang Fang baca. Tapi Fang Fang menolak memberitahunya, malah menantang Ge Yang untuk masuk 100 besar dulu, baru dia akan memberitahu Ge Yang. Ge Yang menerima tantangannya.

Anak-anak terus bergosip tentang Ge Yang, sepertinya Ge Yang sekarang sudah berubah, bahkan belakangan ini dia sering datang ke perpus.


Fang Fang langsung pergi ke perpus dan mendapati Ge Yang ada di sana, tampak sibuk berkutat dengan laptopnya. Dia langsung mencari buku yang waktu itu dia janjikan ke Ge Yang.

Tapi saat dia hendak mendekati Ge Yang, dia malah mendengar dua orang siswi sedang menggosipkan Ge Yang yang sekarang jadi rajin belajar. Siswi pertama tanya pada siswi kedua, apa dia suka Ge Yang?

Siswi dua menyangkal. Orang setampan Ge Yang itu bagaikan dewa yang cuma bisa dilihat tapi tak bisa disentuh. Ucapan mereka membuat Fang Fang jadi kehilangan kepercayaan diri dan akhirnya mengurungkan niatnya.


Fang Fang akhirnya kembali ke asrama dengan wajah murung, sama persis seperti Qing Qing di sebelahnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Daniel mengirim pesan pada He Bian Cao dan mengundangnya bergabung dalam pembuatan desain sampul album barunya Feng.

Daniel bahkan berkata bahwa komiknya He Bian Cao akan disisipkan dalam berbagai bentuk di seluruh album.

Qing Qing galau. Kalau Feng sampai tahu dia punya identitas ketiga yang dia gunakan untuk mengejek Feng di dalam komik, Feng pasti akan jauh lebih marah. Apa yang harus dia lakukan?


Daniel bingung karena belum mendapat balasan juga dari He Bian Cao. Tapi kenapa Feng masih murung terus? Semuanya sudah diurus dengan baik, album baru Feng ini pasti akan sukses apalagi kalau mereka menggabungkan bakatnya He Bian Cao. Ah! Bagaimana kalau Feng sendiri yang mengundang He Bian Cao untuk bekerja sama?


Qing Qing terbangun oleh pesan video yang ternyata dari Feng yang mengundangnya untuk berkolaborasi dalam album barunya. Feng bahkan meminta Qing Qing menghubunginya setelah dia melihat video ini.

Qing Qing tambah galau, apalagi saat dia mengecek komunitas penggemarnya Feng, dia malah mendapati mereka sedang menggosipkannya karena belakangan ini dia absen membuat komik. Salah satu penggemar jadi khawatir dan langsung berniat melacak IP-nya. Bisa gawat kalau para penggemar ini benar-benar menyelidikinya.


Subuh-subuh, Fang Fang tersentak bangun saking kagetnya melihat Qing Qing mendadak sudah ada di hadapannya, lagi nyengir lebar dalam kegelapan. Ngapain Qing Qing bangun sepagi ini?

"Fang Fang, kau harus mengambil kebahagiaan ke tanganmu sendiri. Saat ini aku harus berani maju. Kau harus berpegang pada kebahagiaanmu sendiri. Kau pasti bisa!" Ujar Qing Qing lalu pergi.

Bersambung ke episode 24

1 komentar: