Sinopsis My Little Princess Episode 9 - 1

Sinopsis My Little Princess Episode 9 - 1


Xing Chen bertemu dua orang pria mabuk saat dia melewati area sepi. Dia berusaha melarikan diri dari mereka, tapi kedua pria itu langsung menghadangnya dan mengganggunya. Xing Chen sontak ketakutan dan berusaha berteriak minta tolong.

Di tengah-tengah kepanikannya, Beruang tiba-tiba muncul menyelamatkannya dan menghajar kedua pria mabuk itu. Xing Chen tentu saja sangat senang dan terharu...


Sampai saat dia berbalik dan mendapati ternyata dia cuma berkhayal melihat Beruang padahal dia pria asing.

Parahnya lagi, pria asing itu juga mabuk dan langsung mendekati Xing Chen. Xing Chen sontak panik ketakutan.


Di tempat lain, Yang Yang memanfaatkan saat itu untuk memperjelas perasaan Chu Yao yang sebenarnya. Dia yakin betul bahwa walaupun selama ini Chu Yao bersikeras peduli dan perhatian padanya, tapi sebenarnya tidak seperti itu.


Jika Chu Yao sungguh-sungguh menyukainya dan peduli padanya maka Chu Yao pasti akan peduli dengan apa yang dia pikirkan, mendengarkan apapun yang dia katakan dan mengingat segala hal yang disukainya. Apa Chu Yao bahkan tahu apa warna favoritnya? Apa Chu Yao tahu dia lebih menyukai kopi atau teh?

"Teh" jawab Chu Yao asal.

"Aku suka air putih"

Tapi Chu Yao tetap bersikeras dengan keyakinannya bahwa dia menyukai Yang Yang, hanya saja Yang Yang tidak pernah memberinya kesempatan untuk membuktikan perasaannya.

Dia yakin kalau Yang Yang tidak mungkin tidak menyukainya. Yang Yang mengakui kalau Chu Yao itu baik, tapi orang yang dia sukai bukan Chu Yao.


"Bukan aku? Lalu siapa? Siapa yang bisa lebih baik daripada aku?"

"Lihat kan? Semua yang kau katakan adalah tentang dirimu sendiri. Jika kau benar-benar tertarik padaku, semua yang kau katakan pastilah tentang aku. Sebenarnya kau sudah menyukai orang lain"

"Memangnya bukan kau?"

"Bukan. Dia seseorang yang setiap kali dia muncul, kau selalu sengaja mendekatiku. Setiap kali mendengar dia bicara, kau selalu merasa gelisah. Setiap kali kau melihatnya melakukan suatu kesalahan, kaulah yang paling depresi"

Yang Yang bahkan membuktikan kebenaran kata-katanya dengan menanyai Chu Yao tentang apa minuman kesukaan Xing Chen, dan Chu Yao refleks menjawab kalau Xing Chen suka minum kopi di depan umum tapi mungkin dia suka minum soda secara diam-diam. Saat itulah Chu Yao akhirnya sadar.

 

Nian Yu akhirnya menemukan Xing Chen dan melihatnya sedang disudutkan oleh seorang pria asing yang sedang mabuk. Dia langsung mengambil botol kaca terdekat dan menghantamkannya ke pria mabuk itu sampai dia pingsan.


Nian Yu cepat-cepat menyeret Xing Chen menjauh dari sana untuk mengecek keadaannya. Xing Chen sangat senang dan lega hingga dia refleks memluk Nian Yu erat-erat. Dia terus mengoceh tentang ketakutannya dan betapa leganya dia karena Nian Yu datang menyelamatkannya, tanpa menyadari trauma Nian Yu yang kambuh gara-gara plukannya.


Nian Yu mulai sesak nafas, dia berusaha meminta Xing Chen untuk melepaskan peukannya tapi Xing Chen malah memeluknya makin erat sambil terus bicara sampai akhirnya Nian Yu tidak kuat lagi dan pingsan.

Xing Chen sontak panik dan langsung berteriak-teriak meminta tolong. Tapi tempat itu sepi dan tak ada seorang pun yang datang menolongnya.


Entah bagaimana caranya, Xing Chen akhirnya berhasil membawa Nian Yu pulang dan terus menemaninya selama dia tidur.

Awalnya Xing Chen hanya berniat ingin mengecek Nian Yu demam atau tidak, tapi akhirnya malah menyentuh wajah Nian Yu.

 

Dia melihat telapak tangan Nian Yu berdarah gara-gara terkena pecahan botol. Xing Chen langsung mengomelinya dan mengatainya bodoh karena melukai dirinya sendiri, tapi kemudian dia membantu mengoles obat dan memperban tangan Nian Yu. (Tapi kok perbannya tebel banget yah padahal lukanya kecil)


Yang Yang datang tak lama kemudian untuk melihat keadaan Nian Yu setelah mendengar dia pingsan. Xing Chen langsung mendorongnya keluar agar dia tidak menganggu istirahat Nian Yu dan meyakinkan Yang Yang kalau Nian Yu baik-baik saja.

Tadi dia sudah siuman dan sekarang dia sedang tidur. Yang Yang menduga dengan tepat kalau Nian Yu pingsan pasti karena Xing Chen.

"Dari mana kau tahu?... err, maksudku, kenapa kau bicara omong kosong seperti itu?"

"Aku tahu. Karena Senior Xiao Yu pernah seperti itu dulu"

Xing Chen tercengang mendengarnya, dia pikir selama ini Nian Yu hanya tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Dia tidak tahu kalau keadaannya seserius itu, apa Nian Yu sakit?


Yang Yang memberitahu Xing Chen bahwa dia dan Nian Yu sebenarnya tetanggaan, mereka bahkan tumbuh besar bersama.

Dulu, Nian Yu memiliki seorang adik perempuan. Mereka kehilangan kedua orang tua mereka sehingga mereka harus saling bergantung pada satu sama lain.

Tapi kemudian adiknya Nian Yu didiagnosis menderita leukemia akut. Karena itulah Nian Yu harus berhenti kuliah selama setahun agar dia bisa bekerja dan menghasilkan uang untuk menyembuhkan penyakit adiknya.

Tapi pada akhirnya, sang adik pergi meninggalkannya selama-lamanya dan ia meninggal dalam plukan Nian Yu. Sejak saat itulah Nian Yu tidak pernah lagi memluk orang lain dan ekspresi wajahnya pun tidak pernah lagi menunjukkan keceriaan.

Setelah Yang Yang pergi, Xing Chen kembali dan menatap Nian Yu dengan iba, tak menyangka itulah alasan dibalik wajah esnya Nian Yu selama ini.

"Walaupun begitu, selalu kau yang membantuku. Saat aku sedih maupun saat aku putus asa, selalu kau yang menghiburku. Aku ini tidak berguna. Di masa depan nanti, aku akan memperlakukanmu dengan lebih baik. Janji!"


Tapi tentu saja dia tidak mendapat jawaban. Saat Xing Chen hendak menyelimuti Nian Yu, dia melihat ada sebuah kotak hadiah kecil tersembul dari dalam kantong celananya Nian Yu.

Xing Chen membukanya dan ternyata isinya adalah anting-anting yang disukainya waktu itu.

Xing Chen senang. "Kau membelinya tapi kenapa kau menyembunyikannya? apa kau malu?"


Xing Chen hendak mencobanya. Tapi tiba-tiba dia menyadari sesuatu, perasaan dia tidak pernah bilang kalau dia menyukai anting-anting itu. Dia langsung teringat saat Yang Yang menyatakan ketertarikannya pada anting-anting itu.

Yakin kalau Nian Yu membelikan anting-anting itu untuk Yang Yang, Xing Chen langsung melabraknya dengan kesal dan bersikeras menuntut Nian Yu untuk menjawab untuk siapa dia membelikan anting-anting itu.

Nian Yu tidak terbangun tapi dia terus ngelantur. "Gadis bodoh! Gadis bodoh!"

Kesal, Xing Chen pun mendadak punya ide licik.

 

Nian Yu bangun keesokan paginya dan mendapati Xing Chen ketiduran di sampingnya. Dia beranjak bangkit tapi malah kaget melihat mukanya coret moret gara-gara ulah Xing Chen. Melihat ada spidol di sana, Nian Yu langsung berniat balas dendam.


Pelan-pelan dia kembali ke kasur dan pura-pura tidur. Xing Chen terbangun saat itu dan langsung ketawa melihat wajah Nian Yu.

Nian Yu jadi gemas dan langsung mengambil spidolnya untuk balas dendam. Tapi ujung-ujungnya mereka malah kejar-kejaran kayak orang pacaran.


Tepat saat dia hendak mengejar Xing Chen lagi, Nian Yu tiba-tiba terjatuh ke plukan pria pemabuk yang menyelamatkan Xing Chen semalam. Nian Yu jelas bingung kenapa pria ini malah ada di sini, tapi Xing Chen malah menanggapinya dengan melet.


Beberapa saat kemudian, Nian Yu adu tatap-tatapan dengan pria itu. Xing Chen akhirnya menjelaskan kromologi kejadian semalam. Paman inilah yang semalam membantunya membawa Nian Yu pulang.

"Hei, jangan panggil aku paman" protes pria itu "Panggil aku Kakak Sunny"

Sunny benar-benar membuat dirinya sangat nyaman di rumah itu sampai-sampai dia menuntut sarapan dari Nian Yu. Parahnya lagi, Xing Chen juga langsung ikut-ikutan meminta Nian Yu membuatkan sarapan untuknya.


Nian Yu menolak, tapi Xing Chen langsung pasang tampang memelas... hingga akhirnya Nian Yu pun luluh dan membuatkan sarapan untuk mereka bertiga. Tapi Sunny dan Xing Chen malah kompak mengkritiki sarapannya.


Tapi biarpun mengkritik, Sunny tetap saja mau mengambil roti bakar kedua. Nian Yu yang kesal, bergerak cepat menancapkan garpunya di roti itu dan mengancam Sunny untuk segera keluar dari rumah ini.

Tapi Sunny malah menyatakan kalau dia tidak berniat keluar dari sini dan Xing Chen sama sekali tidak keberatan. Dia malah senang karena dengan begini dia bisa membayar hutang budinya pada Sunny yang telah membantunya menyelamatkan hidup Nian Yu dan memberikan salah satu kamar untuk Sunny.

Setelah Sunny pergi ke kamarnya, Xing Chen langsung mengulurkan tangannya pada Nian Yu "Kau ingin memberiku sesuatu, kan?"


Tapi Nian Yu malah cuma memberinya roti bakar lalu pergi. Ja Na datang saat Xing Chen masih memandangi roti bakarnya dengan kecewa dan langsung menuntut sarapannya seolah Xing Chen adalah pembantunya.

"Buat saja sendiri"

"Apa? Kau suruh aku membuat sarapanku sendiri?"

"Kenapa? Apa kau tidak punya tangan?"

"Tanganku hanya digunakan untuk bermain musik dan melukis. Bagaimana bisa aku membuatnya untuk membuat sarapan? Bukankah sarapanmu itu dibuat oleh tanganmu sendiri?"

"Aku tidak punya tangan untuk memasak sarapan. Tapi aku punya seorang pria yang memasakkan sarapan untukku"


Ja Na langsung curiga jangan-jangan pria yang Xing Chen maksud adalah Chu Yao. Tak mau kalah, dia langsung memanggil Zhou Wei dan menyeretnya ke dapur dan membujuk Zhou Wei dengan gaya imutnya untuk membuatkannya sarapan.

Tapi Zhou Wei langsung menolak, dia tidak bisa masak jadi lebih baik mereka beli saja di luar.

"Zheng Chu Yao bahkan membuatkan sarapan untuk Lin Xing Chen. Kau malah tidak bisa melakukan apapun" ketus Ja Na

Zhou Wei jelas langsung menyangkalnya, pasti bukan Chu Yao karena Chu Yao bahkan belum bangun tidur tapi Ja Na tidak mau mendengarnya dan langsung pergi.


Xing Chen melihat Yang Yang sedang membersihkan instrumen mereka. Karena Nian Yu tidak memberikan anting-anting padanya, dia jadi semakin curiga jangan-jangan anting-anting itu mau Nian Yu berikan untuk Yang Yang.

Xing Chen pun langsung mencoba menanyakan anting-anting barunya Yang Yang. Dan yang tidak disangkanya, Yang Yang membenarkan kalau dia memang baru saja dibelikan anting-anting baru.

Dengan canggung dia memberitahu Xing Chen kalau dia masih mempertimbangkan apakah dia akan menerima anting-anting itu atau tidak. Dia sedang mencari kesempatan untuk mengembalikan anting-anting itu pada 'dia'.

Xing Chen kesal mendengarnya dan langsung pergi dengan ngambek... padahal 'dia' yang Yang Yang maksud sebenarnya bukan Nian Yu melainkan Chu Yao.

Bersambung ke part 2

0 komentar

Post a Comment